
BAB 5 LARI PAGI
Dimalam yang dingin,,, Seorang laki-laki tampan bertubuh tegap, sedang berdiri dibalkon kamarnya sambil melihat bintang yang bertebaran diatas langit
"*Shitt,,, kenapa bayangan wajahnya selalu saja muncul .. Apa karena aku terlalu penasaran dengan hal yang disembunyikan olehnya"
"Tadi dia bilang, kalau dia adalah anaknya Om Damar. Berarti Elvina yang satu kelas denganku adalah anaknya Om Damar juga. Yang berarti dia itu adalah anak dari pemilik yayasan di Universitas Darma Bangsa . Tapi kenapa dia bisa sampai dibully bahkan dicap sebagai cewek jorok? Apa dia merahasiakan identitas aslinya ? Tapi untuk apa semua itu ? "
"Ahh sudahlah,, lebih baik aku tidur . Daripada mikirin dia terus , gak ada untung nya buat aku*"
Mirzapun merebahkan tubuhnya diatas ranjang nya. Dan tanpa menunggu waktu lama, Mirza sudah terlelap tidur
Sedangkan dikediaman keluarga Utomo
Elvina masih belum bisa tertidur, dia masih mengingat akan pertemuan dirinya tadi dengan Mirza
"Tadi aku bicara apa saja ya sama dia ? Aduhh ko aku bisa lupa gini sih . Hampir aja tadi aku keceplosan semuanya. Semoga saja dia gak terlalu menyimak ucapan aku"
*-*-*-*
Keesokan harinya,
Elvina sudah rapih dengan setelan baju trainingnya. Setiap minggu pagi, Elvina memang selalu melakukan lari pagi bersama dengan Ayu dan Vania di taman kota
"Ayah , Ibu , El berangkat lari pagi ya bareng sama Ayu dan Vania "pamit Elvina
"Iya Sayang " ucap Safira
"Oh ya Ayah, kata Tuan Mirza besok dia mengajak kita bertemu lagi di Cafe Sky jam 4 sore , untuk menandatangani kontrak kerja sama "
"Jadi Tuan Mirza menyetujui kerjasamanya ? "
"Iya Ayah "
"Alhamdulillah,, kamu memang berbakat sayang. Asal kamu tau , Tuan Mirza itu sangat sulit sekali untuk menyetujui ajakan kerjasama. Dia itu harus beberapa kali pertemuan baru dia akan setuju. Ayah bangga sama kamu El. Hanya dengan satu kali pertemuan, kamu bisa membuat Tuan Mirza menyutujui kerjasama ini" Damarpun memeluk El erat
"Sama-sama Ayah, ini juga berkat ilmu dari Ayah,,, kalau gitu El berangkat dulu ya Yah, keburu siang nih " ucap El, lalu Damarpun melepas pelukannya
"Hati-hati dijalan Sayang"
Ditaman Kota, Vania dan Ayu sedang menunggu kedatangan Elvina . Mereka berdua duduk dikursi taman sambil mengobrol kesana kemari
"Hai Van, Ayu . Maaf aku sedikit terlambat, Ayah tadi ngajak ngobrol aku sebentar " ucap Elvina yang baru saja datang
"Oke gak papa El, ya udah yu kita lari aka sekarang keburu siang ntar " ajak Vania
"Oke ,, let's Go "
Mereka bertigapun lari mengelilingi taman, sambil mendengarkan musik dari earphon
Dua puluh menit kemudian, Elvina meminta untuk istirahat sebentar karena dirinya merasa sudah capek
"Ayu, Van, istirahat dulu yuk, aku udah capek nih " ucap Elvina dengan nafas yang ngos-ngosan
"Oke dehh,, kita istirahat dulu . Aku juga udah capek "
"Aku beli minum dulu ya, kalian mau nitip gak?" tanya Elvina
"Iya deh aku nitip aja, air mineral biasa ya jangan yanh dingin " ucap Ayu
"Aku juga samain aja El" ucap Vania
"Hm,, oke . Kalian tunggu disini ya , awas kalo ngilang " Elvina pergi menuju tempat penjual minuman sendirian
"Pak air mineral biasa nya 3 ya" ucap Elvina
"Baik Neng, tunggu sebentar ya Neng bapak siapkan dulu "
"Ini Neng , semuanya jadi lima belas ribu Neng "
"Oh iya Pak, ini uangnya dan kembaliannya untuk Bapak aja . Makasih ya Pak , semoga dagangannya laku . Saya permisi dulu ya Pak " Setelah itu Elvina pergi meninggalkan Bapak penjual minuman itu, dan kembali ke tempat Ayu dan Vania
Tanpa sepengetahuan Elvina, ternyata Mirza memperhatikannya dan mendengar percakapannya dengan bapak penjual minuman
Mirza merasa tambah kagum terhadap Elviana, karena kedermawanannya .
"Ternyata dia baik banget ya, suka memberi sesama manusia. Padahal kan biasanya orang-orang kaya sekarang apalagi anak muda nya jarang banget tuh ngasih uang lebih atau berbagi sama orang yang kurang mampu" ucap Mirza sambil memperhatikan Elvina yang kian semakin menjauh
Keesokan harinya,
Dikampus Darma Bangsa,
Elvina sedang duduk dikursinya sambil membaca buku, dia sedang menunggu kedatangan kedua sahabatnya . Karena hari ini dirinya datang lebih awal dari Ayu dan Vania.
