MY DEARY

MY DEARY
#PERTUNANGAN HANNA II



#: TERPUKAU


Sesampainya dimas dan keluarganya di kediaman dema di sambut hangat oleh dema dan resta begitupun satiawan yg sudah rapih nan menawan.


Jesika terpana melihatnya, satiawan sangat membuat jesika terkagum-kagum dibuatnya.


Haii kak, satiawan,,," sapa jesika.


Haii jes, ...


Wow,,, kamu sangat cantik sekali ,,," puji satiawan. pujian yg terlontar pada jesika membuat pipi nya me-merah.


"Terimakasih ,, kakak juga menawan ,,," memuji kembali satiawan dengan pandangan menunduk karna malu.


Selamat datang pak, kami sambut kalian maaf jika keluarga kami hanya dapat menyiapkan persiapan yg sederhana," ujar dema pada pak haris.


"Tidak dema ini lebih dari cukup,," sahut pak haris.


"ohh ya .. kemana dimas?" tanya satiawan.


'Dia sedang mengangkat telepon dimobil," seru jesika.


"ntahlah anak itu tak henti-henti nya menerima panggilan pekerjaan, padahal ini acara untuknya,," seru nyonya diatmadja


"mmm... biar aku panggil dia,," kata jesika.


jesika menghampiri mobilnya dan memanggil dimas untuk segera keluar.


Dim, ... "


Ayok,,, mereka pada nanyain.." panggil jesika pada dimas yg terlihat sedang berbicara di telepon.



oke ,, 5 menit lagi gue masuk,,," jawab dimas dengan nada yg dingin.


jesika pun pergi, mendahului dimas yg masih sibuk dengan ponselnya. dimas sesegera mungkin menyelesaikan perbincangannya dan mematikan ponselnya.


Ini hari yg istimewa untukku, kenapa mereka tidak bisa mengertikanku sedikit setidaknya, jangan ganggu aku tuk hari ini" celotehnya sendiri sambil menon-aktifkan ponselnya.


"nah,, sekarang aku non-aktifkan dan biarkan aku melewati malam yg panjang ini dgn tenang ..." merapihkan jasnya.


Dimas turun dari mobilnya dan masuk kedalam rumah, betapa takjubnya sekaligus terpana melihat seorang gadis cantik yg membuatnya sangat terpukau tak lain hanna dengan balutan gaun yg sengaja di belikan satiawan.



Dimas terpaku dengan tampilan hanna yg begitu memukau, membuatnya tak bisa ungkapkan apapun lagi.


meski pun hanna harus bersandiwara, tersenyum dengan terpaksa demi keluarganya juga kebaikannya dia pun rela untuk menurutinya dengan bertunangan dengan dimas.


"Woww,, beautifull ..."


Masuk lah sayang ,,," panggil mamanya.


Lihat lah dim, dia bak pengantin bukan,," ucap jesika membuyarkan pandangan dimas dari hanna.


Pak haris juga istrinya sangat memuji kecantikan adik dari dema dan satiawan itu, dimas hanya terdiam dan mencuri pandang sesekali pada hanna.


hanna tetap senang dengan kebahagiaan keluarganya dan pertunangannya walaupun tak bisa di pungkiri dafa masih membuyarkan pikirannya.


"Oh,, yak kenapa hanya kita saja disini apa tidak ada pesta,,?" tanya jesika dengan lantang.


Tidak, karna ....-" terhenti.


"Kita hanya ingin keluarga kita saja nak, biarlah perayaan yg besar-besaran saat mereka menikah,," ucap pak haris memotong pembicaraan,


Dema telah memberitahunya atas kejadian hari itu sehingga pak haris menyetujuinya dengan menunangkan dimas dan hanna karna sejak awal pak haris ingin hanna menjadi menantunya.


"dim, kenapa diam saja,," tanya resta.


dimas masih terdiam dan memandangi hanna, dia tidak memperhatikan sekitarnya yg tengah tertuju padanya. semua orang disana tahu dimas terus memperhatikan hanna, mereka pun pergi dan saling memberikan kode satu sama lain agar mereka bisa berdua.


