Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
" bayanganku lebih hebat!" bab 63



" apa ini? "


sara yang melihat banyak bayangan muncul dari pepohonan.


" jumlahnya sangat banyak. terlebih lagi, apa mereka bayangan? "


lyuki belum menyadari kalau itu adalah bayangan dan musuh yang asli sedang mengumpat di balik pepohonan.


" haha tikus - tikus yang terpojok. " ucap salah satu dari bayangan tersebut.


" banyak omong kau! "


dara langsung melompat ke arah bayangan itu dan memukul perut bayangan itu dengan kuat.


" mereka selemah itu? "


sara berkata sambil tersenyum tipis karena dara telah memukul bayangan itu dengan mudah.


" bagus! dara! "


di saat dara sedang memukul perut bayangan tersebut tiba tiba perut itu memecah seperti lumpur dan keluar satu tangan dari perutnya yang sedang memegang pisau.


" apa yang terjadi? "


dara tidak menyangka kalau pukulannya bisa menembus perut bayangan itu.


" akan kucari tahu! zetzu! "


jounan langsung mengeluarkan mata zetzunya dan mencari tau kelemahan bayangan itu.


bayangan itu langsung menyerang dara dari belakang.


" dara! "


teriak jounan melihat dara yang di serang.


dara yang tidak menyadari mendapatkan serangan dari belakang langsung melirik ke arah jounan.


jounan langsung melemparkan pisau ke arah tangan bayangan itu dan mengenainya hingga terputus. namun, tangannya perlahan kembali tumbuh keluar dan menyerang kembali melemparkan pisau ke arah jounan.


" jounan! awas! " teriak dara.


jounan tiba tiba hanya terdiam sambil menatap pisau yang sedang mengarahnya.


lyuki langsung mendikap tubuh jounan hingga pisau itu menggores sedikit lengannya.


" jounan! " teriak sara.


lyuki yang menahan rasa sakit mencoba bangkit dan berlari ke arah pisau yang di lempar oleh bayangan itu.


" apa yang terjadi? tubuhku... "


gumam batin jounan yang merasakan tubuhnya tidak bisa bergerak karena pengaruh dari segel yang di lengannya mulai aktif dan menyebar secara perlahan.


" kau baik baik saja? "


sara memegang pundak jounan dan membantunya untuk duduk.


" tidak salah lagi. ini pisau asli, bukan ilusi. "


lyuki mencoba mengamati pisau tersebut.


--berikan buku itu.


-- berikan buku itu.


bayangan itu berkata berulang ulang secara bersamaan sambil berjalan perlahan seperti zombie, yang ingin mendapatkan buku dari tim dara.


" lyuki terluka, berarti makhluk ini bayangan asli? namun, bayangan seharusnya menghilang ... jika menerima serangan langsung, tapi yang ini tidak menghilang. apa berarti ini dimensi? yang mana? "


kebingungan dara dengan lawannya yang ia fikir adalah itu bayangan. namun, di pukul tidak menghilang.


" keparat!


dara geregetan dan ingin melemparkan pisau itu lagi ke arah bayangan.


" percuma! hentikan! "


jounan menahan dara untuk tidak menyerang bayangan itu lagi.


dara mendengar perkataan dari jounan langsung tidak jadi menyerang bayangan itu.


" ini hanya ilusi. ini dimensi musuh. "


jounan yang sudah menyadari kalau mereka sedang dalam pengaruh dimensi musuh.


" namun, luka lyuki itu sungguhan. "


sara menjelaskan kepada jounan kalau mereka masuk dalam dimensi dan musuh menyerangnya. mereka tidak akan menyebabkan luka asli.


" tidak, seperti kata jounan. mungkin musuh bersembunyi di suatu tempat ... dan mengatur serangannya sesuai dengan gerakan ninja bayangan, lalu menyerang dari lokasi berbeda. seolah ninja bayangan yang menyerang. "


lyuki menyadari kalau bayangan menyerang dengan di belakangi oleh pisau asli yang di lempar dari tempat ninja asli yang sedang bersembunyi. dan hal tersebut membuat mereka terkecok.


" kalau begitu, akan kutemukan si pecundang yang melempar pisau itu dan menghajarnya. "


dara kesal dengan musuh yang hanya bisa menyerangnya dengan cara mengumpat dan tidak berani untuk bertarung langsung.


