Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
impian yang sama bab 30



"jadi, kau tidak mau di ganggu,soka? kau egois seperti biasanya."Ucap zudanza.


"maafkan aku?"ucap soka.


"egois? sepertinya itu benar. di lihat dari luka ini, sudah jelas aku di serang oleh jarum.namun,serangannya tidak mengenai bagian vital.apa dia berniat membuatku sekarat?"gumam batin jounan.


"kalau begitu...akan ku kalahkan kau terlebih dahulu."ucap dara sambil menunjuk ke arah soka.


"mustahil! itu terlalu berat bagi dara.harus aku yang...."ucap guru jozan.


"oi oi, jangan coba coba.jika kau bergerak, kau tau apaa yang akan terjadi kepada orang tua itu,kan?"ucap zudanza.


"benar jika aku pergi dari sini dan menghampiri dara, zudanza akan membunuh kuciza tidak mungkin sara bisa melindunginya sendirian."gumam batin guru jozan.


"bagaimana? kita tonton saja pertarungan para bocah itu."ucap zudanza.


"garis itu...ternyata kau rekan zudanza, bukan? beraninya kau menipu kami!"ucap dara kepada soka.


"maaf.namun, gurumu juga mengatakannya,kan? hal seperti menipu dan membuat musuh lengah adalah jati diri ninja.tolong jangan di bawa ke hati."ucap soka.


"sekarang giliranku menyerang!"ucap jounan yang melihat soka sedang lengah dan melempar satu pisau ke arah soka.


namun dengan mudahnya soka menghindari serangan itu hanya dengan membungkukan tubuhnya.


"ha? jounan?"ucap dara yang baru saja menyadari kalau jounan sedang di kelilingi sebuah cermin.


"aku lupa tentangmu."ucap soka.


"ku pikir dia sudah menghilang,tapi ternyata di sana."ucap dara.


"aku lebih suka kau mati dengan tenang.namun, tampaknya tidak bisa begitu.baik lah.akan ku akhiri kau Terlebih dahulu."ucap soka sambil masuk kembali ke cermin.


"dara,setelah ini giliranmu." ucap soka.


"ah? ada apa dengannya?" gumam batin dara.


"ini dia!"gumam batin jounan sambil mencari tubuh asli soka di cermin.


"jadi, tubuh aslinya di sana.baik lah!" ucap jounan yang menyadari kalau tubuh asli soka berada di hadapannya.


"aku di belakangmu!"ucap soka.


"ha?dia pindah? bagaimana bisa?"gumam batin jounan.


dengan cepat soka yang berada di setiap cermin yang mengelilingi tubuh jounan langsung menembakan jarum itu ke arah jounan.


"akh!"teriak jounan yang terjatuh.


"jounan!" teriak sara.


"jounan!" panggil dara.


"apa itu barusan? tiba tiba tubuh jounan penuh luka.bagaimana dia bisa melakukannya?"gumam batin dara.


"jurus apa yang dia pakai? mungkin ada bayangan tersembunyi di dalam cermin dan melempar jarum secara bersamaan.tidak, mereka terlalu cepat. kenapa aku tak bisa melihat arah datangnya senjata? jika hanya futari ni naru, tak ada gunanya memakai cermin yang terbuat dari api ini.kalau begitu, tidak di ragukan lagi,cermin ini penting untuk serangannya."gumam batin jounan sambil memegangi bahunya yang terkenal jarum.


"yang bisa kulakukan adalah menyerang dari luar dan dalam." gumam batin guru jozan.


"yang harus kita pikirkan adalah kegunaan cermin itu."gumam batin sara.


"akan ku hadapi di sini!"gumam batin dara.


"yang bisa kulakukan adalah...menyerang dari dalam dan membuat dara menyerang cermin dari luar."gumam batin jounan.


namun di saat jounan sedang melihat ke arah dara yang di luar cermin seketika dara sudah berada di hadapan wajahnya sambil berkata.


"aku datang untuk menyelamatkanmu.kau baik baik saja, jounan?"ucap dara Sambil menyeringai.


"eh?"jounan menaikan satu alisnya.


"apa gunanya membuat temanmu sendiri lengah?"gumam batin guru jozan.


