Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
mata zetzu bab 32



" dia membaca gerakanku. mustahil dia sanggup melakukannya." gumam batin soka.


"sial! hampir saja!" ucap dara yang kesal.


"dara, kau masih bisa bergerak?" tanya jounan.


"ya tentu, aku baik baik saja!"ucap dara.


"dia pasti sudah kelelahan. futari ni naru menghabiskan banyak energi.namun, berkat dia, aku menemukan sebuah cara...cara untuk mengalahkannya."gumam batin jounan.


"aneh, itu hanya kebetulan."gumam batin soka dan langsung menghilang dari cermin.


"dara! lari! keluar dari sini dan serang dari luar!"ucap jounan.


"ba.ba..baik lah!" dara langsung berlari yang ingin keluar dari cermin.


"takkan ku biarkan!" ucap soka sambil melemparkan 2 jarum ke arah pipi dara.


"akh! aku takkan kalah!" ucap dara yang berlari sambil menahan rasa sakit.


soka langsung berpindah dari cermin.namun, jounan melihat perpindahan soka sambil berkata.


"di sana! toppu! hufttttt"


namun dengan mudahnya soka menghindari hembusan angin itu hanya dengan memutar tubuhnya sambil melemparkan satu pisau ke arah jounan.


soka pun langsung berdiri di hadapan dara yang sedang berlari dan langsung menukul wajah dara hingga terpental.


bukkkkk


"akhhh" teriak dara yang terjatuh.


soka langsung kembali masuk ke dalam cermin.


"akh" teriak jounan yang tertusuk di bagian bahunya.


"sial!" ucap dara karena tidak berhasil keluar.


"sudah cukup bagus." ucap jounan sambil menarik jarum itu dari bahunya.


"apa?" ucap dara.


"kita lakukan sekali lagi!"ucap jounan.


"baiklah!" jawab dara.


"sepertinya orang itu juga punya batas energi,bisa ku lihat perlahan lahan,dia..."gumam batin jounan.


"haaaaaa!" teriak dara yang kembali berlari ke arah keluar dari cermin.


jounan pun ikut berlari ke arah keluar dari cermin.


"rencanamu takkan berhasil. kuhabisi kau terlebih dahulu!" ucap soka dan kembali keluar dari cermin dan ingin melemparkan 5 jarum yang di genggamnya.


crukk cruk crukkkk


"aaaaaaaa!" teriak jounan yang tertusuk 5 jarum yang di lemparkan oleh soka.


dara langsung membalikan tubuhnya melihat ke arah jounan sambil berteriak."jounan!!"


soka pun langsung melemparkan 5 jarum lagi ke arah dara.


cruk crukkkk


"hwaaaaaaa!" teriak dara yang kesakitan.


****


"sial. sudah lama aku tak bertarung dalam kondisi seburuk ini.aku juga mencemaskan muridku. tenanglah.pikirkan. apa yang akan dia incar?" gumam batin guru jozan.


"ha! gawat!" ucap guru jozan sambil melihat ke arah belakang karena ada sara dan pak kuciza.


bufttttt


zudanza langsung datang di belakang pak kuciza.


sara dan pak kuciza pun terkejut dan melirik ke arah belakang.


"mati kau!" gumam batin zudanza sambil berlari ke arah pak kuciza dengan menarik pedangnya.


dengan cepat guru jozan langsung membelakangi tubuh pak kuciza.


"apa?" ucap guru jozan yang melihat zudanza sudah mengeluarkan pedangnya.


"terlambat!"ucap zudanza.


crukkkk


darah pun langsung berceceran setelah zudanza menebas guru jozan.


"aaaaaaaaa!" teriak sara yang terkejut.


****


"itu teriakan sara! apa terjadi sesuatu? jozan sedang apa?" ucap jounan yang tidak mengerti kalau yang di tebas adalah guru jozan.


"sara..."ucap dara yang terbaring lemas.


"hehe aku akan melakukan sesuatu." ucap dara yang berusaha bangkit dengan jarum yang masih menusuk di seluruh lengan dan punggung.


"ha? dia..."gumam batin jounan yang melihat dara bangkit kembali.


" ini dia." ucap dara sambil berdiri.


"tak ada gunanya melawan."ucap soka.


"haaaaaaaa!" teriak dara sambil mengeluarkan energi hijau di seluruh tubuhnya dan berlari ke arah keluar dari cermin.


namun,di saat ia ingin keluar dari cermin soka tetap mengikuti dan ia memutar arah untuk menjauh dari soka.


