My Husband My Hero

My Husband My Hero
BAB 8 TANGGAL PERNIKAHAN



BAB 8 TANGGAL PERNIKAHAN


Dua hari kemudian, seperti yang disepakati waktu itu. Kini keluarga Elvina dan Mirza bertemu kembali di resto milik Safira


"Jadi bagaimana jawaban kalian ?" tanya Gilang kepada Elvina dan Mirza


" Aku mau menikah dengan Elvina Pa" ucap Mirza


"Lalu kamu El ?" Gilang menatap Elvina


"Em,,, Elvina juga mau menikah dengan Mirza, tapi ,,," ucap Elvina


"Tapi apa ?" tanya Damar


"Tapi, bisakah pernikahannya dilakukan secara sederhana saja ?" ucap Elvina sedikit takut


"Kenapa begitu El ? Apa kamu pikir kami tidak bisa membiayai nya jika pernikahan kalian dilakukan dengan megah ? Kamu meragukan kekayaan kami ? " ucap Gilang dengan sedikit membentak karena dia merasa kesal dengan Elvina


"Bu-bukan begitu maksud saya Om "ucap Elvina menunduk


"El, kamu ini bicara apa ? Bikin malu saja " ucap Damar kepada Elvina, dia tidak menyangka Putrinya akan berbicara seperti itu


"Maaf Ayah, tapi maksud El itu bukan seperti itu . El mohon, dengarkan lah dulu penjelasan dari El "


"Baiklah, ayo jelaskan kepada kami apa maksud ucapanmu tadi " ucap Gilang


"Maksud El ingin pernikahan sederhana itu karena,,"


"Karena apa ?" pangkas Damar


"Karena El gak mau kalau nanti akan membuat Mirza malu dikampus "


"Alasan macam apa itu ?" bentak Gilang


"Pa, sudahlah jangan membentak Elvina seperti itu. Kasian dia, jadi ketakutan " ucap Naila sambil mengusap - usap bahu Gilang untuk memberinya ketenangan


"Papa, Om, Mirza rasa permintaan Elvina tidak lah buruk. Jadi Mirza mohon, tolong pertimbangkan dulu keinginan Elvina " Mirza mencoba untuk membela Elvina


"El, apa kamu takut identitas aslimu itu terbongkar ? Maka dari itu kamu tidak ingin dipublikasikan ? " tanya Damar tiba-tiba


" El,,, kamu ini sudah seharusnya membuka identitas aslimu, jangan lah bersembunyi seperti ini terus . Apa kamu tau, Ayah ini selalu sedih dan sakit hati saat dengar kabar kalau kamu itu di bully, disuruh ini itu oleh teman sekelasmu itu. Ayah ingin melihat kamu bahagia sayang, Ayah gak tega jika melihatmu menderita seperti itu. Jadi Ayah mohon sama kamu, tolong sudahi sandiwaramu itu "


Elvina terdiam untuk mencerna perkataan Damar


"Baiklah Ayah, El akan menuruti apa mau Ayah . Yang penting Ayah dan Ibu bahagia " ucap Elvina pasrah


"Itu baru putri Ayah " ucap Damar lalu tersenyum kepada Elvina


"Jadi kapan pernikahannya akan dilaksanakan ?"tanya Gilang yang kini sudah mereda emosinya


"Bagaimana kalau minggu depan ?" ucap Damar


Elvina dan Mirza terkejut bahkan Elvina sampai tersedak minumannya


Uhukk,,,, uhukk ,, uhukkk


"Pelan - pelan sayang " ucap Safira


"Apa itu tidak terlalu cepat Ayah ?" tanya Elvina kepada Ayahnya


"Lebih cepat lebih baik, bukan begitu Gilang , Naila ?" ucap Damar


"Iya benar, lebih cepat lebih baik, bahkan kalau kalian siap besok pun tak jadi masalah " ucap Gilang dengan santainya


"Bagaimana Mirza, apa kamu keberatan jika pernikahannya dilakukan satu minggu dari sekarang?" tanya Damar


"Saya ikut apa yang Om dan Papa katakan saja " ucap Mirza


"Baiklah, untuk persiapan segalanya Papa serahkan padamu dan Elvina . Karena mau bagaimanapun kalian lah yang akan melangsungkan pernikahannya"


"Baik Papa, nanti Mirza akan membicarakannya dengan Elvina "


Setelah selesai makan, dan tanggal pernikahanpun sudah ditentukan, kedua keluarga tersebutpun pulang kerumah masing-masing


Sesampainya dirumah, Elvina langsung masuk kedalam kamar dan mengunci pintu kamarnya karena dia tidak ingin di ganggu oleh siapapun


* Hhhuuffftt * Elvina menghembuskan nafas kasar lalu dirinya merebahkan dirinya keatas ranjang


"Kenapa harus secepat ini ?" ucapnya sambil menatap langit-langit kamarnya


"Mau bagaimanapun juga aku tidak akan bisa merubah semua keputusan Ayah. Semoga saja ini adalah yang terbaik untuk ku kedepannya " lalu Elvinapun terlelap tidur


Kediaman keluarga Pratama


Setelah pulang dari acara pertemuan dengan keluarga Utomo, Gilang mengajak istri dan anaknya untuk mengobrol sebentar di ruang keluarga


"Mirza,, Papa harap kamu bisa menyayangi Elvina dengan tulus, jangan sampai kamu membuat dirinya menangis " ucap Gilang serius


"Iya Pa, Mirza akan mencoba untuk menyayanginya dan menjaga nya sebisa Mirza"


"Papa percaya sama kamu Za . Kamu pasti tidak akan memgecewakan dan membuat Papa malu "


"Mirza, sebentar lagi kamu akan menjadi kepala keluarga . Kamu harus bisa membimbing dan menjadi suami yang bertanggung jawab " Nasehat Naila kepada Mirza


"Iya Ma, kalau begitu Mirza ke kamar duluan ya Ma,Pa . Udah gak enak ini badan Mirza lengket sama keringat "


"Iya Sayang, mandi dan langsung istirahat lah . Kamu pasti sangat lelah hari ini " tutur Naila dan Mirza pun berlalu pergi menuju kamarnya


"Pa, semoga saja Mirza bisa jadi imam yang baik ya untuk keluarganya nanti "


"Aamiin,, semoga saja Ma "


Setelah selesai mandi, Mirza merebahkan tubuhnya diatas ranjang untuk meregangkan otot-otot di tubuhnya


"Akhirnya, penantianku selama ini tidak sia-sia . Sebentar lagi dia akan menjadi milikku seutuhnya. Tanpa harus aku turun tangan sendiri untuk menarikmu ke dalam hidupku, orang tua kitalah yang membantuku untuk menyatukan kita. Aku berjanji pada diriku sendiri, aku akan menjagamu, melindungimu, membahagiakanmu, menyayangimu semampuku . Aku tidak akan membiarkan dirimu bersedih dan menderita lagi . Elvina Septiani Utomo " ucap Mirza sambil senyum-senyum sendiri


"Aarrghhh rasanya aku ingin cepat-cepat minggu depan " ucap Mirza prustasi, kemudian dia tertidur


**Bersambung ,,,,


Ayo dong jangan pelit-pelit buat kasih like ,Komen dan Vote nya** ...


JANGAN LUPA UNTUK KASIH


- LIKE 👍


-KOMENTAR💬


-VOTE⭐️


-FAVORITE♥️


-FOLLOW➕