My Husband My Hero

My Husband My Hero
43. Artis Lewat



Siang dengan mendung yang menggantung di langit kota L, sebuah taxi online yang Alisa pesan menghampiri dirinya yang sudah berdiri di depan kampus. Setelah bimbingan thesis perempuan dengan dress yang panjangnya hampir mata kaki itu berniat untuk belanja kebutuhan sehari-hari.


Taxi online itu melaju dengan santai membawa Alisa pada sebuah mall terbesar di kota L. Perempuan berambut lurus itu keluar dari taxi dan kemudian langsung memilih masuk ke dalam bagian bazar buah dan sayur. Langkahnya begitu bersemangat hingga tak menyadari sepasang mata tajam itu sudah menatap segala gerak geriknya dari tadi.


"Alisa... Sendiri? " sapa Revi saat melihat Alisa sedang memilih buah-buahan yang akan di masukannya ke dalam keranjang.


"Iya, tadi dari kampus langsung ke sini."


"Biasanya bersama mas seksi itu! Kalian ada hubungan apa? "


"Kenapa? " Alisa balik bertanya dengan wajah masam saat suaminya di bilang seksi oleh perempuan lain.


"Comblangin donk, aku suka banget sama tipe-tipe cowok seksi seperti itu, cool dan wajah gantengnya itu lo...bikin gemes. Aku yakin untuk urusan ranjang dia pasti sangat hot dan perkasa." ucap Revi yang kemudian diikuti oleh tawa perempuan yang selalu tampil seksi itu.


Mendengar ucapan temannya itu membuat tenggorokan Alisa terasa tercekat. Mau jawab apa? Perempuan itu masih bingung. Bilang jika yang di maksut adalah suaminya, pasti dia heran kapan menikahnya.


"Gimana, Al? " desak Revi yang memang dari awal sudah tertarik dengan Dika.


"Dia sudah menikah." jawab Alisa dengan perasaan kesal saat perempuan lain sudah berpikir jauh soal suaminya. Tiba-tiba terbayang oleh Alisa permainan Dika saat di ranjang yang selalu membuatnya selalu KO.


"Alisa ..." Suara yang sangat dikenal Alisa itu kini menghampirinya.


"Mama Liana!...belanja, Ma? " tanya Alisa terkaget dengan kehadiran wanita paruh baya yang selalu tampil modis dan elegant itu.


"Al, aku duluan. Kapan-kapan aku main ke apartemenmu. " ucap Revi yang kemudian meninggalkan dua perempuan yang terlihat saling menyapa.


"Iya, Rev! " jawab Alisa kepada perempuan yang akan keluar dari bagian bazar. Tapi saat ini mata Alisa malah menatap sosok yang kini di hadang oleh Revi.


"Al, bisakah kita bicara berdua di sebuah kafe yang ada di lantai tiga? " tanya Liana yang tidak terlalu di hiraukan oleh Alisa. Perempuan itu masih lebih memperhatikan tubuh seksi suaminya yang dipepet terus oleh Revi. Benar benar membuat hatinya was-was.


"Jangan sekarang, Ma! Jika itu tentang wasiat Papa. Al, belum ingin membahasnya. " ucap Alisa yang akan beranjak pergi agar tidak melihat adegan yang bisa membuatnya naik darah.


"Tunggu, Al! Kapan lagi? Kamu selalu menghindar terus dariku. " ucap Liana dengan menahan lengan Alisa.


"Ma, bukankah itu sudah diatur sama lawyernya Papa? " jawab Alisa yang berusaha melepaskan lengannya dari cengkeraman tangan Liana.


"Tapi Mama menginginkan yang berbeda! Mama hanya ingin villa dan perkebunan itu. " geram Liana saat Alisa masih juga ngotot, menurutnya Alisa sekarang lebih susah dikendalikan dari pada Alisa yang dulu.


"Sakit, Ma! " keluh Alisa masih mencoba melepaskan genggaman kuat Liana di lengannya.


"Lepaskan, Nyonya Liana! Jangan pernah berani menyakiti istri lagi. " Suara bariton itu membuat Liana melepaskan genggamannya di lengan Alisa. Tatapan Dika kali ini penuh mengintimidasi seolah ingin saja menghancurkan wanita tua yang membuatnya sangat muak. Dua kali ini dia tau Liana yang menyakiti fisik Alisa.


"Nggak usah ikut campur! Kamu hanya orang lain." tegas Liana.


