
BAB 4 BERTEMU KLIEN AYAH
Keesokan harinya ,
Elvina bangun kesiangan karena dirinya semalam tidur larut, gara-gara harus mempelajari berkas yang Ayahnya berikan kemarin
"El,, apa kamu sudah bangun Sayang ?" teriak Ibu Safira dari luar kamar Elvina, namun tak ada sautan dari dalam
Safirapun masuk kedalam kamar Elvina menggunakan kunci cadangan, karena kamar Elvina terkunci dari dalam
"Pantesan,, Ibunya teriak-teriak dari tadi gak dijawab, orang dianya masih tidur pules gini " gumam Safira sambil geleng kepala
"El ,,, El,,, bangun sayang. Udah siang nihh"
"El,,, kamu kan hari ini ada janji ketemu sama klien nya Ayah . Ayo cepet bangun ,, " namun Elvina masih tetap tidak mau bangun
Safira mulai geram dengan Elvina. Tiba-tiba saja muncul ide untuk menjahili Elvina. Dia pergi kekamar mandi, lalu kembali dengan membawa satu gayung air . Setelah tiba didekat Elvina, Safirapun mencipratkan air kewajah Elvina sambil teriak " Banjirr,,,, El bangunn Banjir "
Elvina pun langsung terbangun lalu dia heboh sendiri
"Banjir ,, Banjir darimana Ibu ? Aduh gimana ini ,, Berkas ? Ah iya Berkas Ayah ada dilaci, aku harus segera menyelamatkannya " oceh Elvina , sedangkan Safira, dia sekuat tenaga nya menahan ketawa karena merasa puas telah mengerjai Anaknya
Elvina yang masih belum sadar benar, dia langsung membuka laci dan membawa berkas perusahaan Ayahnya lalu dia berlari kelaur kamarnya, namun belum sempat dia keluar kamar Safira memanggilnya
"El, mau kemana kamu?"
Elvina langsung berhenti, dan berbalik arah menatap Ibunya
"Bukannya kata Ibu tadi banjir. Ya El mau buru-buru pergi lah Bu sebelum nanti banjirnya keburu gede"
Hahahaha, safira tertawa lepas hingga membuat El mengernyitkan dahi
"Kenapa Ibu malah ketawa ?" tanya El polos
Safira menghentikan tertawanya" Kamu ini, sadar El sadar. Mana ada banjir disini "
Seketika El pun tersadar dan dia langsung melihat kesegala arah
"IIBUU,,,,, " ucap El dengan nada manja
"Mangkannya kalau tidur itu jangan kaya kebo gitu, dibangunin susah banget. Ya terpaksa Ibu cipratkan air kemuka kamu"
"Cepat mandi sana, tuh lihat sekarang jam berapa. Bukannya kamu ada janji jam 10 ?"
Elvina melirik jam dinding dikamarnya, lalu matanya terbelalak saat melihat jam menunjukan pukul 09.00
"Aku kesiangan " ucapnya lalu dia menyimpan berkas diatas ranjangnya kemudian El lari menuju kamar mandinya
Duapuluh menit kemudian, Elvina sudah siap dengan pakaian perpaduan outfit serba putih, yang membuatnya terlihat sangat anggun .
"Ibu, El berangkat dulu ya " ucap Elvina saat dirinya berpapasan dengan sang Ibu diruang tamu
"Loh kamu gak makan dulu El ?" tanya Ibu Safira
"Gak usah Bu, kan nanti El juga ketemunya di Cafe ini, jadi sekalian makan aja disana "
"Hm,, yasudah kalai maunya gitu"
"Aku berangkat ya Bu, Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam. Hati-hati dijalan El, dan semoga berhasil "
"Iya Bu "
Elvina buru-buru masuk kedalam mobilnya lalu pergi meninggalkan halaman rumahnya
Setengah jam kemudian, Elvina sudah sampai di Cafe Sky.
"Selamat siang Mbak, maaf meja atas nama pak Damar disebelah mana ya ?" tanya Elvina kepada pelayan Cafe
"Pak Damar dari D.A Group ?" tanya balik pelayan itu
"Iya Mbak benar"
"Oh mari Nona, ikuti saya , saya akan mengantarkan Anda " ucapnya sopan dan Elvina pun mengikuti pelayan Cafe tersebut
"Silahkan Nona" pelayan itu membukakan pintu ruangan VVIP
"Terimakasih Mbak" Elvinapun masuk kedalam dan beruntungnya dia karena CEO dari MBP Group belum datang
Elvina segera duduk dikursi dan memainkan ponselnya sambil menunggu sang CEO MBP Group tiba
Lima belas menit menunggu, akhirnya sang CEO MBP Group datang juga
"Maaf sudah membuat Anda menunggu, saya baru selesai meeting jadi agak terlambat " ucap CEO itu
"Ah iya tidak apa-apa Tuan, saya memaklumi kesibukan Tuan " ucap Elvina lalu tersenyum
"Ah bukan Tuan, saya Putrinya . Nama saya Elvina Septiani Utomo. Saya mewakili Ayah untuk bertemu dengan Anda" Elvina memperkenalkan dirinya
Sejenak CEO itu terdiam saat mendengar nama Elvina
"Elvina, seperti pernah mendengar. Ah iya,, si cewek jorok yang suka dibully dikampus. Tapi masa iya sih dia orangnya, kata Kenzo kan dia itu dari kalangan biasa,bukan dari anak orang kaya. Mungkin hanya nama saja yang sama . Nama Elvina kan banyak bukan cuman satu" gumam Mirza dalam hati
Ya, CEO MBP Group adalah Mirza .
