Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
met all ikut serta melindungi sara bab 54



jidan dan kedua temannya pun akhirnya keluar untuk menemui hyuga dengan wajah yang ramah.


" ya ampun! bisa bertemu pemula nomor satu tahun lalu, hyuga shisedo, di tempat seperti ini! " ucap sashi.


" boleh minta tanda tanganmu? " ucap sachi.


" jadi, hanya kalian? " ucap hyuga.


" rasakan ini Strategi 2, - keseksianku akan menjadi daya tarik!- " gumam batin sashi sambil membuka ikat kepalanya.


" sudah lama aku ingin bertemu denganmu. " ucap sashi yang mencoba menggoda hyuga.


" sudahlah. " ucap hyuga yang melanjutkan berjalan dan tidak menghiraukan godaan sashi.


" kenapa? kenapa keseksianku tidak berhasil? sial itu membuatku emosi! " gumam batin sashi.


" apa kau mengepalkan tinju kepadaku dan ingin bertarung? " ucap hyuga.


sashi terkejut. " eh tidak, tidak mungkin. " ucap sashi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" kalau begitu, pergilah. merebut gulungan dari orang lemah seperti kalian hanya membuatku jadi bahan tertawaan di desa. " ucap hyuga.


" baik. " ucap sashi.


mereka bertiga pun langsung berlari meninggalkan hyuga.


" benar benar seperti semut. " ucap hyuga.


°°°°°°°°


" sesuai dugaanku. orang seperti itu tidak akan merebut gulungan dari tim lemah seperti kami....kecuali kalau kami menyerangnya. " gumam batin jidan dengan nafasnya yang terengah engah karena sudah berlari jauh untuk menjauhi hyuga.


" baiklah! ayo cari tim yang lemah! " ucap sashi sambil tertawa.


" seperti kataku, tidak ada yang lebih lemah dari pada kita. " ucap jidan.


°°°°°°°°


sara yang masih setia menjaga dara dan jounan sudah merasa mengantuk karena semalaman ia belum tidur.


" jadi kau tidak tidur semalaman? " ucap jimbe.


sara langsung terkejut dan membalikan badannya melihat jimbe dan dua temannya.


" tetapi itu tidak penting lagi. bangunkan jounan. kami ingin bertarung melawannya. " ucap jimbe.


" sialan. " gumam batin sara.


" bicara apa kau? apa yang kau inginkan? aku tau orang bernama drokage adalah dalang dari semua ini! " ucap sara.


jimbe dan dua temannya langsung terkejut setelah mendengar perkataan sara.


" bekas memar aneh apa yang ada di lengan jounan? kau melakukan ini kepada jounan dan kau bilang kau ingin melawannya? " ucap sara dengan nada sedikit timggi.


" aku penasaran apa yang ada di fikirannya. " ucap jimbe.


" namun, aku tidak bisa diam saja setelah mendengarnya. akan kubunuh perempuan ini dan jounan itu. " ucap denta yang sudah berdiri tanda siap untuk melawan sara.


" tunggu, denta. " ucap jimbe.


" ya, kenapa? " ucap denta.


jimbe langsung berjalan 4 langkah dan jongkok sambil berkata. " ada perangkap. ini warna tanah yang baru di gali. rumput ini, tidak tumbuh di tempat seperti ini, ' kan? " ucap jimbe.


" sial. dia mengetahui. " gumam batin sara.


" kau tau? perangkap itu tidak ada gunanya kecuali tidak di ketahui. " ucap jimbe.


sara hanya membulatkan matanya.


" haha konyol sekali. jadi, kau melempar pisau agar kelinci itu tidak terkena perangkap? " ucap denta.


" bunuh dia sekarang! " ucap jimbe dengan tatapan kejam.


mereka bertiga langsung berlari ke arah sara.


sara yang mempunyai dua perangkap. ia langsung memotong tali yang ada di sebelahnya dan sebuah Potongan pohon besar terjatuh persis di atas kepala jimbe dan kedua temannya.


" batang kayu? " terkejut denta.


" perangkap di atas juga ada?, awas! " teriak jimbe.


" hanya bercanda. " ucap jimbe.


jimbe langsung memukul batang kayu itu dengan keras hingga kayunya hancur.


" apa? " terkejut sara yang melihat jimbe dengan mudahnya memukul batang kayu itu yang sangat besar.


" kau benar benar tidak berbakat. orang seperimu harus berusaha lebih keras. " ucap jimbe sambil berlari ke arah sara.


"reika jetsu! " teriak met all yang tiba tiba datang dan memukul jimbe dan kedua temannya.


met all langsung berdiri di hadapan sara dengan gagahnya.


