My Husband My Hero

My Husband My Hero
17. Kecewa



Alisa melayangkan pandangannya menatap langit-langit kamar. Ah, rasanya dia seperti menghayalkan sesuatu yang tak mungkin, jika mengharapkan cinta Dika sepenuhnya. Dia sadar jika suaminya hanya melakukan tanggung jawabnya saja. Pikirannya kali ini seperti di penuhi oleh sosok Dika.


"Mas Dika, sepertinya aku sudah merindukanmu. " gumam Alisa dalam hati yang diikuti senyum simpul di sudut bibirnya. Sejak pulang dari villa hatinya seperti ditumbuhi ribuan bunga yang bermekaran.


Dika sengaja mengantar Alisa lebih dulu ke appartemen sebelum dia menemui Arsen di sebuah cafe yang biasa mereka bertemu. Dika tahu Arsen pasti akan shock, saat mengetahui jika dirinya menikahi Alisa. Hidup itu kadang memberi sesuatu yang tak di sangka, bahkan terkadang juga tak diinginkan. Maka di saat itulah manusia hanya bisa legowo dan menerima.


###


Dengan senyum yang tak menyurut dari bibirnya, Alisa memilih untuk memasak makanan kesukaan Dika. Rendang istimewa dengan resep yang diberikan oleh Mama Lucy. Oh tuhan , Alisa merasa seperti menjadi seorang istri yang sesungguhnya. Dengan sangat luwes dia memainkan peralatan dapur, seperti bukan Alisa saja jika mengingat dirinya yang dulu hanya bisa memasak air dan mie instan.


"Ah, semua sudah siap. Saatnya mandi dan pergi ke swalayan depan untuk membeli buah." lirihnya dengan menatap beberapa makanan yang sudah tersaji di meja.


Alisa masih menunggu Dika setelah banyak hal yang dilakukannya. Dia sedikit menggerutu ketika matanya melihat jam di ponsel menunjukkan pukul sebelas malam tapi suaminya belum juga pulang atau memberi kabar. Angin malam yang mulai terasa dingin membuatnya beranjak dari balkon menuju ke kamar.


Ting... sebuah notifikasi pesan berbunyi di ponselnya saat dia sedang menutup pintu kamarnya.


Deg... jantungnya rasanya seketika berhenti berdetak dan kepalanya seperti berdenyut saat matanya melihat pesan yang di kirim Revi.


"Mas Dika...!" lirihnya dan tubuh Alisa seketika meluruh terduduk di ranjang saat melihat foto Dika di sebuah club malam dengan dua wanita berpakaian sexy. Bahkan satu diantara mereka menempelkan bibirnya di wajah suaminya, benar benar tak berjarak.


Ting... sebuah video sorang wanita bergelayut mesra di lengan suaminya dengan tanpa malu, bahkan ada yang meraba wajah ganteng milik suaminya. Melihat semuanya Alisa sangat kecewa, bahkan rasa marah dan sedih menyeruak menjadi satu dalam hatinya.


"Ternyata kamu tak seperti yang aku pikirkan!" Rasanya tak ada kata yang bisa menggambarkan rasa kecewanya pada sosok yang sudah dia kagumi itu. Tubuhnya terasa lemas saat itu, Alisa memilih merebahkan tubuhnya dengan bergelung selimut. Rasa kecewa yang tak bisa diungkapkan karena mungkin ini rasa yang hanya menjadi miliknya.


Sudah tengah malam Alisa belum juga bisa terlelap. Rasa marah sedih bahkan kecewa di hatinya juga tak berkurang sama sekali. Hingga terdengar suara Dika yang sudah pulang.


"Al...sudah tidurkah?" ucap Dika saat membuka pintu kamar Alisa. Sebenarnya dia lebih dulu mencari Alisa di kamarnya. Tapi ternyata, istrinya sudah bergelung selimut di kamarnya.


Dika masih memperhatikan Alisa dengan membuka jaketnya dan melemparnya ke sofa.


"Al, aku tau kamu belum tidur." panggil Dika sekali lagi sambil merayap ke sisi kosong ranjang yang dipunggungi Alisa. Alisa menyembunyikan wajahnya di bantal dengan rambut yang sebagian menutup wajahnya.


"Al, .." panggil Dika yang mendekat dan akan menyibakkan rambut halus itu, tapi seketika langsung ditepis Alisa.


"Jangan menyentuhku! Aku tidak suka bau rokok dan alkohol" hardik Alisa membuat Dika berfikir demikian.


