My Idol Is A Mafia

My Idol Is A Mafia
MAFIA Kabar dari Kang Chul



Amel masih takut benar benar takut bahkan saat Park Hoon duduk disebelahnya.


"Ceritakan, ada apa?" Tanya Park Hoon berusaha membuat suara nya terdengar baik baik saja.


"Aku diteror lagi" cerita Amel.


Park Hoon mengernyitkan dahinya, maksudnya Amel di toror lagi, bukankah Jhonatan sudah dia bunuh. Orang itu yang selama ini meneror Amel.


Atau ada orang lain yang juga bekerja sama dengan Hideyosi, tapi siapa?


"Aku disini tenanglah"


Ponsel di saku Park Hoon bergetar, lelaki itu bangkit meski tangannya tetap di genggam erat oleh Amel.


Park Hoon berusaha menenangkan ekspresi wajahnya meskipun dia mendengar penuturan Alex dari dalam telephone yang membuatnya marah.


Panggilan itu berhasil di tutup oleh Park Hoon.


"Aku harus pergi" kata Park Hoon dengan rasa tidak rela yang menyelimuti.


"Aku tidak mau sendirian" kata Amel memohon.


Park Hoon menunduk, berfikir sejenak. Di mengambil nafas sangat dalam, menghembuskannya perlahan.


"Aku akan meminta Kevin menemanimu"


"Tapi aku tidak mau kau pergi" kata Amel.


"Dengar aku Amel, saat ini aku hanya bisa mempercayai Kevin, anak buah ku semua akan bisa menghianatiku jika ada orang yang menawarkan uang lebih banyak dariku" Park Hoon menggenggam bahu Amel.


"Keadaannya saat ini jauh lebih rumit" tukas Park Hoon.


"Apa maksudmu?"


"Kau akan segera tahu, yang jelas aku harus membereskan masalah ini"


Park Hoon berdiri dan mengirimi Kevin pesan. Amel masih memeluk Park Hoon, entah kenapa hari ini rasanya dia begitu takut kehilangan lelaki ini.


Bunyi bel dari pintu depan membuat Park Hoon bangkit, dia membukakan pintu untuk Kevin meski lelaki didepannya ini tetap menampakan wajah tidak suka yang semakin menyebalkan.


"Aku titip Amel, entah aku akan pulang atau tidak, tapi jangan percaya pada orang lain selain dirimu dan Amel" pesan Park Hoon.


"Memangnya aku anak buahmu" decak Kevin "sejujurnya aku bisa saja menghianatimu, kenapa kau akhir akhir ini bersikap baik padaku"


"Aku tidak punya waktu untuk ini, tolong jaga Amel"


Park Hoon langsung pergi tanpa berpamitan pada Amel. Gadis itu sudah menangis sesegukan diatas sofa.


"Kenapa kau menangis?" Tanya Kevin,


Amel menggeleng berusaha mengatakan dia tidak apa apa, meski rasanya benar benar sulit.


**


Mobil Park Hoon melaju dengan kecepatan tinggi, dia pergi ke markas dimana Syasya dan yang lainnya berkumpul disana. Panggilan tadi membuat park Hoon tercengang, badan anti korupsi dan hak sipil sudah mendapatkan semua data penting yang selama ini dia tutupi.


Mobil Park Hoon terhenti disebuah gedung kumuh didalam hutan. Dia turun dan segera masuk kedalam sana. Direktur Kang Bok So, manajer Ji Wok, Syasya Alex dan beberapa investornya sudah duduk menunggu.


"Bagaimana kita bisa kebocoran data?" Ucap Park Hoon bahkan belum duduk di kursinya.


Alex menunduk, orang yang ada disana menunduk hormat.


"Ais" decak Park Hoon memukul meja "hanya data sun si saja kan yang berhasil dia dapatkan. Data Eve, dan club di Jepang belum terbongkar?" Tanya Park hoon.


"Aku rasa iya, karena sejauh ini wartawan dan pemerintah sedang menyelidiki Sun Si club " timpal direktur Kang Bok So.