" kita sudah tertipu oleh asal lemparan pisau itu, jadi, kita tidak bisa menemukan lokasi musuh seperti ini. apa kau mengerti? itu tujuan musuh. sepertinya dia tipe yang lemah dalam pertarungan jarak dekat dan rikkuza ... yang menyukai serangan seperti ini. musuh kita tidak akan muncul sampai kita tidak bisa bergerak. dengar, semuanya. apapun yang terjadi, hindari serangan musuh. " jelas lyuki.


" baiklah, jika itu rencana mereka ..., "


dara mengerti apa maksud dari penjelasan dari lyuki.


" Sekarang, sampai kapan mereka mampu bertahan? " ucap musuh tubuh asli dengan mata yang hitam.


" malam masih panjang. ha-ha-ha. " ucap musuh tubuh asli dengan menggunakan perban di matanya.


tubuh asli yang menggunakan penutup mulut langsung mengeluarkan 3 pisau dan melemparkan ke arah tim jounan.


dara langsung menghindari pisau itu dan sara juga menangkis menggunakan pisaunya sambil menjaga tubuh jounan. lyuki melompat untuk menghindari pisau yang hampir mengenai perutnya.


" astaga! tidak ada habisnya! "


sara dengan nafas yang terengah engah karena kelelahan menghindari serangan itu.


" kalau begitu ..., "


dara ingin mengeluarkan jurus bayangannya dan ingin melawan bayangan tersebut.


" hentikan! dara, jangan buang-buang energimu. meskipun kau mencoba menyerangnya, itu akan sia-sia. " perintah lyuki.


" jika kuhajar semuanya dalam sekali serangan, musuh tidak akan bisa menyerang selagi bayangan itu meleleh. tempat persembunyian akan ketahuan. futari ni naru! "


dara yang sangat bersemangat dan sangat pede langsung mengeluarkan ratusan jurus bayangannya.


" apa? bayangan? " terkejut musuh.


" haaaaaaa "


bayangan dara langsung menyerang bayangan musuh secara bersamaan. namun, bayangan yang sudah di pukul oleh dara dan meleleh terus menerus membuat tubuhnya sempurna kembali.


" masih kurang! " teriak dara.


" jounan, apa yang harus kita lakukan? "


tanya sara kepada jounan yang kebingungan harus membantu dara dengan apa.


" si bego itu. selalu menyerang sendirian! "


kesal jounan kepada dara yang selalu menyerang musuh sendiri tanpa kerjasama.


" tetapi ..., " ucap sara.


" benar. ini bukan situasi yang bisa dia hadapi sendirian. "


lyuki mengeluarkan pisaunya dan segera membantu dara untuk melumpuhkan bayangan musuh.


" ayo, sara! " teriak jounan yang mengajak sara untuk ikut membantu dara.


" ya! " jawab sara.


setelah 20 menit mereka menyerang bayangan itu. mereka semua langsung terjatuh dan kelelahan karena bayangan itu terus menerus membentukan diri menjadi sempurna.


" aku belum selesai. "


dara yang sudah terjatuh namun masih belum menyerah untuk menyerangnya lagi nanti.


" matahari sudah mulai tiba. waktunya untuk berburu. " ucap musuh tubuh asli yang mata hitam.


" rebi, sudah cukup. ha-ha-ha kita sudah cukup menghabiskan semangat mereka. sekarang tinggal tubuh mereka. " ucap dotan yang menggunakan perban di matanya.


" beruntung. " ucap dorta si penutup mulut.


mereka bertiga langsung memunculkan wujudnya di hadapan tim dara.


" hei. kau yang melukai pundak kiriku. akhirnya aku menemukanmu. kau benar benar membuatku kesal. beruntung. sekarang aku bisa membalasnya. " ucap rebi sambil mengeluarkan pisau.


" hekh. "


dara langsung tersenyum ke arah tiga orang itu.


" ha? " terkejut Rebi membulatkan matanya.


" tikus- tikus yang terpojok. "


jounan dan yang lainnya ternyata sedang bersembunyi di semak- semak belakang mereka bertiga dan membuat musuh ketakutan.


" sukses, dara! " ucap sara.


rebi langsung membalikkan badannya dan melihat tim dara yang sedang berdiri di belakangnya.


" siapa sebenarnya mereka? tidak mungkin. sejak kapan? " ucap rebi yang ketakutan.


" bego! akhirnya kau menampakkan wujud aslimu! " ucap bayangan dara yang ada di depan rebi.


buft buftt buft


bayangan dara yang ada di depan rebi sedang menyamar menjadi tubuh sara, jounan, dan lyuki langsung berubah menjadi tubuh dara kembali.


