
"apa?"ucap dara yang tidak menyangka kalau dirinya bisa lulus dari ujian.
"ha? maksudnya apa? tiba tiba mengatakan kami lulus?"ucap sara yang tidak menyangka.
"hehehhe dari awal memang tidak ada! soal ke lima belasnya adalah keputusan yang kalian ambil." ucap guru ryu sambil meringis.
"sebentar! lalu untuk apa ke lima belas soal ini? ini hanya membuang buang waktu saja!" ucap made.
"sama sekali tidak. tujuan dari lima belas soal ini sudah tercapai. untuk menguji kemampuan individu dalam mengumpulkan informasi."ucap guru ryu.
"kemampuan mengumpulkan informasi?" ucap made bingung.
"pertama, fokus dari ujian ini adalah sistem yang menentukan lulus atau gagalnya peserta berdasarkan tim tiga orang yang ada di aturan pertama. dengan membuat ujian berkelompok, ku tambahkan tekanan berat untuk menjatuhkan mental rekan tim kalian."ucap guru ryu.
"begitu rupanya... sudah kuduga itu lah tujuan ujian ini."ucap dara dengan pedenya.
"namun....soal di ujian ini bukan sesuatu yang bisa di jawab oleh junior seperti kalian. dengan begitu...sudah kuduga kebanyakan dari kalian pasti berkesimpulan seperti ini, untuk mendapatkan nilai, "aku harus menyontek." dengan kata lain.... ujian ini dibuat atas dasar pemikiran bahwa kalian akan menyontek! dengan begitu, kutempatkan dua junior dalam kelompok ini yang tahu semua jawabannya... yang bisa kalian contek." ucap ryu.
"apa? jadi, begitu?" ucap dara terkejut.
"aku kesulitan menebak siapa orangnya.ya,serius..." ucap junior itu.
"sudah jelas sekali! keterlaluan jika kalian tidak menyadarinya! benar,'kan, kagura?"ucap dara.
"dia tidak menyadari."ucap jounan.
"namun, mereka yang menyontek dengan gegabah, sudah pasti didiskualifikasi. itu karena... informasi, tergantung waktu dan situasi, akan lebih berharga dari pada nyawa. dan dalam misi atau medan perang, informasi adalah sesuatu yang di perebutkan dengan taruhan nyawa!" ucap ryu sambil membuka kancing bajunya dan memperlihatkan tubuhnya yang berisi banyak luka.
" luka bakar, bekas tusukan, dan goresan. itu bekas penyiksaan fisik." gumam batin jounan.
"saat informasi di kumpulkan dan musuh atau pihak ketiga mengetahuinya, informasi itu sudah tidak terjamin lagi kebenarannya. ingat ini. mendapatkan informasi yang salah bisa membawa bencana bagi teman dan desamu. karena itu lah, atas dasar kebutuhan, kami memaksa kalian menyontek...untuk menguji kemampuan kalian dalam mengumpulkan informasi. kami juga menyaring mereka yang tidak punya kemampuan itu." ucap guru ryu.
"tapi...soal terakhir itu tidak masuk akal." ucap made.
"tapi...soal ke lima belas ini adalah masalah utama dari ujian pertama ini." ucap guru ryu.
"apa maksudnya?" ucap dara.
"akan kujelaskan. soal ke lima belas bisa di terima atau tidak. tidak di ragukan lagi, itu keputusan yang sulit. yang tidak menerimanya, akan langsung gagal bersama dengan timnya. mereka yang menerimanya dan dan salah menjawab tidak akan bisa mengikuti ujian lagi selamanya. itu benar benar tidak adil. lalu bagaimana dengan dua pilihan ini? anggap saja kalian berhasil menjadi senior. kalian di beri misi mencuri dokumen rahasia. kalian tidak tahu berapa banyak ninja musuh, keahlian mereka, dan persenjataan yang mereka miliki. terlebih, kemungkinan ada jebakan musuh. jadi, misi ini, akan kalian terima atau tidak? karena kau ingin nyawamu selamat. karena rekanmu akan dalam bahaya. bisa kah kau menghindari misi berbahaya? jawabannya adalah... tidak. akan ada misi yang tidak bisa kalian hindari meskipun sangat beresiko atau berbahaya. menunjukkan keberanian kepada rekan tim dalam keadaan genting... dan kemampuan untuk mengatasi kesulitan adalah kualitas yang di cari oleh ketua pasukan senior! dalam keadaan darurat, ada orang yang tidak bisa mengorbankan takdirnya, juga mereka yang goyah dan merelakan peluangnya karena berfikir memiliki peluang lain. aku yakin orang bego yang tidak mempunyai tekad kuat seperti itu tidak pantas menjadi seorang senior. bagi kalian yang memilih untuk menerima soal, bisa di katakan menjawab dengan benar soal kelima belas yang sulit itu. kalian akan sanggup mengatasi kesulitan yang ada di hadapan kalian. kalian berhasil melewati pintu gerbang. ujian pertama dari ujian senior telah selesai. semoga kalian beruntung." ucap guru ryu.
