
"jounan! dara! jangan kalah oleh orang itu!" teriak sara memberi semangat kepada dara dan jounan.
"cukup,sara! jangan menantangnya." ucap guru jozan.
sara langsung terkejut dan berkata."apa?"
"meski kita berpeluang mematahkan jurus itu,mereka tak bisa mengalahkan anak itu."ucap guru jozan.
"ha? apa maksudnya?"tanya sara.
"mereka tidak punya keberanian untuk mematikan perasaan dan membunuh orang.anak itu tau penderitaan seorang ninja.dia berbeda dari dara dan jounan." ucap guru jozan.
"itu benar tak akan lahir satupun ninja sejati dari desa cinta damai seperti desa kalian.karena mereka tidak mengalami pengalaman paling penting dari membunuh."ucap zudanza.
"maka... kita harus bagaimana,guru?"ucap sara.
"jika aku menghampiri dara dan jounan, kuciza pasti dalam bahaya.meski ku coba dengan bayangan, dia akan menghentikanku dengan bayangan lumpur.aku hanya akan membuang buang energi.kalau begitu..maaf,tapi..aku harus menyelesaikan ini."ucap guru jozan kepada zudanza.
"heheh mata dimensi lagi ya? kau tidak kreatif.
dengan cepat zudanza langsung berlari ke arah guru jozan dan mengambil pisau dari sakunya dan mengarahkan ke arah mata guru jozan.
"guru!" teriak sara.
"menyebutku tak kreatif, tapi kau sendiri takut pada dimensi, zudanza."ucap guru jozan.
"haha teknik rahasia seorang ninja tidak perlu di pamerkan kepada lawanmu berkali kali." ucap zudanza.
"anggap saja dirimu sedang beruntung.hanya kau yang bisa melihatnya dua kali.tidak akan ada yang ketiga."ucap guru jozan.
"meski bisa mengalahkan ku,kau takkan bisa mengalahkan soka."ucap zudanza.
"apa? guru jozan tidak bisa menang? sekuat itu kah anak bergaris x itu?"ucap sara sambil melihat ke arah soka.
"sejak kecil,kuajari dia dengan susah payah teknik bertarung ninja. semua teknikku.terlebih lagi, dia juga terus mengasah kemampuannya sendiri. sebagai hasilnya, dia,sesulit apapun keadaan yang dia hadapi, dia selalu berhasil. dia tak mempunyai hati dan telah meninggalkan makna kehidupan.dia adalah bocah perang yang di kenal sebagai ninja. tidak hanya itu, jurusnya lebih kuat dari pada jurusku.kemampuan mengerikan dari hino kagami.dengan kata lain, aku telah mendapatkan alat yang canggih. dia tidak seperti bocah sampah yang kau bawa." ucap zudanza sambil menarik pisaunya yang di tangkap oleh kedua tangan guru jozan.
"aku tidak akan menyerah hanya karena gagal satu kali! akan ku lakukan berkali kali! futari ni naru!" teriak dara.
"hentikan!" teriak jounan.
bufttt dara langsung mengeluarkan 10 bayangan dan langsung berlari ke arah cermin itu dengan mengepalkan tangannya.
di saat soka sedang berpindah dari cermin ke cermin jounan langsung melihat kecepatan soka sambil mengamati.namun, soka langsung melemparkan 5 jarum ke arah jounan.
"akhhhhh"
dara pun terjatuh dan bayangannya pun semuanya menghilang.
"apa apaan itu?"ucap dara.
"hanya sedikit, tapi...aku bisa melihat pola gerakkannya." gumam batin jounan.
"sekali lagi! futari ni naru!" teriak dara dan mengeluarkan lebih banyak bayangan 15.
"hyaaaa"teriak dara yang menyerang soka kembali.
dengan cepat jounan langsung menendang lumpur yang berada di bawahnya agar melayang ke atas.
"kau tak paham bahwa itu sia sia?" ucap soka.
soka kembali berpindah dari cermin ke cermin.namun,tanpa ia sadari ia menyentuh lumpur yang di tendang oleh jounan dan berterbangan hingga hancur.
"aaakhhh" teriak dara yang kesakitan.
"aaaaaa" teriak jounan yang ikut tertusuk jarum.
mereka berdua pun terbaring tak berdaya.
"walaupun bisa melihat pola gerakannya, aku tidak bisa menandingi kecepatannya.percikan lumpur.namun, bagaimana jika itu bukan lumpur? baiklah berikutnya adalah kesempatan terakhir." gumam batin jounan.
"hehe hanya karena beberapa sampah berkumpul,tak berarti mereka bisa mengalahkan soka.dia alat terbaik!"ucap zudanza.