" bocah ini, jangan-jangan ..., " ketakutan rebi.


jurus bayangan hanya untuk menyiapkan trik ... agar aku bisa meniru teman temanku! " ucap dara.


" saat dara melakukan jurus bayangan, kami bertiga bersembunyi. para pengguna dimensi ini sudah tertipu. " ucap jounan.


" dara! dara, kau sudah memakai terlalu banyak energi. serahkan sisanya kepadaku. " ucap jounan.


rebi langsung menatap jounan yang berada di belakangnya. namun, dara yang tiba tiba muncul di hadapan rebi langsung memukul wajah rebi dengan kuat.


" haaaaa "


bukkkkk rebi pun terpental dan menabrak kedua temannya sehingga mereka bertiga terjatuh.


" tidak! tidak akan kubiarkan ... kau mengambil alih bagian yang seru! " ucap dara dengan kelelahan namun masih berusaha untuk memukul musuhnya.


" benarkah itu dara yang kukenal? sejak kapan dia berkembang sejauh ini? " gumam batin jounan.


" anak yang pintar. tidak bisa di percaya dia masih bisa bergerak. " gumam batin rebi.


" dara ..., "


sara terpukau melihat semangat dara yang begitu besar dan selalu berusaha bangkit meski dirinya sedang lemah.


" stamina energi yang luar biasa. tepat setelah futari ni naru, teknik berani yang mengubah tiga tubuh menjadi teman-temannya. lalu dia masih mampu bergerak setelah melakukan semua itu. sekarang sudah hari ke dua menjelang tiga malam. anak ini akan berubah jika bisa menguasai pemakaian energinya. " gumam batin lyuki terheran heran.


" lumayan juga. tetapi nasib kami belum berubah. sudah tidak ada waktu lagi. kali ini, lihatlah rikkuzi kami! " ucap botan.


" borka banchio tatsu! "


botan mengeluarkan jurus 30 bayang hitam yang tidak bisa menyerang hanya terdiam di tempat.


" bayang hitam? " ucap dara dengan nafas yang terengah engah.


" tidak, itu hanya jurus biasa. tetapi dia merencakan sesuatu! "


jounan dan kedua temannya hanya menonton pertarungan dara dan dotan Dari belakang.


" jika hanya bayang hitam, pasti ada tubuh aslinya. akan kuhajar mereka sampai aku menemukannya. " ucap dara.


" dasar bego. rencana gegabah itu ... " ucap jounan.


" sudah kubilang! jangan ikut campur! " teriak dara dan berlari menyerang.


" dara! jangan gegabah! " teriak sara.


" mustahil. " gumam batin lyuki.


jounan yang sedang menonton, tiba tiba jounan merasakan sakit di bagian leher belakang.


" kenapa leherku sakit saat aku memakai zetzu? apa karena terlalu banyak pakai energi? sial! " gumam batin jounan.


" hakhh! "


dara memukul satu persatu bayang hitam itu. namun, di saat dara memukul bayang hitamnya, hanya tembus dan tidak mengenainya.


" sial, bayang hitam? yang ini juga? "


" yang ini juga? "


" yang ini juga?! "


lyuki langsung mengejar dara yang sedang memukul bayang hitam satu persatu.


" dara, hentikan! "


" apa semuanya palsu? atau mungkinkah dimensi lagi? " gumam batin sara.


" ini energi terakhirku. zetzu! " jounan langsung membuka mata zetzunya dan melihat semua bayang hitam musuh yang energinya berbeda adalah yang asli.


" akhhh! " teriak jounan yang langsung memegangi lengan kirinya.


" jounan! hah? memar itu lagi. " terkejut sara yang melihat segel di lengan jounan kembali memar.


" berhentilah memakai zetzu, jounan! " perintah sara.


dara yang melihat jounan sedang kesakitan langsung menengok ke arah belakang.


" jangan lengah! " teriak botan yang berada di depan dara yang ingin menusuk.


lyuki dengan cepat langsung menangkap tubuh dara dan mendorongnya.


crukkk


lagi dan lagi perut lyuki tergores oleh pisau musuh karena menyelamatkan temannya.


" lyuki! "


dara yang melihat lyuki terbaring lemah langsung emosi dan berdiri.


" sial! "


" hentikan! dara! " teriak jounan.


dara langsung melihat ke arah jounan.


" sebanyak apapun kau menyerang mereka, tubuh aslinya tidak ada di sana. " ucap jounan.


