My Husband My Hero

My Husband My Hero
BAB 3 MENJENGUK AYU



BAB 3 MENJENGUK AYU


Siang itu, Elvina sedang berjalan menuju parkiran bersama Vania, karena mapel untuk hari ini sudah beres .


"El, tadi Ayu ada ngebalas chat aku, katanya dia sakit, jadi dia gak masuk kelas hari ini"


"Sakit apa Ayu ? Gimana kalau kita jengukin dia aja sekarang ?"


"Em,, boleh deh . Ayo kita kerumah Ayu"


"Tapi nanti kita mampir dulu ke supermarket beli buah-buahan buat Ayu" usul Elvina


"Oke siap ,, "


Mereka berdua pun masuk kedalam mobil Elvina karena memang kebetulan Vania tidak membawa mobil


Setengah jam perjalanan, mobil Elvina sampai di supermarket . Mereka berdua turun dari mobil lalu masuk kedalam supermarket tersebut


"El kita beli buah apa aja nih ?" tanya Vania ketika mereka sudah berada di stand Buah-buahan


"Apa aja ya ? Terserah kamu aja deh Van aku juga gak tau hhe " ucap Elvina terkekeh sambil garuk-garuk dahinya


"Yaelah kamu ini" Vania mengambil buah-buahan yang menurut nya itu bagus buat kesehatan


"Udah nih El" seru Vania


"Yaudah yu kita bayar" Elvina dan Vania berjalan menuju kasir untuk membayar tagihannya


Setelah selesai membayar, Elvina dan Vania kembali kedalam mobil lalu melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju rumah Ayu


Dua puluh menit kemudian, Elvina dan Vania sudah tiba di halaman rumah Ayu


"Permisi Mbak, apa Ayu nya ada didalam?" tanya Elvina sopan saat dirinya berpapasan dengan salah satu pelayan rumah Ayu


"Oh iya Non Ayu ada didalam . Mari Bibi antar kedalam"


"Terimakasih Bi" Elvina dan Vania mengikuti pelayan itu masuk kedalam


Tok,,,


Tok,,


"Non, ini ada sahabat Non ingin bertemu sama Non Ayu " ucap pelayan itu dari luar kamar Ayu


Ceklek,,, pintu kamar Ayu terbuka dan nampaklah Ayu dibalik pintu itu


"El, Van ayo masuk aja, kita ngobrolnya dikamar aja " ajak Ayu kepada sahabatnya itu


"Bi, tolong bawakan minum sama camilan ya ke kamar Ayu "


"Baik Non, kalau begitu Bibi pamit dulu untuk membuatkan minum


"Iya Bi, terimakasih sebelumnya " pelayan itu hanya mengangguk lalu berlalu pergi


"Kalian ko gak ngabarin dulu sih mau kesini" ucap Ayu lalu ikut duduk disofa kamarnya


"Hhe ya maaf, soalnya kita juga dadakan ini " ucap Vania


"Kata Vania kamu sakit Yu . Sakit apa memangnya?" tanya Elvina


"Cuma demam biasa ko El, besok juga udah sembuh "


"Ohh,,, semoga lekas sembuh ya Ayu. Biar bisa masuk kuliah lagi. Gak ada kamu kita kesepian tau, ya gak ?"


"Heem bener tuh kata El, gak ada kamu kita kesepian . Apalagi tu si nenek lampir bikin ulah mulu sama Elvina"


"Bikin ulah apalagi tu nenek lampir ?"tanya Ayu


"Pagi pagi dia udah ngejambak rambut El, terus pas dikantin dia sengaja nabrak El sampe jatuh terus minumannya tumpah ke baju El. Keterlaluan banget kan itu orang, pengen deh rasanya aku cabik-cabik tu orang " ucap Vania geram


"Bener El kata Vania?"


"Iya Ay, bener "


"Kenapa kamu gak laporin aja sih kelakuan mereka sama Ayah kamu?" tanya Ayu


"Aku gak sejahat itu " Ucap Elvina sambil tersenyum


"Iya deh terserah kamu saja Nona Muda " ucap Ayu kemudian mereka bertiga tertawa


Drrttt,,, ddrrrtttt


Ponsel Elvina bergetar karena ada panggilan masuk


Elvina melihat layar ponselnya, disana tertera nama sang Ayah . Dengan segera Elvinapun menggeser tombol hijau keatas untuk menerima panggilan


"*Assalamualaikum Ayah "


"Waalaikumsalam. El kamu masih dikampus ?" tanya sang Ayah dari sebrang sana


"Apa kamu bisa datang ke kantor Ayah sekarang El? Ayah butuh bantuan dari kamu "


