Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
formasi tim sashi bab 57



tiba tiba sashi dan kedua temannya muncul di depan sara.


" sashi, kenapa? " ucap sara yang Bingung kenapa tiba tiba sashi ada di sini.


" tidak akan kubiarkan kau bertarung sendirian di depan jounan! " ucap sashi.


"lagi dan lagi kecoa kosaki berkeliaran. " ucap jimbe.


" apa yang kalian filkirkan? mereka Berbahaya! " ucap Sachi yang ketakutan.


" ini menyebalkan, tapi apa boleh buat! sashi memberanikan diri, tapi kita malah kabur? " ucap jidan.


"hehehemaaf membuat kalian terlibat. tetapi bagaimanapun, kita tim tiga orang. kita lakukan bersama sama, 'kan? " ucap sashi dengan tersenyum.


" ya, lihat saja. " ucap jidan dengan santai.


" tidak! aku belum siap mati! lepaskan bajuku jidan!" teriak sachi ketakutan sambil menarik bajunya yang di pegangi oleh jidan.


" diam! jangan kabur! " ucap jidan.


" boleh saja kalau kau mau lari, bocah. " ucap denta.


sachi langsung terdiam setelah mendengar perkataan dari denta.


" apa yang dia katakan tadi? aku tidak mendengarnya dengan jelas. " ucap sachi.


" ha? " ucap denta yang menaikan satu alisnya.


" kata itu tidak di sukai oleh sachi. " gumam batin jidan yang ikut gemetaran.


" coba ulangi sekali lagi. " ucap sachi.


" kubilang, boleh saja kalau kau mau lari, bocah. " ucap denta yang mengulang perkataannya.


" bocah...bocah...bocah... " dengung.


sachi langsung membalikan badannya ke arah denta sambil berkata dengan nada tinggi.


" aku sudah besar, hanya tubuhku yang kecil! kurang ajar! "


"haaaaaaaaaaa "


sachi langsung mengamuk dan mengeluarkan energi hijau di sekeliling tubuhnya.


" aku hanya bertubuh kecil! " teriak sachi.


sara yang melihat sachi mengamuk menggeleng gelengkan kepalanya.


" hebat... " ucap sara.


" baiklah! kalian mengerti, 'kan? ini pertarungan antara kosaki dan otonami! " ucap sachi kepada sashi dan jidan.


" untunglah! dia bersemangat! " gumam batin sashi tersenyum.


" ya ampun, tampaknya ini akan menyusahkan. " ucap sachi.


" itu yang seharusnya aku katakan. " ucap denta.


" aku di perintahkan untuk membawa jounan sebelum ujian berakhir. " gumam batin denta.


" jounan. " ucap sara yang melihat tubuh jounan mengeluarkan energi hitam.


" sara. jaga mereka berdua. " ucap sashi.


sara langsung tersenyum setelah mendengar perkataan temannya.


" baik. " jawab sara.


" baiklah, tim sashi, ini waktunya bersinar! ayo beraksi dengan kekuatan penuh! " ucap sashi.


" baik! " jawab sachi dengan penuh semangat.


" formasi sashi! " ucap sashi.


" haaaa! " teriak jidan.


" chaaa! " teriak sachi.


" kuserahkan kepadamu, sachi! " ucap sashi.


" baik! " jawab sachi.


" zuma nii kachi! " teriak sachi yang mengeluarkan jurus yang ia pegang akan menjadi besar.


sachi langsung mengeluarkan permen dari sakunya, seketika permen itu menjadi sangat besar.


" berikutnya, rikkuza kosaki! " teriak sachi.


" sanku hamo! " teriak sachi sambil menggelindingkan permen itu seperti bermain bola bolling ke arah denta.


" jurus apa ini? bukankah itu hanya permen yang menggelinding? " ucap denta.


"sanghuka! " teriak denta yang mengeluarkan pasir dari telapak tangannya dan menembakan ke arah permen itu.


" kau! " teriak denta yang menahan gelindingan permen itu.


setelah beberapa detik denta menahan permen itu. tiba tiba permen itu terpental ke atas.


" dia melompat? " ucap denta yang tidak menyangka.


" tekanan udara dan pasir sanghuka tidak efektif melawan rotasi itu. meski kukeluarkan sanghuka, jika terkena itu, tulang lenganku akan hancur! " gumam batin denta.


jimbe yang melihat denta sudah tidak bisa berkutik dengan cepat berlari untuk menolong denta.


" tidak akan kubiarkan. kau yang paling menyusahkan, jadi...jurus ninja! kagejasu ni naru! " teriak jidan yang mengeluarkan akar pohon dan berjalan lewat tanah ke arah kaki jimbe dan mengikat kedua kakinya.


" kakiku! " gumam batin jimbe sambil melihat ke kakinya.


denta langsung berusaha melawan kepanikannya dan langsung meloncat ke arah kiri.


duarrrrrrrr


" jimbe! apa yang kau lakukan di saat seperti ini?" teriak jikha yang melihat jimbe bertingkah aneh.


" hehe. " tertawa jidan yang menggunakan jurus penggerak tubuh orang lain.


