Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
tekad dari belakang bab 55



" kondisinya adalah...." gumam batin hyuga.


°°°°°°°°


" guru ziga. aku tidak akan ragu memakai jurus ini. karena inilah kondisi yang kau katakan. " gumam batin met all.


di saat jimbe sudah dekat. met all bersiap untuk menyerang.


" saat melindungi orang yang berharga! " gumam batin met all.


" apa? dia menghilang? " gumam batin jimbe.


tiba tiba met all muncul di bawah jimbe dan langsung menendang wajahnya dengan kuat.


bukkkkk


jimbe pun terpental ke atas. dengan cepat met all membelakangi tubuh jimbe sambil berkata. " ini baru permulaan. "


" rasakan ini! flaksi! " teriak Met all yang mengeluarkan jurus pukulan terkuatnya dan memukul kepala jimbe dengan sangat kuat.


" bahaya! tidak mungkin dia bisa selamat terjatuh dari setinggi itu! "


" haaa! " teriak denta yang mengeluarkan jurus pasir di bawah jimbe.


duarrrrr


" perasaan ini... " gumam batin met all.


" hah ya ampun.... tepat waktu. " ucap denta.


" tidak mungkin! " terkejut met all yang melihat jimbe bangkit kembali.


" itu jurus yang menakutkan. aku cukup terluka meski jatuh di tumpukan pasir. " ucap jimbe.


" sekarang giliranku. " ucap jimbe yang meluruskan tangannya.


" gawat! akibat jurus tadi, tubuhku masih belum... " gumam batin met all yang sudah melemah.


jusszzss


jimbe langsung menyerang met all yang membuat kepala met all pusing.


" jurusmu memang sangat cepat. tetapi jurus kami melampauinya dan punya kecepatan suara. " ucap jimbe.


met all pun terjatuh lemah.


" akan kutunjukan ada dinding yang tidak bisa kau tembus.... hanya dengan usaha.


karena kepala met all terlalu pusing sehingga ia muntah dan mengeluarkan sedikit darah di kupingnya.


" met all! " ucap sara.


" telinga kiriku. " ucap met all sambil memegang telinganya.


" biar kuberikan sedikit petunjuk. seranganku tidak bisa di hindari. " ucap jimbe yang menghadapkan tangannya ke arah met all.


" apa yang akan dia lakukan? " haha karena itu. meski menghindari tinjuku, suara menyerangmu. " ucap jimbe.


" suara? " ucap met all.


" apa kau tau dasar dari suara? " ucap jimbe.


" getaran? " ucap sara.


" benar. dengan kata lain, mendengarkan suara berarti...gendang telinga menangkap getaran udara. lalu gendang telinga manusia pecah jika mendengar suara melebihi 150 mhz. selain itu, dengan merusak saluran setengah lingkaran yang lebih dalam lagi, aku bisa membuatmu kehilangan keseimbangan. hahaha kau tidak akan bisa bergerak bebas untuk sementara. rikkuza yang kuno dan membosankan tidak akan mempan kepada kami. " ucap jimbe.


" ya, jurusmu tadi memang hebat. sampai aku mengeluarkan jurusku. itu tidak akan berguna lagi. aku bisa dengan bebas memanipulasi gelombang ultrasonik dan tekanan udara, bahkan sanggup menghancurkan batu. aku bisa mengirim udara ke tanah dan bisa mengubah tanah menjadi pasir dan membentuk bantal sesukaku. ini berbeda dari jurus konyolmu. " ucap denta.


" sial! " guman batin met all semakin emosi.


" baiklah! berikutnya... kau! " teriak jimbe sambil berlari ke arah sara.


" tidak! " terkejut met all.


" dia datang! " gumam batin sara yang ketakutan.


met all dengan cepat langsung berlari ke arah ke arah jimbe.


" apa? tidak mungkin! " ucap jimbe yang melihat met all masih mampu berdiri dan mengejarnya.


" rasakan ini! " ucap met all yang menendang jimbe.


namun di saat met all ingin menendang jimbe tiba tiba ia merasakan sakit di telinganya.


" akhh! "


" tampaknya seranganku yang tadi masih berpengaruh! aku sedikit terkejut. tetapi rikkuzamu yang bertubi tubi sudah tidak berpengaruh lagi! " ucap jimbe yang memukul kelapa di bagian kiri met all.


met all pun masih mampu menahan tangannya. namun, suara berisik yang keluar dari tangan jimbe semakin keras.


Nginggggggggggg


" lengan ini menggandakan suara dari dalam sampai Maksimal. ini semacam pengeras suara! " ucap jimbe.


kuping met all pun kembali mengeluarkan darah.


" met all! " teriak sara.


" lalu serangan suara tak terbatasi oleh arah lenganku. selalu sampai ke sasaranku dengan energi! " ucap jimbe.


" akhhhhhhh! "


" met all! " teriak sara.


