
BAB 13 HARI PERNIKAHAN
Hari pernikahan adalah hari yang dinantikan setiap manusia, terutama bagi orang - orang yang saling mencintai satu sama lain
Tapi, bagi Elvina ini hanyalah biasa-biasa saja, karena dia menikah dengan Mirza bukanlah karena saling mencintai, melainkan karena mereka tidak ingin membuat kedua orangtua mereka kecewa. Tapi, tanpa Elvina tahu, bahwa Mirza itu sebenarnya mempunyai rasa kepadanya dan Mirza sangat bahagia
Justru hari ini adalah hari yang sangat dinantikan oleh Mirza ,, hari dimana dia bisa menikah dengan sang pujaan hati, dan setelah itu dia akan memiliki Elvina seutuhnya, dan akan selalu bersama dengan Elvina
Sore itu,,, dikediaman keluarga besar Utomo
Semua orang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, para kerabat Damar dan Safira pun sudah datang dan berkumpul dirumah Damar
Sedangkan Elvina, dia sedang di dandani oleh MUA pilihan Naila, mamanya Mirza
Tepat pukul 16.00 , keluarga dari pengantin pria pun datang ,, Damar dan Safira menyambut kedatangan mereka, lalu menuntun sang pengantin pria menuju ketempat ijab qobul dilakukan
Setelah sampai, Mirza duduk dikursi yang sudah disediakan, dan dihadapannya sudah duduk pula Ayahnya Elvina, sedangkan Elvina dia masih berada dikamar . Dia baru boleh keluar saat Mirza sudah selesai mengucapkan ijab qobulnya
"Bismillah,,, kamu bisa Za , jangan gugup"batin Mirza
"Kamu sudah siap ?" tanya penghulu kepada Mirza
"Siap Pak"
"Baiklah, kalau begitu kita mulai sekarang ya "
Beberapa menit berlalu,, dan akhirnya Mirza telah selesai mengucapkan ijab qobul dengan lancar dan para saksipun mengucapkan SAH ,,, ALHAMDULILLAH ..
Di kamar, Elvina duduk dengan perasaan yang tidak bisa diartikan.
Memang pernikahan ini hanyalah karena perjodohan, namun dia juga tetap merasa takut jika Mirza tidak bisa mengucapkan ijab qobul dengan lancar , karena bagaimanapun dia juga ingin menikah hanya satu kali seumur hidupnya
"El,, " Vania masuk kedalam kamar Elvina setelah dia melihat proses ijab qobul tadi
"Gimana Van ? Lancar ?" tanya Ayu, mewakilkan Elvina
"Alhamdulillah lancar ,, dan sekarang waktunya kamu keluar El,, Ayo " ucap Vania
Terlihat perasaan Elvina sedikit tenang setelah mendengar ucapan Vania tadi, namun perasaan gugup masih ada di dalam dirinya, karena sekarang dia harus bersanding dengan Mirza untuk menyambut para tamu undangan
"Van,, Yu ,, aku gugup nihh" ucap Elvina pelan saat mereka sedang berjalan menuju tempat resepsi
"Sudah kamu tenang aja El, jangan gugup " ucap Ayu
"Ya kan kalian belum ngerasain sihh, jadi pasti nyantai-nyantai aja "ucap Elvina
Saat Elvina sudah hampir tiba di tempat resepsi, semua mata tertuju kepadanya, dan itu membuat dirinya semakin gugup
"*Tenang, , Tenang El ... Kamu pasti bisa " ucapnya dalam hati
"Sungguh cantik ciptaanmu ini ya Allah ,,, Aku benar- benar beruntung bisa menikah dengannya hari ini " ucap Mirza dalam hati sambil menatap Elvina yang sedang berjalan menghampirinya*
"Za ,,, " ucap Elvina saat dirinya sudah berada di hadapan Mirza
"Mirzaa ,,, " panggilnya lagi karena Mirza masih tidak mendengarnya
Hingga Gilang menepuk pundak Mirza pelan , barulah Mirza tersadar dari lamunannya,dan betapa kaget nya dia saat melihat ternyata Elvina sudah berada dihapannya sekarang
Setelah bertukar cincin, Elvina mencium punggung tangan Mirza begitupun Mirza dia mencium kening Elvina dengan lembut dan penuh kasih sayang
Setelah berbagai acara dilakukan, kini tinggalah acara resepsi pernikahan dan para tamu undanganpun sudah mulai berdatangan
"Zea,, bener ga nih tempatnya disini?" tanya Fani saat mereka berada di depan rumah Elvina
"Bener lah, tuhh disana juga ada tulisannya Elvina dan Mirza " Zea menunjuk kepapan yang bertuliskan nama Elvina dan Mirza
"Tapi,, apa iya ini rumah nya Elvina ?"tanya Ines
"Entahlah,, tapi mana mungkin si Elvina punya rumah mewah kaya gini" ucap Zea
"Heem, rumah lo aja lewat Zea "ucap Fani
"Mending kita masuk aja deh, biar kita tau apa bener ini rumahnya dan dia itu nikahnya sama Mirza teman satu kampus kita atau bukan " ucap Ines
"Iya bener apa kata Ines , kita masuk aja sekarang"
Fani pun melajukan mobilnya masuk kehalaman rumah Elvina yang luas.
Lalu mereka masuk ketempat dimana acara dilakukan
"Ze,, Zea ,, itu lihat . Gue gak salah lihat kan ? Itu beneran Elvina sama Mirza ?" Ines mengerjapkan matanya
"Itu beneran Mirza Nes ,, Kita pasti dalam bahaya nih nanti" ucap Fani berbisik, lalu mereka melirik Zea untuk melihat ekspresi wajah Zea
Benar saja apa kata Ines,,, wajah Zea sudah memerah menahan emosinya
"Zea, apa lo yakin mau kesana ?" tanya Ines memberanikan diri
"Yaudah yuk, kita kesana. Masalah untuk ini nanti kita bicarakan " Zea berjalan terlebih dahulu dan diikuti Ines , Fani dibelakangnya
"Hai,, selamat ya atas pernikahan kalian,, Beruntung banger kamu Elvina bisa mendapatkan Mirza, pasti kamu mau nikah sama dia karena keluarga Mirza itu kaya kan ? Jadi mereka bisa melunasi hutang - hutang keluarga mu itu kan ? Ck ck ck kasian sekali sih keluarga kamu Za . Mau aja dimanfaatin sama keluarganya dia " ucap Zea dengan menatap sinis ke Elvina
"Apa maksud kamu bicara seperti itu Zea ?" tanya Elvina
"Alahh,,, udah deh jangan so polos deh Lo "
"Sudah cukup,, Kalian jika sudah tidak ada kepentingan lagi mohon segera pergi darisini, masih banyak tamu yang mau kami sambut " ucap Mirza tegas
Dengan perasaan kesal, Zea pergi meninggalkan pelaminan
"Kamu jangan sedih ya El" ucap Mirza lalu dia merangkul pinggang Elvina dari samping
"Iya Za ,,"
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, hingga kini acarapun telah usai ,,,
Para tamu undanganpun sudah kembali kerumahnya masing-masing, kini hanya tinggalah beberapa saudara keluarga Elvina, kedua orangtua Elvina dan Mirza , serta kedua pengantin dong tentunya
"Kalian istirahat aja El, pasti kalian lelah kan ?" ucap Safira
"Baiklah Bu, aku sama Mirza istirahat duluan ya "
"Iya sayang "
" Semuanya , kami istirahat duluan ya . Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"