My Husband My Hero

My Husband My Hero
BAB 10 CINCIN PERNIKAHAN



BAB 10 CINCIN PERNIKAHAN


Dua hari kemudian,


Dimana hari ini adalah acara ulang tahun Zea .


Elvina dan kedua sahabatnya kini sedang berada di sebuah Mall ternama dikotanya, dimana Mall tersebut adalah milik Mirza. Elvina sendiripun tidak mengetahui kalau Mall itu adalah milik calon suaminya.


"El kamu mau kasih kado apa buat Zea ?" tanya Ayu saat mereka sedang berjalan didalam Mall


"Entah, kalian sih mah ngasih apa?" tanya Elvina balik


"Em, aku baju aja deh " ucap Vania


"Aku juga deh " ucap Ayu


"Yee, , kamu mah ngikut-ngikut mulu Ay "


"Hehe gak papa lah Van " Ayu terkekeh


"Yaudah yu kita ke toko baju dulu, sambil aku mikir-mikir mau beli apa hhe"


Drrtt,,, drrtt,,


Ponsel milik Elvina bergetar karena ada panggilan masuk


"Eh kalian pilih-pilih aja dulu ya, aku mau nerima telpon dulu dari Ayah " ucap Elvina


"Oke " ucap Ayu dan Vania


"*Hallo, Assalamualaikum Ayah "


"Waalaikumsalam, El kamu lagi dimana ?"


"El ada di MZ Mall Ayah , kenapa ?"


"Kebetulan sekali. Mirza barusan nelpon Ayah, katanya dia mau ajak kamu buat beli cincin pernikahan kalian di MZ Mall "


"Oh ya ? Yasudah kalau gitu suruh aja dia kesini Ayah "


"Baiklah. Ayah akan beritahu Mirza sekarang . Ayah tutup telponnya ya"


"Iya Ayah" panggilan terlpon terputus*


"Kenapa dia gak nelpon aku langsung ? Kan dia udah punya nomor hp ku, kenapa harus lewat Ayah ? Huuhh,, cari muka aja " gerutu Elvina


"Hayo lagi ngomong sama siapa ?" ucap Ayu


"Enggak ngomong sama siapa-siapa ko . Kalian udah beli baju nya ?" tanya Elvina


"Udah nihh " ucap Vania sambil mengangkat paperbag nya


"Kamu gimana El ? Udah ketemu belum barang apa yang mah dikasih ke Zea ?" tanya Ayu saat dia melihat Elvina masih belum menenteng apapun


"Belum hehe, kayanya aku ngasih tas aja deh "


"Yaudah yu kita ke toko tas sekarang" ajak Vania


Mereka bertigapun berjalan keluar masuk kesetiap toko tas, mencari tas yang cocok untuk Zea. Setelah menemukan tas yang cocok, Elvina mengajak kedua sahabatnya untuk makan, karena perutnya sudah meminta jatah


"Kita makan dulu yu, aku udah laper nih " ajak Elvina


"Ayo,, ayo. Aku juga udah laper "


"Mau makan apa kita ?"


"Em,, apa ya ?"


Dddrrttt,,,, ddrttt ,,, ponsel milik Elvina bergetar lagi


"Uhhh orang sibuk mah gitu ya, dikit-dikit ada telpon " ucap Ayu


"Apaan sih kamu Ayu, Iri bilang aja " ucap Elvina


"Bentar ya " lanjutnya lagi dan di angguki oleh Vania dan Ayu


"Mirza ?" gumam Elvina saat dirinya melihat nama yang tertera di layar ponselnya


"*Hallo"


"Hallo El, kamu dimana ? Ini aku udah di MZ Mall. Kamu masih disini kan ?"


"Aduh iya aku lupa, aku kan janji ketemu sama Mirza untuk beli cincin pernikahan disini " ucap Elvina dalam hati


"Hallo El,,,"


"Ah, iya,, iya . Aku masih di Mz Mall . Aku lagi di Resto KJ, lagi mau makan sama Ayu dan Vania. Kamu kesini aja Za . Aku duduk di meja nomor 12 "


"Tapi bagaimana itu dengan sahabat kamu? Apa mereka sudah tau kalau Aku sama Kamu mau nikah ?"


