
keesokan harinya pada pukul 07.00
"sekarang latihan di mulai."ucap guru jozan.
"baik!"teriak dara yang bersemangat.
"sebelum kita mulai latihannya, kujelaskan terlebih dahulu kekuatan energi untuk ninja dari dasarnya."ucap guru jozan.
"di saat begini?"tanya jounan.
"tentu saja kami tahu tentang itu,"patokan" ya?"ucap dara.
"energi.baik sara."ucap guru jozan yang memerintahkan sara untuk menjelaskan kepada dara.
"heii dara dengarkan. akan ku jelaskan dengan singkat karena sangat banyak.energi adalah kekuatan yang di perlukan oleh ninja saat ingin memakai jurus.energi terdiri dari dua kekuatan.energi tubuh yang di kumpulkan dari setiap sel dalam tubuh dan kekuatan spiritual yang terkumpul dari hasil latihan dan pengalaman. dengan kata lain,jurus menggabungkan kedua energi ini(putih dan merah) dari dalam tubuh dan ini di sebut(penggabungan energi) lalu energi di aktifkan dengan membentuk segel di bagian punggung tangan."penjelasan dari sara.
"woaaaaa tepat sekali! guru ramada memang pintar." ucap guru jozan.
"hhm apa itu?! mungkin aku tidak memahami penjelasan yang rumit, tapi aku harus langsung praktek saja!" ucap dara yang kesal karena penjelasan sara tidak bsa ia pahami.
"dara benar kita semua bisa menggunakan jurus."ucap jounan yang membenarkan perkataan dara.
"tidak! kalian belum sempurna dalam menggunakan energi."ucap guru jozan.
"ha? apa?" terkejut dara.
guru jozan melanjutkan penjelasannya.
"tunggu dan dengarkan. Seperti perjelasan sara barusan, menggabungkan energi berarti memakai baik energi sempurna maupun spiritual dan menjadi satukan ke dalam tubuh. tentu saja, jumlah dan persiapan setiap energinya berubah sesuai jurus yang ingin kalian aktifkan. selama ini kalian tidak menggunakan energi dengan sempurna! meskipun kalian bisa menggabungkan banyak energi, jika kalian tidak bisa mengendalikannya dengan seimbang, efek jurus tidak akan berkurang separuhnya, tapi juga tidak bisa aktif sama sekali. membuang banyak energi akan merugikan dalam jangka panjang, itu lah beberapa kelemahan yang bisa terjadi."
"lalu kami harus bagaimana?"tanya dara sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"pelajari pengendalian energi dengan tubuh kalian. itu latihan yang sulit...yang mengharuskan kalian untuk pertaruhkan nyawa guna menguasainya!" ucap guru jozan.
dara,sara, jounan pun membulatkan matanya.
"apa yang harus kami lakukan?"
"hemm...memanjat dinding." ucap guru jozan.
"memanjat dinding?" muridnya dengan bersamaan.
"benar. namun,bukan sekedar memanjat dinding.kalian akan memanjat tanpa memakai bantuan tangan."ucap guru jozan.
"loh? bagaimana caranya?"tanya sara yang meragukan Perkataan guru jozan yang tidak mungkin bisa di lakukan.
"perhatikan saja." ucap guru jozan sambil mengumpulkan energi di bagian telapak kaki agar bisa berjalan di dinding.
guru jozan pun dengan santai berjalan di dinding tanpa menggunakan tangan dan tidak terjatuh.
"ha? dia memanjat." ucap dara yang melongo melihat guru jozan bisa memanjat dinding dengan mudah.
"badan tegak lurus ke dinding dan dengan kakinya."
"tunggu sebentar! memang hal semudah itu bisa membuat kami kuat?" tanya sara.