"baiklah! doakan kami! yeyy aku berhasil! hore!" teriak dara.
"hehehe anak yang berani." gumam batin guru ryu.
"baik lah karena ujian dariku sudah selesai, aku akan pergi...dan akan ada guru baru yang masuk mengajar kalian. selamat bertemu nanti." ucap guru ryu yang pamit kepada semua murid.
"terima kasih guru." ucap semua murid secara bersamaan.
1 jam kemudian ada seorang guru perempuan yang mengetuk pintu kelas.
tok tok tok tok
"selamat siang anak anak!" sapa guru zufa.
"selamat siang guru!"ucap semua murid.
"wanita?" gumam batin jounan.
"gurunya seorang wanita?" gumam batin met all.
"ha?" ucap dara.
"perkenalkan...aku pengawas ujian kedua! zufa khumaza! ayo pindah ke tempat berikutnya! ikuti aku!" ucap guru zufa sambil mengangkat satu tangannya.
"pengawas yang ini mirip dengan dara. tidak bisa diam." gumam batin sara yang kesal.
"tersisa 75 orang? ryu, kau biarkan 25 tim lolos? kurasa ujian pertama kali ini terlalu mudah." ucap guru zufa.
"tampaknya, kali ini ada banyak peserta kuat." ucap guru ryu.
"huftt baiklah. akan kukurangi lebih dari setengahnya di ujian kedua." ucap guru zufa yang menakuti.
"apa? lebih dari setengahnya?" terkejut sara.
"aku sudah tidak sabar. akan ku beri tahu lagi besok. kita akan pindah lokasi, jadi, tanyakan guru senioritas kalian tentang lokasi dan waktunya! itu saja. kalian boleh pulang." ucap guru zufa.
"baik!" jawab semua murid.
keesokan harinya.
"tempat apa ini?" ucap dara yang melihat sebuah hutan yang di kelilingi oleh pagar dan kawat dan di tuliskan.( DI LARANG MASUK. BERBAHAYA)
"ini lokasi untuk ujian kedua. tempat latihan ke 30. di kenal juga sebagai...hutan bahaya." ucap guru Ufa.
"hutan...bahaya?" ucap dara.
(tempat latihan ke-30 juga di kenal sebagai hutan bahaya. ini saatnya pertarungan serius di antara para ninja. apa pun bisa terjadi!) dara.
(hehe inilah waktunya untuk serius!) guru zufa.
(ini semakin seru! permainan bertahan hidup yang beresiko di hutan! aku pasti akan berhasil!) dara.
(selanjutnya, "ujian senior tahap ke dua, hutan bahaya!" jangan lewatkan aksi hebatku!) dara.
"tempat ini tampak mengerikan." ucap sara yang ketakutan.
"hahaha tempat ini di sebut hutan bahaya. sebentar lagi, kalian tau alasannya." ucap guru zufa.
"hemmm hutan bahaya. sebentar lagi, kalian akan tau alasannya!" ucap dara meledek perkataan guru zufa.
"ancaman seperti itu tidak akan mempan padaku! aku tidak akan takut!" ucap dara.
"serius? kau sangat bersemangat." ucap zufa dan langsung melemparkan pisau ke belakang dara dan muncul secara tiba tiba di belakang dara dan berbisik ke telinga dara." anak sepertimu akan mati lebih dulu. darah merah yang kusukai."
guru zifa mengambil pisaunya kembali dan memberikan pisau itu kepada temannya yang berada di belakangnya dengan lidah yang seperti samurai sangat tajam sambil berkata." kukembalikan pisau-mu. terima kasih sudah membantu. namun, jangan berdiri di belakangku dengan haus dara. jika kau tidak mau cepat mati."
"wajar bila aku bereaksi setelah melihat dara segar. lalu rambut berhargaku terpotong. jadi, aku bersemangat." ucap drokage.
"aku minta maaf." ucap guru zufa.
"ada apa dengan pengawas itu? sejujurnya, dia agak stres!" gumam batin sara.
drokage berjalan melewati sara dan berkata."yang ini juga."gumam batin sara.
"lelaki itu, kenapa lidahnya tajam sekali?" ucap dara sambil menjulurkan lidahnya.
