My Husband My Hero

My Husband My Hero
BAB 7 SEBUAH ALASAN



BAB 7 SEBUAH ALASAN


"Ke-kenapa Kamu gak jawab pertanyaan Aku ?" tanya Elvina terbata


"Kamu pikir Aku sejahat itu kah ?" tanya balik Mirza dan Elvina hanya terdiam


"Aku ajak kamu kesini untuk membicarakan soal perjodohan kita" ucap Mirza


"Oh,,, tapi kenapa harus jauh-jauh kesini ? Kita kan bisa bicarakan ini Cafe atau taman yang di dekat kota"


"Aku memang sengaja memilih disini, karena disini tempatnya enak, adem, sunyi " tuturnya


"Ohh, Oke . Kita langsung ke intinya saja " ucap Elvina


"Apa kamu akan terima perjodohan ini ?"lanjut Elvina


"Sepertinya Iya" jawab Mirza singkat


"Kenapa? "


"Karena mau bagaimana pun aku tidak bisa menolak permintaan Papa sama Mama. Jadi, ya mau gak mau aku harus terima buat nikah sama kamu" ucap Mirza dengan santainya


"Tapi,, Aku hanya ingin menikah dengan orang yang menyayangi aku dan menerima aku apa adanya . Bukan karena paksaan " ucap Elvina sambil menundukan kepalanya


"Terus, apa kamu mau menolak perjodohan ini?" tanya Mirza


Elvina menggelengkan kepalanya


"Seperti apa yang kamu ucapkan tadi. Aku juga tidak mungkin bisa menolak permintaan Ayah dan Ibu. Aku gak mau mereka kecewa dan sedih . Karena hanya tinggal mereka lah keluarga yang aku punya" ucap Elvina menahan sedih


"Oke jadi kita sama-sama tidak ada pilihan kan? Jadi ya sudah kita terima saja perjodohan ini . Soal cinta, kenyamanan, dan kasih sayang kita pikirkan nanti" ucap Mirza


"Tapi, aku ingin pernikahan kita diadakan secara sederhana saja dan hanya keluarga dan kerabat saja yang diundang"


"Kenapa ? Bukan kah setiap wanita ingin pernikahannya dilakukan dengan megah ? Kenapa kamu hanya ingin sederhana ?" tanya Mirza heran


"Aku takut kamu nantinya malu, karena kamu nikah sama cewek jorok kaya aku ini "


Hahahhaah


Tawa Mirza pecah saat mendengar alasan Elvina


" Kamu takut aku malu, atau kamu takut identitas aslimu terbongkar hem ?" Elvina terdiam


"Bagaimana bisa dia tau apa yang aku pikirkan, aduhh bagaimana ini ... Ayahh,, bantulah anakmu ini " teriak hati Elvina


"Kenapa diam ? Jadi benar kan yang aku bilang, kamu itu takut identitas aslimu itu terbongkar kan ? "


"Ii-iya " ucap Elvina pelan


Mirza tersenyum " Kenapa kamu takut kalau identitas aslimu terbongkar?"


Elvina diam


"Cobalah mulai terbuka denganku, karena sebentar lagi kan kita akan menjadi suami istri. Jadi mulai lah dari sekarang kita untuk saling terbuka satu sama lain " ucap Mirza mencoba untuk meyakinkan Elvina


"Kamu benar Za . Sebenarnya aku sudah lelah dengan sandiwara yang ku buat ini. Tapi aku juga gak mungkin bilang sama mereka semua kalau aku adalah anak dari Ayah Darma pemilik yayasan kampus . Mereka pasti akan tambah membully aku dan mengecap aku pembohong "


"Alasan kamu menyembunyikan identitasmu itu karena apa?"


"Karena aku lelah dengan mereka-mereka yang mau berteman denganku karena status sosialku, dan laki-lakipun mendekatiku karena hartaku saja. Mereka gak tulus mau sama Aku. Jadi sebab itu lah saat aku masuk SMA sampe sekarang aku menyembunyikan identitas asliku. Aku merubah tampilanku dan dinamaku aku tidak memakai marga keluargaku. Jadi sekarang kamu paham kan ?"


"Ya, aku paham sekarang" ucap Mirza


Setelah itu tidak ada lagi percakapan diantara mereka .


Hening ,,,,


Hingga dering ponsel milik Elvina memecah keheningan diantara mereka


"*Hallo Assalamualaikum Bu "


"El kamu masih sama Mirza kan ?"


"Iya Bu, El masih sama Mirza. Kenapa gitu Bu ?"


"Ah engga El. Ibu cuma nanya aja . Yaudah lanjut aja , jangan pulang terlalu larut malam ya "


"Oh , oke Bu "


"Ibu matiin ya telponnya. Assalamualaikum"


"Hm, iya Waalaikumsalam* "


Elvina menyimpan kembali ponselnya kedalam tas miliknya


"Ibumu ?" tanya Mirza


"Iya "


"Apa tanteu sudah menyuruhmu pulang?"


