Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
"Buku rahasia, dilarang mengintip." bab 60



( RUANG TUNGGU )


" tidak ada orang di sini? " ucap kagura.


" hehehe kita yang pertama tiba? " ucap kazuga.


" tidak, aku merasakan seseorang tadi. " ucap rino.


" yang lebih penting, apa renska baik baik saja? dia belum berhenti merasa ketakutan. " tanya kagura sambil mengelus kepala renska.


" tentang itu, apa yang renska katakan tadi? " tanya rino.


" renska bilang itu berbahaya.... karena orang yang mengendalikan air akan membunuh lelaki besar itu. " ucap kazuga.


tiba tiba, kazuga mendengar hentakan kaki dan suara orang yang sedang mengobrol sambil berjalan ke arahnya.


" sesuai dugaanku, tidak ada tempat lain! " ucap kaze yang sedang berjalan ingin memasuki ruang tunggu.


" mereka sudah membuat kita menunggu setengah hari! sampai kapan kita harus menunggu? " tanya made kepada kaze.


tim raga pun berjalan melewati tim kazuga dengan lirikan tajam.


" ninja dari desa sukanzi itu.... aku tidak tahu siapa dia, tapi dia terlalu berbahaya. " gumam batin kazuga.


°°°°°°°°°°


" ini menjadi bencana besar, tapi kita tidak bisa menghentikan ujian. " ucap guru zufa yang sedang mengobrol di ruangan bersama dua ninko.


" apa maksudmu? " tanya ninko.


" permisi. " ucap pengawas yang tiba tiba membuka ruangan guru zufa.


" ada apa? kami sedang membicarakan hal penting! " ucap guru zufa.


" maaf, tapi kau harus melihat ini. "ucap pengawas itu yang membawa flashdisk.


" video? " tanya ninko.


pengawas itu langsung memasukan flashdisk itu ke dalam CD dan memutarnya di layar tv.


" siapa? ini! lihat waktunya! " ucap pengawas itu.


muncul lah video di waktu 16 : 07 raga dan kedua temannya.


" ini... " ucap guru zufa.


" ini rekaman di dalam tebing, satu jam tiga puluh tujuh menit setelah ujian kedua di mulai. " ucap pengawas itu.


- tiga ninja dari desa sukanzi menyelesaikan ujian kedua. - suara dari cctv itu.


raga yang mendengar suara dari cctv itu langsung melirik dengan mata ganasnya.


guru zufa langsung terkejut dan berdiri sambil berkata. " itu tidak mungkin! "


" hanya dalam 97 menit...ini belum pernah terjadi! ini tidak biasa. mereka bukan di tingkat junior. mereka mengalahkan rekor empat jam yang sebelumnya. " ucap pengawas itu yang tidak percaya.


" bukan itu saja. " ucap guru zufa.


" apa maksudmu? " tanya pengawas itu.


" gerbang masuk ujian jaraknya sepuluh kilometer dari tebing. hewan buas, serangga beracun, jalan hutan yang berat, seolah semua rintangan itu tidak berarti. khususnya anak berambut merah di depan itu. " ucap guru zufa.


" ada apa dengannya? " tanya pengawas.


" kau tidak menyadarinya? " ucap guru zufa.


" begitu rupanya, ini cukup mengejutkan. " ucap ninko.


" apa yang mengejutkan tentangnya? " tanya pengawas itu.


" lihat tubuhnya dari dekat. " ucap guru zufa.


" begitu rupanya. " ucap pengawas itu yang melihat tubuh raga tidak kotor sama sekali ataupun tergores.


" dia tidak terluka sedikit pun. yang lebih buruk, bajunya sama sekali tidak kotor. " ucap guru zufa.


" bagiku, tidak, bahkan bagi senior lain, mustahil untuk sampai ke tebing ini tanpa terluka. " ucap pengawas.


" sepertinya ada kaitannya dengan kemampuannya. setelah sekian lama, orang yang bisa diandalkan muncul. meski matanya mengerikan. " ucap ninko.


°°°°°°°°°°°°°°°°°°


tim dara yang sedang di tepi sungai yang ingin mencari ikan untuk makan mereka bertiga.


" ayo memancing! " teriak dara yang melompat dari tepi sungai dan meyelam untuk menangkap ikan.


byurrrrrrr


jounan yang sedang mencari ikan di tepi sungai dan menunggu ikan yang sedang melompat lalu di tusukkan dengan pisaunya.


" hap! " ucap jounan.


" cari lagi! aku mau menimbun persediaan! Tiga saja tidak cukup! " ucap jounan yang sudah mendapatkan Tiga ikan.


" hiks " kesal dara.


" kita butuh tiga lagi, bloon. " ucap jounan.


" hiiii ini sangat melelahkan! ayo bertukar! " teriak dara yang kesal karena belum dapat ikan.


" jounan! " panggil sara.


" kurasa tiga sudah cukup untuk sekarang. " ucap jounan yang meninggalkan dara di sungai dan berjalan ke arah sara.


" apa? hei! tunggu sebentar! " teriak dara yang kesal.


