
"kak, Amel berangkat dulu ya" suara Amel menggelegar di seluruh ruangan.
"Udah sarapan?"
"Aduh gak sempet nih takut telat" ujar Amel sembari mengenakan sepatu
"Amel nanti malam kakak kebagian sift, kamu pulang hati hati ya. Kakak gak bisa jemput" teriak Kevin dari dalam kamar.
Amel tidak menyahut justru berlari semakin kencang menuju lift, semalam Amel harus tidur jam 2 karena Mirae dan Eun Ji memaksanya untuk ikutan les bersama mereka. Ketika sampai di halte Amel menunggu bus sampai beberapa menit, ketika bunyi bip sudah terdengar Amel memilih duduk di kursi belakang, menetralkan debaran jantungnya dan tarikan nafasnya yang tersengal-sengal.
Beberapa menit bus berhenti di halte dekat sekolahan hyukyung. Amel berjalan sedikit santai karena gerbang masih terbuka lebar.
"Amelllll" teriak Mirae dari seberang.
"Hei jangan teriak teriak" ujar Eun Ji yang berada di sebelah Mirae.
"Gimana semalam, kau tertarik ikut les bareng kita?" Tanya Mirae
Amel tersenyum kikuk, tertarik katanya, bahkan Amel masih ingat rasa kantuk akibat semalam
"Belum aku pikirkan" jawab Amel tidak enak. Mereka berjalan menuju kelas, ketika didalam kelas seperti biasanya teman teman Amel masih gaduh. Ada yang bernyanyi , bermake up, pacaran , belajar sampai ngedance.
"Yeauteura (anak anak) kita di suruh wali kelas untuk membersihkan kan kelas" teriak Eun sang.
"Ahh aku sangat malas" ujar Oh Sehun yang berada di kursi pojok
"Kenapa kami harus bersih bersih? kelas juga masih bersih " Tanya Kim Tan
"Sayang kau hanya harus menurut pada kekasih mu" ledek Mirae kepada Kim Tan
"Pokoknya Bu Yoona berpesan seperti itu, cepatlah ambil pel dan bersihkan kaca" perintah ketua kelas. Mau tidak mau semua siswa membersihkan kelas.
Ternyata bukan hanya kelasnya saja yang bersih bersih tapi semua kelas nampak membersihkan kelas mereka masing masing
"Hei ada apa kita harus bersih bersih?" Decih Mirae sembari membenarkan jepitan rambutnya
"Kau tanya aku. Aku saja tidak tahu. Kegiatan rutin sekolahan mungkin" jawab Amel asal
"Kita tidak ada jadwal rutin bersih bersih sekolahan, biasanya juga yang membersihkan petugas" jawab Eun Ji. Amel mengangguk paham
"Aaa ini membosankan, mengganggu jam belajar " teriak Jang Hye jin melempar alat pel nya.
"Dia ratu belajar" ujar Eun Ji memberi tahu pada Amel.
"Nilai ku bisa turun kalau begini" jang hye jin masih berteriak
"Hei Jang Hye jin kau melewatkan belajar sekalipun nilai mu tetap di bawah Eun sang" ujar Ooh Sehun.
Semuanya tertawa menertawakan Jang Hye jin. Karena geram gadis itu meninggalkan teman teman dan berjalan menuju roftof mungkin dia mencari ketenangan dan kembali belajar. Karena menurut Amel gadis itu sangat gila belajar padahal dia selalu nomor dua, Eun sang yang nomor satu tidak segila dia.
**
Sesi latihan selesai kini mereka berlatih vokal disela sela menunggu pelatih datang Lee Chan membuka suaranya.
"Apakah menurutmu gila jika tiba tiba artis seperti kita pergi sekolah" ujar Lee Chan masih tidak setuju dengan pendapat manager Ji Wok
"Mungkin mereka mengira kita sedang syuting " ucap Zhan asal.
"Hyuunggg kau seharunya berbicara pada manager" teriak Lee Chan
"Kau tidak dengar agensi sudah bekerja sama dengan departemen pendidikan. Kau sajalah yang protes aku tidak ingin posisi ku terancam" ujar Zhan
"Hyuunggg kau tega sekali"
**
Amel duduk sembari mendengarkan alunan musik yang dinyanyikan D.o Kyungsu berjudul scream crying out. Kepala Amel menoleh ke kanan dan ke kiri.
Eun Ji berlari mendekati Amel dan Mirae yang tengah hanyut dalam kegiatan masing masing.
"Hei hei kau mau dengar gosip?" teriak Eun Ji membuat Amel menghentikan alunan musik dari ponselnya.