" apa? dia..." ucap sara yang terkejut.


" siapa kau? " tanya jimbe.


" kangguru lincah dari kosaki, met all! " ucap met all.


" kenapa kau di sini? " tanya sara.


" aku akan selalu muncul...setiap kali kau dalam bahaya. atau haruskah kukatakan...ini karenamu? pergilah sekarang. " ucap met all yang menunjuk kelinci yang berada di sampingnya sambil menyuruhnya pergi.


" tetapi saat ini, aku juga musuhmu. " ucap sara.


" aku pernah mengatakan ini, 'kan? aku akan melindungimu sampai mati. " ucap met all.


" ahh terima kasih. " ucap sara.


"ya! berhasil! guru ziga, ini sempurna! " gumam batin met all salting.


" apa boleh buat. denta, kuserahkan jounan kepadamu. " ucap jimbe sambil melemparkan buku ke arah denta.


" akan ku bunuh mereka. " ucap jimbe.


" dari yang kulihat, sara sudah tidak bisa bertarung. " gumam batin met all.


" si mata melotot itu cukup ahli dengan rikkuza. sepertinya akan menarik! " gumam batin jimbe yang membuka pergelangan tangannya yang berisi Senjata.


jimbe langsung berlari ke arah met all.


dengan cepat met all langsung menendang perut jimbe dengan tendangan memutar.


bukkkkk


" ada trik dalam seranganmu, 'kan? aku tidak akan menghindarinya begitu saja. kau pernah memperlihatkan jurusmu. " ucap met all.


" dia kuat. " gumam batin sara.


" meskipun begitu, peluangku tidak bagus karena ini satu lawan tiga. aku harus menciptakan peluang. " gumam batin met all.


" satu persatu. akan kukalahkan mereka! " gumam batin met all.


°°°°°°°°


" haaaaaa tidak ada yang tampak lemah! " ucap sashi.


" satu satunya tim yang lebih lemah dari pada kita adalah tim dara. " ucap jidan.


" bego! bicara apa kau? " kesal sashi.


" apa? " tanya jidan.


" memang jelas dara dan sara itu lemah! tetapi tim itu punya jounan yang sangat jenius! " ucap sashi.


" hah entahlah...dalam pertarungan asli, si jenius itu mungkin mudah di kalahkan. " ucap jidan.


" apa? " ucap sashi dengan tatapan emosi.


" baiklah, maaf membuatmu emosi. " ucap jidan.


" menyebalkan sekali. setiap kali aku menjelek jelekan jounan, tatapannya seperti ingin membunuhku. " gumam batin jidan.


" jounan tidak mungkin di kalahkan! tapi sara urusan lain! " ucap sashi.


sachi yang sedang di atas pohon sambil menikmati menjilat permen seketika ia melihat dari atas pohon jounan yang sedang terpingsan.


" hei! jounan pingsan. " ucap sachi.


" apa? " ucap sashi.


" lalu sara sedang bertarung. " ucap sachi.


" apa katamu? " ucap sashi.


sashi dan jidan dengan cepat naik ke atas pohon dan melihat dari kejauhan.


"hah! " terkejut sashi.


°°°°°°°


" dia terlambat. all itu. " ucap zuko.


" ada yang aneh. biasanya dia selalu tepat waktu. mungkin dia bertemu musuh. " ucap zuko.


" mungkinkah? "


" haa itu tidak mungkin terjadi. bagaimanapun, ayo cari all. " ucap hyuga.


" baik. " jawab zuko.


mereka berdua pun langsung pergi mencari met all.


di saat perjalanan Hyuga mengingat kejadian di saat sedang latihan yang di mana tiga orang di ajari jurus.namun, hanya met all yang dapat menguasai jurus tersebut.


jurus yang di ajarkan oleh guru ziga kepada met all bernama flaksi jurus yang sangat berbahaya/terlarang yang membuat zuko dan hyuga terkejut di saat mereka latihan.


karena jurus itu berbahaya karena jurus itu sangat membebani sel otot dan semacam teknik mengorbankan diri yang di mana manusia pada umumnya hanya menggunakan 30 persen dari kekuatan ototnya. lalu jika menggunakan hampir 100 persen kekuatan, otot itu akan hancur. jadi, otak biasanya mengendalikan kekuatan itu.namun, jurus ini menembus pembatas otak dengan memakai energi.... untuk melakukan rikkuza kecepatan tinggi terus menerus. dengan kata lain, ini jurus sangat berbahaya yang menjadi teknik rahasia...dengan mengeluarkan kekuatan hampir melebihi batas tubuh seseorang. jadi saat yang tepat untuk memakai jurus tersebut... adalah di saat berada pada kondisi tertentu.