My Husband My Hero

My Husband My Hero
BAB 11 PESTA ULANG TAHUN ZEA



BAB 11 PESTA ULANG TAHUN ZEA


"Ibu,, apa aku pantas pakai gaun ini ?" tanya Elvina kepada Ibunya sambil memperhatikan dirinya dicermin


"Anak Ibu ini pakai baju apapun pasti akan terlihat cantik Sayang" ucap Safira sambil tersenyum


"Ah Ibu ini, aku serius Bu. Cocok ga nih di badan aku ? Terus cocok ga buat dipakai ke pesta ulang tahun ? Ini kan kali pertamanya aku berpenampilan seperti ini dihadapan teman-teman aku . Lagi pula aku juga baru pertama kalinya pakai gaun seperti ini, Ibu kan tau aku gak suka sama baju-baju model ginian "



"Iya iya maaf ,, kamu cocok ko Sayang pakai gaun ini . Kalau kamu gak suka model gini, tapi kenapa kamu beli Sayang ?"


"Ini bukan aku yang beli Bu. Tapi ini dari Mirza, dia pengen aku pakai baju ini kepesta nya Zea" ucap Elvina mengerucutkan bibirnya


*Flashback *


Saat Mirza dan Elvina sedang berjalan untuk keluar dari Mall, tanpa sengaja mata Mirza melihat sebuah gaun yang terpajang dimanekin


"Sepertinya itu cocok kalau dipakai Elvina "gumam Mirza dalam hati


"El tunggu " Mirza menahan tangan Elvina lalu menarik nya masuk menuju boutique


"Ada apa lagi sih Za , tadi ngajak pulang, sekarang malah narik-narik tangan aku kesini " gerutu Elvina


"Udah diam aja kamu" ucap Mirza dan Elvinapun langsung terdiam


"Mbak, tolong ambilkan gaun yang di manekin itu " ucap Mirza , pelayan butik itupun langsung mengambilkan gaun yang dimaksud oleh Mirza


"Ini Tuan " Mirza langsung mengambilnya lalu dia berikan kepada Elvina untuk dicoba


"Nih kamu cobain dulu "


"Loh kenapa ?" tanya Elvina bingung namun tangannya menerima gaun itu


"Udah jangan banyak tanya, kamu cobain aja sana cepet "


"Iya iya sabar kenapa sih " oceh Elvina sambil berjalan menuju ruang ganti


Tak lama kemudian, Elvina keluar dari ruang ganti menghampiri Mirza dengan wajah ditekuk


"Ekheemm " Mirza langsung menoleh kearah Elvina yang berdeham tadi


Mirza terdiam menatap Elvina yang menurutnya sangat pas dengan gaun pilihannya


"Cantik, sangat cocok sekali gaun ini dibadannya" kata hati Mirza


"Udah mandangin akunya ?" tanya Elvina ketus


"Ehh,, iya iya maaf. Galak amat sih "


"Jadi gimana ? " tanya Elvina


"Cocok,,, yaudah aku beli itu. Kamu ganti lagi sana, biar aku bayar dulu"


"Uuhh,, merepotkan " geruru Elvina


"Kamu datang ke pesta Zea harus pakai gaun itu, jangan yang lain " ucap Mirza setelah mereka didalam mobil Mirza


"Kenapa ? Aku gak mau ah. Itu atasnya agak terbuka. Aku gak suka " tolak Elvina


"Tidak ada alasan apapun, pokoknya kamu harus pakai gaun itu , Titik "


"Haahh,,, yasudah lah . Aku nurut aja "pasrah Elvina


*Flashback Off *


Safira hanya tersenyum mendengar cerita Elvina . Safira tidak menyangka, kalau Mirza akan seperhatian itu kepada putrinya


"Sudahlah jangan dipermasalahkan El. Sekarang kamu berangkat gih, nanti keburu selesai lagi acaranya "


"Iya Bu. Aku berangkat dulu ya . Assalamualaikum"


"Iya hati-hati, waalaikumsalam"


Malam itu Elvina berangkat ke pesta diantar oleh supir, karena dia merasa sangat malas untuk menyetir sendiri ditambah lagi dia nanti akan pulang diantar Mirza


