Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
kesempatan bab 13



"sebentar lagi sore tiba. aku mau pergi."ucap jounan kepada sara.


"jounan,kau masih mengincar kalung itu?"tanya sara.


"aku bisa menyentuhnya tadi.berikutnya, akan aku rebut."ucap jounan.


"ouh, begitu ya. kau memang hebat,jounan. hei waktunya sudah hampir habis. jadi, mari kita coba lain kali saja."ucap sara.


jounan langsung merilik ke arah sara dengan tajam.sara pun yang melihat tatapan itu langsung terdiam murung.


"hanya aku yang bisa membunuh orang itu."ucap jounan.


"a.. apa? maksudmu guru jozan?"tanya sara.


jounan yang sedang berbicara sendiri tidak menjawab pertanyaan dari sara.


"saat itu, aku hanya menangis."


"menangis?"tanya sara.


"aku..."


"apa? ada apa?"tanya sara kembali.


"aku ingin membalas dendam. aku harus lebih kuat dari pada orang itu.tidak ada waktu untuk menyerah di sini."ucap jounan.


sara langsung terkaget dan mengingat kembali ucapan jounan."berhasil membunuh seseorang."


"kringgggg"jam pun berbunyi menandakan waktu latihan habis.


"sial, waktuku habis karena banyak bicara." ucap jounan dan langsung berjalan meninggalkan sara.


"jounan" ucap sara.


dara pun yang sedang berjemur di terik matahari sambil menaikan satunya sedangkan jounan dan sara sedang duduk di bawah pepohonan yang tidak terkena sinar matahari.


"adudududuh, kalian pasti sangat lapar kan. omong omong, tentang latihan ini...kalian tak perlu kembali ke sekolah ninja.


dara yang mendengar itu langsung melebarkan mulutnya karena senang tidak di gagalkan di ujian ini walaupun mereka semua tidak berhasil mendapatkan kalung itu.


"hah?tetapi aku hanya terpingsan selama latihan. apa tak mslh?"tanya sara yang membulatkan matanya.


jounan yang mendengar itu pun hanya dehem kecil saja.


"horeee" ucap sara yang langsung berdiri berjoget.


"kalau begitu kami bertiga?" tanya dara.


"ya kalian bertiga... harus berhenti menjadi ninja!!" teriak guru jozan.


********


( ruangan pemimpin izura)


"mustahil jozan tak pernah meluluskan satu orang pun." ucap guru ramada yang terlihat tidak tenang.


"ramada, aku bahkan tak tahu apa mereka sebaiknya menjadi ninja. namun, penilaian jozan selalu benar."ucap pemimpin izura.


********


"berhenti menjadi ninja? apa maksudmu? memang benar, kami tak bisa merebut kalung itu.tetapi kenapa harus berhenti?"tanya dara dengan kesal sambil meninggikan nada bicaranya.


"itu karena kalian hanya bocah yang tak layak menjadi ninja." ucap guru jozan.


jounan yang melihat Perkataan itu langsung kesal dan kembali menyerang guru jozan.


guru jozan yang melihat jounan berlari ke arahnya masih terdiam tidak bergerak.


dara dan sara pun langsung terkejut sambil melebarkan mulutnya.


"jounan!" teriak sara.


guru jozan langsung memutarkan tubuh jounnan dan langsung melintir tangan jounan ke belakang sehingga jounan terbaring di tanah dan berkata.


"sudah kubilang kalian hanya bocah."ucap guru jozan.


"jangan melintir tangan jounan!" teriak sara yang kesal kepada guru jozan.


"apa maksudnya?" tanya sara yang tidak mengerti maksud guru jozan.


"gampangnya, rasanya seolah kalian tak tau apa apa tentang ujian ini." ucap guru jozan.


"tak tau apa apa?"ucap dara.


"ya, hal yang menentukan kalian lulus atau tidak di ujian ini." ucap guru jozan.


"itu lah yang ingin ku tanyakan sejak tadi."ucap sara.


"yaampun, kalian ini bodoh atau apa? kalian tak mengerti arti dari tim tiga orang?"ucap guru jozan.