"Em baiklah Yah, El ke kantor Ayah sekarang . Kalau gitu El tutup dulu telponnya ya Yah "


"Iya El. Kamu hati-hati dijalannya ya "


"Iya Ayah. Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam* "


Tuuttt,,,, ttuutt ,,, ttutt


"Kenapa El ? Kamu disuruh ke kantor Ayahmu?" tanya Ayu


"Iya . Ayah lagi butuh bantuan aku katanya . Aku pergi dulu ya . Kamu cepet sembuh Ay" ucap Elvina


"Eh iya kamu mau pulang sekarang Van ? Atau gimana " tanya Elvina kepada Vania


"Aku disini dulu ah El, dirumah juga bosen gak ada temen . Kamu kalau mau pergi ke kantor Ayahmu pergi aja , gak usah mikirin aku. Lagian Aku udah gede kali El bisa pulang sendiri "


"Hehe ya kirain aja gitu kamu takut pulang sendirian hahah " ledek Elvina


"Ya enggak lah El, Vania mah orangnya pemberani " ucap Vania


"Iya iya terserah kamu sajalah, aku pergi dulu ya .. Dahhh "


"Hati-hati El " teriak Ayu dan Vania karena Elvina sudah keluar dari kamar Ayu


Kurang lebih satu jam Elvina menempuh perjalanan dari rumah Ayu ke kantor Ayahnya, saat tiba dihalaman kantor Ayahnya, Elvina menyerahkan kunci mobilnya kepada satpam untuk memarkirkan mobilnya.


Sesampai nya di Lobby, Elvina langsung menuju kepintu Lift menunggu pintu lift itu terbuka


Tak lama menunggu, pintu lift pun terbuka dan Elvina langsung buru-buru masuk dan menekan tombol angka 10, dimana Ruangan Damar terletak disana.


"Selamat siang Nona Elvina " sapa sekertaris Damar yang meja kerjanya terletak di dekat pintu ruangan Damar


"Siang Mbak Wulan , Ayah ada didalam kan?" tanya Elvina sopan


"Pak Damar ada didalam ruangannya Nona. Nona bisa langsung masuk saja, soalnya Pak Damar sudah menunggu"


"Baiklah Mbak, aku masuk dulu ya. Mari Mbak "pamit Elvina sopan tak lupa dia memberikan senyum manisnya


"Iya Nona "


"Sungguh manis sekali senyum Nona Elvina, kalau aku laki-laki sudah aku pacari dia hhee" gumam Wulan


Tok


Tok


Tok


"Masukk"


Elvinapun masuk kedalam ruangan Ayahnya


"Assalamualaikum Ayah" sapa Elvina lalu mencium punggung tangan Damar


"Waalaikumsalam El, duduk lah "


Elvinapun duduk disofa yang ada didalam ruang kerja sang Ayah


"Apa yang perlu El bantu Yah ?" tanya Elvina to the point


"Em begini El, Ayah kan sedang mengajukan kerja sama dengan perusahaan MBP Group. Lalu tadi pagi sekertaris CEO MBP Group kasih kabar sama Ayah kalau CEO nya ingin bertemu dengan Ayah untuk menanyakan soal kerja sama dan ingin mengetahui keunggulan perusahaan Ayah"


"Sedangkan Ayah besok harus pergi keluar kota karena ada meeting penting di kantor cabang Ayah, jadi Ayah minta bantuan kamu untuk menghadiri pertemuan Ayah besok dengan CEO dari MBP Group. Kamu bisa kan El?"


Elvina terdiam sejenak


"Baiklah Ayah, El bisa. Ya itung-itung belajar hehe . Tapi kenapa harua El ? Kenapa gak Mbak Wulan atau Pak Rijal aspri nya Ayah ?"


"Karena mereka juga akan ikut Ayah ke kantor cabang El. Jadi Ayah minta bantuannya sama Kamu"


"Ohh,, baiklah kalau gitu. Jam berapa besok ketemunya Yah terus dimana tempatnya ?"


"Besok jam 10 pagi di Cafe Sky. Dan untuk berkas nya ini Ayah sudah siapkan . Kamu baca dan pelajari lagi isinya El" Damar memberikan map berisi berkas kepada El


"Baik Ayah"


"Kamu sudah makan siang belum El ?"


"Belum Ayah hhe" ucap Elvina cengengesan


"Kamu ini, kan Ayah sudah bilang jangan telat makan , ayo ikut Ayah kita makan siang bareng "


"Iya Ayah maaf "ucap El lirih lalu dia mengikuti Ayah nya kelaur dari ruangan