
"mustahil!!! gurunya pun lebih jelek!"ucap dara yang terkejut.
"menyebalkan sekali.mata yang sama sama melotot baru pernah aku melihat itu selama aku hidup."ucap dara.
"woi! kalian jangan coba coba mengejek guru ziga!"teriak met all yang kesal karena gurunya di ejek.
"diam! aku tak bisa menyangka karena hal aneh muncul ber tubi tubi!"teriak dara.
"apa?!"teriak met all.
"oi,all! hentikan!"ucap guru ziga.
"ya. guru."jawab met all.
"haaaaaaaa!! bodoh!!"teriak guru ziga yang memukul pipi met all hingga mengeluarkan darah di hidungnya.
"all,kau..."ucap guru ziga yang mengeluarkan air mata.
met all pun ikut menangis mengeluarkan air mata sambil berkata."guru.."
"cukup,all! jangan bicara lagi!"ucap guru ziga.
"guru!"teriak met all sambil menangis dan memeluk guru ziga.
"all..."
dara dan yang lainnya pun terkejut dengan wajah yang menjijikan melihat kedua murid dan gurunya seperti itu.
"aku di kalahkan oleh orang seperti itu?"gumam batin jounan yang tidak menyangka bisa di kalahkan oleh met all yang kelakuannya alay.
"ya.ini adalah gejolak jiwa muda!"ucap guru ziga yang memeluk met all dengan erat.
"guru!"ucap met all yang menangis dan tidak bisa berkata apa-apa.
"tampaknya yang seperti itu bagus juga."ucap dara.
"bodoh! itu berbahaya! sangat berbahaya!"ucap sara.
"tidak apa apa,all! kesalahan seperti itu wajar di masa remaja.jangan khawatir."ucap guru ziga.
"guru baik sekali!"ucap met all yang terharu.
"sekarang,kelilingi lapangan latihan 50 kali!" ucap guru ziga.
"siap.guru!"jawab met all.
"ayo!"ucap guru ziga.
"baikk!"ucap met all.
mereka berdua pun berjalan menuju lapangan itu.
"woi tunggu sebentar.kita belum selesai berbicara!"ucap dara.
"bagaimana dengan ujian juniornya? sudah tidak ada waktu."tanya sara.
"eh, iya juga."ucap guru ziga yang terhenti dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"all,kau akan di hukum karena memulai perkelahian dan memakai...teknik terlarang,setelah ujian junior."ucap guru ziga.
"siap!"jawab met all sambil hormat.
guru ziga langsung melihat ke arah dara dan yang lainnya sambil bergumam dalam hati."kalau tidak salah,mereka murid jozan."
"astaga, dia melihat ke arah kita!"ucap sara.
"kalian,bagaimana kabar guru jozan?"tanya guru ziga.
"kau kenal dengan jozan?"tanya jounan.
"sangat mengenalnya.hehe orang orang menyebut kami...dua rival abadi."ucap guru ziga sambil menyeringai.
"bohong!"terkejut sara dan dara.
"bicara apa kalian! guru ziga benar benar...."ucap met all yang tiba tiba di potong oleh guru ziga.
"tidak apa apa.bukti lebih baik dari pada janji."ucap guru ziga.
buftttt
tiba tiba guru ziga muncul di belakang mereka bertiga sambil berkata."ngomong ngomong,rekorku selama bertarung adalah 70 menang dan 29 kalah."
"ha? dia..."terkejut jounan.
"ha sejak kapan dia.."ucap dara yang tidak menyangka tiba tiba guru ziga muncul di belakang mereka.
"aku lebih kuat dari pada jozan."ucap guru ziga yang menyombongkan diri.
"mustahil.dia sangat cepat! dia lebih cepat dari pada jozan! apa dia benar benar?"gumam batin jounan.
"sial."gumam batinn jounan.
"kali ini, all yang menimbulkan masalah.demi wajahku yang seperti ini, maafkan dia.demi wajahku yang tampan ini."ucap guru ziga sambil tersenyum.