" jukze huskhe, ya? " ucap jimbe.


" sashi, tinggal yang wanita sekarang. " ucap jidan.


" baik. jidan, tolong jaga tubuhku. " ucap sashi.


" baik. " jawab jidan.


" tainai ni hairu! " ucap sashi yang mengeluarkan jurus menyatukan raganya sendiri ke dalam tubuh orang lain.


tiba tiba tubuh jikha terdiam dan permen sachi pun bergerak kembali ke arah jikha.


" jikha! awas! " teriak denta.


" apa yang terjadi? " ucap jimbe yang melihat jikha hanya terdiam.


" inilah akhirnya. kalian! jika bergerak lagi, wanita bernama jikha ini akan mati! jika tidak mau itu terjadi, tinggalkan buku kalian dan pergi! setelah aku tidak merasakan energi kalian lagi, akan kubebaskan perempuan ini! " ucap sashi yang sedang mengendalikan tubuh jikha.


" kenapa mereka menyeringai? "gumam batin sashi yang melihat denta dan jimbe hanya menyeringai setelah mengancam jikha akan di bunuh.


" sachi! gerakkan permen itu ke arah tubuh wanita ini! " teriak sashi.


" ya! " teriak sachi dan langsung mempercepat permen itu ke arah tubuh jikha yang masih di kendalikan oleh sashi.


" gawat! mereka tidak akan... " teriak sara yang sudah mengerti denta dan jimbe akan melakukan sesuatu.


langsung mengeluarkan pasir dan menyerang tubuh jikha sebelum permen itu menabrak tubuh jikha.


duarrrr


tubuh jikha langsung terpental dan menabrak pohon setelah di serang olehh pasir milik denta.


permen itu pun ikut terpental karena terkena juga oleh dorongan pasir itu.


tubuh sashi tiba tiba mengeluarkan darah dari mulutnya.


" sashi! " ucap jidan yang khawatir.


" astaga....mereka mengerti jurus sashi. " ucap sachi.


" orang seperti apa yang melukai temannya sendiri? " ucap sashi dari dalam tubuh jikha.


" heh gegabah. " ucap denta.


" tujuan kami bukan buku atau lulus ujian sesuai aturan. " ucap jimbe.


" apa? " terkejut semua tim sashi Secara bersamaan.


" tetapi jounan. " ucap jimbe.


" sial! jurusku.... " gumam batin jidan kalau jurusnya sudah mulai melemah dan melepaskan kaki jimbe.


" jadi jakze huskhe yang berharga...hanya bisa bertahan lima menit? " ucap jimbe.


" bukan jakze juskhe, melainkan kagejasu ni naru. " ucap jidan.


" di tambah lagi, sepertinya jurus wanita itu, jurus yang mengendalikan tubuh orang lain. dilihat dari darah yang dia muntahkan. kalau kubunuh jikha, perempuan itu juga akan mati. " ucap jimbe.


" kau tega membunuh temanmu? " tanya jidan.


" jika memang perlu. " ucap denta sambil mengarahkan tangannya ke arah tubuh jikha.


" ini gawat. " ucap jidan dengan wajah yang terpaksa.


" keparat. " ucap Sachi.


" sayang sekali, kalian hampir berhasil. " ucap denta.


" kalian terlalu santai. " ucap jimbe.


" aku tidak suka ini. " ucap hyuga dari atas pohon yang datang bersama zuko.


denta dan jimbe langsung menghadap ke arah suara hyuga.


hyuga melanjutkan perkataannya.


" dasar ninja otonami yang lemah. merundung lawan yang lebih lemah dan berlagak lebih hebat. " ucap hyuga.


" apa? " ucap jimbe yang terkejut mendengar perkataan hyuga yang sombong.


" mereka tim met all. " ucap sara.


" all. " panggil zuko.


" dasar bego. " ucap hyuga.


" hah entah muncul dari mana seperti kecoak. " ucap denta.


" anak dengan mata melotot yang terbaring di sana itu salah satu tim kami. tetapi kalian mengganggunya, 'kan? " ucap hyuga yang emosi.


" mata apa itu? seolah bisa menembus apa pun." ucap jimbe yang baru pertama kali melihat mata hyuga yang berubah menjadi putih seluruhnya.


" jika masih mau di lanjutkan, akan kulawan kalian dengan sekuat tenaga! " ucap hyuga.


" kenapa, hyuga? " tanya zuko yang melihat mata hyuga kembali normal.


" jika tidak suka denganku, janhan berlagak keren, turunlah. " ucap jimbe.


" tidak. sepertinya itu tidak perlu. " jawab hyuga.


" ah? " terkejut jimbe yang melihat energi hitam yang keluar dari tubuh jounan semakin banyak.


" jounan! kau sudah sadar. ha?" ucap sara yang tiba tiba terkejut setelah melihat jounan bangkit dengan energi hitam yang sangat mengerikan.


jidan dan Sachi pun ikut ketakutan setelah melihat tubuh jounan yang mengerikan dan di penuhi oleh garis putih di seluruh tubuh jounan seperti tato.