My Husband My Hero

My Husband My Hero
25. Hasil Cakaran



Dika masuk ke dalam appartemen. Rasanya dia tidak sabar ingin bertemu Alisa. Dia sedang membawa kimbab yang dipesan Alisa sebelum berangkat tadi pagi.


"Al ..." saat masuk Dika mengedarkan pandangannya tapi keadaan sepi. Lelaki itu memilih berjalan ke arah dapur karena terdengar suara kran air berbunyi.


"Loh, Alisa mana?" tanya Dika saat dia malah mendapati Nungky yang berada di dapur.


"Aku memintanya istirahat, Bang. Mbak Al kelihatan pucat saat aku bertemu dengannya. Makanya aku ikut pulang ke sini." jelas Nungky


"Ya sudah, ini makanlah! Kalo pengen mie instan di lemari ada!" Dika menyerahkan paper bag itu pada Nungky. Dia memilih langsung pergi ke kamar untuk menemui Alisa.


Dengan pelan Dika membuka pintu kamar. Terlihat, Alisa sedang meringkuk di bawah selimut tebal.


"Al..." panggilnya pelan dengan mendekat ke arah tempat tidur.


"Iya, Mas..." Alisa menoleh ke arah Dika. Matanya yang sebelumnya terpejam, kini terbuka saat mendengar Dika.


"Kamu, kenapa? Kan sudah aku bilang jangan menemui Mama Liana!" ucap Dika yang berdiri di tepi ranjang. Membuat Alisa kemudian bangkit dan duduk.


"Nggak apa apa, Mas. Cuma lemes, kayaknya asam lambungku naik." ucap Alisa kemudian salim dan memeluk pinggang laki laki yang ada di depannya. Alisa seperti enggan melepaskan Dika.


Flash Back


Alisa tersentak jaget saat mengetahui laki laki yang ditabraknya adalah Andres. Seketika wajahnya terlihat menegang karena terakhir bertemu Andress, laki laki itu mengancam suaminya.


"Hae Al,...dimana suamimu?" tanya Andres dengan menatap tajam Alisa.


"Di-dia masih bekerja!" ucap Alisa gugup.


"Al, ikutlah denganku! Aku akan memberimu apa saja yang kamu inginkan."


"Maksut anda apa, Tuan Andress?"


"Aku ingin kamu pergi bersamaku, aku bisa memberi banyak kenyamanan untukmu!"


"Gila....! Maaf, Tuan Andress yang terhormat, Anda memang punya banyak kemewahan. Tapi, anda tidak punya kasih sayang seperti yang dimiliki suamiku." Saat itu, Alisa akan pergi meninggalkan Andres tapi laki laki itu langsung menahannya.


"Kamu tau? Dia masih mencintai wanita lain!" Deg... kali ini ucapan andres membuat Alisa terdiam sejenak.


"Anda tidak tau apa apa tentang suami saya, Tuan!" ucap Alisa dengan sedikit bergetar.


"Baiklah, bagaimana jika aku memaksamu?" Andres berusaha menarik lengan Alisa yang berusaha memberontak.


"Mbak Al, ...!" teriakan Nungky membuat Andres melepaskan genggaman tangannya. Dan pergi menjauh dari Alisa.


FLASH On


"Jangan pergi lama, Mas!" ucap Alisa membuat Dika mengendurkan pelukan istrinya dari pinggangnya. Kemudian menundukkan tubuhnya dan menelangkup wajah mungil Alisa


"Kamu ini, kayak anak kecil saja. Ayo. Makan!" jawab Dika dengan mencubit kedua pipi Alisa.


"Ayo! Nungky sudah menunggu." Melihat Dika yang keluar dari kamar membuat Alisa segera membuntut.


"Mas Dika ini merusak suasana, di rayu kek, atau apalah? Main perintah saja." gerutu Alisa yang terus berjalan mengekori Dika hingga sampai ruang makan.


"Ha ah ha ha ..." Nungky tertawa ngakak mendengar keluhan kakak iparnya.


"Nggak usah ngareplah! apalagi diajak dinner romantis. Sampek lebaran monyet pun nggak bakalan ha ha ha !"


"Kalian brisik banget." keluh Dika saat mendengar dua pasukan avanger itu saling bersahutan.


"Apalagi di kasih bunga di ajak nonton film romantis. Nggak mungkin ya?" sahut Alisa menimpali. Padahal dia juga ngarep seperti itu.


Dika membalikan badannya menghadap Alisa, " Mau yang romantis?" ucap Dika dengan mencondongkan tubuhnya ke arah Alisa membuat Alisa seketika menutup mulutnya.


"Aturan mainnya, Bukan langsung nyosor gitulah, Mas! Kalo itu nafsu bukan romantis." kilah Alisa setelah mundur beberapa langkah dari Dika.


"Sama aja, ntar ujung-ujungnya juga ke sana!" balas Dika yang kemudian duduk di kursi meja makan.