"ASP akan bersekolah di sekolah kita" teriak Eun Ji.
"Heol apa kau sedang demam Eun Ji?" Ujar Chung Ha
"Aku serius, baru saja aku menguping dari ruang guru" teriakan Eun Ji mendapat sorakan dari teman sekelas. Amel menggeleng gelengan kepalanya.
"Bagaimana jika mereka benar benar ke sekolah, apa yang akan kau lakukan Chung Ha ?" Eun Ji memulai sebuah pertarungan mata yang disambut dengan senang oleh Chung ha.
"Aku akan berlari mengitari lapangan hanya mengenakan celana bokser"
Mendengar ucapan Chung Ha semua kelas sontak bertepuk tangan. Sedangkan Amel justru menggeleng gelengan kepalanya, dasar temannya.
**
Park Hoon berdiri ditengah klien kliennya. Acara judi akan di mulai sebentar lagi. Tapi Park Hoon tidak ikut berjudi dia hanya menonton bagaimana kliennya bermain permainan itu. Beberapa uang won berada di meja seolah mereka siap kehilangan kapan pun. Alex mendekati Park Hoon lalu menyerahkan i pad miliknya.
"Ini adalah data karyawan yang kemarin melakukan korupsi di cina bos" ujar Alex kepada Park Hoon.
Lelaki itu hanya mengangguk lalu berjalan mendekati Syasya yang tengah menggoda lelaki tua di ruangan club.
"Syasya apa kau sudah urus bisinis kita"
Saya sya menghentikan kegiatannya ketika dia sedang mengulum alat vital lelaki tua yang duduk di sofa
"Sudah bos, semua senjata akan segera di kirim ke Amerika, sisanya pemerintah Malaysia yang mengingkan" ujar Syasya mengambil tisu basah lalu mengelap cairan putih di area mulutnya.
"Bagaimana dengan narkotika?"
"Kita kehabisan stok bos, tapi kemarin cabang kita yang ada di Korea Utara sudah mengirim jumlah yang banyak"
"Bagus. Kau boleh melanjutkan pesatamu"
Park Hoon berjalan menuju keluar club, disana banyak sekali gadis gadis yang tengah berjoget, mata Park Hoon menatap gadis yang tengah mengenakan dres merah mini. tanpa sadar Park Hoon memasukan obat mulpong kedalam sebuah gelas lalu membawa nya ke gadis mungil berdres merah mini. Park Hoon menyeringai lalu memepet tubuh gadis itu.
"Kau haus nona?" Tanya Park Hoon menyodorkan segelas minuman di tanganya. Gadis itu menoleh dan setengah terkejut karena dihadapannya adalah idol Korea yang tengah di puja puja semua orang.
"Boleh" gadis itu meneguk hingga tandas.
Karena merasa sedikit pusing Park Hoon membimbingnya ke tempat sepi lalu menidurkan tubuh gadis itu di kasur VVIP club miliknya.
Park Hoon keluar kamar lalu mendial nomor seseorang dari ponselnya.
"Halo direktur jongdae. Gadis virgin yang kau inginkan sudah aku siapkan" tukas Park Hoon
"Baiklah, aku tunggu"
Park Hoon berlalu sembari memberi kode pengawalnya untuk menjaga gadis virgin yang tengah tertidur tak sadarkan diri.
**
Park Hoon berjalan di gedung tua yang sudah tidak berpenghuni, disini diikatlah lelaki tua yang menggelapkan dana perusahaan milik Park Hoon. Ketika lelaki itu melihat Park Hoon tubuhnya langsung menegang apalagi dengan seringai licik yang keluar dari bibir Park Hoon
"Hai direktur Siwon " sapa Park Hoon mendekatkan tubuhnya ke arah dimana direktur siwon diikat
"Apa kau sudah bersenang senang dengan uang ku? " Tanyanya. Direktur siwon menggelengkan kepalanya, karena dia tidak bisa mengatakan sepatah kalimat pun, mulutnya sudah di bekap.
"Kau pasti menyukai uangku"
Park Hoon melepas ikatan yang ada di mulut direktur siwon hingga direktur siwon menghela nafas tersengal-sengal
"Tolong ampuni aku" ujar direktur berkali kali
"Sayangnya aku bukan Tuhan dan aku membenci seseorang yang menghianatiku"
Park Hoon memaksa direktur Siwon membuka mulutnya lalu memasukan pelatuk pistol kedalam mulut direktur Siwon dan
Dooorrrrr
Peluru tepat menembak mulut direktur Siwon hingga darah dari mulut itu mengenai wajah Park Hoon.
Lelaki itu tertawa puas sembari menjilat sisa darah Siwon tanpa jijik