Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
super hero bab 25



"sial! jounan masih bisa terus memanjat?"gumam batin dara.


"sial.dia makin mengejar batas garis tinggiku." gumam batin jounan.


"sial! jika aku terganggu oleh jounan, konsentrasiku akan buyar."ucap dara.


dara kembali mengeluarkan energi sambil mengingat saran dari sara.(energi memakai jurus spiritual.jadi,jangan panik atau tegang.rileks dan konsentrasi pada pohon agar kau bisa kumpulkan sejumlah energi di telapak kakimu).


"konsentrasi.... bagus.sepertinya aku bisa.baiklah! ayo!"ucap dara yang ingin berlari.


"hei, dara." panggil jounan.


"akhhhh kau kenapa? jangan ganggu di saat aku coba konsentrasi!" teriak dara yang kesal kepada jounan karena sudah mengganggu konsentrasinya.


"begini..."ucap jounan yang malu malu.


"apa?"jawab dara.


"tak biasanya dia bicara padaku duluan." gumam batin dara yang bingung.


"kau tadi sempat meminta petunjuk sara.dia bilang apa?" tanya jounan.


dara terkejut membulatkan matanya karena mendengar kalau jounan ingin tau juga petunjuk dari sara.


"a ehh aku tak akan ku katakan."


"ha"jounan terkaget dan memasang wajah yang kesal kepada dara.


***********


"yaampun! menyenangkan sekali! sudah lama kami tidak makan bersama!" teriak pak kuciza.


yang lain makan sarapan malam dengan santai.namun,dara dan jounan makan sangat cepat dan tampak seperti terburu buru.


"tambah lagi." ucap dara dan jounan Secara bersamaan sambil menyodorkan piringnya ke arah pak kuciza.


karena mereka berdua makan sangat cepat sehingga mereka berdua mual dan memuntahkan makanan tersebut.


"jangan makan jika mau di muntahkan!" teriak sara yang kesal pada jounan dan sara.


"tidak,aku akan makan." jawab jounan.


"aku akan makan meski harus muntah.aku harus segera menjadi kuat agar..."jawab dara.


"yaaaaa tetapi muntah itu berbeda." ucap guru jozan pelan.


"permisi, kenapa ada foto sobekan yang di gantung di sini. andini memandangi ini sepanjang makan malam. bagian yang sobek ini tampaknya sengaja di sobek."tanya dara.


pak kuciza,andini,dan ibu andini pun mendengar pertanyaan dari sara seketika memasang wajah yang jutek.


"itu suamiku." jawab ibu andini.


"dia pria yang pernah di sebut sebagai pahlawan kota ini."jawab pak kuciza.


andini yang mendengar ucapan kakekny yang ingin menjelaskan kepada sara. ia pun langsung pergi dari meja makan dan masuk ke kamarnya.


"andini, kau mau ke mana?"ucap ibu andini sambil mengejar anaknya ke kamar.


setelah membuka kamar anaknya ibu Andini berkata kepada ayahnya."sudah ku bilang jangan menceritakan orang itu di depan andini!" ucap ibu andini yang memarahi pak kuciza dan langsung menutup pintu kamar.


"ada apa dengan Andini?" tanya sara yang kebingungan.


"sepertinya ada sesuatu."ucap guru jozan.


"andini punya ayah yang tidak memiliki ikatan darah dengannya.mereka seperti ayah dan anak kandung yang sangat akrab.dulu, andini selalu tersenyum.akan tetapi....andini berubah sejak peristiwa yang terjadi pada ayahnya. peristiwa itu merenggut keberanian penduduk pulau ini dan andini. pada hari itu juga,semuanya berubah akibat insiden."jelas pak kuciza Sambil meneteskan air matanya.


"insiden? apa yang terjadi pada andini?"tanya guru jozan.


" untuk menjelaskan peristiwa itu, aku harus menceritakan tentang pria yang di juluki super hero/pahlawan pulau ini."ucap pak kuciza.


"super hero?"tanya dara.


"pada 4 tahun yang lalu, andini bertemu pria itu."


cerita 4 tahun lalu.


andini yang sedang di ikat oleh kedua temannya di pohon dekat sungai berteriak memanggil nama kucingnya yang bernama moli.


"moli! moli! moli!"


"meong meong meong"


"salah! namanya wait star.mulai hari ini, dia kucingku." ucap temannya yang sedang memegang kucing milik andini.


"dia bukan wait star! dia moliku! kembalikan! moli adalah temanku! siapa yang rela memberikannya pada orang sepertimu?" teriak andini sambil memberontak dari ikatannya.


plungggggggg


"moli!" teriak andini.


kucing itu pun memberontak karena tidak bisa berenang di air sambil meong meong.