"itu tujuan utamanya. tujuan latihan ini yaitu mengeluarkan jumlah energi yang di perlukan ke titik tertentu. ini sangat sulit bahkan bagi ninja yang sudah ahli. jumlah energi yang di pakai untuk memanjat dinding sangat kecil. telapak kaki adalah tempat tersulit untuk menyalurkan energi. dengan kata lain, jika kalian mampu mengendalikannya, kalian bisa menguasai jurus apapun. begitu lah secara berteori. tujuan ke dua yaitu mempertahankan energi gabungan itu. para ninja paling banyak gabungkan energi saat bertarung.dalam situasi semacam itu, mengendalikan dan mempertahankan energi menjadi tingkat sulit. ngomong ngomong, tidak akan ada hasilnya jika aku hanya berbicara. kalian harus langsung praktek saja."ucap guru jozan sambil melemparkan 3pisau ke tanah di hadapan muridnya.
"gunakan pisau itu untuk menandai titik.sampai di mana kalian bisa memanjat dinding. berikutnya,berusahalah untuk melampaui titik tertinggi kalian. kalian masih belum bisa berjalan dan memanjat dinding secara tegak lurus, maka berlatihlah dan gunakan momen itu untuk membiasakan diri,faham?"
dara langsung mengambil pisau yang menancap di tanah sambil berkata."latihan ini sangat mudah! sangat gampang buatku! lagian, aku orang yang berkembang paling cepat!"
"cukup omong kosongnya.cobalah sekarang. panjatt dinding."
"baik." ucap dara.
dara langsung menurup kedua matanya dan meluruskan kedua tangannya ke samping dan memutar tangannya ke atas untuk menyatukan kedua tangannya dan turun hingga ke depan dada untuk mengumpulkan energi.
"pertama aku harus mengumpulkan energi di telapak kakiku."
setelah dara merasa energinya sudah terkumpul ia berkata."
jounan dan sara pun menggunakan gerakan yang sama dengan dara."baik lah! aku mulai sekarang!"
dara,jounan dan sara langsung berlari ke arah dinding.namun, dara yang baru saja menempelkan kakinya di dinding dan belum sempat berlari langsung terjatuh ke tanah.
jounan yang langsung bisa berjalan namun hanya sampai dua meter ia merasa ingin terjatuh ia langsung menggores dinding itu menggunakan pisau untuk menandai tingginya mereka berlari.
"aku tidak menyangka sesulit ini untuk mempertahankan energi. jika energi terlalu kuat, kau akan terdorong ke bawah.namun, jika energi terlalu lemah, kakimu tidak menempel dan akan terjatuh." gumam batin jounan sambil melihat dara yang sedang memegang kepalanya yang sakit karena terbentur ke tanah.
"ya, perbedaan antara dara dan jounan sepertinya tepat." gumam batin guru jozan.
"haduuh ini sangat mudah sekali!" teriak sara.
guru jozan, jounan dan dara pun langsung melihat ke arah sara.
"apa? sara!" kaget dara.
sara yang sudah memanjat dinding setinggi 30 meter langsung bisa duduk di dinding sambil tersenyum ke arah jounan dan dara.
"ohhh.jadi, sepertinya yang paling baik dalam mengendalikan energi... adalah sara, murid perempuan."ucap guru jozan.
"waww! hebat, sara! wanita yang ku kagumi memang hebat! akan tetapi... ini membuat aku jengkel!" ucap dara.
"sial! aku ingin di perhatikan oleh jounan. mengapa selalu begini?" gumam batin sara yang ingin di perhatikan oleh jounan bukan dara.
"ya, sara tidak hanya mempunyai pengetahuan tentang energi, kontrol dan staminanya cukup sempurna.tampaknya...dia yang paling mendekati gelar tuan pemimpin,tidak seperti orang lain. selain itu, kelompok ahicu ternyata tidak begitu hebat."ucap guru jozan yang mencoba memanas manasi dara dan jounan.
"diam! guru jozan!" teriak sara yang tidak suka karena guru jozan mengejek jounan.
"nanti jounan tidak suka padaku." gumam batin sara.
"jika aku mengatakan seperti ini, dara dan jounan... ada energi besar yang tersembunyi di dalam tubuh mereka yang tidak bisa diimbangi sara. jika latihannya berjalan lancar,ini akan menjadi aset bagi mereka."gumam batin guru jozan.