
"Dimas ..
"Maaf jika suara ku sudah membangunkanmu?" Lirihnya dengan khas suara orang bangun tidur.
"Hanna .. jangan kau ingatkan aku atas kekuranganmu aku tahu kau sangatlah terluka dan aku akan lebih terluka saat kau menangis"
"Dengarkan aku sayang, aku tidak akan pernah goyah sedikitpun dengan keadaan mu sekarang.."
"Kau dunia ku, kau segalanya dan aku pastikan kamu satu-satunya didalam hidupku "
Haru bercampur bahagia Isak tangis Hanna pun terpecah didalam pelukan dada bidang Dimas tenggelam didalamnya menyembunyikan wajah cantik nan mulus itu di pelukan Dimas.
.........
"Dimas..
"Bisakah kamu nyala kan lampunya kenapa gelap sekali kamu tahu sekali aku tidak suka gelap ..
"Dokter, suster adakah yg mendengar ku kenapa kalian diam saja "kesal.
"Dimas .. "rintih suara yg berpadu dengan gelisah.
"Dimas jangan bercanda denganku dokter, suster jangan permainkan aku seperti ini aku tidak suka dengan gelap kalian akan membuatku sangat takut" sudut mata Hanna yg berkubang air mata hingga pecahlah tangisan Hanna yg sudah tidak terbendung lagi.
"Sayang .."
"Dimas .. kenapa kamu diam ada apa ini kamu sedang memberikan kejutan kah untukku"terisak-isak.
"Kamu harus tegar sayang, semuanya akan baik-baik saja" Memeluk erat Hanna.
"Terdiam lemas.
"A-pa mak-sud ka..mu?" Tergagap-gagap.
Diam.
"Maaf nyonya, dengan berat hati kami menyampaikan bahwa bukan hanya kehilangan calon anak kalian tapi, kecelakaan itu membuat ...
Menghela nafas berat.
".. Anda juga harus kehilangan penglihatan anda." -tuturnya seorang dokter tepat berdiri di hadapan nya.
"A..a..a-pa" Tangan Hanna refleks terlepas dari genggaman dimas.
Seketika bayangan itu hadir insiden yg telah merenggut dunianya menjadi gelap gulita, menghancurkan semuanya dalam hitungan detik shock sekaligus menjadi trouma seumur hidup menjadikan Hanna takut.
Meski telah lama namun, disetiap detiknya ia masih dihantui akan kejadian yg telah menimpanya.
Namun, Dimas begitu sabar dan setia menghadapi sikap Hanna selama ini dengan sikap-sikap yg tidak biasanya dan membuatnya sangat membuat Dimas tidak menyukai nya.
"Hai sayang .. Wellcome to home !!"
Hanna yg terduduk di kursi roda masih diam membeku tak sedikit pun merespon Dimas sama sekali, Dimas memaklumi atas sikap Hanna yg demikian atas apa yg sudah terjadi Hanna amat sangatlah terpukul, Dimaspun tidak membiarkan Hanna larut dalam keterpurukan terus menerus hingga berusaha dengan sedemikian rupa mencoba menghibur hanna dari hari ke hari namun, sikap Hanna malah semakin dingin.
Hingga saat itu Hannapun terlepas dari kebisuanya yg cukup lama membuat Dimas yg kian iba melihatnya.
"Sayang .. aku sudah bawakan buah-buahan segar untukmu, jus buah yg kamu suka pun sudah aku siapkan kamu mau yg mana?" Membungkukkan tubuhnya meraih pucuk kepala Hanna.
"Sayang .. sudah cukup lama kamu terdiam seperti ini bicaralah aku tidak tahan melihat kamu larut dalam kesedihan ini, aku juga punya kabar baik untukmu.
"Aku sudah mencarikan pendonor mata yg cocok untukmu, juga pengobatan yg canggih hingga kamu dapat melihat lagi."
"Aku tidak memerlukan semua itu Dimas ,,!!
"Kamu tidak perlu bersusah payah untukku,
Dimas bisakah aku meminta sesuatu padamu?"
"Akhirnya kamu mau bicara juga sayang"tersenyum senang.
"Apa yg kamu minta akan aku penuhi sayang, katakan lah selama ini aku sangat menantikan kamu untuk mengobrol denganku!!"
"Dimas ... Kamu janji??
"Tentu..
"AKU INGIN KAMU MENIKAH LAGI ..." Jelas begitu bergema di gendang telinga nya hingga raut wajah Dimas berubah seketika.
"Heuh... Kamu bercanda sayang ini lucu Sekali !!
"Kamu sudah berjanjikan aku mohon kamu tentunya membutuhkan seorang istri yg sempurna untuk melayani mu bukan gadis buta sepertiku"
"Hanna kamu gila ?? Kamu sadar nggak sih apa yg kamu minta aku bisa lakukan apapun demi kamu meski nyawa ku taruhannya tapi, ini ...
"kamu udah tidak waraskah?? kamu bisa minta apapun tapi, bukan permintaan gila seperti itu dan itu MUSTAHIL ."