"itu akibatnya kau tidak mau menyerahkannya. sekarang aku tidak peduli dengan kucing itu." hei lepaskan talinya." ucap temannya.


teman yang satunya pun langsung melepas tali itu yang mengikat tubuh andini.


"apa yang kau lakukan? kau mau Membunuh moli?" teriak andini yang kesal.


"dia kucing kesayanganmu,kan? maka cepatlah selamatkan dia."


andini langsung terdiam panik karena ia kebingungan ingin menolong kucingnya tapi di satu sisi ia tidak bisa berenang.


"kenapa? kau tidak keberatan jika dia mati?" ucap temannya.


nadini langsung mendekat ke tepi sungai.namun, hanya melihat kucingnya yang sedang berusaha agar bisa bernafas di air.


" yang pasti aku tidak ingin dia mati. dia temanku satu satunya namun...maaf moli aku tidak bisa berenang."gumam batin andini.


"hei! jika kau pemiliknya, selamatkan dia!"ucap temannya dari belakang sambil mendorong tubuh andini sehingga terjatuh ke sungai.


burrrrrrr


"akh ah tolong aku." teriak andini sambil berusaha berenang.


"gawat,melisa. bagaimana jika dia tidak bisa berenang?" ucap teman yang satunya.


"biarkan saja." ucap melisa yang mendorong andini.


"akan tetapi...."


melisa langsung menarik baju temannya dengan kuat sambil berkata.


"lalu kenapa kau tidak selamatkan dia saja?" ucap melisa.


"aku tidak mau mati.tolong aku!" teriak andini.


andini yang melihat kucingnya sudah bisa berenang dan pergi meninggalkan andini yang sedang berusaha untuk tidak tenggelam.


"moli! moliiiiiiii!"


kembali.


"moli belajar cara berenang saat itu." ucap pak kuciza.


moli yang sudah di tepi sungai langsung berlari ke arah kota untuk meminta bantuan.


melisa yang melihat kucing itu berlari ke arah kota berkata."wait star melarikan diri! kejar dia!"


melisa dan temannya pun berlari mengejar moli meninggalkan andini yang sedang berusaha berenang agar tidak tenggelam.


di saat andini sudah tidak bisa bernafas ia pun tenggelam.


"aku tidak bisa bernafas.berakhirlah riwayatku." gumam batin andini.


setelah beberapa menit kemudian. andini tersadar dari pingsannya dan membuka matanya.


"sudah siuman kau,nak?"ucap pria itu yang sedang membakar ikan di tepi sungai.


andini yang mendengar perkataan pria itu langsung terkejut dan terbangun dari tidurnya melihat pria itu dengan baju merah polos dan ada bekas garis luka di pipinya.


"aku sudah menegur bocah bocah nakal itu. ini.makanlah."ucap pria itu sambil menyodorkan ikat ke arah andini.


andini yang melihat pria itu hanya melongo dan bergumam dalam hati."apa dia super hero?"


"paman menyelamatkanku?" tanya andini.


"makanlah ini terlebih dahulu."ucap pria itu.


pria itu langsung menjelaskan yang sebenarnya mengapa ia bisa menolong andini.


"begitu.kau di khianati oleh kucingmu juga.di pulauku, kucing adalah makhluk yang sangat setia.namun, kau menghianati kepercayaan kucingmu. jadi, apa boleh buat." ucap pria itu.


"aku takut dan tidak bisa bergerak.aku ingin menyelamatkannya,tapi tidak berani, jadi...." ucap andini sambil memakan ikan itu dan ingin mengeluarkan air matanya.


"tentu saja anak seusiamu akan takut. namun,nak, ingatlah ini, pilih jalan hidup yang takkan kau sesali.untuk hal hal yang berharga bagi diriku, akan kulindungi sampai akhir dengan kedua tangan ini.walau berat atau sulit, aku akan terus berjuang meski harus mengorbankan nyawaku."ucap pria itu.


"namanya kenzo. dia seorang pelaut yang datang ke pulau ini dari negara lain untuk mewujudkan impiannya. sejak saat itu, andini sangat mengagumi kenzo. mungkin karena andini kehilangan ayah kandungnya saat terlalu kecil untuk ingat sesuatu.namun, dia sangat akrab dengan kenzo. mereka seperti ayah dan anak.tidak butuh waktu lama bagi kenzo untuk menjadi anggota keluarga kami. dia pria yang di butuhkan kota ini."penjelasan pak kuciza.