"Em,, Apa Taun baik-baik saja ? " tanya El membuyarkan lamunan Mirza
"Ah iyaa maaf, saya baik-baik saja . Perkenalkan saya Mirza Bayu Putra Pratama. CEO dari MBP Group"
"Baiklah, bisakah kamu persentasikan tentang perusahaan Ayahmu sekarang ?" tanya Mirza
"Bisa Tuan, baiklah saya akan mempersentasikannya sekarang "
Elvina mulai mempersentasikan tentang perusahaan Ayahnya sampai selesai. Dan Mirza menyimaknya dengan baik, bahkan Mirza sangat kagum dengan cara persentasi Elvina.
"Berbakat juga anak ini, selain cantik, sopan tapi dia juga pandai sekali . Kalau perusahaanku bekerja sama dengan perusahaan mereka pasti akan sangat menguntungkan " gumam Mirza dalam hati
"Bagaimana Tuan ? Apa ada yang Anda kurang paham atau ada yang mau Anda tanyakan ?" tanya Elvina diakhir Persentasinya
"Em, Saya rasa sudah cukup jelas Nona . Baiklah Saya akan terima kerja sama kita. Lusa kita bertemu lagi disini pukul empat sore , untuk menandatangani surat kontrak kerja sama" ucap Mirza dengan gaya Cool nya
"Baik Tuan. Akan saya sampaikan kepada Ayah nanti, terimakasih atas kesempatan yang Tuan berikan kepada Perusahaan Kami " ucap Elvina sopan dengan senyum manis khas Elvina, hingga membuat Mirza terpana
"Manis sekali senyumnya " gumam Mirza pelan
"Silahkan dinikmati makanannya Nona Elvina" ucap Mirza
"Terimakasih Tuan Mirza "
Elvina dan Mirzapun menikmati makanan yang sudah dihidangkan oleh pelayan Cafe
Disela-sela kegiatan makannya, Mirza sesekali mencuri pandang terhadap Elvina. Namun Elvina tidak menyadari nya, dia terlalu fokus dengan makanannya, karena memang sudah sangat lapar
"Em, maaf Nona apa saya boleh bertanya ?" ucap Mirza
"Boleh, silahkan tanya saja . Oh ya jangan panggil aku Nona, panggil aku Elvina saja atau El juga gak papa. Karena kesannya terlalu formal kalau memanggilku Nona " ucap Elvina lalu tersenyum
"Baiklah, kamu juga panggil aku Mirza saja "
"Oke,, gak masalah. Mau tanya apa? "
Ucap Elvina
"Em,,, kamu masih kuliah ?" tanya Mirza
"Iya, Aku masih kuliah S1 " ucap Elvina sambil terus menyantap makanannya
"Di Universitas mana ?"
"Darma Bangsa "
"Oh ya ? Aku juga kuliah disana . Kamu ambil jurusan apa? Siapa tau nanti kita bisa berteman . Soalnya aku baru saja pindah ke Universitas Darma Bangsa"tanya Mirza
"Aku ambil Manajemen Bisnis, dan untuk berteman sepertinya gak bakalan deh , karena dikampus aku terkenalnya cewek jorok . Jadi aku kasih tau aja ya sama kamu dari sekarang " ucap Elvina tanpa dia sadari kalau dia sudah memberitahukan identitas aslinya kepada Mirza
"Jadi bener, dia si cewek jorok itu? Tapi ko dia gak kelihatan jorok. Malahan dia sangat rapih. Apa ada sesuatu yang dia sembunyikan dari mahasiswa lain?" gumam Mirza dalam hati sambil memperhatikan Elvina
"Kenapa kamu bisa disebut cewek jorok? Aku perhatikan pakaian kamu sekarang sangat rapih ko " ucap Mirza
"Ya karna aku memang seng,,,," Elvina terdiam dan tidak melanjutkan perkatannya . Dia baru tersadar akan ucapannya tadi
"Bodoh,,, kenapa kamu bisa sampe keceplosan gini sihh El. Aduh gimana ini" omel Elvina dalam hati karena gara-gara kecerobohannya hampir saja Mirza tau siapa dia sebenarnya
"Seng apa Elvina ?" tanya Mirza penasaran
"Ah iitu,, itu,, bukan apa-apa ko. Gak usah dibahas lagi ya. Em Tuan eh mak-maksud saya Mirza, saya pamit pulang duluan ya karena saya ada janji sama Ibu mau menemaninya belanja bulanan. Terimakasih untuk jamuannya . Saya permisi "
Elvina langsung pergi meninggalkan Mirza sendirian disana.
*Bersambung ,,,,
**JANGAN LUPA UNTUK KASIH
- LIKE 👍
-KOMENTAR💬
-VOTE⭐️
-FAVORITE♥️
-FOLLOW➕***