"Baiklah, aku akan mandi dulu!" ucap Dika dengan membau kemejanya. Dan memang benar, kemeja yang dia kenakan bisa tercium bau alkohol karena salah seorang wanita di club malam, sudah menumpahkan wine tepat di kemejanya.


Dika akan kembali ke kamarnya untuk mandi. Tapi saat melihat meja makan, dia bisa melihat isi meja yang penuh dengan makanan. Ah, ternyata benar jika istrinya sudah memasak makanan favoritnya. Menyadari makanan yang masih utuh, dia yakin Alisa pasti juga belum makan. Dia pikir dia akan mandi terlebih dahulu sebelum mengajak Alisa makan malam.


Setelah beberapa menit Dika keluar dari kamarnya dengan wajah segar menuju kamar Alisa. Dia yakin ada sesuatu yang terjadi hingga Alisa bersikap aneh dengannya.


Dika membuka pintu kamar, sesaat dia menatap tubuh yang masih tak bergeming dari posisi semula.


"Al, kamu kenapa?" tanya Dika yang langsung naik ke atas ranjang. Dika merapatkan tubuhnya dan melingkarkan lengan kokohnya di perut datar Alisa. Dika hanya mencoba memancing reaksi istrinya tapi ternyata masih tak bergeming, saat itu dia tahu jika Alisa belum tidur.


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Kenapa sikapmu mendadak aneh?"gumam Dika dalam hati.


Alisa mengatupkan matanya rapat. Dia hanya mencoba menahan rasa marah dan kecewa yang membuncah. Bahkan dia merasa muak saat lengan kokoh itu melingkar di perutnya dan saat nafas suaminya terasa di pucuk kepalanya.


Alisa Pov


Aku merasa jijik saat tanganmu yang bekas menyentuh wanita lain melingkar di perutku. Bahkan kau sangat pandai berpura-pura. Jika bukan karena Revi. Aku tidak akan tau kelakuanmu di luar sana. Rasanya aku muak sekali, tapi aku bisa apa? Cemburu Pun aku tak berhak, apalagi marah di depanmu karena dari awal kita juga sudah saling mengerti jika pernikahan ini hanya status saja.


###


Dika mengendari motornya menuju kos Nungky setelah memberi laporan atas penyelidikannya secara langsung dan peretasan situs bisnis ilegal di sebuah club malam. Lelaki itu kini berniat menjemput Alisa yang saat ini berada di kos Nungky. Dari semalam hingga pagi tadi, istrinya seperti memberi jarak padanya. Entah , kenapa rasanya semua itu berpengaruh padanya.


Sebuah mobil sedan sengaja memepet Dika hingga laki laki itu menghentikan laju motornya.


Andres... seorang lelaki berpenampilan parlente dengan perawakan atletis kini menghampirinya.


"Bisakah kita berbicara dengan menikmati secangkir kopi, Tuan Hacker." ucap Andress dengan menunjukan kedai kopi yang tidak jauh dari tempat mereka


"Baiklah." jawab Dika.


Mereka kemudian memasuki sebuah kedai kopi yang cukup terkenal di kota XX.


"Apa yang anda inginkan, Tuan Andress?". tanya Dika tak ingin berbasa basi.


"Aku hanya ingin melakukan penawaran kerja sama. Aku tau kamu seorang IT yang handal. Bahkan keahlianmu di gunakan oleh beberapa perusahaan dan sistem keamanan negara."


"Langsung saja tuan." sergah Dika dengan tidak senang bertele-tele.


"Aku ingin anda mengamankan semua situs bisnisku. Berapa pun yang anda mau aku akan membayarnya."


"Sory tuan , tidak semua bisa dinilai dengan uang." ucap Dika karena sebenarnya dialah yang mengacak acak situs bisnis ilegalnya.


"Lihatlah ini... aku tau kalian menikah tanpa cinta, bahkan terkesan hanya sebuah rekayasa. Aku bisa mengambilnya darimu, Tuan Hacker." Andres menunjukan fotonya saat membantu Alisa yang sedang keteteran membawa belanjaan semalam.


"Aku harap anda jangan menggangu istriku!" ucap Dika penuh penekanan. Tatapan matanya yang mengintimidasi kini tertuju pada lelaki di depannya.


Bersambung


Ikuti keseruannya di next chapter ya...


NB. Revi ada di (Cinta Untuk Jodohku).di Wp