"dasar bego! jika kau ninja,bergeraklah dengan hati hati!"ucap jounan yang kesal kepada dara.


"kau ini kenapa? aku datang untuk menyelamatkanmu!" ucap dara yang ikut kesal kepada jounan.


"jika kau juga ada di sini...akh! sudah cukup,bego!"ucap jounan.


"bego? apa maksudmu bodoh?"teriak dara.


"dia memang ninja hiperaktif nomor satu. dia memperburuk situasi dengan datang membantu."gumam batin guru jozan.


"tak ada pilihan selain menghancurkan cermin ini!"teriak jounan yang langsung bangkit dan mengeluarkan jurus semburan angin.


"toppu!"


"oi oi, kau mau apa?"tanya dara.


"cermin ini terbuat dari api yang membentuk sebuah cermin.kalau begitu..toppuu!!!(semburan angin).


"huftttttttttt"


"sama sekali tidak mempan!" teriak dara.


"cermin ini tak akan meleleh dengan angin selemah itu."ucap soka dan langsung menyerang dara dan jounan menggunakan jarum hingga terpental kebelakang.


"sial! dari mana datangnya serangan itu? apa itu bayangan?"ucap dara.


dara langsung bangkit kembali dan melihat semua cermin yang memutari tubuhnya sambil berkata."di mana tubuh aslinya?"


"tidak ada gunanya mencoba mengikuti dengan matamu. aku tak akan tertangkap." ucap soka.


"ha futari ni naru!"ucap dara yang mengeluarkan jurus 5 bayangan.


"jangan!" teriak jounan.


"haaaa akan kutemukan tubuh aslinya dengan menghancurkan semuanya!" teriak dara.


namun karena soka yang terlalu cepat berpindah dari cermin ke cermin dengan mudah menghindar dari pukulan dara dan langsung melemparkan jarum ke semua bayangan dara.


"akhhh"ucap dara yang terjatuh dan semua bayangannya menghilang.


"ini adalah jurus pengalihan...dengan memanfaatkan cermin yang bisa memantulkan bayanganku.melihatmu dari kecepatan gerakku, hampir terasa seolah kau tidak bergerak." ucap soka.


"apa? sudah kuduga.apa itu jurus hino kagami?"ucap guru jozan.


"hhehe" tertawa kecil zudanza.


"hino kagami?"ucap sara yang tidak mengerti.


"sama seperti mata dimensiku.ikatan darah yang mendalam, garis keturunan istimewa seseorang, jenis jurus yang di turunkan hanya lewat keturunan."ucap guru jozan.


"kalau begitu..."terkejut sara.


"benar bagiku pun tidak mudah untuk meniru jurus itu.tidak mudah juga untuk menghancurkan jurus itu."ucap guru jozan.


"sialan.lalu kenapa? aku tak boleh mati di sini. karena ada impian yang harus ku wujudkan.impian agar kekuatanku di akui oleh semua orang di desa dan menjadi pemimpin!" teriak dara.


"impian..."ucap soka dan mengingat kembali di saat ia masih kecil dan di pertemukan dengan zudanza.


("bocah sepertimu tidak di butuhkan oleh siapapun dan akan mati tanpa tahu arti kebebasan atau impian" ucap zudanza)


("gigimu sama seperti gigiku"ucap soka)


"bagiku menjadi seorang ninja itu sulit.aku tidak mau membunuh kalian.aku pun tidak mau dibunuh oleh kalian.namun, jika kalian menyerangku, akan kumatikan perasaanku dan menjadi ninja sejati. terowongan ini adalah medan perang yang menghubungkan impian kita.aku akan bertarung demi impianku dan kalian bertarung demi impian kalian.jadi, tolong jangan dendam kepadaku.aku ingin melindungi orang yang kusayangi aku bekerja hanya demi orang itu.aku bertarung demi orang itu.aku infin mewujudkan impian orang itu.itu lah impianku.demi impian itu, aku akan menjadi ninja sejati dan membunuh kalian!"ucap soka.


dara yang melihat Perkataan soka langsung menyeringai ke arah soka.jounan pun hanya menatap wajah soka dengan serius.