
Malam ini sesuai rencana Park Hoon mereka menyambangi kediaman Lee Moon. Suara tawa renyah di ruang televisi membuat Park Hoon dan yang lainnya bisa leluasa masuk. Ralat meskipun mereka tidak di ruang televisi Park Hoon tetap bisa dengan leluasa masuk kerumah Lee Moon karena semua penjaga di rumahnya adalah anak buah dari Park Hoon. Setelah keluar dari dalam mobil seorang pembantu langsung membukakan pintu tanpa Park Hoon membunyikan bel.
Pembantu itu langsung menunduk hormat. Keluarga Lee Moon yang masih menonton televisi langsung terkejut begitu melihat Park Hoon berdiri di ambang pintu dengan seringai tajam. Lee Moon langsung menyembunyikan anaknya yang berumur tiga tahun di belakang badannya.
"Selamat malam keluarga Lee " Park Hoon menyeringai tajam. Lalu dia melangkahkan kaki mendekati Lee Moon yang berdiri gemetar.
"Apa aku lupa mengatakan kalau aku akan bertamu?" Tanya Park Hoon meletakkan pistolnya didahi Lee Moon.
"Am am ampuni aku" ujar Lee Moon terbata bata.
"Sayangnya aku bukan Tuhan yang maha pemaaf"
Park Hoon bangkit menatap sekelilingnya. Malam ini hujan turun menyapa kota Seoul. Alex masih berdiri menatap kedua pasangan suami istri yang tengah berdiri gemetar. Istri Lee Moon mengambil ponsel miliknya diam diam berusaha mendial 112 nomor polisi.
"Kau ingin menghubungi polisi ya?" Ucap Park Hoon tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela. Alex berjalan mendekati istri Lee Moon lalu merampas ponsel miliknya.
"Tolong ampuni aku"
Park Hoon berjalan mendekati Lee Moon lalu
Dooorrrrr
Suara tembakan berbunyi, Lee Moon tercengang begitu juga istrinya. Tubuh Lee Moon tidak merasakan sebuah peluru menembus badannya atu dia melihat istrinya tergeletak.
Bruukkkk
Suara itu berasal dari belakang tubuh Lee Moon , ketika lelaki berumur 35 An menoleh dia mendapati Anak nya terjatuh kelantai dengan kepala yang berdarah.
"Joong Ki'a sadarlah" istri Lee Moon memeluk anak semata wayangnya.
Lee Moon geram lalu bangkit sayangnya sebelum dia bangkit Alex lebih dulu menembakkan peluru tepat kearah kaki kanan Lee Moon. Park Hoon mendekatkan tubuhnya kearah Lee Moon lalu mencengkram rahang Lee Moon kuat kuat.
"Dengar aku Lee Moon, kalau kau berani menyebarkan berita lagi, maka kau akan melihat istrimu bernasib sama seperti putra mu"
Park Hoon bangkit, sebelum dia melangkah kakinya dicekal kuat oleh Lee Moon
"Dasar iblis. Aku tidak akan mengampuni mu" teriak Lee Moon.
**
Amel keluar dari sekolah tepat pukul 9.35 KST. Sesekali Amel menepuk bahunya karena lelah duduk seharian. Bahkan sampai malam pun dia tetap di berikan pelajaran yang menumpuk. Eun Ji menepuk bahu nya
"Malam malam begini enak cari makan bulgogi, gajha (yang artinya mari) kita cari bulgogi" Eun Ji menarik lengan Amel hingga mereka berdua keluar dari gerbang sekolah dan berhenti didepan sebuah rumah makan kecil.
"Ajumha (artinya bibi) pesan bulgogi dua porsi dan soda" Eun ji mengangkat tangannya.
"Mirae kemana?" Tanya Amel heran karena dia tidak menemukan Mirae bersama mereka
"Dia ada les" ucap Eun Ji tanpa menoleh menatap Amel
"Ha les, ini kan sudah jam 10malam " Amel melotot setengah tidak percaya
"Ada apa denganmu, disini memang sudah biasa seperti itu. Aku saja sering pulang jam 1 malam
"Apa? Jam 1 malam "
Amel menatap Eun Ji tidak percaya bagaimana bisa seorang siswa yang berangkat jam 7 pulang jam 9 malam masih harus belajar les sampai jam 1 pagi. Jadi waktu tidur seorang siswa hanya 5 jam. Ini sungguh diluar dugaan Amel, kenapa bisa sesulit itu untuk sekedar lulus Sekolah Menengah Atas.
Kalau di Indonesia Amel pulang jam 5 itu pun kalau dia les palingan pulang jam 6 atau 7 terus hang out ke mall bersama teman temannya. Tapi disini jangankan menginjakan kaki di mall bisa makan bulgogi dan gimbap di restoran sudah hal luar biasa.
