My Husband My Hero

My Husband My Hero
BAB 12 PERSIAPAN



BAB 12 PERSIAPAN


Waktu terus berjalan, hingga tidak terasa besok adalah hari pernikahan Mirza dengan Elvina . Kini di kediaman Elvina banyak orang berlalu lalang untuk mendekor halaman belakang rumah Elvina, karena disanalah tempat resepsi akan dilaksanakan


Awalnya, resepsi akan diadakan di sebuah gedung, namun Elvina menolaknya . Dia ingin tempat resepsinya dirumahnya saja .


Kini Elvina sedang berada didalam kamarnya ditemani oleh Ayu dan Vania .


Karena memang Elvina sendiri yang meminta kepada sahabatnya itu untuk menemaninya dan menginap dirumahnya sebelum nanti dia menjadi istri oranglain


"El, aku gak nyangka loh kamu akan nikah besok" ucap Ayu saat mereka sedang rebahan diatas kasur Elvina sambil menonton drakor kesukaan mereka


"Aku juga gak nyangka kalau aku bakalan nikah secepat ini, aku kira yang bakal duluan nikah itu kamu Yu, soalnya kan kamu itu suka nyari-nyari cowok ganteng terus " ucap Elvina


"Oh ya El, kamu kan ngundang anak-anak kampus tuh, gimana ya nanti ekspresi mereka pas dateng kesini . Secara kan mereka baru tau rumah kamu di tambah lagi yang nikah sama kamu itu Mirza " ucap Vania


"Bisa kebakaran jenggot tuh nanti si Zea " ucap Ayu lalu mereka tertawa


"Gimana rasanya El mau nikah ?"tanya Ayu


"Gimana ya ,, ya deg-degan sih, meskipun ini cuma karena perjodohan tapikan pernikahannya juga diadain secara besar-besaran, pasti banyak orang yang hadir terus kan nanti pasti aku bakalan duduk disamping Mirza terus . Aduuhh gak kebayang deh nanti aku gimana, yang pasti deg-degan banget " ucap Elvina yang bingung entah mau bicara apa


Ditempat lain, Mirza sedang mondar mandir didalam kamarnya sambil meremas kedua tangannya


"Aduuhh,,, ko aku udah gugup dari sekarang ya . Gimana besok ya pas hari H nya... Mudah-mudahan aja besok lancar acaranya, dan semoga besok aku juga lancar pas ijab qobulnya.. Huufftt,,, akhirnya hanya tinggal beberapa jam lagi, aku dan Elvina akan menjadi sepasang suami istri "


Tok


Tok


Tok


"Za ,, Mama boleh masuk gak ?" ucap Mama Mirza dari luar kamar


"Masuk aja Ma, gak di kunci ko "


Ceklek ,,,


"Ada apa Ma ?" tanya Mirza saat Mamanya sudah masuk kedalam kamarnya


"Tidak ada apa-apa Za . Mama cuma mau lihat aja anak Mama ini sedang apa . Pasti kamu lagi mikirin acara besok ya ?" tebak sang Mama


"Iya Ma, aku takut besok pas ijab qobul gak lancar Ma"


"Kamu harus yakin dong sayang. Semuanya pasti akan berjalan dengan lancar, daripada kamu resah kaya gini lebih baik kamu sholat sana , biar lebih tenang " ucap Mama Naila sambil mengelus punggung Mirza


"Iya Ma,, makasih ya Ma sudah membuat perasaan Mirza jadi lebih tenang "


"Sama-sama sayang. Ya sudah Mama kembali ke kamar ya Za . Kamu tidur jangan terlalu malam , ingat besok kamu harus bangun pagi "


"Iya Mamaku sayang . Mama juga tidurnya jangan terlalu malam ya "


"Iya Za .. Mama pergi dulu ya . Selamat istirahat calon pengantin " ucap Naila terkekeh


.


.


.


Disebuah Mall ternama yaitu MZ Mall, ada tiga gadis yang sedang memilih baju disebuah butik


"Nes, lo udah dapet baju yang cocok belum buat acara besok ?" tanya Fani


"Belum nih masih lagi milih-milih . Lo sih udah dapet belum?"


"Sudah nih *menunjukan baju yang ada di tangannya* bagus kan ?"