"Dia suamiku bukan orang lain, Mama. " jelas Alisa dengan mengaitkan lengannya di lengan suaminya.


Seseorang berperawakan besar yang berada tidak jauh dari Liana pun membisikkan sesuatu di telinga bosnya. Dan kemudian membuat wanita paruh baya itu pergi begitu saja dari tempat itu.


"Kenapa nggak bilang kalo kamu belanja?" Alisa yang sejak tadi ingin marah karena suaminya digoda Revi kini malah berganti posisi.


"Aku mikirnya sebentar mas! "


"Lihatlah ini...! " Dika mengambil lengan tangan Alisa yang masih memerah karena bekas genggaman Liana yang begitu erat.


"Nggak apa itu, Mas. Mungkin karena kulitku yang sensitive makanya cepat memerah." kilah Alisa membuat Dika membuang nafas kasar.


"Ayo, aku akan menemanimu! " Dika mengambil alih kereta dorong belanjaan yang tadinya di dorong Alisa.


Setelah belanja mereka berdua memutuskan untuk makan di food court yang ada di lantai tiga mall.


"Dari mana Mas Dika tahu aku di sini?" tanya Alisa sambil menyesap lemon tea yang akhir-akhir ini jadi minuman favoritnya.


"Aku melacak GPS di ponselmu! " jujur Dika seketika membuat Alisa mengerutkan dahinya.


"Jadi, selama ini Mas Dika memata-mataiku?" lanjut Alisa dengan mengerucutkan bibirnya.


"Tentu! "


"Maksutnya apa coba, sampai segitunya. Nggak percaya sama aku? Jangan-jangan Mas Dika juga menyadap semua social mediaku dan seluruh isi ponselku? " tanya Alisa dengan kesal. Perempuan itu dibuat gemas dengan ulah suaminya.


Dika hanya terdiam mendengarkan omelan Alisa dengan menikmati makanannya. Dan itu membuat Alisa semakin kesal.


Setelah menghabiskan makan siangnya mereka meninggalkan food court yang ada di lantai tiga.


"Al, kamu lewat pintu utama dan tunggu aku di depan mall, aku akan turun untuk mengambil mobil di baseman! " ucap Dika yang hanya diangguki oleh Alisa. Bumil satu itu sudah terlalu kesal dengan kelakuan suaminya yang ternyata sudah menyadap ponselnya.


Alisa berjalan menuju pintu utama sementara Dika sudah berjalan menghampiri tangga menuju lantai bawah.


Tiba tiba segerombolan orang masuk dengan riuhnya membuat berbalik dengan kagetnya. Tanpa berfikir lagi lelaki itu berlari dengan gesit nya mencari istrinya diantara kerumuanan orang yang datang tiba tiba.


"Al... Alisa!" Jantungnya berdetak lebih kencang saat belum menemukan Alisa di dalam kerumunan itu.


"Al Alisa... Panggilnya sekali lagi dengan memfokuskan pandangannya mencari keberadaan istrinya, yang dia takutkan kalau sampai Alisa terjatuh atau terhimpit diantara sesak orang yang bergerombol.


Saat matanya mendapati istrinya terpojok di dinding kaca sebelah pintu membuat Dika memaksa membelah gerombolan orang yang membentuk keramaian itu.


" Sayang, kamu nggak apa apa, Kan?" tanya Dika saat menarik tubuh Alisa dalam pelukannya sesaat, kemudian meregangkannya kembali dengan meraup wajah mungil istrinya untuk mencari tau kondisi Alisa saat itu.


"Sayang... Kamu baik baik saja kan? Bagaimana perutmu? " tanya Dika dengan menciumi wajah Alisa untuk melepaskan kecemasan yang sempat menghampirinya.


"Aku baik baik saja,Mas!" jawab Alisa dengan mengatur nafas untuk menetralkan detak jantungnya. Karena seorang artis yang popular kepergok masuk mall, membuat banyak orang menjadi histeris mengerumuninya.


Tanpa di sadari beberapa orang malah berhenti melihat adegan yang dianggap romantis itu.


"Huhhhh ... so sweet banget, Bang! " celetuk seseorang diantara beberapa orang yang melihatnya membuat Alisa tersipu malu. Dengan wajah datarnya Dika langsung membawa Alisa bersamanya menuju baseman untuk menghampiri mobilnya yang masih terparkir disana.


To be continue....


Jangan lupa vote dan komen ya....