Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
hidup dan mati bersama bab 36



"apa aku sudah mati?"gumam batin jounan.


"jounan."Panggil sara sambil menangis.


"sara.apa aku...."gumam batin jounan sambil membuka matanya melihat sara sedang menangis.


"sara.kenapa kau menangis?"ucap jounan.


sara yang mendengar jounan berbicara langsung terkejut sambil berkata."ha jounan."


"jounan! kau tersadar!" ucap sara yang semakin menangis dan memeluk jounan.


"sara.sakit." ucap jounan.


"syukurlah,sara." ucap pak kuciza sambil mengusap air matanya.


"diam, jangan bergerak!"perintah sara.


"omong omong di mana dara? apa yang terjadi dengan ana bergaris × itu?"tanya jounan.


"dara baik baik saja. anak bergaris × itu sudah tewas..." ucap sara.


"tewas? apa dara membunuhnya?"ucap jounan yang terkejut.


"entahlah. aku kurang tau,tapi dia melindungi zudanza. aku mempercayaimu.kau hebat! kau bisa selamat dari luka yang fatal!"puji sara.


"sejak awal, dia berniat untuk..." gumam batin jounan.


"dara! jounan sudah sadar! dia masih hidup!" teriak sara.


"ha?" kaget dara dan melihat ke arah sara.


jounan pun melambaikan tangannya ke arah dara.


"ah? hehehe." senang dara.


dara melihat ke arah soka sambil bergumam dalam hatinya." begitu rupanya, dia..."


"begitu.jadi, jounan baik baik saja. syukurlah."ucap guru jozan.


"hoi hoi hoi.kalian terlalu santai! ninja bodoh! membunuh sumber uang kami! jika seperti ini tidak ada pilihan...selain menyerang kota dan mengambil barang berharga!"teriak pengawal kano.


"oke!" teriak semua pengawal kano bersamaan.


"ini gawat."ucap guru jozan.


"guru jozan. adakah jurus yang bisa mengalahkan mereka semua?" tanya dara.


"mustahil.aku sudah terlalu banyak memakai energi." ucap guru jozan.


"serang!" teriak pengawal itu dan yang lainnya langsung berlari ke arah dara dan guru jozan.


"berhenti!" teriak andini yang tiba tiba muncul dari belakang dara.


"musuh yang mendekati pulau,dengan kekuatan semua penduduk pulau takkan di biarkan hidup!" teriak andini.


"ya!" teriak penduduk kota yang bersama andini.


"andini!" teriak dara yang melihat andini datang membawa pasukan.


"hehe super hero selalu datang terlambat."ucap andini sambil mengacungkan jempol ke arah dara.


"andini...kalian semua..." ucap pak kuciza yang terharu.


semua pengawal kano pun langsung ketakutan melihat puluhan warga yang berada di belakang andini.


"baik lah.aku juga akan ikut membantu! futari ni naru!" ucap dara yang mengeluarkan 3 bayangan.


"aku juga bisa,bahkan dengan energiku yang tinggal sedikit.setidaknya, itu bisa menakuti mereka.futari ni naru!" ucap guru jozan yang juga ikut mengeluarkan 5 bayangan.


"kalian siap berperang?"ucap guru jozan.


"tidak!" teriak semua pengawal kano dan berlari ke arah laut dan menaiki kapalnya lalu pergi.


"kita berhasil!" teriak andini yang senang.


"yeeeee." teriak semua penduduk yang ikut senang.


"sepertinya sudah berakhir."ucap zudanza yang masih terbaring.


"ha? kau belum tewas?"tanya guru jozan yang terkejut melihat zudanza yang sudah sekarat namun ternyata belum tewas.


"a..a..aku ingin meminta bantuanmu jozan." ucap zudanza.


"bantuan apa?" ucap guru jozaan.


"aku... ingin melihat wajahnya." ucap zudanza yang ingin melihat wajah soka terakhir kalinya.


guru jozan langsung mengangkat tubuh zudanza dan menaruhnya di samping jazad soka.dan menghadapkan wajah zudanza ke arah wajah soka.


"ha? hujan di saat seperti ini?"ucap pak kuciza.


"soka,apa kau menangis?"gumam batin zudanza.


"maaf sudah merepotkanmu jozan."ucap zudanza.


"ya."jawab guru jozan.


