My Idol Is A Mafia

My Idol Is A Mafia
MAFIA kau pelacurku



Amel tak berhenti untuk mengutuk Park Hoon ,pasalnya lelaki itu justru meninggalkannya di apartemen tanpa memberikan tumpangan. Alhasil Amel terbirit birit menuju halte padahal ini sudah jam 6.30 sebentar lagi gerbang sekolahnya akan segera ditutup.


Gadis itu memainkan sepatu kets miliknya, ketika mendengar suara motor berhenti di depannya, Amel mendongak menatap seseorang yang melepas helm sembari tersenyum


Dia Min Hyuk, yang entah sejak kapan selalu berada di sisi Amel. Atau hanya Amel saja yang merasa seperti itu


"Butuh tumpangan?" tanya Min Hyuk halus. Senyumnya tidak memudar.


Gadis itu mengangguk yakin. Lalu berjalan untuk naik kemotor Min Hyuk, setelah mengenakan helm Min Hyuk membawa motornya menuju kesekolahan. Untungnya gerbang sekolahan masih terbuka lebar.


Motor mereka berhenti di parkiran dekat perpustakaan lalu mereka berjalan menuju kekelas. Di koridor sekolah yang terdengar hanya suara celotehan dari berbagai siswa, sedangkan Amel dan Min Hyuk masih saling bungkam.


"Nanti sepulang sekolah mau ikut jalan jalan?"


Amel mendongak ketika suara serak itu membuka suara.


"Kemana?" tanya Amel masih menatap kedepan


"Namsan Tower"


Amel mengaguk lemah, entahlah kenapa tapi boleh juga dia pergi untuk menyegarkan fikirannya. Daripada dia di apartemen dan melihat tampang Park Hoon.


Min Hyuk mengantarkan Amel sampai didepan kelasnya, setelah tersenyum lembut lelaki itu berjalan menuju kelas.


Amel melangkah maju ketika matanya beradu dengan mata elang Park Hoon gadis itu buru buru membuang muka, enggan berpandangan terlalu lama.


"Hei Amel, kau pacaran ya sama Min Hyuk?" tanya Sehun dari arah belakang. Amel terlihat sedikit lamban mencerna ucapan Sehun.


"A-Apa?"


"Aku tanya, apa kau pacaran dengan Min Hyuk?" ulang Sehun


"Tidak" jawab Amel cepat. Memang itu kan yang sebenarnya.


"Jangan bohong, kalian terlihat sangat dekat" goda Sehun. Amel kembali menggeleng lalu menatap kearah Park Hoon yang juga menatapnya.


"Hanya dekat, tapi tidak pacaran" ujar Amel bersikeras dengan jawabannya


"Baiklah, kalau begitu kalian sedang masa Pendekatan"


Belum sempat Amel mengeluarkan suaranya, Sehun sudah berjalan menuju mejanya sembari bersiul ria.


"Good Morning" sapa Lee Chan terlihat gembira, lelaki itu berjalan sembari memakan Permen. Amel menoleh sekilas ketika Lee Chan mengangkat tangan untuk menyapanya.


"Hei Amel, kau tidak menjawab ucapan selamat pagi dari oppa" protes Lee Chan terlihat lucu


"Pagi kembali" jawab Amel  sembari berjalan menuju kursinya.


**


Jam istirahat ini Amel memilih untuk duduk sendiri di perpustakaan, dia memilih menghabiskan waktunya untuk membaca novel karya Choi Yun Kyo yang berjudul


Single Ville. Ketika dia tengah terfokus pada bacaannya seseorang menyenggol lengan kanannya sehingga membuat kosentrasi Amel memudar. Gadis itu menoleh menatap Min Hyuk yang memberikan kotak bekal bewarna hijau muda.


"Kau belum makan?" tanyanya dengan suara berbisik


Amel menggeleng, lalu kembali fokus pada bacaannya


"Makanlah dulu" ucap Min Hyuk yang sukses membuat Amel menoleh kembali. Amel tersenyum merasa sedikit senang dengan sikap baik Min Hyuk.


Tapi gadis itu tidak langsung menyantapnya, melainkan melanjutkan bacaannya kembali. Beberapa menit berlalu dan Amel tidak merasa kehadiran Min Hyuk disebelahnya atau lelaki itu sudah pergi. Amel menoleh hendak melihat keberadaan Min Hyuk, ternyata lelaki itu tengah duduk sembari bertompang dagu menatapnya. Wajah mulusnya tersinari oleh terik matahari dari jendela sehingga membuat semakin bersinar. Lelaki itu tersenyum memamerkan sederetan gigi putih yang semakin membuat Amel berdegup kencang.



Melihat sikap Min Hyuk sukses membuat Amel membisu ditelan kegugupan. Padahal biasnaya dia biasa biasa saja dengan Min Hyuk.


Amel buru buru berdiri, lalu berjalan keluar membawa kotak bekal Min Hyuk, kelakuannya itu sukses membuat Min Hyuk mengernyitkan dahi


**


Didalam kelas Amel menarik nafas pelan pelan berusaha menyembunyikan degup kegugupannya.