"Iya, mereka udah tau . Jadi kamu kesini aja gak papa ko "


"Em, baiklah . Aku kesana sekarang " ucap Mirza lalu dia memutuskan telponya*


"Siapa El?" tanya Vania


"Mirza , dia mau kesini " ucap Elvina denga raut wajah malas


"Dia mau kesini tapi ko mukamu itu kaya yang males gitu, orang nih ya kalau mau ketemu calon suami itu pasti kan bakalan seneng El bukannya kaya gini" ucap Ayu


"Kalian kan tau aku sama dia itu nikah karena dijodohkan, bukan karena saling cinta "


"Oh ya, dia kesini mau ngapain El ?"


"Em,, itu ,, dia mau ngajakin aku beli cincin pernikahan "


"Uuuhhh so sweet banget sih"


" Ekhhem " deham Mirza saat dia sudah tiba di mejanya Elvina,Ayu, dan Vania


"Eh kamu udah sampai ya ? Duduk lah . Tuh disamping Ayu masih ada kursi kosong " ucap Elvina cuek


"Eehh jangan . Kamu disini aja, samping Elvina " ucap Vania langsung berdiri dan pindah ke samping Ayu


"Terimakasih " ucap Mirza lalu tersenyum


"Vania kenapa dia malah pindah duduk sih, bikin aku deg-degan aja duduk bersebelahan sama Mirza " gerutu Elvina dalam hati


"Ka-kamu mau makan apa ?" tanya Elvina gugup


"Aku minum aja , tadi udah makan ko di rumah "


"Mau minum apa ?"


"Apa aja terserah kamu, aku gak pilih-pilih soal makanan sama minuman "


"Em, baiklah . Aku pesenin dulu" Elvina pergi menuju kasir untuk memesan minuman tambahan sekalian membayar tagihannya


Saat Elvina sedang pergi ke kasir, Ayu dan Vania saling menyikut karena merasa grogi satu meja dengan Mirza. Cowok terpopuler dikampusnya.


Elvina sudah kembali dan duduk dikursinya lagi . Tak lama kemudian pesanan mereka datang


"Kamu yakin gak makan ?" tanya Elvina sambil menatap Mirza


"Aduuhhh,,,, aku ko jadi iri ya " ucap Ayu


"Mangkannya cari pacar sana" ucap Vania sambil menyenggol bahu Ayu


"Lah kaya sendirinya gak jomblo juga ,, ngaca dong say, dirimu juga kan gak punya pacar " ucap Ayu sewot


Mirza dan Elvina hanya tersenyum melihat perdebatan Ayu dan Vania


Elvina makan dengan gugup, meskipun ini bukan lah pertama kalinya dirinya makan dengan Mirza, tapi rasanya sekarang dia sangat gugup .


Bagaimana tidak, Mirza sekarang berada disampingnya, berbeda dengan yang kemarin - kemarin , Mirza duduk jauh darinya


Saking gugupnya Elvina sampai tersedak makanan, dan dengan cepat Mirza langsung menyerahkan air putih ke Elvina


Uhhukkk,,, uuhhhukkkk,,, uuhukkk


"Ini minumlah " Mirza menyerahkan satu gelas air putih , Elvina langsung menerima dan meminumnya


"Terimakasih " ucap Elvina tersenyum , lalu dia melanjutkan lagi memakan makanannya


"Lain kali, makan itu harus ha,,"


"Ahh,, pedas ,,, air,, air ,, mana air " ucap Elvina kepedasan , lalu dia mengambil dan meminum air yang ada didekatnya


" Ahh,, lega nya ... Tapi, ini air minum siapa ya ? Perasaan aku gak pesan jus jeruk deh " ucap Elvina sambil melihat gelas kosong yang ada ditangannya


"Itu milik ku " ucap Mirza . Elvina langsung terdiam lalu menatap kearah Mirza dan gelas secara bergantian


"Apa kamu sudah meminumnya tadi ?" tanya Elvina, dan Mirza mengangguk


Mata Elvina langsung terbelalak "Ahh ciuman pertamaku " gumamnya pelan sambil tangannya memegangi bibirnya


Mirza hanya tersenyum melihat ekspresi Elvina


"Sepertinya Mirza punya perasaan deh sama Elvina " bisik Ayu


"Aku rasa juga seperti itu" bisik Vania balik


"Kalian lagi ngomongin apa ? Ko bisik-bisik gitu ?" tanya Elvina sambil menatap tajam kearah Ayu dan Vania


"Apaan sih El, siapa juga yang bisik-bisik. Orang aku ini lagi baca pesan dari Mamaku , dia nyuruh aku pulang " kilah Vania