" berikutnya, Serangan pamungkas. " ucap jimbe dengan santai.


" tidak akan kubiarkan! " teriak sara sambil melemparkan dua pisau ke arah jimbe.


tingggg


dua pisau itu mengenai tangan kanan jimbe.


" begitukah?" ucap jimbe.


" hei, ayo pergi dari sini. mereka sangat berbahaya! " ucap sachi yang sedang mengumpat di belakang dedaunan sambil melihat pertarungan met all.


" tampaknya jounan dan dara hanya tidak sadarkan diri, tapi orang itu bahkan mengalahkan met all dan sara sendirian. apa yang akan kau lakukan, sashi? " ucap jidan kepada sashi.


" apa maksudmu? " ucap sashi Yang sedang melongo melihat sara dan met all.


" lihat, sara dalam masalah besar. kau tidak merasa kasihan? kalian dulu teman akrab, 'kan? " ucap jidan.


kemudian sashi mengingat kejadian di mana sara dan sashi yang masih berumur 6 tahun sedang duduk bersama di sebuah taman.


" ngomong ngomong.... " ucap sara.


" kenapa, sara? jangan terlalu kaku. " ucap sashi.


" begini...sashi kudengar kau juga... " ucap sashi.


" ada apa? " ucap sashi.


" kudengar kau juga menyukai jounan. " ucap sara.


sashi sontak terkejut setelah mendengar perkataan sara.


" berarti mulai sekarang, kita adalah saingan. " ucap sara yang berdiri dan berjalan meninggalkan sashi.


 


" kenapa aku mengingat kenangan itu? " gumam batin sashi.


" oi, sashi. " panggil jidan.


sashi langsung melihat ke arah jidan.


" apa yang akan kau lakukan? " ucap jidan.


" aku tau, tapi bagaimana caranya? tidak bisa sembarangan menyerang, 'kan? " ucap sashi dengan nada sedikit tinggi.


" meski aku keluar sekarang....sudah pasti aku akan di kalahkan. " gumam batin sashi dengan kaki yang gemetaran.


°°°°°°°°°


" aku juga.... " gumam batin sara sambil melemparkan 4 pisau ke jimbe.


dengan cepat denta mendepani tubuh jimbe dan menahan pisau menggunakan pasir yang keluar dari tangannya.


" haaa" teriak denta.


pisau itu kembali terbang ke arah sara. namun, tidak mengenai tubuh sara.


" pasir mendorong pisau itu dengan membuat tekanan udara! pisau terpantulkan? " gumam batin sara.


jikha langsung muncul di belakang sara dan menarik kalung sara sehingga sara tercekik.


" kalungmu lebih berkilau dari pada kalungku. hei, jika ada waktu merawat kalungmu, lebih baik gunakan untuk latihan! jangan berlagak cantik...bagaimana jika kau membunuh jounan di depan perempuan cantik ini, denta? " ucap jikha.


" ya! ide bagus! " ucap denta.


" hei... " panggil jimbe.


" tidak akan kubiarkan! " gumam batin sara.


" jangan bergerak! " ucap jikha yang semakin kuat menarik kalung sara.


" sara. " ucap met all.


" tubuhku sangat lemas. " gumam batin sara dan mengeluarkan air matanya.


"aku... terjadi lagi, aku hanya membebani semua orang. aku yang selalu dilindungi. mengebalkan. kupikir kali ini pasti....kali ini pasti... kupikir aku bisa melindungi orang orang yang berharga bagiku! " gumam batin sara yang kesal kepada dirinya sendiri.


" baiklah. ayo kita lakukan. " ucap denta sambil berjalan ke arah jounan dan dara.


tiba tiba dari lengan kiri jounan mengeluarkan energi hitam.


" woi! jounan dan dara akan di serang juga! " ucap jidan.


" apa yang harus kulakukan? " gumam batin sashi berfikir keras.


sara langsung mengambil pisau dari sakunya.


" tidak ada gunanya.itu tidak akan mempan kepadaku.. " ucap jikha.


" bicara apa kau? " ucap sara.


" apa? " terkejut jikha yang melihat sara menatapnya dengan senyuman.


sara langsung memotong ikat kalungnya hingga jikha terpental ke belakang.


semua orang yang menyaksikan sara memotong kalungnya sontak terkejut.


" aku selalu bersikap seolah olah aku seorang ninja sejati. aku selalu bilang bahwa aku menyukai jounan. aku selalu bersikap serba tau dan mengajari dara. aku selalu melihat mereka dari belakang. namun....mereka berdua selalu melindungiku dan bertarung demi diriku. " gumam batin sara.


" all, kau bilang kau menyukaiku. sambil melindungiku, kau korbankan nyawa dan bertarung demi diriku. sepertinya kau sudah mengajariku... aku ingin menjadi kalian semua! kali ini...aku ingin kalian....melihatku dari belakang! " gumam batin sara.