 


" ujian kedua dimulai sekitar pukul tiga sore. waktu kita tinggal 22 atau 23 jam lagi. " ucap jounan yang sedang membakar ikan.


" beberapa tim mungkin sudah lolos. berarti... " ucap sara.


" hehe cepatlah matang. " gumam batin dara yang senang membakar ikan.


" kami akan berada dalam situasi yang sulit. " gumam batin jounan.


" itu yang terbesar. baiklah. " gumam batin dara yang tidak sabar memakan ikan itu.


°°°′°°°°°°′°°°°°


" meski kita mencoba mengejar, mungkin tidak ada yang bisa menjadi sasaran. " ucap groza peserta ujian senior.


" lalu bagaimana? " tanya sunji.


" pasti sudah hampir lolos semua. " ucap rikzo.


" ya, ini sudah dua hari. " ucap sunji.


" lagi pula, hari sudah siang. ayo kita makan. " ucap rikzo dengan nafas yang terengah engah karena kelelahan.


" kalian beristirahatlah sebentar. aku akan mencari makanan. "ucap sunji.


sunji langsung pergi dan meninggalkan temannya untuk mencari makanan.


" omong-omong.... " ucap rikzo yang sedang beristirahat di bawah pohon.


" apa? " jawab groza.


" seingatku, di buku yang lain, tertulis "air" di depannya. lalu tidak seperti ini, kedua pinggirannya berwarna putih, 'kan? " ucap rikzo.


" hemm saat buku di tunjukkan sebelum ujian, aku tidak memperhatikannya. kenapa tiba tiba bertanya? " ucap groza.


rikzo hanya tertawa kecil sambil melihat buku yang di genggamnya.


" kau pasti bercanda! " ucap groza yang tau fikiran rikzo.


°°°°°°°°°


" kita tidak tahu apa masih tim yang menyimpan buku air. " ucap yang sambil ingin memakan ikan yang sudah matang.


" apa maksudmu, sara? " tanya jounan.


" di ujian kedua ini, dua hari dari batas waktu dua hari sudah berlalu berarti sudah berjalan 80 persen dari total waktu ujian. 78 peserta dan 26 tim. hanya ada 13 buku tanah dan air. hanya 13 tim yang akan lolos. selain itu, apa kau ingat, jounan? pria bernama drokage itu membakar buku air yang kita miliki." ucap sara.


" berarti... " ucap jounan.


" kalau begitu, jumlah tim yang akan lolos berkurang satu. selain itu, memegang buku lain belum tentu aman, jadi.... " ucap sara.


" setelah berpisah dengan tim dari kosaki, kita beristirahat dua hari untuk pemulihan. jadi mulai sekarang kita harus bergerak lebih cepat. kalau begini, musuh berikutnya adalah peluang terakhir kita." ucap jounan.


jounan langsung berdiri dan membawa teko Sambil berkata. " aku akan mengambil air lagi. "


dara yang melihat jounan meninggalkan buku air di sebelah dara. dara mengambil buku itu sambil berkata. " hei, kau tahu? aku punya cara bagus agar kita tidak perlu bertarung. "


" apa? " ucap sara.


dara langsung membuka tasnya dan mengeluarkan beberapa buku dari tasnya.


" yang benar saja. " ucap sara.


" aku serius. aku menyimpan banyak buku di dalam tasku. petunjuk rikkuza, resep racun yang mematikan, dan semacamnya. jika kita rubah sedikit agar mirip dengan buku air... " ucap dara.


" woi sebentar! " ucap sara.


" ha? " bingung dara.


" meski kau melakukan itu, kau tahu apa yang tertulis di dalamnya! jika pengawas membacanya, kita akan langsung ketahuan! bego! " tegur sara.


" biasanya, dalam hal seperti ini, ada kata sandi yang tertulis dan tidak bisa di buka kecuali memiliki dua buku. dengan kata lain, untuk sampai ke tebing tujuan, kita butuh kata sandi atau semacamnya. " ucap dara.


" apa bedanya? jika kau tidak tahu isinya, tidak ada gunanya memalsukannya! " ucap sara yang kesal.


" haik huuuuh. " pasrah dara.


" ya ampun, kupikir kau mau bilang sesuatu dengan berlagak sombong seperti itu. kau memang bego. " ucap sara.


" tetapi.... bagaimana jika kita bisa menebak isinya? " ucap dara sambil menyodorkan buku itu ke arah sara.


" buku tanah ini..." ucap dara.


" jangan jangan kau... " ucap sara yang mencurigakan dara.


" aku akan membuka buku ini! " ucap dara dengan serius.


" tidak boleh! " teriak sara yang langsung menjitak Kepala dara.


" dasar! kau sudah lupa peraturannya, bodoh? kita dilarang membuka buku sampai tiba di tebing. " ucap sara dengan kesal.


" tetapi kalau begini, kita akan berada dalam posisi sulit, 'kan? " ucap dara sambil memegangi kepalanya yang sakit Karena di jitak oleh sara.


sara langsung terdiam kebingungan.