"aku akan selalu di sampingmu, soka. setidaknya, aku bisa berada di sampingmu sampai akhir hayat.jika mungkin,aku ingin pergi..ke tempat yang sama... denganmu."ucap zudanza sambil menggenggam tangan soka dengan erat.


"dia lahir di desa yang sering di hujani."ucap dara yang juga ikut sedih.


"begitu rupanya.dia anak yang baik.kau pasti bisa, zudanza.kalian akan bersama lagi." ucap guru jozan.


zudanza dan soka pun langsung di kuburkan di sebuah bukit di tempat di mana mereka berdua saling meratapi kehidupannya dan saling bercerita.


"namun,guru....benarkah jalan ninja harus seperti yang mereka katakan?" tanya sara.


"ninja tidak boleh mencari alasan keberadaannya.yang terpenting adalah menjadi alat bagi negaranya.sama seperti di desa kosaki."ucap guru jozan.


"benarkah itu arti sebenarnya menjadi seorang ninja? rasanya...aku tak menyukainya!" ucap dara.


"apa menurutmu juga begitu?"tanya jounan kepada guru jozan.


"aku....karena itu lah semua ninja hidup... dengan mencoba mengetahuinya tanpa menyadarinya.seperti zudanza dan anak itu."ucap guru jozan.


"baiklah! sudah kuputuskan! aku akan mengejar jalan ninjaku sendiri!aku akan berlari ke depan dan mengejar jalan yang tak akan kusesali!"ucap dara dengan tersenyum bersemangat.


*****


keesokan harinya.


"berkat kalian, terowongan telah berhasil di selesaikan.kami akan sangat merindukan kalian." ucap pak kuciza kepada tim guru jozan yang telah membantunya kotanya dari serangan kano.


"sehat selalu kalian." ucap ibu andini.


"terima kasih semuanya."ucap guru jozan kepada keluarga pak kuciza dan orang orang lainnya yang berada di belakang pak kuciza.


"baiklah.kami akan mengunjungimu lagi,pak kuciza.


"apa kau berjanji?" ucap andini yang sedih melihat tim dara ingin pulang ke desanya.


"ha..andini...kau akan merindukan kami,bukan?tak masalah jika kau menangis.ayo, menangislah!"ucap dara dengan mata yang berkaca kaca.


"aku tidak akan menangis! kau saja yang menangis,kak dara!"ucap andini dengan mata yang berkaca-kaca.


"a..aa..begitukah?"ucap dara yang menahan tangis.


"sampai bertemu lagi!" ucap dara yang membalikan tubuhnya dan menangis.


"dasar keras kepala."gumam batin sara yang kesal melihat dara alay.


tim guru jozan pun langsung berjalan pergi meninggalkan tempat itu.


"bocah itu mengubah pikiran andini. andini mengubah pikiran penduduk kota.anak itu menciptakan terowongan yang menghubungkan harapan, terowongan yang di sebut keberanian." ucap pak kuciza.


penduduk di sampingnya pun berkata." bicara tentang terowongan,kita harus menamakan terowongan ini,kan?"


"benar juga.kalau begitu,aku punya nama yang cocok untuk terowongan ini."ucap penduduk lainnya.


"apa itu?" tanya pak kuciza.


"bagaimana jika kita beri nama terowongan dara?"


"haha nama yang bagus."tertawa kecil ibu andini.


"baik lah! aku mau kita cepat pulang dan meminta guru ramada mentraktirku sushi... untuk merayakan selesainya misi kita! lalu akan ku ceritakan kisah kehebatanku ke kona!" ucap dara.


"kalau begitu, aku...hai, jounan! mau ngedate setelah kita tiba di desa?" ucap sara yang mengajak jounan untuk ngedate berduaan.


"tidak mau aku sibuk."jawab jounan dengan cool.


"ha! langsung di tolak?"ucap sara yang sedih.


"hei hei kalau ngedate bersamaku,aku tidak akan menolak!" ucap dara yang menawarkan diri.


"diam kau dara!" teriak sara yang kesal.


****


"kenapa? kau yakin nama itu bagus?" tanya penduduk kepada pak kuciza.


"hahaha nama ini adalah harapan agar terowongan ini tak pernah runtuh,dan nantinya,akan menjadi terowongan yang sangat terkenal.nama yang terdengar ke seluruh penjuru dunia. itu lah yang ku harapkan." ucap pak kuciza.