"aaaaaaa,apa maksudnya sih?"ucap dara yang masih tidak mengerti.


"itu kerja sama tim."ucap guru jozan.


mereka bertiga pun baru mengerti apa maksud dari perkataan guru jozan.


"maksudnya, kerja sama tim?" tanya sara.


"benar, tapi sudah terlambat jika kalian menyadarinya sekarang. kalian mungkin bisa merebut kalung jika bekerja sama tim.namun, sayang sekali." ucap guru jozan.


sara pun langsung terdiam dan berfikir sejenak."tunggu sebentar. kenapa butuh kerja sama tim jika hanya ada dua kalung? jika kaki bekerja sama untuk merebut kalung. satu dari kami tak akan dapat. itu bukan kerja sama, tapi itu menciptakan perselisihan."tanya sara.


"tentu saja! ini ujian senagaja di lakukan agar kalian berselisih.tetapi dalam kasus ini, bukan masalah kepentingan individu. tujuannya adalah memilih mereka yang bisa memprioritaskan kerja sama.namun, kalian yang bodoh ini...sara! kau tak peduli kepada dara yang ada di depanmu. kau hanya peduli kepada jounan kau tak bisa menemukannya."


"dara.!" panggil guru jozan.


dara langsung menatap wajah guru jozan dengan serius.


"kau hanya bertarung sendirian. kau menganggap mereka berdua beban dan bertindak sendiri. misi ini membutuhkan kerja sama. memang benar seorang ninja butuh kemampuan individual, tapi kerja sama di anggap lebih penting dari pada itu. tindakan individual yang mengganggu kerja sama...akan membuat tim kesulitan dan berujung pada kematian. contohnya..."ucap guru jozan sambil mengambil pisau di sakunya dan langsung menempal pisau itu ke leher jounan.


"sara, bunuh dara atau jounan akan mati!"teriak guru jozan.


dara dan sara pun langsung panik dan tidak tau harus berbuat apa.


"apa?" kaget dara.


"itu yang akan terjadi."ucap guru jozan yang menjelaskan arti kerja sama tim sebenarnya.


"huftttt, aku terkejut." ucap sara yang lemas.


"jika di antara kalian di sandra, kalian akan menghadapi keputusan sulit dan bisa terbunuh. setiap misi adalah tugas yang membahayakan nyawa." ucap guru jozan dan langsung pergi meninggalkan tiga tim itu sambil berkata.


"lihat ini,nama yang di ukir di batu ini.mereka adalah ninja yang di sebut pahlawan di desa."


"ya, aku suka itu! aku ingin namaku terukir di batu itu juga! pahlawan! aku tidak mau mati konyol seperti binatang!" teriak dara yang ingin menjadi pahlawan di desanya.


"tetapi mereka bukan hanya pahlawan biasa." ucap guru jozan.


"ha? terus mereka pahlawan seperti apa?"tanya dara.


guru jozan yang tiba tiba terdiam tidak menjawab pertanyaan dara.


"hoi!" panggil dara sambil meringis.


"mereka pahlawan yang gugur saat bertugas." jelas guru jozan.


"gugur saat bertugas?" tanya dara yang masih tersenyum.


"itu artinya mereka tewas saat menjalankan misi."ucap sara yang menjelaskan kepada dara.


dara yang mendengar perkataan dara langsung terdiam dan murung.


"ini adalah tugu peringatan. beberapa nama temanku juga terukir di sini."ucap guru jozan yang menerung karena teringat dengan perjuangan temannya.


guru jozan melanjutkan perkataannya.


"akan ku beri kalian satu kesempatan lagi.namun, pertempuran merebut kalung akanku buat lebih keras. yang menerima tantangan ini bisa makan siang.namun, jangan beri dara makan."


dara yang mendengar itu mengerutkan wajahnya.


"ini hukuman karena melanggar peraturan dan mencoba makan sendiri. jika ada yang memberinya makan, orang itu maka akan didiskualifikasi. aku yang membuat peraturan di sini, kalian paham?" ucap guru jozan dengan wajah yang serius.