My Husband My Hero

My Husband My Hero
BAB 2 MAHASISWA BARU



BAB 2 MAHASISWA BARU


Dipagi yang sedikit mendung, Elvina bersiap - siap untuk berangkat kuliah. Karena hari ini dirinya ada kelas pagi


Elvina keluar dari kamarnya menuruni anak tangga satu persatu menuju dapur untuk sarapan bersama Ayah dan Ibunya


"Morning Ayah,, Morning Ibu " sapa Elvina lalu duduk dikursi samping Ibu Safira


"Morning sayang,,"


"Ayo cepat ambil sarapanmu El "


"Iya Bu"


Selesai menghabiskan sarapannya, Elvina pamit berangkat kuliah karena dirinya takut terlambat masuk kelas


"Ayah, Ibu ,, El berangkat dulu ya . Ada kelas pagi. Assalamualaikum"


"Iya, hati-hati El . Waalaikumsalam "


Setelah Elvina berangkat kuliah, Damar pun pamit kepada Safira untuk pergi ke kantornya


"Kalau gitu Ayah juga berangkat ya Bu" ucap Damar sambil beranjak dari duduknya


"Iya Ayah, hati-hati bawa mobilnya"


"Iya Bu pasti. Ayah pamit ya. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam "


UNIVERSITAS DARMA BANGSA


Pagi itu, suasana kampus sudah lumayan ramai. Elvina baru saja tiba, dia memarkirkan mobilnya ditempat biasa . Lalu Elvina keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju kelasnya


"El,, tunggu " teriak seseorang hingga menghentikan langkah Elvina


"Kamu baru dateng ya ?" tanya seseorang itu setelah dirinya tiba didekat Elvina


"Iya Van, kamu juga baru dateng ?"tanya balik Elvina


"Iya nih, ayo kita kekelas kasian Ayu pasti udah nungguin kita" ajak Vania ,Elina hanya mengangguk tanda setuju


Saat Elvina dan Vania mau masuk kedalam kelas, tiba-tiba saja Zea menarik rambut Elvina hingga mengaduh kesakitan


" Aaawwww sakit ,,," teriak Elvina


" Heh Zea ,, lepasin itu rambut Elvina. Kasian dia " teriak Vania , mencoba untuk melepaskan tangan Zea dari rambut Elvina


"Diem Lo " ucap Ines sambil memelototkan matanya kepada Vania dan memegangi Vania


"Lepasin Zea, auuhh,, sakit " ucap Elvina


Satu persatu mahasiswa mulai berkumpul untuk menonton kejadian tersebut,


"Zea,, aku mohon tolong lepasin,, sakitt. Apa salah aku sama kamu Zea ?" sambung Elvina lagi


Zea pun melepaskan tangannya dari rambut Elvina


"Mangkannya Lo jangan ngalangin jalan buat Gue masuk" ucap Zea kepada Elvina lalu dia masuk kedalam kelas diikuti dua dayangnya


"Kamu yang sabar ya El" ucap Vania sambil mengelus punggung Elvina


"Iya Van,, makasih ya" seru Elvina masih menahan sakit dikepalanya


"Kita masuk yu, keburu dosennya dateng " ajak Vania


Elvina dan Vania pun masuk kedalam kelas lalu duduk dikursi mereka masing-masing


"Loh Ayu ko gak ada Van ? Apa dia gak masuk ya ?" tanya Elvina saat melihat kursi yang biasa diduduki Ayu masih kosong


"Kayanya iya deh dia gak masuk, nanti deh coba aku tanyain sama dia pas selesai kelas "


"Hm iyaa Van"


Selang beberapa menit, Dosen pun masuk kedalam kelas dengam diikuti oleh satu mahasiswa dibelakangnya


Para kaum hawa langsung terpana akan ketampanan mahasiswa tersebut terkecuali Elvina. Dia hanya menatap biasa saja.


