
BAb 14 MALU
Didalam kamar, Mirza dan Elvina saling diam, mereka berperang dengan hati mereka masing-masing
"*Aduhh,, ,ko jadi bingung gini ya mau ngapain? Padahalkan ini kamar aku , malah jadi aku yang canggung dan salah tingkah gini " Elvina membatin sambil mencuri pandang kepada Mirza
"Ayo lah Za cari cara buat memecah kecanggungan ini ,, masa iya sih saling diem gini " ucap Mirza dalam hati sambil memikirkan cara*
"Ekheem ,,, " Mirza berdeham, untuk memecah keheningan diantara mereka
"Apa kamu mau mandi duluan ?" tanya Mirza sedikit canggung
"Em,, iya . Aku mandi duluan, nanti baru setelah itu kamu " ucap Elvina langsung pergi menuju kamar mandi
Didalam kamar mandi, Elvina kebingungan sendiri, dia susah untuk membuka resleting gaunnya yang berada dibelakang
"Aduhh,,, ini gimana bukanya, susahh .. Masa iya disobek sih,kan sayang ,, mahal-mahal malah disobek gitu aja , tapi masa iya juga aku minta bantuan sama Mirza buat bukain ini .. Aaarrggghhh,, Ibuuu help me " oceh Elvina
Ceklekk ,,, pintu kamar mandi terbuka dan munculah kepala Elvina . Mirza yang mendengar pintu kamar mandi terbuka langsung meliriknya, karena pikirnya Ko Elvina sudah lagi mandinya
"Loh ko cuma kepalanya aja yang nongol" batin Mirza
"Em,, Za ,,, kamu bisa bantu aku gak?" tanya Elvina
"Bantu apa ?"tanya balik Mirza
"Ii-ittu tolong bantu aku bukain resleting belakang gaun ku " ucapnya malu
"Ohh,, kirain apaan,, yaudah sini aku bantu " Mirza beranjak dari duduknya menghampiri Elvina
"Kamunya hadap kesana dong " ucap Mirza dan Elvina berbalik membelakangi Mirza
"Awas ya jangan cari kesempatan dalam kesempitan, tutup mata kamu " ucap Elvina
"Lah terus gimana mau bantuin kamu kalau aku suruh tutup mata"
"Ya kalau resletingnya udah kamu pegang, kamu langsung tutup mata "
"Oh oke oke ,, nih aku tutup mata ya " Elvina mencoba melirik kebelakang untuk memastikan Mirza beneran tutup mata atau tidak
Tanpa sepengetahuan Elvina, Mirza membuka matanya saat Elvina sudah berbalik lagi menghadap kedepan
"Sungguh putih dan mulus badannya ini. Bikin aku jadi gak tahan .. Huusss ahh , kamu sadar Za ,, tunggu dulu sampai dia siap . Harus bersabar " batin Mirza
"Sudah belum ? Lama banget " ucap Elvina ketus
"Iya ini sudah, galak banget sihh"
"Sudah sana keluar ,, dan terimakasih" Elvina mendorong tubuh Mirza lalu dia menutup pintu kamar mandi
"Sabar Mirza sabar,,, " ucap Mirza pada dirinya sendiri sambil mengelus dadanya lalu dia merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menunggu Elvina selesai mandi
Beberapa menit kemudian pintu kamar mandi kembali terbuka dan nampaklah Elvina keluar dari sana dengan menggunakan kimono mandinya
"Haduhh,,, cobaan apa lagi inii ... Dia lupa apa ya kalau sekarang dikamarnya ada aku ?" batin Mirza
"Astagfirulloh ,,, aku lupa kalau sekarangkan dikamar aku gak sendirian lagi ,,, " ucap Elvina pelan lalu dia kembali masuk ke kamar mandi
"Loh Ko dia balik lagi ? Apa dia malu ya ?" Mirza bermonolog
"El,,, kenapa kamu masuk lagi ? Kamu kan udah selesai mandinya ... Aku kan mau mandi juga " ucap Mirza sambil mengetuk pintu kamar mandi
"Ii-iya sebentar ,, " Elvina membuka kembali pintu kamar mandi namun hanya sedikit
"Kenapa hanya dibuka sedikit ?" tanya Mirza
"Em,, itu ,, aku malu , belum pakai baju . Kamu bisa gak keluar dulu ? Atau nggak kamu balik badan dulu deh " ucap Elvina dari balik pintu
"Hm,,, baiklah .. Ini aku udah balik badan "
Elvina langsung buru-buru keluar dan masuk kedalam ruang ganti
"Ada-ada aja kelakuannya , masa sama suami sendiri malu sih .. Mungkin dia masih belum terbiasa " gumam Mirza lalu dirinya masuk kedalam kamar mandi
.
