
"oke! pertama,akan ku lampaui jounan. aku pasti bisa!"teriak dara.
andini yang sedang melihat latihan mereka dari belakang pepohonan langsung pergi berjalan sambil mengepalkan tangannya dan berkata."heh percuma saja.meskipun mereka melakukan itu, semua akan sia sia."
**********
cekrekkk.buka pintu.
"sulit di percaya. para ninja dari desa simakuki terlihat seperti pecundang! kau bahkan tidak bisa menutupi bawahanmu...dan kau menganggap dirimu pembunuh? menjijikan!" ucap kano yang baru saja datang dengan 2 pengawalnya ke rumah anak kecil itu.
anak kecil itu yang mendengar celotehan dari kano langsung berdiri dari kursinya.
penjaga kano pun langsung menarik pedangnya untuk menjaga kano.
"mereka menarik pedang." gumam batin anak kecil itu.
"tunggu dulu." ucap kano sambil berjalan ke arah zudanza yang sedang terbaring di kasur.
"woi, tidak usah terdiam diri. kenapa kau tidak mengatakan sesuatu?" ucap kano sambil mengulurkan tangannya ke arah zudanza karena ingin menyentuh.
anak kecil itu dengan cepat langsung memegang tangan kano dengan kuat sambil berkata.
"jangan mengotori tubuh zudanza dengan tanganmu!"
anak itu kecil itu langsung menggenggam tangan kano dengan keras sehingga kano teriak kesakitan.
"aakkhhhh tanganku bisa patah!"
kedua pengawal kano dengan cepat langsung mengayunkann pedangnya ke arah anak itu.namun, anak kecil itu dengan cepatnya langsung merebut pedang itu dan menempelkan ujung pedangnya ke arah dada kedua pengawal kano sehingga tidak bisa berkutik dan terdiam.
"ti..ti..tidak mungkin. dia bisa bergerak cepat sekali hanya satu kedipan mata." gumam batin pengawal itu.
dengan tatapan yang sangat tajam dan mengerikan anak kecil itu berkata dengan nada yang tinggi."aku tidak akan melakukan itu jika jadi kalian. kini aku emosi!"
anak kecil itu langsung melemparkan pedang itu ke hadapan pengawal kano.
"jika esoknya kalah lagi, tak akan ada tempat lagi bagimu di sini! ayo pergi!" bentak kano dan langsung keluar dari rumah anak kecil itu.
anak kecil itu langsung duduk kembali di kursi sebelah zudanza.
"soka, tindakan ceroboh itu..."ucap zudanza sambil melirik ke arah anak kecil itu(soka).
"aku mengerti.namun, terlalu dini untuk menghabisi kano sekarang. jika kita menimbulkan masalah di sini..kita akan di kejar oleh mereka lagi. sekarang kita harus menahan diri." ucap soka sambil tersenyum.
"yaahh.kau Benar."
********
"haaaaaaaa." teriak dara yang masih berusaha berlari ke dinding.
"ah, sakit." teriak dara yang terjatuh kembali sambil memegangi kepalanya.
"lelah sekali aku. berapa banyak stamina yang di miliki kedua orang itu?" ucap sara sambil menghembuskan nafasnya dengan cepat.
"akan tetapi,dara tidak ada kemajuan.dia akan segera menyerah dan mulai berontak."gumam batin sara sambil melihat ke arah dara.
"akh!" teriak dara.
"aku benar! dia gampang di tebak."ucap sara.
dara seketika berjalan ke arah sara damn berkata dengan wajah kasihan."sara.bisa memberiku petunjuk?"
"apa?"
"jangan bilang ini pada jounan.ayo lah."ucap dara dengan berbisik.
"dia makin lama semakin kuatt. akan sekuat apa dia? bagaimanapun, dara. jumlah energimu yang terpendam mungkin jauh lebih besar dari pada jounan. bahkan jauh lebih banyak dari pada milikku. aku sangat menantikan itu.
***********KEESOKAN HARI
terlihat di siang hari para pegawai sedang mengerjakan tugas membangun terowongan dan ada mesin berat untuk menggali terowongan itu.
"sepertinya kau sedang bosan,ya." ucap pak juciza yang melihat sara hanya terdiam dan melamun sambil membawa 1 beton panjang.
"ada apa dengan anak si bermata biru dan si anak berambut biru itu?"
"mereka sedang berlatih memanjat dinding."jawab sara.
"kau tidak ikut?"tanya pak kuciza.
"aku sudah bisa.jadi,guru jozan memintaku untuk menjagamu."ucap sara.
"kau serius?" tanya pak kuciza.
sara yang merasa sedang di rendahkan seketika wajahnya berubah menjadi kesal sambil berkata."apa?"
"bisa bicara sebentar,kuciza?"
"ada apa, guci?" jawab pak kuciza kepada pegawai itu.