"*Itu mahasiswa baru ya?"


"Ya ampun ganteng banget "


"Uhh ada pangeran darimana ya ?"


"Tampannya* "


Dan masih banyak lagi


Zea pun tak kalah terpana dengan ketampanan mahasiswa itu, dia senyum senyum sendiri dengan kedua tangan yang menyangga dagunya


"Ya Tuhan,,, tampan sekali cowok ini. Gue harus bisa memilikinya . Masa iya seorang Zea gak bisa naklukin cowok tampan itu, secara gitu, mana ada yang nolak pesona dari Zea ini" gumam hati Zea


"Selamat pagi semua"


"Pagii,,,, "


"Hari ini kalian kedatangan Mahasiswa baru dia pindahan dari Amsterdam. Mirza perkenalkan namamu " ucap Dosen itu kepada Mahasiswa baru


"Pagi semua,, perkenalkan nama gue Mirza Bayu Putra Pratama . Mohon bantuannya dari kalian semua " ucap Mirza singkat dengan gagahnya


"Baiklah, Mirza kamu boleh duduk disamping Kenzo "


"Baik Bu, terimakasih "


"Hay bro,, salam kenal gue Kenzo" kenzo mengulurkan tangannya


"Salam kenal juga bro, semoga kita bisa jadi teman " balas Mirza


"Pasti " jawab Kenzo sambil tersenyum


Mata pelajaran kelas pertama sudah selesai, semua mahasiswa pun mulai meninggalkan ruangan kelas


"Bro, kantin yu. Nanti gue kenalin lo sama sahabat-sahabat gue " ajak Kenzo


"Boleh deh, ayo " Mirza menerima ajakan Kenzo untuk pergi ke kantin


"Hay,,," sapa Zea dengan senyum penuh arti


"Em, hai " sapa balik Mirza


"Kenalin aku Zea Anugra Buana Samanta. Primadona dikampus ini " ucap Zea memperkenalkan dirinya dengan PD


"Oh ya senang berkenalan denganmu Zea" balas Mirza


"Hai,, aku Fany Eko Susilo , sahabatnya Zea "


" Dan aku Ines Naura Syarif sahabatnya Zea juga "


"Oh hai, Ines, Fany " sapa balik Mirza


"Za ayo kita kekantin sekarang, temen-temen gue udah nungguin nih" ajak Kenzo lagi


"Iya iya ayo ,,, gue duluan ya .. Byee " ucap Mirza lalu pergi bersama Kenzo


"Kalian harus bantu gue buat dapetin tu cowok" ucap Zea kepasa Ines dan Fany


"Siap Zea, kita pasti bakalan bantu ko. Lo tenang aja deh, ya kan Fan ?"


"Heem bener tuh kata Ines, kita pasti bakalan bantu Lo buat dapetin si Mirza"


Dikantin,,


Mirza dan Kenzo langsung duduk di bangku yang memang sahabat Kenzo sudah berada disana


"Kin, Will kenalin nih temen baru kita Mirza . Dia mahasiswa baru dikelas gue " Ucap Kenzo


"Oh ya ? Gue Aiden William Abhivandya , panggil Will aja biar tambah akrab " ucap Aiden mengulurkan tangannya


Mirza menerima uluran tangan Aiden " Mirza Bayu Putra Pratama "


"Apa lo anak nya dari pak Gilang Adi Surya Pratama Pengusaha sukses itu ?" tanya Aiden


"Ya seperti yang lo bilang " ucap Mirza singkat


"Wihhh,,, kita punya tuan muda sekarang hahaha " ucap Kenzo lalu mereka semua tertawa lepas hingga membuat para pengunjung kantin langsung melihat kearah mereka


"Oh ya gue Kin Dhananjaya . Panggil aja Kin "


"Oke ,,, "


Keempat laki-laki tampan itu terus bertukar cerita mereka, sesekali mereka tertawa