.
.
Disebuah Club Malam di Jakarta , tiga orang wanita sedang duduk disebuah meja dengan beberapa botol minuman dihadapannya . Dan salah satu dari mereka terlihat sudah sangat mabuk berat
"Zea,, udah dong jangan minum terus . Lo itu udah mabuk berat Ze . Nanti kita bicara apa coba sama bokap nyokap lo " ucap Ines
"Berisik ,,, Kalian bisa pada diem gak sih ? Kalian itu gak tau betapa sakitnya hati gue saat lihat cowok yang gue taksir nikah sama orang lain, apalagi nikahnya sama si cewek jorok dan miskin itu" racau Zea
"Ze pulang yu ,, " ajak Fani
"Eh Fan,, kita gak mungkin kan bawa dia pulang ke rumahnya? Kita mau bicara apa nanti sama orangtuanya. Lo tau sendiri, gimana galaknya bokap dia " ucap Ines
"Iya ya ,, Bawa ke rumah Lo aja Nes " ucap Fani santai
"Enak aja ,, Dirumah gue lagi ada Nenek Gue ,, bisa-bisa nanti gue diceramahin tuh, gara-gara bawa dia ke rumah . Udah lah kerumah Lo aja Fan"
"Aduh gimana ya ,, bukan nya gue gak mau, cuma malam ini tuh nyokap gue balik dari London ,, Mana bisa lah gue bawa dia ke rumah ,, "
"Terus gimana dong ? Gak mungkin kan kita tinggalin dia sendirian , bisa-bisa kena marah nanti kita "ucap Ines bingung
" Heh Lo ,, dasar cewek murahan, kampungan, miskin . Beraninya lo rebut cowok gue, asal lo tau ya , dia itu cuma milik gue, pantesnya sama gue bukan sama lo ,,, hahha ... Hiiksss ,,, hiikss,, " Zea meracau gak jelas karena pengaruh terlalu banyak minum minuman alkohol
"Fan ,,, udah lah kita bawa aja dia keluar dari sini, daripada dia disini minum terus gak berhenti-berhenti "ujar Ines
"Iya iya ,, ayo kita papah dia keluar dari sini "
Ines dan Fani pun memapah Zea , membawanya keluar dari Club malam itu
"Huuuhh,,, merepotkan " gerutu Ines
"Jadi kita mau bawa dia kemana ?" tanya Ines setelah mereka berada didalam mobil Zea
"Bawa kehotel aja gimana ?" usul Fani
"Boleh juga ,, tapi nanti siapa yang nemenin dia ? Gue sih gak mungkin "
"Apalagi Gue ,, masa iya Nyokap baru balik gue malah gak ada dirumah "
"Apa biarin aja dia sendirian ? Lagipula dihotel kan lumayan aman lah "
"Em,, ya udah gitu aja " akhirnya setelah berunding, mereka memutuskan untuk membawa Zea kesebuah hotel yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Club malam itu
Setelah sampai di Hotel terdekat, Fani keluar terlebih dahulu untuk memesan kamar, tak lama kemudian Fani sudah kembali dan membantu Ines untuk memapah Zea sampai ke kamarnya
Bbrruuggg,,,,
Fani dan Ines langsung menghempaskan Zea keatas ranjang kamar hotel, karena mereka sudah tidak kuat untuk menahan berat badannya Zea
"Gila ya si Zea, badannya kecil tapi ko berat banget , pegel nih pundak gue " oceh Ines lalu dia ikut berbaring disamping Zea
"Sama gue juga,, berasa mau patah nih pundak " sambung Fani yang merebahkan tubuhnya di sofa kamar hotel
"Lo mau pulang sekarang ?"Tanya Ines
"Iya,, nih Nyokap gue udah ngewhatsapp terus "
"Ya udah, yuk kita pulang aja sekarang " setelah membenarkan posisi tidur Zea, Ines dan Fani keluar dari kamar tersebut lalu mereka pulang kerumah mereka masing-masing dan membiarkan Zea sendirian
Ck ck ck ,,, kasian ya Zea 😁😁