"sebenarnya....sudah ku pikirkan baik baik. bolehkah aku berhenti membangun terowongan ini?"ucap guci.
pak kuciza langsung terkejut dan berkata dengan nada tinggi."kenapa mendadak? jangan seperti yang lain!"
"kuciza,aku sudah lama mengenalmu. aku ingin bekerja sama, tapi jika kita tetap melanjutkannya, kano akan mengincar kita juga. jika kau terbunuh,semua akan sia sia. kenapa tidak di hentikan saja pembangunan terowongan ini?" tanya Gucci.
"tidak akan. ini terowongan kita. ini terowongan yang di bangun semua orang di kota,yang percaya kembalinya kehidupan perdagangan dan transportasi bagi pulau selatan yang miskin dan nihil sumber daya alam."ucap pak kuciza.
"namun, jika sampai merenggut nyawa kita...."ucap guci dan menghentikan ucapannya.
"hari sudah menjelang sore. mari kita pulang." ucap guru kuciza Sambil pergi meninggalkan guci.
"kuciza!" panggil guci.
"guci,kau tidak perlu kesini besok."ucap kuciza sambil berjalan.
*******************
PAGI PUKUL 05.00
"sial! apa sih ini?" teriak dara yang kesal dengan wajah yang penuh keringat dan kotor karena berlatih namun belum juga berhasil.
dara melirik ke arah jounan dengan wajah yang serius.begitu juga jounan melirik wajah dara.
mereka berdua langsung berdiri secara bersamaan.
"aku tidak mau kalah darimu." gumam batin dara.
mereka berdua berlari dan masih mencoba memanjat dinding. mereka berdua tidak akan menyerah sebelum ia berhasil menaklukkan latihan itu.
*********
"kakek, kita mau ke mana?"tanya sara Kepada pak kuciza sambil berjalan bersama pegawai lainnya.
"aku di suruh beli bahan bahan untuk makan malam." jawab pak kuciza.
sara yang sedang mendengarkan sambil melihat lihat pasar tersebut dan melihat banyak anak yang terlantar bergumam dalam hatinya."ada apa dengan kota ini?"
setelah mereka berdua sudah sampai di tempat penjual sayuran.mereka berdua langsung masuk ke dalam untuk mencari bahan bahan yang di perlukan.
"ha? ini hanya beberapa sayuran saja yang ada di sini." ucap sara yang kebingungan berkata kepada di sendiri.
setelah sayuran sudah di beli semuanya mereka berdua langsung ke arah meja kasir untuk membayar dan mereka pun langsung pergi.
baru saja 2 langkah sara berjalan. seketika ia melihat kecoa yang terjatuh dari atas menjatuhi bahu sara.
"aaaaaaaaaa apa ini!!!"teriak sara yang ketakutan karena tidak berani dengan kecoa.
"hei ada apa?" tanya pak kuciza.
"Tolong aku!!!"
pak kuciza yang melihat ada sebuah kecoa di bahu sara dengan cepat langsung menyentil kecoa itu hingga mati.
"astaga, aku sangat kaget barusan." ucap pak kuciza.
"ada apa dengan kota ini?"ucap sara dengan wajah yang kesal.
setelah ia berkata seperti itu tiba tiba ada seorang anak kecil yang memegang rok sara dari belakang.sara yang mengira jika itu adalah kecoa itu berkata dengan wajah panik.
"lagi?!"
sara langsung mengahadap ke belakang melihat roknya dan berkata."hei kau..."
Perkataan dara seketika terhenti karena ia melihat seorang anak kecil dan berkata."apa?"
"minta uang."ucap anak kecil itu sambil menyodorkan tanganya dengan wajah yang tersenyum.
sara dengan cepat langsung mengambil makanan yang ada di dalam tasnya dengan mata yang berkaca-kaca karena merasa kasihan.
"baiklah,ini.aku hanya mempunyai ini."ucap sara yang memberikan 2 permen lolipop.
"waahhhh terima kasih." ucap anak kecil itu.
sara tidak menjawab permintaan terima kasih dari anak kecil itu. ia hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan anak kecil itu langsung berlari pergi.
"seperti ini lah keadaan kota kita semenjak kano muncul.di sini,semua orang dewasa berubah menjadi pengecut. karena itulah terowongan itu penting sekarang. itu menandakan keberanian..demi memulihkan semangat mereka agar tidak melarikan diri terus menerus. demi penduduk di pulau ini yang telah memilih untuk tetap diam saja.jika kita bisa menyelesaikan terowongan itu.kota ini akan kembali seperti dahulu, dan semua orang akan kembali."ucap pak kuciza.
sara yang mendengar keluhan dari pak kuciza membuat air mata sara menetes dan bergumam dalam hatinya sambil menatap langit."jounan.dara."