"dara! di belakangmu!" teriak jounan.


dara langsung melihat kebelakang.


cruk crukkkk cruk


"akhhhh" teriak dara dan kembali terjatuh.


"dara!" ucap jounan.


"jangan harap kau bisa keluar dari sini. aku sungguh sungguh." ucap soka.


jounan langsung menghampiri dara sambil berkata."kau bisa berdiri,dara?"


"i..i.iya.."ucap dara.


"mulai sekarang, jangan buang buang energimu! kau jatuh ke dalam perangkapnya." ucap jounan.


"aku mengerti." ucap dara dan langsung terbaring lemas.


"sial! terus seperti ini, bisa sangat berbahaya. aku...harus lakukan sesuatu.anehnya, mataku sudah terbiasa..." gumam batin jounan.


"sudah saatnya ku habisi kalian."ucap soka sambil melemparkan puluhan jarum ke arah jounan.


jounan langsung mengambil pisau dari sakunya dan menangkis semua jarum itu.


"apa?" terkejut soka melihat keadaan jounan yang sudah kelelahan namun masih bisa menangki serangannya.


"bangkit.bodoh!" teriak jounan kepada dara.


"aku mengincar titik vital, tapi dia menangkis semuanya." gumam batin soka.


"aku tau.kau keras kepala!" ucap dara yang masih terduduk lemas.


soka pun langsung berlari menyerang mereka berdua dengan bertubi tubi.


ting ting ting ting


jounan terus menerus menangkis serangan itu.


"kebetulan.tidak,bukan.itu kebalikannya dia bertarung sambil melindungi temannya."gumam batin soka yang berpindah pindah tempat untuk menyerang jounan dari semua sisi.namun, jounan masih bisa menangkisnya walaupun ada beberapa jarum yang berhasil mengenai tubuhnya.


"tentunya, gerakanku...anak itu, dia bisa melihat sesuatu. apa apan ini? baiklah, kalau begitu..." gumam batin soka dan menghilangkan dari cermin.


"ha? menghilang? ke mana dia?" gumam batin jounan.


"dara, jangan pingsan! aku tak bisa melindungimu lagi!" teriak jounan.


"siapa yang memintamu melindungiku?" ucap dara dan langsung terpingsan.


"ha?" ucap jounan dan melihat ke arah dara yang terpingsan.


"tampaknya anak itu sudah mencapai batasnya.hehehe" ucap soka.


jounan langsung melemparkan pisau itu ke arah soka yang berada di cermin atas namun tidak mengenainya karena soka dengan cepat menghindari pisau itu.


"hebat.gerakan yang spektakuler.gerakanmu bagus." ucap soka yang berada di belakang jounan dan melemparkan 3 jarum.


dengan cepat langsung menghindar jarum itu.


"namun, akan kuhentikan dengan yang berikutnya." kekuatan fisik,reflek, kekuatan membaca situasi.semua ini...seharusnya sudah mencapai batasnya!"ucap soka dan kembali menghilang.


"dia datang.tenanglah,fokus! lalu...lihat semuanya!" ucap jounan.


soka langsung melemparkan jarum ke arah jounan.


jounan yang melihat jarum mengarahnya dari kanan ia langsung menggendong tubuh dara dan meloncat.


"dia mengetahui semuanya? mustahil." gumam batin soka.


"ha? mata itu?" gumam batin soka yang terkejut melihat kelopak mata jounan yang berwarna putih dan mata hitamnya berubah menjadi biru dan berbentuk +.


"tidak mungkin...zetzu. kau.."gumam batin soka.


"hanya sedikit, tapi..aku bisa melihatnya."ucap jounan yang mengeluarkan mata zetzu namun belum sempurna menjadi +.


"jadi, kau juga punya kekuatan hino kagami. anak yang hebat. masih belum sempurna, tapi dia bisa membangkitkan kekuatan ini di tengah tengah pertarungan. kalau begitu, aku tak boleh berlama lama. jurus ini memakai banyak energi. ada batasan untuk mempertahankan kecepatan teleportasi.selain itu, semakin lama pertarungan berlangsung. gerakanku akan semakin memasuki jarak pandangnya. matanya malah sudah menangkapku. akan bodoh jika mengincarnya langsung. kalau begitu...akan ku gunakan anak itu untuk memancingnya!" ucap soka dan langsung terbang mengarah dara.


"apa?" terkejut jounan.


"aku harus lebih cepat!" gumam batin jounan sambil berlari ke arah dara untuk melindungi temannya yang akan di serang oleh soka.