Tiga puluh menit kemudian, Elvina sudah sampai dikediaman Zea. Elvina terdiam beberapa saat didalam mobil, dia sedang menyiapkan dirinya untuk tampil berbeda dihadapan teman-temannya


"Bismillah,,, kamu pasti bisa El. Semangat " ucapnya dalam hati


"Pak Romli bisa langsung pulang aja , gak usah nungguin El ya. Soalnya nanti El pulangnya diantar sama Mirza " ucap Elvina sebelum dirinya turun dari mobil


"Baik Non"


Didalam rumah Zea, tepatnya ditaman rumah Zea . Semua sedang bersenang-senang . Menikmati kemewahan pesta yang diadakan Zea . Satu persatu tamu berjabat tangan memberikan selamat kepada Zea


Hampir semua tamu undangan sudah hadir, bahkan 4 pria tampan pun nampak sudah hadir diacara tersebut , namun Zea masih belum memulai pestanya itu, karena dia sedang menunggu seseorang


"Zea kapan acaranya dimulai ?" tanya salah satu teman Zea


"Em,, iya sebentar lagi . Sabar ya " ucap Zea sambil celingukan


"Zea, lo lagi nungguin siapa sih ? Ini kan udah pada datang semua " tanya Ines


"Iya nih Zea, lo lagi nungguin siapa lagi ? Kita udah keburu bosen nih " sambung Fany


"Kalian bisa diem gak sih, jangan banyak tanya " ucap Zea ketus


"Udah lah Zea, kita mulai aja sekarang, kasian temen-temen yang lain udah lama nungguinnya" ucap Ines lagi


"Berisik banget sih kalian berdua. Yaudah deh gue mulai acaranya sekarang " Zea meninggalkan Ines dan Fany untuk pergi kepanggung


Acarapun dimulai dan berjalan sesuai yang diharapkan . Zea menjadi sorotan setiap mata yang disana , karena dirinya memang terlihat cantik



(Gaun yang digunakan Zea)


Namun tiba-tiba pandangan semua orang yang disana teralihkan saat seorang perempuan cantik berjalan menghampiri Zea dengan membawa sebuah kotak ditangannya


Perempuan itu berjalan dengan sangat anggun, apalagi saat dirinya tersenyum ,, uuhhh bikin para laki-laki jadi terpana


Zea saat itu merasa sangat kesal, dan juga tidak percaya , mana mungkin perempuan yang dirinya pikir akan datang dengan pakaian yang sederhana kini datang menggunakan gaun yang indah dan juga sangat mahal


"Haii,, selamat ulang tahun ya Zea. Doa yang terbaik aja buat kamu . Dan ini kado untukmu, semoga kamu suka ya " ucap perempuan itu sambil tersenyum


"Ah iya iya terimakasih " ucap Zea singkat, lalu perempuan itu berjalan menjauhi Zea,Ines, Fany , dan menghampiri Ayu dan Vania


"El,, ini kamu beneran Elvina sahabat kita ?" tanya Ayu setelah Elvina sampai dihadapan mereka


"Iya , ini aku Elvina . Kenapa sih memangnya ? Aku kelihatan jelek ya ?"


"Bukan El, bukan begitu . Justru kamu ini terlihat sangat cantik ,bahkan kecantikan kamu ini mengalahkan ratu kita malam ini, tuhh si Zea " ucap Vania


"Iya bener El kata Vania. Kamu gak sadar apa, semua orang disini pada ngeliatin kamu dari tadi, sampe- sampe tuh nenek lampir jadi kesel gara-gara mereka jadi nyuekin dia " sambung Ayu


"Sudahlah, biarkan saja "


"Zea, apa lo mau membiarkan si Elvina itu jadi pusat perhatian dipesta Lo dan mengalahkan Lo ?" ucap Ines


"He'em bener tuh Zea, masa iya Lo kalah sih sama si Elvina . Tuh liat semua cowok disini pada ngeliatin si Elvina " ucap Fani yang mencoba untuk memanas manasi Zea


"Kalian tunggu disini, gue mau bikin pertunjukan dulu" ucap Zea lalu dia pergi meninggalkan Ines dan Fani


"Zea mau pergi kemana dia ?" tanya Fani kepada Ines


"Entah, kita lihat aja nanti"