"Ohh kirain ,, "


"Jangan sotoy dulu mangkannya . Kalau gitu aku pulang duluan ya El,Ayu,Mirza " pamit Vania


"Ehh Van, tungguin aku dong. Aku juga mau pulang " teriak Ayu


"Kamu juga mau pulanh Ayu?" tanya Elvina


"Ya iyalah aku mau pulang, masa iya aku jadi obat nyamuk nya kalian berdua. Idihh ogah . Udah ah aku pulang dulu ya. Dahh,,, senang-senang ya kalian berdua . Sampai ketemu nanti malam ,," ucap Ayu lalu dia pergi menyusul Vania


Kini, dimeja itu tinggal Elvina dan Mirza . Mereka saling diam, karena merasa gugup .


"Kamu sudah selesai makannya ?"tanya Mirza memecah kesunyian


"Sudah" jawab Elvina singkat


"Kalau gitu kita ke toko perhiasan sekarang aja yu" ajak Mirza


"Em, baiklah ayo "


"Kamu tunggu dulu, aku mau bayar bill nya dulu" ucap Mirza namun ditahan Elvina


"Tidak perlu, sudah aku bayar tadi "


"Loh kenapa kamu yang bayar ? "


"Gak kenapa-kenapa ko Za, Aku ikhlas"


"Baiklah, tapi untuk besok-besok kalau kamu makan sama aku, biar aku yang bayar " ucap Mirza tegas


"Iya " ucap Elvina


KEY JEWERELS


Elvina merasa sangat takjub saat dirinya masuk kedalam toko perhiasan tersebut


Elvina melihat kesekeliling, disana terdapat banyak sekali perhiasan-perhiasan yang sangat cantik dan elegan


"Subhanalloh,,, perhiasannya bagus-bagus banget ,,, aku baru tau kalau Mall ini ada toko perhiasan yang sebagus ini "gumamnya dalam hati


"El, ayo coba kamu pilih mau yang mana ?" tanya Mirza hingga membuyarkan keterpanaan Elvina terhadap toko perhiasan itus


"Em,, yang mana ya . Aku bingung Za, soalnya bagus-bagus semua. Kamu aja yang pilih deh" ucap Elvina polos


"Baiklah kalau kamu mau nya gitu "


"Mbak tolong tunjukan saya cincin pernikahan yang teebaru dan terbagus ditoko ini " ucap Mirza kepada pelayan toko


"Baik Tuan, mohon ditinggu sebentar " ucap pelayan itu lalu dia pergi untuk mengambil cincin tersebut


Tak lama kemudian, pelayan toko itu kembali dengan membaya dua kotak berbentuk love kehadapan Mirza dan Elvina


"Ini tuan koleksi cincin pernikahan yang terbaru dan termahal ditoko kami " pelayan itu membukakan kedua kotak tersebut dan menunjukannya kepada Mirza sambil menjelaskan kelebihan masing-masinh cincin itu . Mirza dan Elvina pun mencobanya satu persatu


"Baiklah, aku ambil yang ini saja. Tapi saya ingin di balik cincin itu tertera nama Saya dan calon Istri Saya "



(Mohon maaf ya kalau pict nya gak sesuai dengan pikiran kalian, soalnya Thor suka aja sama desainnya yang ini hhe )


"Baiklah Tuan, silahkan untuk nama nya, Anda catat dikertas ini"


"Oke .. Oh ya tolong sekalian sama satu set perhiasan berlian yang terbaru kalian bungkuskan juga ya " ucapnya sambil menuliskan namanya dan juga Elvina pada secarik kertas


"Baik Tuan "


"Ini sudah selesai ( Menyerahkan kertas ) . Kira-kira kapan itu akan selesai ?"


"Besok juga sudah selesai Tuan "


"Baiklah, besok anak buah saya akan mengambilnya kesini . Ini untuk pembayarannya " Mirza menyerahkan kredit card miliknya


Elvina hanya terdiam saja daritadi, karena dirinya merasa kurang tertarik juga dengan perhiasan-perhiasan seperti ini


"Ayo El, kita harus pulang sekarang, karena nanti malam kan kita harus kepestanya Zea"


"Em baiklah,, "ucap Elvina lalu berjalan mendahului Mirza


JANGAN LUPA UNTUK KASIH


- LIKE 👍


-KOMENTAR💬


-VOTE⭐️


-FAVORITE♥️


-FOLLOW➕