"tunggu..karena kita sedang berbicara, biarkan aku bercerita satu hal lagi.dalam pertarungan sebelumnya, aku tak hanya membiarkanmu mengalahkanku.soka yang bersembunyi dari kejauhan,mengamati jalannya pertarungan. soka cukup pintar. Dengan kemampuan analisisnya, dia bisa membuat serangan balik setelah satu kali mengamati jurus.aku tak sabar untuk meniru ucapanmu. kukatakkan kepadamu sekarang, jurus yang sama takkan mempan padaku.begitu, kan? jurus ninja.simakuki tumyeonghan!."ucap dara yang mengeluarkan jurus menghilang.
"ini..."gumam batin guru jozan.
"apa ini?kabut ini benar benar sangat tebal hingga barang barang di sekitarku hampir tak terlihat."ucap pak kuciza.
"guru." ucap sara.
"sara,tetaplah di dekat pak kuciza!" perintah guru jozan.
"benar aku harus mempercayai jounan,dara dan guru jozan sekarang. aku harus melakukan apa yang ku bisa!"ucap sara dan berlari ke arah pak kuciza untuk melindungi tubuh pak kuciza.
"apa? sara."ucap pak kuciza.
"pak kuciza,apa pun yang terjadi,jangan menjauh dariku." perintah sara.
"ya aku mengerti." jawab pak kuciza.
***
"aku tahu zudanza.akan ku habisi mereka secepatnya."ucap soka dan melihat dara berlari ke arahnya sambil mengeluarkan jurus bayangan.
"haaaaaaa futari ni naru!"teriak dara.
"kau tak pernah belajar dari kesalahann,ya?"dengan cepat soka langsung terbang pindah ke arah cermin lain sambil menusuk satu persatu bayangan dara.
namun di saat soka sedang keluar dari cermin ingin berpindah seketika muncullah sebuah angin besar yang menghampirinya.
"apa? semburan angin?" ucap soka ia langsung menghindari angin itu dan menyerang semua bayangan dara.
"terlalu lambat!" ia langsung menyerang bayangan dara dengan tambahkan kecepatan.
jounan yang melihat gerakan soka dengan cepat kembali mengeluarkan jurus angin.
"hufttttt"
di saat soka ingin masuk ke dalam cermin angin itu pun langsung mengenai sedikit baju bagian lengannya sehingga lengan soka robek.
"akhh" teriak dara yang terjatuh.
"bagus.aku makinn mengetahui waktu pergerakannya."gumam batin jounan.
*****
"aku tahu ini desa simakuki, tapi kabutnya terlalu tebal.bahkan zudanza pun seharusnya tak bisa melihat."gumam batin guru jozan.
dari belakang guru jozan mendengar suara lemparan pisau dan dengan cepat menepis 8 pisau itu.
"tangkisan yang bagus.jozan si mata dimensi memang hebat." ucap zudanza yang muncul dari belakang guru jozan.
"ha dia menutup matanya!" gumam batin guru jozan.
"namun,berikutnya kau melihatku adalah akhir dari segalanya.kau terlalu mengandalkan jurus peniru menggunakan mata." ucap zudanza.
"apa?" jawab guru jozan.
"kau bicara Seolah mengetahui semuanya,tapi...jozan,kau tak bisa membaca pikiranku atau masa depanku.mata itu hanya pengalihan yang membuat lawanmu percaya. pemilik mata dimensi memiliki mata yang peka dan dapat menghipnotis. memakai kedua kekuatan ini dan mengeluarkan jurus bertubi tubi,kau bersikap seolah olah bisa membaca masa depan. pertama dengan mata yang peka,kau bisa langsung meniru gerakanku. itu lah metode meniru wujud. kau membuatku gugup dengan ituu. setelah kau memastikan bahwa aku kebingungan, kau mulai menguasai pikiranku. itu lah metode meniru pikiran.lalu, di saat ak kebingungan,kau sudah memperkirakan tindakanmu.kau membuat perangkap yang cerdik. kau membuatku terhipnotis dan membuatku menyegel tangan terlebih dahulu.itu lah meniru jurus. ini membuatnya lebih mudah. pertama, aku menghilang dalam kabut tebal dan membuat matamu yang peka tak berguna."ucap zudanza Sambil memukul dada jozan.
bukkkk
"akhhh sial aku lengah!" gumam batin guru jozan yang terpukul oleh zudanza hingga terpental ke belakang.
"hahaha aku akan menutup mataku juga. aku akan mematikan kemampuanmu untuk memakai mata hipnotismu dalam pertarungan jarak dekat."ucap zudanza.
"kenapa? itu juga berarti kau akan kehilangan kemampuan melihatmu."ucap guru jozan.
"apa kau lupa? aku handal dalam membunuh tanpa suara, teknik untuk menemukan sasaran dari suaranya."ucap zudanza.
****