"Hai,, " sapa Zea kepada Elvina, Ayu, dan Vania yang sedang mengobrol ditepi kolam renang


"Oh ya hai " jawab Elvina


"Terimakasih ya kalian sudah mau datang keacara ulang tahunku" ucap Zea basa basi


"Oh ya tidak masalah " ucap Ayu


"Eh iya Elvina ngomong-ngomong gaun kamu ini dibeli dimana ? Pasti tas kamu itu KW super ya ? " ucap Zea dengan suara yang agak keras agar semua orang mendengar ucapannya


"Oh ini ,, aku tidak membelinya tapi aku dibelikan seseorang " ucap Elvina apaadanya


"Pantas saja ,, karena mana mungkin kamu sanggup untuk membeli gaun sama tas sebagus ini , jangankan yang asli yang KW aja kayanya gak akan mungkin juga kamu bisa membelinya" ucap Zea mengejek


"Terserah padamu sajalah Zea, malas aku kalau harus berdebat denganmu " ucap Elvina yang berniat pergi meninggalkan Zea, namun saat Elvina melewati Zea, Zea dengan sengaja menyenggol bahu Elvina sehingga Elvina terjatuh kedalam kolam renang karena tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya


Bbyyuurrrrr


"El ,,," teriak Ayu dan Vania


"Upss,, gak sengaja . Aduh maaf ya " ucap Zea dengan senyum mengejek


Mirza yang mendengar suara teriakan dari Ayu dan Vania langsung menengok kearah kolam dan saat mata Mirza melihat Elvina sedang kesusahan dibawah air kolam, Mirza langsung berlari dan menceburkan dirinya kedalam kolam


"Elvina,, kamu bertahan ya. Aku akan menyelamatkanmu"batin Mirza sambil berenang menghampiri Elvina


Tak lama kemudian Mirza sudah mendapatkan Elvina lalu dia membawanya ketepi kolam


Semua orang yang ada disana langsung menggerumungi Mirza dan Elvina


"Elvina ,, " teriak Ayu dan Vania lalu mereka berlari menghampiri Elvina


"El,, bangun " ucap Mirza sambil menepuk pipi Elvina pelan


Mirza terus melakukan berbagai cara agar air yang diminum Elvina bisa keluar, sampai akhirnya Elvina pun mengeluarkan air dalam tubuhnya saat setelah Mirza memberinya nafas buatan


Uhhukk,,, uhukk,, uhukk


"Alhamdulillah,, akhirnya kamu sadar juga " ucap Mirza


"Syukurlah El kamu selamat. Untung aja Mirza cepat tanggap, langsung nolongin kamu" ucap Vania


"Huuuhhh kenapa coba si Mirza malah nyelamatin dia sih, mana ngasih nafas buatan juga lagi,, bikin tambah kesel aja " gerutu Zea


"El, kamu gak apa-apakan ? Gak ada yang sakit atau apa gitu ?"tanya Ayu panik


"Aku gak papa ko Ayu"


"Oh ya,makasih ya Za udah mau nolongin aku " ucap Elvina kepada Mirza


"Sudah kewajiban aku untuk menjaga kamu dan menolongmu disaat kamu kesusahan" ucap Mirza dengan senyum tulus


"Will,, aku boleh meminjam jas mu?"tanya Mirza kepada William


"Tentu ,, ini " William melepas jasny lalu memberikannya kepada Mirza


"Terimakasih " Mirza menerima Jas William lalu dia memakaikannya kepada Elvina


"Pakailah ini agar kamu tidak kedinginan " ucap Mirza lalu dia membantu Elvina berdiri


"Za sebaiknya kamu antar Elvina pulang saja, kasian dia pasti kedinginan " ucap Kenzo


"Iya Za, bener kata Kenzo . Kamu antar pulang saja dia " sambung William


"Kita pulang sekarang ya " ajak Mirza dan Elvina hanya mengangguk


"Aku duluan ya Ayu, Vania " pamit Elvina


"Iya El,, hati-hati dijalan ya " ucap Vania dan diangguki Elvina


JANGAN LUPA UNTUK KASIH


- LIKE 👍


-KOMENTAR💬


-VOTE⭐️


-FAVORITE♥️


-FOLLOW➕