Dibangku pojok kantin, dua wanita cantik sedang merasa jengkel terhadap keempat laki-laki tampan itu, karena kenyamanan mereka terasa terganggu oleh gelagak tawa dari Mirza dan teman-temannya


"Ishh,,, ganggu ketenangan sama kenyamanan aja sih tuh cowok-cowok" gerutu Elvina


"Udah lahh jangan dihiraukan mereka.. Mending kamu cepet habisin tu makanan terus kita langsung pergi dari sini " ucap Vania


"Jadi ilang tau gak selera makan aku, udah lah yuk kita ke perpus aja "ajak Elvina lalu beranjak dari kursinya di ikuti Vania juga


Setelah membayar tagihannya dikasir Elvina dan Vania pergi meninggalkan kantin


Namun, saat Elvina baru saja melangkah dua langkah, Zea dengan sengaja menabrak Elvina hingga terjatuh, dan minuman yang dibawa Zeapun tumpah dibaju Elvina


"Ahhh,,,, " teriak Elvina lalu terjatuh


" Aduhh,,, Sakitt " ucap Elvina lirih


"Heh,, Zea . Kamu itu gak punya mata apa ya ? Jalan itu liat-liat dong.. Kamu emang sengaja ya nabrak Elvina terus numpahin minuman kamu ke Elvina ?" teriak Vania sambil membantu Elvina berdiri


"Kalo emang iya sengaja mau apa lo ? Emang lo berani sama gue hah ?" teriak Zea balik


Pertengkaran mereka langsung menjadi pusat perhatian semua orang yang berada di kantin


"Lagi pula dia pantas ko diginiin, ya gak Nes, Fan ? " tanya Zea kepada dua dayangnya


"Bukan pantas lagi, pantas banget hahaha" mereka bertiga pun tertawa


"Ada apaan sih itu ko rame banget ?"tanya Mirza


"Biasa ituu, si Zea pasti lagi ngebully si Elvina " ucap Kin


"Ngebully ?" tanya Mirza


"Iyaa,, itu udah jadi hal biasa buat kita . Si Zea itu gak pernah sehari aja gak ganggu si Elvina. Pasti ada aja cara dia buat bikin malu Elvina" seru Kenzo


"Kasian banget, kenapa kalian gak pada bantuin dia ?" tanya Mirza lagi


"Buat apa bantuin cewek jorok kaya gitu, iihhh jijik gue " ucap Kin sambil menggidikan bahunya


"Jorok gimana maksudnya?" tanya Mirza lagi


"Paras sih iya cantik, malahan ya cantikan Elvina daripada Zea. Cuman ya itu, dia suka banget makan jengkol . Terus itu tas nya juga dia gak pernah ganti-ganti tau . Gimana gak jijik coba. Ihhh ngebayanginnya aja gue udah ngeri , bau nya itu loh iihhh " ucap Kin


"Yang mana sih orangnya, penasaran gue " ucap Mirza


"Yaelah Lo masa gak tau, dia kan sekelas sama Lo " ucap Aiden


"Apa bener Ken ?"


"Iya bener Za ,, Elvina sekelas sama kita, dia duduk di bangku belakang "


"Ohhh,,,, "


"Udah lah Van,, jangan diperpanjang lagi. Lebih baik kamu anter aku ke toilet aja " ucap Elvina


"Tap,,,"


"Gak ada tapi-tapian Van, udah ayo Van nanti keburu banyak orang" ucap Elvina pelan


"Hm,, baiklah " Vaniapun membantu Elvina untuk pergi dari kantin menuju toilet


"Ehhh,, kalian mau pada kemana ?" tanya Zea namun Elvina dan Vania tidak menghiraukannya, mereka tetap berjalan meninggalkan kerumunan itu


"Sial,, beraninya mereka gak jawab pertanyaan gue . Awas aja kalian " gumam Zea sambil mengepalkan tangannya


Bersambung ,,,