"dia lebih hebat dari pada jozan? sial! dia... tidak asal bicara" gumam batin jounan yang kesal.
"kalian dan all harus cepat ke ruang kelas."ucap guru ziga.
"dia..."gumam batin dara sambil menatap met all yang sedang membersihkan bajunya.
"kalau begitu, berusahalah,all. sampai jumpa."ucap guru ziga.
bufttt guru ziga dan katak itu pun langsung menghilang.
"siap guru!."jawab met all.
"apa?" terkejut dara yang tiba tiba guru ziga menghilang.
"jounan.ada satu hal lagi yang ingin ku sampaikan.sebenarnya aku datang untuk menguji coba kemampuanku sendiri.aku berbohong sebelumnya,junior terkuat di kosaki mungkin ada di timku.aku mendaftar untuk mengalahkan orang itu.kau juga adalah salah satu sasaranku, tolong persiapkan dirimu untuk ujian!"ucap met all dan pergi meninggalkan mereka bertiga.
jounan hanya memasang wajah serius.
"apaan?jadi, keluarga ahicu tidak sehebat itu?"ucap dara yang menyindir jounan.
"dara!"ucap sara.
"diamlah.suatu saat akan ku kalahkan dia."ucap jounan.
"halah ucap orang yang baru saja di kalahkan."ucap dara dengan wajah yang meledek.
"dara! kau ini kenapa?"ucap sara.
jounan langsung menatap mata dara dengan tajam.
"kau melihatnya, bukan? tangannya..."ucap dara yang melihat tangan met all penuh dengan otot dan terlihat seperti keras.
dara melanjutkan perkataannya.
"si mata melotot itu mungkin melakukan banyak latihan khusus.setiap hari dan lebih sering dari pada kau. itu saja yang ingin kukatakan."
jounan pun membuang tatapannya dan memasang wajah yang semakin geretan untuk melawan met all lain hari.
"menarik.huh ujian junior ini menarik juga.apa lagi berikutnya?"ucap jounan sambil mengepalkan tangan.
"ya!" ucap dara yang setuju.
"benar!"ucap sara.
"ayo dara! sara!"ucap jounan dengan semangat.
"ya!"teriak dara.
mereka bertiga pun berjalan ke kelas untuk mendaftar.
******
(sekolah ninja)
setelah mereka bertiga sampai di depan kelas mereka bertemu dengan guru jozan.
"jadi begitu...sara datang juga,ya. kini kalian bisa mendaftar ujian junior secara resmi."ucap guru jozan.
"apa maksudnya?"ucap sara yang bingung.
"sebenarnya,sejak awal,hanya tim tiga orang yang bisa mendaftar untuk ujian."ucap guru jozan.
"namun,guru bilang keputusan untuk ikut ujian tergantung diri masing masing."ucap sara.
"benar."jawab guru jozan.
"guru berbohong?"tanya sara.
"ya. jika kukatakan begitu,dara dan jounan mungkin akan memaksamu mengikutinya.meski kau tak ingin mendaftar,jika jounan memintamu,kau akan mengikuti ujian dengan setengah hati.demi jounan dan juga demi dara."ucap guru jozan.
"lalu, jika hanya jounan dan dara yang datang kemari...."ucap sara.
"aku akan menghentikannya. aku tidak berniat membiarkan mereka melewati tempat ini. namun, kalian datang atas kemauan kalian sendiri. sara.dara.jounan.aku senang kalian bertiga datang. kalian tim yang ku banggakan.sekarang, masuklah."ucap guru jozan dengan tersenyum.
"baiklah, ayo masuk!"ucap dara.
mereka bertiga pun akhirnya masuk ke dalam ruang pendaftaran itu.namun, setelah mereka masuk melihat banyak junior yang sedang Mendaftar dari desa yang berbeda beda dengan tatapan yang tajam tajam.
"luar biasa."ucap dara melongo.
jounan hanya melihat dengan mata ganasnya.
"ada apa ini? ada banyak orang.apa semuanya peserta? mereka semua tampak kuat."gumam batin sara yang gelisah.