"Bagus tuh Fan ,, bantuin gue dong, gue belum dapet-dapet nih " rengek Ines kepada Fani


"Kalian lagi pada ngapain sih ?" taya Zea


"Ini nih si Ines minta bantuin cari gaun buat besok "


"Emangnya Lo belum dapet gaun yang cocok gitu?" tanya Zea, Ines hanya menggeleng kepala


"Hadeuhh,,,, Yaudah sini ikut gue " Ines dan Fani mengikuti kemana Zea pergi


"Nih lo cobain dulu sana, pas gak tuh di badan lo" Zea menyerahkan beberapa gaun kepada Ines untuk dicobanya


Beberapa menit kemudian Ines keluar dari ruanh ganti, lalu dia menunjukan kepada Zea dan Fani untuk meminta pendapatnya


Sudah beberapa kali Ines bulak balik ke ruanh ganti hingga akhirnya kini dia sudah menemukan gaun yang paa untuk dirinya


.


.


Dirumah Elvina,


"Permisi Nyonya, untuk dekorasi tempat resepsi sudah selesai. Nyonya bersama Tuan dimohon untuk mengeceknya terlebih dahulu, takutnya ada kekurangan" ucap Ketua dari pekerja dekor itu


"Oh baiklah, sebentar lagi saya akan kesana bersama dengan suami dan putri saya" ucap Safira


"Baik Nyonya "


"Ayah cobalah ketaman duluan untuk mengecek hasil dekornya, nanti Ibu nyusul sama Elvina" ucap Safira kepada Suaminya yang sedang membaca koran diruang tamu


"Iya Bu " Damar menutup korannya lalu dia menyimpannya diatas meja setelah itu dia pergi ketaman belakang rumahnya, sedangkan Safira dia pergi kekamar Elvina


"El,, Ibu masuk ya "


"Iya Bu ,, masuk aja"


"Ada apa Bu?" tanya Elvina


"Ayo ikut Ibu sebentar untuk melihat hasil dekornya "


"Apa sudah selesai Bu?"


"Sudah Sayang, maka dari itu Ibu mengajak kamu untuk melihatnya"


"Apa kita boleh ikut tante ?" tanya Vania


"Tentu, ayo kita lihat kesana bareng-bareng " ajak Safira kepada Ayu dan Vania


Setelah mereka sampai di belakang rumah Elvina, mereka semua dibuat terpana dengan hasil dekorasinya


Sederhana namun tetap membuat orang yang melihatnya takjub,




*Anggap aja serasi ya ,, heheh *


"Subhanallah El,, cantik banget . Jadi pengen cepet-ceper nikah deh aku " ucap Vania sambil senyum senyum


"Alah,, pacar aja gak punya pake acara pengen cepet nikah segala " ucap Ayu


"Ehh biarin aja kali ,, siapa tau aja kan aku nanti kaya Elvina. gak pacaran tapi langsung nikah "


"Ya dehh. terserah padamu saja Van ,,, "


"Kalian ini pada ribut aja daritadi " ucap Elvina sambil geleng kepala


"El, gimana ? Kamu suka ?" tanya Damar, Ayah Elvina


"Suka ko Yah,, "


"Alhamdulillah ,, menurutmu apa ada yang kurang El?"tanya Damar


"Em,,, sepertinya gak ada deh Yah" ucap Elvina sambil melihat kesetiap sudut


"Yakin El gak ada yang kurang ?" tanya Safira Ibu Elvina memastikan lagi


"Ada sih Bu, tapi itu pasti akan mustahil untuk dikabulkan " ucap Elvina dengan raut wajah yang sedikit berbeda


"Apa itu El?" tanya Damar


"Yang kurang itu adalah kehadiran Kaka Yah, Bu . Andai saja Kaka masih hidup, dia pasti akan senang dan dia juga ,,, "


"Sudah cukup ! Jangan di teruskan lagi El " ucap Damar tegas


"Sayang,, kamu jangan bicara seperti itu ,, Jangan sedih lagi ya .. Kaka kamu juga pasti akan menyaksikan kamu dari atas sana . Dia pasti akan sangat bahagia jika melihat kamu bahagia, jadi Ibu mohon, jangan bersedih ya " ucap Safira lalu memeluk Elvina


"Iya Bu ,,, maafkan ucapan Elvina tadi "


"Iya Sayang ,, sudah yah jangan berfikir yang lain-lain lagi . Lebih baik sekarang kamu istirahat ya " Elvina mengangguk


"Ayu,Vania , kalian ajak Elvina ke kamar ya . Ajak dia untuk istirahat "


"Baik Tanteu"


JANGAN LUPA UNTUK KASIH


- LIKE 👍


-KOMENTAR💬


-VOTE⭐️


-FAVORITE♥️


-FOLLOW➕