"tampaknya, banyak anak yang bersemangat kali ini. ini akan menyenangkan." ucap guru zufa.
"kau yang bersemangat! sungguh!" gumam batin dara kesal.
"baiklah, sebelum kita mulai ujian kedua, akan dibagikan ini kepada kalian!" ucap guru zufa dan membuka kertas lembaran yang berisi (surat izin).
"ini formulir perizinan, sebelum ikut serta dalam ujian, kalian harus menandatangani ini." ucap guru zufa.
"kenapa?" tanya dara.
"Mulai dari sini, kalian bisa keluar sebagai jenazah, jadi aku harus mendapat perizinan kalian untuk itu! atau itu akan jadi tanggung jawabku." ucap guru zufa.
semua murid langsung memasang wajah yang serius.
"baiklah, aku akan mulai menjelaskan ujian kedua. singkatnya, kalian akan di tantang untuk bertahan hidup." ucap guru zufa sambil membagikan kertas itu kepada semua muridnya.
"bertahan hidup, ya? ujian ini sangat menyebalkan." ucap jidan.
"pertama, akan kujelaskan satu persatu Medan dari tempat latihan ini. tempat latihan nomor 30 di kelilingi oleh 50 pagar besi yang di lilitkan dengan kawat, ada sungai dan hutan serta tebing di di bagian tengah. sekitar 15 kilometer dari tebing menuju gerbang. di area terbatas ini, kalian akan menjalani program bertahan hidup tertentu. yang isinya adalah....pertarungan merebut buku ini!" ucap guru zufa yang mengeluarkan buku.
"gulungan?" ucap jounan.
"ya. kalian akan memperebutkan dua buku, buku tanah dan air. ada 26 tim yang lulus ujian pertama. setengah dari mereka. tiga belas tim memegang buku tanah, tiga belas yang lain buku air. akan kuserahkan satu kepada setiap tim. singkatnya, itulah yang kalian perebutkan." ucap guru zufa.
"lalu syarat untuk lulusnya apa?" tanya jounan.
"kalian bertiga harus membawa buku tanah dan gulungan air ke tebing di tengah." jelas guru zufa.
" itu berarti akan ada tiga belas tim yang tidak lolos." ucap sara.
"juga harus tepat waktu. untuk ujian kedua ini, batas waktunya 48 jam selesaikan dalam waktu dua hari!" ucap guru zufa.
"dua hari?"terkejut sashi.
"bagaimana dengan makanya?" protes sachi.
"kalian harus mandiri! hutan ini penuh dengan sumber makanan. makanannya lebih dari cukup." ucap guru zufa.
"namun..di penuhi dengan hewan buas, ular beracun, buah beracun, dan lainnya." ucap lyuki.
"tidak mungkin..." ucap Sachi.
"bego, karena itu lah ini di sebut bertahan hidup!" ucap sashi.
"selain itu, mustahil dari 39 orang, 13 tim akan lulus." ucap hyuga.
"rentan kegiatan makin panjang setiap harinya, sementara waktu istirahat makin singkat. kelihatannya sangat melelahkan!" ucap met all.
"ada lagi, selalu ada musuh di sekeliling kita, bahkan tertidurpun akan menjadi masalah." ucap jounan.
"lalu, selama yang terluka dalam usaha merebut buku, pasti akan ada orang yang tidak bisa menahan kerasnya ujian ini." ucap guru zufa.
jidan mengangkat tangannya dan bertanya" jadi, kami bisa berhenti di pertengahan?"
"menurut aturan, kalian tidak boleh menyerah di pertengahan! aku ingin kalian habiskan dua hari di dalam hutan." jelas guru zifa.
"sudah kuduga. itu pasti akan menjengkelkan" ucap jidan.
"berikutnya, syarat didiskualifikasi. yang pertama, jika ketuga Anggota tim tidak sampai ke tebing...dengan buku tanah dan air dalam batas waktu yang di tentukan. yang kedua, jika tim kehilangan anggota atau di lumpuhkan. satu lagi. tidak boleh melihat atau membuka buku sampai kalian tiba tebing!" ucap guru zufa.
" bagaimana jika kami melihatnya di pertengahan?" tanya dara.
"kau akan tau saat melihaatna!" ucap guru Ufa.
"apa?" ucap dara.
"ada saat ketika seorang senior harus berurusan dengan buku rahasia! ini untuk menguji tanggung jawab kalian. itu saja- penjelasan nya! formulir persatuan kalian akan di tukar dengan buku di sana. selain itu, pilih pintu masuk kalian smua pakar akan terbuka! huftt yang terakhir. yang terakhir, nasehat dariku" ucap guru zufa.
semua murid pun langsung memasang wajah datar.