"Kenapa kau tidak pergi les Eun Ji?"
Tanya Amel sembari menyantap hidangan bulgogi di mejanya.
"Aku membolos, lagi pula aku benci les"
"Aku setuju denganmu"
Mereka berhigh five ria. Ketika hidangannya hampir kandas seseorang dengan topi hitam dan masker hitam menatap lekat ke arah meja Amel. Gadis itu menyantap habis makanannya.
"Eh apa kau jadi ke fansmeting ASP?" Tanya Amel ketika selesai meneguk soda.
"Jadi, katanya jadwal fansmeting diundur jadi dua Minggu lagi"
**
Kang Chul duduk dengan resah ketika kabar dating bersama Jesi sudah di rilis sore tadi. Hanya tinggal menunggu waktu lagi wartawan akan mengerubungi nya dan agensi segera mengkonfirmasi berita dating itu. Semua di persiapkan dengan matang, bahkan Jesi juga dipaksa mengenakan baju couple yang sama dengan Kang Chul. Untungnya Kang Chul sudah mengirim pesan kepada Han Seo Yoon .
Kang Chul menghela nafas berkali kali, dengan pakaian sesederhana mungkin dia berusaha tampil tidak mencolok seolah kabar itu memang benar adanya , manager Ji Wok berjalan mendekati Kang Chul lalu menepuk bahu Kang Chul berulang ulang.
"Kau sudah siap, banyak wartawan diluar"
Kang Chul menghela nafas berat lalu berdiri dan melangkah keluar tak lupa dia mengenakan earphone agar tidak mendengar pertanyaan pertanyaan dari wartawan. Hari ini mungkin agensi akan segera mengkonfirmasi berita dating nya. Kang Chul berjalan keluar gedung agensi ketika berada di luar wartawan langsung menyerbu dengan berbagai pertanyaan
"Itu Kang Chul " teriak salah satu wartawan yang membuat kumpulan wartawan lain mendekat
"Kang Chul apakah berita tentang dating mu dan Jesi benar?"
"Berapa lama kau berkencan dengan Jesi?"
"Apa kau berselingkuh dari Han Seo Yoon?"
Suara wartawan saling bersautan sautan membuat telinga Kang Chul terasa berdengung
"Bagaimana hubunganmu dengan Han Seo Yoon?"
"Apakah kalian putus?"
Manager Ji Wok berdiri di samping Kang Chul dia memberikan senyum menawannya.
"Kami akan segera menkonfirmasi nanti jam 11 KST di gedung Eve entertainment silahkan kalian semua kesana"
Kang Chul berjalan keluar dari kerumunan dan masuk kedalam mobil sedan miliknya. Ketika didalam mobil Kang Chul mengenggam setir mobilnya erat.
**
Suasana di gedung Eve entertainment sudah ramai tepat di salah satu ruangan besar, Kang Bok So Selaku direktur dan manager Ji Wok berdiri dihadapan kamera sesekali menunduk.
"Kami dari Eve entertainment ingin mengkonfirmasi berita dating antar Jesi dan Kang Chul" ujar direktur Kang Bok So memulai pidatonya
"Apakah benar berita Kang Chul berselingkuh dengan Jesi?" Tanya wartawan perempuan di ujung
"Bagaimana hubungan Kang Chul dan Han Seo Yoon?"
"Apakah mereka putus?"
"Apa ini ada hubungan dengan promosi sebelum ASP comeback?"
"Apa ini ada hubungannya dengan rumor Park Hoon menemui para pejabat?"
"Berapa lama Jesi dan Kang Chul berkencan?"
Suara wartawan saling sahut menyahut membuat direkur Kang Bok So menunduk sekali lagi
"Saya minta maaf tidak semua pertanyaan bisa saya jawab" ucapnya sekali lagi
"Kang Chul dan Jesi sudah lama kenal sejak Jesi masih training , mereka berkencan sudah dua bulan yang lalu sejak bulan Desember kemarin" tambah direktur Kang Bok So
"Apa itu artinya Kang Chul berselingkuh dengan Han Seo Yoon"
"Ya kang Chul berselingkuh dengan Han Seo Yoon karena Kang Chul merasa bosan dengan Jesi, tapi setelah itu mereka kembali lagi"
"Apa ini untuk menutupi rumor Park Hoon?" Tanya wartawan itu lagi
"Ini semua tidak ada hubungan apapun dengan rumor Park Hoon"
"Maaf hanya itu yang bisa saya beritahu ke media. Saya memohon maaf apabila ada sebuah kesalahan. Terimakasih"
Direktur Kang Bok So dan manager Ji Wok menunduk hormat lalu berjalan keluar dari ruangan
"Sial, Park Hoon benar benar menyusahkan" umpat direktur Kang Bok So tak tertahankan.