"Sepertinya kita dianggurin mulu dari tadi hanya jadi penonton aja ,," Goda satiawan. namun dimas tidak merespon apapun.


ekhemmm......-" usil jesika.


Mari kita pergi ,,,-" pinta pak haris .


semuapun pergi meninggalkan mereka berdua. dimas masih tak berpaling dari hanna perginya semua orangpun rak disadarinya.


"Sayang jika terlewatkan melihat tampilanmu yg mempesona ini mataku tak bisa berkedip sedikit pun,," terucap begitu saja.


"Dimas,,


hemmmm....."


Dimas ,,," melempar bantal sofa.


Aaduhhh,,, " tersadar dari lamunannya.


haii,, kenapa aku di lempar,,?" tanya dimas mengusap kepalanya. "Kamu sudah sadar ,,"goda hanna.


Dimas yg merasa malu karna terus memperhatikannya, hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yg tidak gatal.


Hanna merasa tak nyaman dan pergi kearah taman dekat kolam renang,,"


Kamu mau kemana,," tanya dimas.


Mau ikut sinih,,," teriak.


"Ngapain kesini,,,?" heran. "Suntuk aku di dalam lebih baik aku kemari,,"jawab hanna.


"han,,,


iyak,,,


Bisakah aku katakan sesuatu?" ujar dimas.


Tentu,, kenapa tidak,," dengan halus. dimas yg setengah kebingungan dengan yg ingin dikatakan nya membuatnya canggung untuk ungkapkan perasaannya.


"Kenapa? ,, hanna.


"Aku bingung untuk katakannya .."asih dengan bergaya cool. "katakan saja,," ketus.


"Aku suka melihat kamu mengenakan gaun seperti ini, kamu nampak berbeda ,,,-"


Kamu sangat terlihat cantik sekali,, " sambungnya.


hanna hanya tersenyum dengan pujian dimas, dimas begitu menikmati pemandangannya melihat bibir hanna yg kecil nan mungil mengebangkan senyuman di wajahnya.


"Tetap lah tersenyum hanna ,, kamu akan sangat terlihat istimewa dengan senyuman itu,, -"


senyummu begitu indah hanna,," sambungnya.


"Berhenti memujiku dimas atau aku akan pingsan,," candanya sembari duduk di pinggir kolam.


hanna kembali murung dan seperti tidak bergairah, dimas terheran-heran yg seketika dia kembali diam.


tentu nya dimas mengetahui semuanya dari ayahnya meski hanya sekedar pelarian cinta dimas sangatlah tulus pada hanna.


"Kenapa wajahmu murung,, "dimas mencubit dagunya mengarahkan pandangannya menjadi sejajar dengannya.


"Jangan kamu bersedih hati hanna, sekarang aku ada disini dan takkan membiarkanmu meneteskan air mata ,," ungkapan dimas seketika membuatnya sangat terharu.


"kamu tidak mengerti dimas,," memalingkan wajahnya.


"Aku sangat mengerti hanna, masalahmu memang berat tapi, ini sudah terjadi dafa dan kamu takkan bisa bersama" begitu lancar dimas mengucapkannya.


Hanna membatu saat mendengar ucapannya ternyata dema telah menyampaikan peritiwa itu pada dimas, hanna seketika berdiri dari duduknya dan menatap dalam-dalam dimas.


"Kamu tahu ?,,," dengan mata berkaca-kaca.


Tentu,,


"Jangan di pikirkan lagi, kita akan bertunangan,, aku tak suka melihatmu menangis dan bersedih seperti ini ,," pinta dimas mencoba menenangkan hanna.


"Tapi,,, " terhenti.


"Aku akan tetap menunggumu sampai kamu bisa menerimaku sepenuh hati ,," mengusap pipi hanna yg basah.


Dimas memberikan tangannya untuk di gandeng hanna, hanna mulai tersenyum lagi dengan sikap dimas yg penuh kasih, dimas mengajak hanna tuk melanjutkan acara yg tertinggal di dalam begitupun seisi rumah tengah menunggunya.


...----------------...


...#jangan lupa like and coment nya yak......


......Next......