"Amel kenapa wajah mu memerah?" pertanyaan Eun Ji membuat Amel ingin lompat dari ketinggian lantai 12 . Buru buru gadis itu menuju kursinya dan membenamkan wajahnya.


"Kau demam?" tanya Lee Chan ikut panik


"Apa?" jawab Amel sinis. Melihat sikap gadis itu Lee Chan langsung mengkerut, sepertinya dia ketakutan dengan ekspresi Amel. Padahal gadis itu hanya berusaha menyembunyikan degup kegugupannya.


**


Setelah pulang sekolah Amel buru buru keluar dari kelasnya untuk menghidari Min Hyuk sayangnya justru lelaki itu berdiri diambang pintu.


"Apa?" tanya Amel skartistik


Amel menepuk jidatnya, astaga dia sampai lupa dengan janji itu. Tanpa babibu Min Hyuk langsung menarik tangan Amel menuju parkiran. Gadis itu menurut, ketika diparkiran matanya bertemu dengan Park Hoon. Lelaki itu ternyata juga berdiri di parkiran, entah apa yang dia tunggu.


"Mau kemana?" tanya Park Hoon kearah Min Hyuk dan Amel.


"kencan"


Jawab Min Hyuk asal, mendengar jawaban itu Amel menatap lekat kearah Min Hyuk, yang ditatap justru tersenyum bahagia.


"Naik" perintah Min Hyuk kearah Amel, gadis itu naik lalu duduk di belakang dengan berpegangan pada tubuh Min Hyuk, setelah motor melenggang, kini giliran Park Hoon yang tersenyum getir.


**


Mereka sampai didepan Namsan Tower, sebelum pergi kesana Amel meminta Min Hyuk untuk mebeli es cream.


Mereka menyantap es cream dikedai, setelah es cream ludes mereka melangkah untuk memasuki area namsan tower


Namsan tower ini memiliki dua nama yaitu Seoul tower dan namsan tower dia bukan kepemilikan pemerintah tapi swasta yang milik perusahaan CJ.


"Mau naik atau jalan?" tawar Min Hyuk. Yang dimaksud Min Hyuk itu adalah jalan naik keatas atau pakai lift untuk menuju gembok cinta.


"Jalan aja" ucap Amel.


Setelah merasakan pegalnya berjalan kaki untuk menuju puncak akhirnya usaha mereka terbayar sudah melihat pemandangan Seoul dimalam hari.



Amel menghembuskan nafas lega. Disini banyak sekali beberapa pasang kekasih, jangan heran kalau kalian melihat mereka berciuman atau juga saling berpelukan.


"Kau tahu Mel, disini ada macam macam warna yang ditampilkan" ujar Min Hyuk seperti tour guide bagi Amel.


"Biru itu tanda bahwa udara disekitar baik baik saja, hijau menandakan udara cukup baik, kuning menandakan tidak baik dan merah itu harus dianjurkan pakai masker" ujar Min Hyuk


Amel mendongak menatap warna yang dipancarkan disekeliling namsan tower, warna biru itu tandanya udara disini cukup baik


"Warna biru" tukas Amel mengulum senyum


"Mau beli gembok?" tawar Min Hyuk


"Gembok? Untuk apa?"


"Ha ha ha disini itu semua pasangan mengikat janji mereka lalu kunci dibuang di situ" tunjuk Min Hyuk pada bagian seperti pipa besi untuk pembuangan kunci.


"Berapa harganya?"


Min Hyuk menggidikan bahu, lalu mereka berjalan mendekati mesin gembok. Melihat harga harganya, masing masing berfariasi dari 8500 won sampai 15000 won. Amel memilih warna Pink kesukaannya. Setelah gembok didapat, gembok itu sengaja di ukir dengan nama mereka masing masing.


Ponsel Amel bergetar menampilkan nama Park Hoon disana. Mau tidak mau gadis itu mengangkat. Dia permisi kepada Min Hyuk untuk mengangkat telepon. Amel memilih tempat yang tenang.


"Apa?" jawab Amel judes


"Pulang"


"Pulang, aku baru saja sampai"


"Kau lupa dengan janjimu"


"Janji? Janji apa?"


"Kau adalah pelacurku, dan kau hanya boleh bersama denganku, tidak dengan orang lain"


"Apa?" Amel merasakan kemarahannya naik level, lelaki macam apa Park Hoon itu. Seenaknya bilang kalau dia pelacur.


"Kau tinggal pilih, pulang atau kau tidak akan bertemu kakakmu lagi"


Amel hendak berucap sayangnya telepon itu terputus sepihak. Gadis itu berdecak sembari menghentakan kakinya.


"Maaf, kakakku meminta ku pulang" ujar  Amel. Min Hyuk melempar senyum nya.


"Baiklah, ayo kuantar pulang"


Amel mengangguk merasa tidak enak dengan Min Hyuk yang sudah bersusah payah mengajaknya kesini


"Oh ya" ucap Amel


Mereka menghentikan langkahnya yang baru beberapa meter dari posisinya tadi


"Ini" Amel memberikan gembok yang mereka pegang kepada Min Hyuk


"Kau simpan dulu ya, kapan kapan kita kesini lagi"