"Ayo, Al, siapin makanannya!" lanjut Dika dengan membuka paper bag yang sudah ada di atas meja.


"Kimbab !!!! " seru Alisa dengan mata berbinar saat melihat pesanannya di meja makan.


"Aissshhh.... kalian itu sama saja. Nggak tahu ada anak di bawah umur!" dengus Nungky melihat tingkah kedua kakaknya.


"Sorry, Dek. Latah ...nggak pake perasaan, kok!" jawab Alisa sambil melirik Dika yang melengos dan berdecak kesal.


Setelah makan malam, Nungky langsung masuk kamar. Sedang Dika memilih melihat Tv di ruang tengah.


"Al, ambilkan gunting kuku!" titah Dika saat Alisa meletakkan piring irisan buah di depan Dika.


"Sebentar!" Alisa beranjak dari tempat duduknya menuju rak di dekat Tv dan kembali duduk di dekat Dika.


Dika mengambil gunting kuku dan menarik tangan Alisa.


"Hih... Apa apaan?" ucap Alisa sambil melotot ke arah Dika karena kuku yang selalu dirawatnya kini di potong begitu saja.


"Ini selalu melukaiku, Al! Semalam yang terparah." ucap Dika sambil sedikit memiringkan tubuhnya menunjukkan hasil cakaran Alisa di punggungnya. Seketika, Alisa membungkam wajahnya kini berubah merona seperti kepiting rebus. Ah, segitukah hasil tingkahnya semalam? Rasanya sangat memalukan sekali.


###


Pagi yang masih dingin, suasana pun masih sangat sepi. Semalam Alisa sudah janjian sama Nungky untuk jalan pagi bersama.


" Mas, aku keluar sama Nungky dulu!" Alisa menggampiri Dika yang lagi asyiik di ruang gym.


"Mau kemana?" Dika menghampiri Alisa dengan tubuh penuh keringat.


"Jalan jalan sekitar sini saja, sambil nyari yang jual sarapan di pinggir jalan. "


"Tapi aku udah biasa dengan masakanmu, Al!"


"Sekali-kalilah ,Mas."


"Ponselmu sudah dibawa?" tanya Dika mengingatkan.


"Sudah, kok." Alisa mengambil tangan Dika untuk salim.


"Hati-hati!" pesan Dika saat Alisa meninggalkan ruangan gym.


Alisa mendapati Nungky yang sudah duduk di ruang depan.


"Ayo, Mbak Al! Mesra-mesraannya sama Bang Dika ntar malam aja!" sindir Nungky.


Alisa dan Nungky akhirnya keluar appartmen bersama. Nungky mengapit lengan kakak iparnya saat keluar dari gedung yang menjulang tinggi itu. Ketika melihat kaca, Nungky memilih berhenti sejenak untuk membenarkan rambutnya yang sedikit acak acakan, sedangkan Alisa masih berjalan dengan melihat beberapa panggilan nomer asing di ponselnya. Melihat Alisa yang sudah hampir menyebrang, Nungky mempercepat langkahnya dengan sedikit berlari ke arah Alisa. Saat menoleh ke kanan tak sengaja matanya melihat sedan Camry yang melaju tak terkendali ke arah Alisa.


"Mbak Aaaaaal!" teriak Nungky begitu histeris sambil berlari panik dan menarik lengan Alisa dengan kuat.


"Aaarghhhh...." teriak Alisa saat terpelanting ke tanah. Tubuhnya tersungkur dengan kaki kiri menukik.


"Aduh...sakit, Ky !kakiku ..." ucap Alisa menahan rasa sakit di pergelangan kakinya. Dengan gemetaran, Nungky beberapa kali memencet nomer Dika.


"Halo..."


"Mbak Al, Bang! Abang cepet keluar dekat lampu merah!" Suara Nungky sedikit bergetar.


Dika menutup telepon sepihak, Nungky yakin abangnya pasti akan langsung keluar.


"Dek, ponselku terlempar di sana!" lirih Alisa membuat Nungky bergegas mengambil ponsel Alisa yang terlempar tidak jauh dengan kondisi sudah retak.


Dika terlihat panik mendatangi gerombolan orang yang mengelilingi adik dan istrinya. Lelaki berambut cepak itu masih mengenakan training dan kaos singletnya menghampiri Alisa yang masih meringis hampir menangis menahan sakit.


"Ky, ambil mobil abang di baseman!" ucap Dika sambil menyerahkan kunci mobil pada adiknya.


Dika menggendong Alisa menuju pintu keluar baseman menunggu Nungky membawa mobil keluar.


Bersambung.


gk apa apa kan Othor kasih banyak up malam ini?.... Hahaha Biar yang gk bisa malmingan gk galau.... happy reading yahehehe


Gimana, si authorJadi di tabok pakai lembar ratusan gk ya? 😄😄😄😜