"Nyonya .. nyonya..."lamunan Hanna yg tengah berdiam di sudut kursi taman seketika Terpecah dengan seruan seorang gadis yg memanggil nya.
"Jillea.... Kenapa kok teriak-teriak manggilnya ..
"Maaf nyonya ,, soal nya nyonya dicariin didalem nggak ada "nyengir kuda.
"Memang nya ada apa Jill ??" Tanya lembut Hanna.
"Emmm ada tamu didepan mau ketemu nyonya.." tuturnya asisten hanna berambut pirang.
"Tamu ..? Untuk ku?
"Siapa?
"Nggak tahu nyonya dia seorang gadis cantik "sahutnya Jill dengan polosnya.
Siapakah yg di maksud oleh asisten Hanna yg seketika wajah nya merengut penasaran.
"Oh ... Ya udah antarkan saya kesana ?!
"Siap nyonya"
Siapakah gadis cantik yg dimaksud Jill?" Muncul begitu saja di benaknya.
"Nyonya kita udah di ruang tamu " tutur jillea asisten rumah Hanna.
Tepat di depannya tengah berdiri gadis cantik dengan balutan dress mini dengan rambut panjang yg terurai rapih siapa sangka Hanna didatangi seorang gadis yg tidak lain mantan kekasih sang suami Shyren.
"Hai Hanna ...."sapa hangat dari Shyren.
"Maaf siapa?"
"Maaf kita belum kenalan rupanya tapi, tempo hari kita pernah bertemu kok ,, kenalin Shyren mantan kekasih suami anda Upsss... Sorry maksud aku Dimas"
Hanna tertegun mendengar pengakuan dari gadis didepannya itu, seketika Hanna mempersilahkan Shyren duduk.
"Jill, tolong buatkan minuman untuk nona ini maksudku nona Shyren!!" Sedikit menggodanya.
Raut wajah Shyren seketika berubah kesal dengan menyunggingkan kan salah satu alis nya.
"Sambil menunggu minuman nya datang bolehkah saya tahu maksud dari kedatangan anda kemari nona??" Ujar Hanna melukis senyuman kecil dari wajah cantiknya.
Meskipun tahu akan kondisi nya Shyren masih merasa tidak nyaman melihat rupa dari gadis buta yg tengah di tatap nya di sebrang kursi tepat dihadapannya.
Sebaliknya Hanna bersikap begitu kalem dan berusaha untuk tidak cemburu di depan Shyren,
Hanna pun yg sekarang mungkin tak lagi menginginkan Dimas untuk berpaling dan lebih memilih untuk mempertahankan nya atas kesetiaan dan cintanya keinginan Hanna pun seketika hilang dan takkan membiarkan Shyren mengganggu hubungan nya.
Tatapan Shyren Begitu jelas sangat tidak menyukai Hanna. "To the poin aja ya.. aku ingin Dimas bisa kembali lagi kepadaku."
"Dan aku harap kamu bisa memahami perasaan kami, mungkin iya dulu aku yg salah pergi begitu aja tapi, sekarang aku ingin memperbaiki semuanya semoga kamu bisa memahami maksud dari perkataanku"
"..Aku nggak tahu apa yg dilihat Dimas dari kamu tapi, aku minta sedikit dari kamu untuk biarkan hubungan ku dengan Dimas seperti dulu lagi"
Terdiam.
"Ini mungkin iya salah tapi, biarkan aku memperbaiki hubungan kita aku tahu ini sangatlah salah tapi, satu hal yg pasti jika kamu tidak bisa melepaskan Dimas maka akupun tidak akan menyerah untuk mendapatkan nya kembali dan apapun akan aku lakukan untuk memperjuangkan nya"
"Mungkin kamu istrinya tapi, aku cinta pertama nya!! Maaf jika waktumu sudah terganggu".
Shyren pergi begitu saja, meninggalkan Hanna yg masih berdiam diri tanpa merespon perkataan nya, ucapan Shyren cukup membuat Hanna terpengaruh hingga rasa takutpun mulai muncul.
Perasaan yg dirasakan Hanna membuatnya tidak karuan, dibenaknya terlintas begitu saja jika gadis ini yg akan mempengaruhi pernikahan nya dengan dimas mendengar ucapan Shyren yg sangat meyakinkan membuat gadis buta itu cukup terpengaruh.
Namun, Hanna tetap bersikap biasa-biasa saja tidak ingin membiarkan tanggapannya kepada Shyren lebih jauh membuatnya lebih menekan perasaan nya.
Shyren yg sudah beranjak dari kediaman Hanna cukup dibuat kesal karena yg ia sebut gadis buta itu tidak merespon sama sekali ucapannya. Dengan melewati halaman yg cukup luas dengan beberapa ajudan menjaga kediamannya rasa iri Shyren semakin tinggi "Gadis buta itu sangat beruntung karna mendapat pengawalan yg sangat ketat Dimas, sangat bodoh memilih gadis itu!!" Menyunggingkan kan sebelah bibirnya.
"Dimas tunggu saat-saat itu tiba akan aku rebut kembali kamu dari gadis yg tidak berguna itu" dengan kesal sembari menatap ke arah rumah besar didepannya.