"Iya "


"Iya "


"Dari tadi jawabnya cuma Iya terus,, gak ada kata lagi apa selain IYA " ucap Mirza menekankan kata terakhirnya karena merasa kesal dengan Elvina


"Tidak "


"Arrgghh,,, kau ini . Sudah lah ayo kita pulang " Mirza langsung beranjak dari duduknya lalu berjalan meninggalkan Elvina


"Dasar, gitu aja ngambek" gerutu Elvina lalu dia segera pergi menyusul Mirza


Didalam mobil, Mirza dan Elvina masih saling diam . Mirza masih kesal dengan Elvina sedangkan orang yang dikesalkan oleh Mirza hanya cuek-cuek saja seperi tidak mempunyai dosa


Karena perjalanan pulang memakan waktu yang lumayan lama, dan sedikit macet Elvinapun tertidur didalam mobil


Mirza hanya tersenyum tipis saat menyadari kalau Elvina tertidur . Saat dilampu merah, Mirza melepas jas dan menyelimuti Elvina menggukan jas miliknya


"Cantik" ucap Mirza pelan lalu dia kembali melajukan mobilnya karena lampu lalulintas sudah berwarna hijau


Setibanya di halaman rumah Elvina, ternyata Elvina masih tertidur


Mirza tidak tega jika harus membangunkannya . Mirzapun langsung berinisiatif untuk menggendong Elvina


Diruang tamu keluarga Utomo, Damar dan istrinya Safira sedang menonton tv sambil menunggu putrinya pulang


Namun mereka dikejutkan dengan seorang laki-laki yang sedang berjalan sambil menggendong putrinya . Ya orang itu adalah Mirza


"Astagfirulloh, Nak Mirza . Elvina kenapa ? Kenapa dia sampe kamu gendong begini ?" tanya Ibu Safira panik


"Elvina gak kenapa-kenapa ko Bu, dia tadi ketiduran di mobil Bu. Mirza gak tega buat ngebanguninnya , jadi ya Mirza gendong aja " ucap Mirza


"Alhamdulillah, syukurlah kalau kalian baik-baik saja "


"Em, maaf Bu . Kamarnya Elvina dimana ya ? Mirza mau manidurkan Elvina dikamarnya"


"Ah iya maaf nak Mirza, kamu pasti berat ya gendong Elvina . Mari Ibu antar kekamarnya Elvina "


Dengan sisa tenaganya, Mirza mengikuti Ibu Elvina menuju kamarnya Elvina


"Baringkan saja disini Nak Mirza "


Mirzapun membaringkan Elvina diranjangnya lalu menyelimutinya dengan sangat hati-hati karena tidak mau Elvina terbangun


Ruang tamu ,,,


"Om, Tanteu aku pamit pulang dulu ya . Terimakasih karena sudah mengizinkan Mirza membawa El pergi tadi "


"Loh kenapa buru-buru sekali? Disinilah dulu, kita ngobrol-ngobrol" tanya Safira


"Maaf Tan, bukannya Mirza gak mau lama-lama disini, besok Mirza ada kelas pagi Tan jadi Mirza harus segera istirahat"


"Sudahlah Bu, biarkan Mirza pulang. Kasian dia pasti butuh istirahat yang cukup, apalagi tadi dia habis gendong El yang berat itu . Lagipula besok dia juga ada kelas pagi"


"Ah ya sudah lah gak papa kalau begitu. Kamu hati-hati dijalan ya Za. Salam buat Mama dan Papa mu "


"Iya Tanteu, akan Mirza sampaikan . Kalau gitu Mirza pamit ya Om, Tan. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


"Sepertinya yang diucapkan Gilang itu benar Bu" ucap Damar


"Maksud Ayah ?"


"Itu loh Bu, yang diucapkan Gilang tadi di Resto . Yang Mirza itu suka sama El " jelas Damar


"Ohh yang itu ,,,, kaya nya sih iya deh Yah. Buktinya aja tadi dia sampe bela-belain gendong El ke kamarnya . Kalau dia gak ada hati sama El, mana mungkin dia mau ngelakuin itu . Pastinya kan dia bakalan bangunin El"


"Iya bener Bu. Ya semoga saja Mirza itu benar-benar tulus sama El "


"Iya Yah Aamiin .... Yaudah sekarang kita tidur yuk . El kan udah pulang ini "


"Iya Bu "


#mohon maaf ya Up nya lama, soalnya lgi sibuk di rmah, ada acra kluarga 😊😊😊


JANGAN LUPA UNTUK KASIH


- LIKE 👍


-KOMENTAR💬


-VOTE⭐️


-FAVORITE♥️


-FOLLOW➕