"Tidak apa apa, kita harus melenyapkan bukti keterkaitan semua itu" Park Hoon menunduk "direktur, kau harus melakukan pembersihan dokumen tahunan bukan?" Tanya Park Hoon


Direktur Kang Bok So sudah tahu kemana arah bicara Park Hoon.


"Ya, kau benar" ucapnya.


"Bersihkan file file yang tidak diperlukan Eve, kita harus menyelamatkan Eve dulu" Park Hoon menendang nendang sudut meja "setelah itu keluarkan aku dari grup, sepertinya berita ini harus di tutupi dengan keluarnya aku dari grup"


"Tapi alasan apa yang akan kita gunakan?" Tanya direktur Kang Bok So


"Katakan saja aku memerkosa seorang siswi, dan itu membuat agensi malu" Park Hoon tersenyum "pergilah, sementara waktu jangan temui aku"


Direktur Kang Bok So pamit undur diri, setelahnya Park Hoon menatap Alex.


"Bagaimana dengan club di Jepang?"tanya Park Hoon.


"Itu_____"


Braakkk


Pintu yang semula tertutup dibuka seseorang. Kang Chul berjalan dengan tersenyum, dia menyusuri setiap sudut ruangan dengan matanya.


"Aa kalian disini rupanya" Kang Chul berjalan dengan sombong, dia memasukan tangan nya kedalam saku.


Park Hoon yang tengah duduk di meja langsung turun. Dia juga melakukan hal yang sama , berjalan mendekati Kang Chul yang entah datang dari mana.


"Yahhhh aku ternyata kedatangan teman lama " goda Park Hoon "hyung seharusnya kalau kau ingin ke sini, katakan saja padaku. Aku akan menjemputmu" Park Hoon tersenyum


"Ku rasa tidak perlu, aku hanya ingin menyampaikan kabar bahagia untukmu"


Kang Chul duduk di sisi meja, dia menatap orang orang yang kini mulai bersiap dengan pistolnya.


"Yaa, jangan begitu, aku hanya ingin mengunjungi maknae ku" tukas Kang Chul saat tahu anak buah Park Hoon bersiap menodongnya pistol. "Anjing mu ini tidak ramah dengan orang baru rupanya"


"Maaf hyung, aku lupa melatih anjingku untuk bersikap baik pada anak haram, mereka terlalu sensitif apalagi saat bertemu anak haram" Park Hoon menekan kalimatnya.


Kang Chul tidak marah meski sebenarnya dia sudah kesal. Tapi dia tertawa "Ha ha bedebah sialan" ucapnya dengan tawa yang menggema.


"Oh ya, aku tidak akan berlama lama disini, aku harus melihat agensi ku hancur" dia tersenyum yang seketika membuat wajah Park Hoon datar.


"Kau belum tahu rupanya, Eve sudah di geledah badan korupsi" Kang Chul berjalan dengan langkah mundur untuk keluar dari gedung.


"Dan juga sepertinya kau tidak perlu menghabiskan waktumu ke Jepang hanya untuk mengecek kondisi bisnismu karena pemerintah Jepang sudah menangkap anjing anjing mu"


Kang Chul tertawa lagi "kau senang kan, aku membantu mengurus kedua bisnis mu dengan baik"


Dia melambaikan tangan, sebelum benar benar pergi dia membalikan badannya "aa aku lupa satu berita "


"Ya Park Hoon, ku rasa kau tidak perlu menghabiskan waktumu untuk menjaga Amel, karena gadis itu" Kang Chul menatap jam tangan "dia sedang berada diambang kematiannya"


Park Hoon berniat bangkit dan menodongkan pistol sayangnya begitu dia memompa pistol, anak buah Kang Chul sudah lebih dulu menodongnya dengan tembakan laser. Saat ini Park Hoon tidak bisa melawan, dia kalah jumlah anak buah.


"Brengsek" umpat Park Hoon.


Kang Chul tertawa sambil bersiul dan menyandungkan lagu solo miliknya yang hampir di publikasikan oleh Eve entertainment.