Diruang kelas sudah ada beberapa mahasiswa yang datang, termasuk salah satunya adalah Mirza
Mirza sengaja datang lebih pagi karena dia ingin mencari tau tentang Elvina
Brukk,,, suara buku yang dilempar dengan keras keatas meja
"Heh lo jorok, tolong dong lo kerjain tugas gue " ucap Zea
"Lo udah berani ya ngelawan sama gue hah ?" Zea menarik rambut Elvina sampai Elvina mengaduh kesakitan
"Awww,, aduh ,, aduh sakitt Zea " ucap Elvina
Mirza yang melihat kelakuan Zea yang keterlaluan itu langsung emosi, namun dia mencoba untuk menahannya, Mirza ingin tau apa yang akan dilakukan oleh Elvina
"Mangkannya Lo nurut sama gue, kalau enggak nurut gue tinggal bilang sama bokap gue buat ngeluarin lo dari kampus ini. Paham lo ?" teriak Zea
"Sabar El, sabar " batin Elvina
"Oke,, oke aku akan kerjakan tugas kamu. Tapi tolong lepaskan dulu ini tangan kamu , sakitt " pasrah Elvina
Zea melepaskan tangannya dari rambut Elvina
"Gitu dong daritadi, jadinya kan gak perlu gue ngelakuin kekerasan sama Lo"
Elvina hanya diam dan dia langsung mengerjakan tugas Zea
Lima belas menit kemudian, Elvina sudah selesai mengerjakan tugas milik Zea
"Ini , udah beres " Elvina menyerahkan buku Zea
Zea menerima bukunya lalu dia pergi begitu saja tanpa mengucapkan terimakasih kepada Elvina
"Ternyata dia pandai sekali menyembunyikan identitas aslinya. Tapi aku masih penasaran sama dia kenapa dia harus berpura-pura menjadi orang biasa saja ?" gumam Mirza dalam hati
***
Sore hari, Pukul 15.00
Elvina dan Damar baru saja akan pergi ke Cafe Sky
"Ibu, Aku sama Ayah berangkat dulu ya. Doakan semoga semuanya lancar" Elvina memeluk sang Ibunya
"Iya Sayang. Kalian hati-hati dijalannya ya " Ucap Safira lalu melepas pelukan nya dengan Elvina
Elvina dan Damarpun masuk kedalam mobil lalu pergi menuju Cafe Sky
Hanya butuh waktu dua puluh menit saja untuk tiba di Cafe Sky, karena jaraknya memang tida terlalu jauh dari rumahnya ditambah lagi jalanannya tidak terlalu ramai
Sesampainya di Cafe, Damar dan Elvina langsung menuju keruangan VVIP.
Rupanya Mirza sudah tiba lebih dulu dari Damar dan Elvina. Laki-laki tampan itu sudah ada duduk santai didalam ruangan VVIP tersebut
"Maaf kami terlambat Tuan " ucap Damar sopan
"Ah tidak ko Tuan Damar, kalian tidak terlambat, ini memang saya saja yang datangnya lebih awal "
"Ayo silahkan duduk Tuan Damar, Nona Elvina " Mirza menyuruh Damar dan Elina duduk dikursi yang sudah disediakan
"Sebelumnya Saya mohon maaf karena kemarin Saya tidak bisa datang untuk menemui Anda Tuan Mirza"
"Iya tidak apa-apa Tuan Damar, Saya juga bisa memaklumi kesibukan Anda. Lagi pula kemarin saya juga sangat suka sekali dengan persentasi yang dibawakan oleh putri Anda ini. Dia sungguh sangat berbakat" puji Mirza kepada Elvina
"Anda sagat berlebihan Tuan Mirza " sangkal Elvina
Satu jam sudah mereka berbincang kesana kemari diakhiri dengan penandatangan surat kontrak kerja sama
"Semoga kerja sama kita lancar dan akan membuahkan hasil yang sangat memuaskan " ucap Mirza kepada Damar
"Aaminn,, iya Tuan Mirza dan semoga saja kerja sama kita akan berlangsung seterusnya "
"Semoga saja Tuan Damar. Kalau begitu saya pamit undur diri, karena Saya ada janji dengan Mama dan Papa Saya "
"Oh iya Tuan silahkan Mirza, terimakasih untuk waktunya hari ini" Mirza hanya menjawab dengan menganggukan kepala lalu dia pergi meninggalkan ruangan VVIP
"El, ayo kita temui Ibu kamu di Resto nya, kasian dia pasti nungguin kita lama" ajak Damar
"Iya Ayah,,"
"Em, Ayah, memangnya ada acara apasih ko tumben banget Ibu ngajak kita makan bersama di Restonya Ibu ?" tanya Elvina saat mereka sedang dalam perjalanan menuju Resto milik Safira
"Ah iya Ayah lupa kasih tau kamu El. Itu loh teman Kuliah Ayah sama Ibumu ngajak kita makan bersama di Resto Ibumu" ucap Damar
"Ohh,, begitu ya "
Bersambung ,,,,
JANGAN LUPA UNTUK KASIH
- LIKE 👍
-KOMENTAR💬
-VOTE⭐️
-FAVORITE♥️
-FOLLOW➕