" apa? lalu di mana musuh yang menyerang kita? jika ini hanya bayang hitam, bayang hitam tidak bisa menyerang! " ucap dara.


" jika aku tahu, kita tidak akan kewalahan. ini rencana musuh. " ucap jounan.


" ah, aku tidak bisa memakai jurus bayangan lagi. " gumam batin dara.


" mereka sudah mencapai batas. beruntung. " ucap dotan.


dotan dan kedua temannya langsung munculkan setengah badannya dari bawah tanah dan ingin memukul dagu dara.


" itu dia! tubuh asli bersembunyi dengan elemen tanah dan menyerang dari bawah tanah! " gumam batin jounan.


lyuki dengan cepat langsung menutupi tubuh dara dan lyuki kembali terkena pukulan hingga terpental jatuh.


setelah musuh sudah keluar dari tanah dara dengan cepat langsung menendang kepala ketiga musuhnya dengan keras.


" haaaaa! "


buakkkkk


ketiga musuh itu langsung terpinsan.


" jangan lengah, 'kan? " ucap dara menyeringai.


" huftttt terima kasih, dara. kau menyelamatkanku. " ucap lyuki.


dara langsung terjatuh duduk lemas.


" kami baik baik saja di sini, dara! " teriak sara sambil melambaikan tangannya.


" ha-ha-ha-ha ... " tawa dara.


20 menit mereka beristirahat dara langsung mencari buku di baju dotan dan membuka semua sakunya.


" kenapa itu? kau terluka? memar yang parah. " tanya lyuki yang melihat lengan jounan memar.


jounan langsung menutup lukanya dan berkata. " bukan apa-apa."


" he ... ini dia! lihat, buku air! " ucap dara.


" syukurlah. " saut lyuki.


" ada yang tidak kusukai ... dari orang ini. " gumam batin jounan melirik ke arah lyuki.


beberapa menit kemudian seorang dua lelaki teman lyuki datang sambil berkata.


" ternyata kalian. kau terlambat, lyuki. " ucap lelaki itu dan mengajaknya ke rumah yang berada di tebing itu.


" aku terlibat dalam sesuatu. maaf. " ucap lyuki.


" hihi, tetapi berkatmu kami mendapat dua buku. " ucap dara.


" tidak, itu karena kalian berjuang keras. kau tadi sangat hebat, dara. " puji lyuki.


" hi-hi-hi-hi. " meringis dara.


" kami akan lewat pintu ini. baiklah, semoga beruntung. " ucap lyuki yang berbeda pintu masuk dengan tim dara.


" ya! " jawab dara.


( buka )


" bagaimana panennya? " ucap lelaki itu.


" ya, melebihi dugaanku. kupenuhi semua datanya dari ujian kedua ini. kau mau ini, 'kan? " ucap lyuki sambil mengeluarkan kertas.


" lalu, bagaimana? " ucap lelaki itu sambil menerima kertas dari lyuki.


" sudah kuduga kau penasaran, tuan drokage.


" aku ingi menyatakan pendapatmu sebagai mata-mata desa otonami. " ucap drokage.


" itu tidak perlu, 'kan? karena pada akhirnya, kau yang akan memutuskan. " ucap lyuki.


" aku suka kecerdasanmu. kerja bagus. " ucap drokage dan menghilang.


****


" tidak ada orang di sini. " ucap dara yang sudah memasuki tempat perkumpulan.


" sara, aku sudah tidak apa-apa. " ucap jounan Sambil melepaskan rangkulan sara.


" oh, baiklah. " jawab sara.


" hei, apa yang harus kita lakukan? " tanya dara kebingungan.


" lihat itu. " ucap sara sambil menunjuk ke arah papan tulis yang ada di depannya.


" tanpa (air)? aku tidak mengerti. " ucap dara.


" jika 'air' tidak ada, perkaya pengetahuanmu dan bersiap untuk peluang. jika 'tanah' tidak ada, carilah keuntungan. bukalah air dan tanah, maka hal yang berbahaya pun akan teratasi. ini adalah rahasia ... dari 'sang pemandu'." ucap sara yang menjelaskan kepada dara.


" apa itu? " tanya dara yang masih belum mengerti.


" sepertinya ada huruf atau sesuatu hang hilang. mungkin ada kaitannya dengan buku itu. kurasa ini berarti kita harus membuka buku air dan tanah. " ucap sara.


sara langsung mengambil buku tanah dari dara. dengan amat ragu dara dan sara membuka buku itu secara perlahan.


" baiklah, akan kubuka. " ucap dara.