
Dimas pergi dari kantor meninggalkan pekerjaannya dan bergegas pergi tanpa mengabari Jeremy terlebih dahulu, mendengar Hanna pingsan Dimas begitu panik ke-khawatiran nya nampak begitu jelas di raut wajahnya tanpa berpikir lama Dimas tancap gas menuju rumah, memecah keramaian jalanan, dengan kecepatan tak biasa Dimas butuh waktu lama akhirnya sampai di rumah.
"Hanna,,," panggilnya lembut turun dari mobil dan berlari. Pintu rumahnya di kunci ketika Dimas ingin masuk sesuai perintah Hanna pintu pun di kunci rapat oleh pelayan, saat terdengar suara ketukan di depan pintu seorang pelayan membukanya nampak Dimas yg sudah menunggu disana. Tak bertele-tele Dimas masuk mencari istrinya terlihat tubuh kecil nan ramping tengah meringkuk di atas sofa. "Hanna sayang .. kau baik-baik saja?" tanya Dimas terengah-engah.
"Dimas kau pulang,," membuka kedua matanya.
"Aku pulang karna aku cemas sayang, Ethan menghubungi ku dan memberitahukan kondisimu." ujar Dimas. Hanna tidak menjawab malah, menatap dalam-dalam kedua mata Dimas yang begitu mencemaskan nya terlihat jelas Dimas mengkhawatirkannya.
"Mari kita pergi ke dokter dan periksa keadaan mu,,!!"ajak Dimas.
"Tidak Dimas aku baik kok, kamu gak perlu khawatir mungkin aku hanya butuh istirahat, kamu jangan cemas lagi yak??" berusaha meyakinkan Dimas. Sorotan kedua manik mata dimas tampak tak percaya tentunya melihat jelas wajah cantik Hanna begitu pucat pasak. "Aku nggak apa-apa Dimas suamiku".-
"Percaya deh ini nggak akan terulang lagi .. aku nggak akan buat kamu khawatir lagi"jelas.
Hanna diantar Dimas menuju kamar dengan cara menggendongnya ala bridal, tak segan meski banyak pelayan dirumahnya yg menatap manis kedua pasangan itu Dimas tak menghiraukan nya. Hannapun dijatuhkanlah di sisi ranjang big size itu begitu lembut dan perlahan. Wajah Hanna sangat pucat membuat Dimas tak tega meninggalkannya lagi, cemas, khawatir, gelisah bercampur aduk yg tengah ia rasakan saat ini. "Dimas,,'' panggil lembut suara serak Hanna.
"Iya kau butuh sesuatu istriku?"membelai-belai rambut istri tercintanya.
"Tidak,,-
"Hanya saja aku mungkin sedang mengganggumu, pekerjaanmu tertinggal karna aku,,,-Maaf"tuturnya Hanna mengadahkan wajahnya dari bahu Dimas.
"Tidak istriku, kau segalanya bagiku bagaimanapun situasiku, aku takkan membiarkanmu dalam kesusahan ,," ucap Dimas membuat haru Hanna dan seketika berkaca-kaca. "Kau begitu mencintaiku Dimas?"goda Hanna mengusap air disisi kelopak matanya. Dimas hanya menatap dalam-dalam kedua mata indah Hanna "Apa masih harus ku jelaskan atau harus ku buktikan??" tatap serius. Hanna terdiam hanya terlukis senyuman diwajahnya sebagai jawaban.
...----------------...
"Tinggalin gue sendiri Elsa,," pinta Dafa.
"Lo mabuk berat Daf, gue nggak mungkin ninggalin Lo sendiri" menyandarkan kepalanya di bahu Dafa. Elsa yg kekeh ingin mendapatkan dafa, membuatnya nekat memasukan sebuah bubuk putih kedalam minuman Dafa mengambil keuntungan disaat Dafa mabuk berat membawanya ke sebuah apartemen milik Elsa terbilang setara mewahnya dengan milik Dafa. Akibat obat yg telah Elsa masukan kedalam minuman Dafa, ia mulai berhalusinasi menatap Elsa penuh kehangatan yg ia anggap seseorang yg selalu berada didalam hatinya beberapa tahun kebelakang. "Kau disini, kau a...kan kem..Bali padaku ??" membelai wanita didepannya. "Lo berhalusinasi Daf, bisakah sedikit saja,nama gue di hati Lo kenapa harus dia udah tahu itu sodara Lo sendiri tapi, .."mendorong pria bertubuh kekar itu hingga terbaring di atas ranjang milik Elsa. "Aku cinta kamu Han,,,"terucap begitu saja dari mulutnya.
"Dafa,,, gue Elsa gue yg slalu ada buat Lo kenapa Lo gak bisa sedikit aja hargai perasaan gue" menarik kerah baju Dafa dengan penuh emosi.
Disaat Elsa yg tengah meratapi kekecewaan nya akan cinta nya yg bertepuk sebelah tangan, Dafa kembali berhalusinasi menarik tubuh Elsa menganggap seseorang yg slalu ia harapkan setiap saat, Elsa tak berkutik mengikuti irama tubuh Dafa yg tak sadar tengah menggeluti nya kini, dengan tak seperti biasa saling menikmati kini Elsa hanya menikmatinya dengan air mata saat dirinya di geluti pria yg mencintai wanita lain. Kehangatan Dafa membuat Elsa terhanyut namun, teringat hatinya masih dimiliki wanita lain rasa itu menjadi kepahitan baginya.
Waktu menunjukan pukul 12.21 malam, Elsa dan dafa masih terbaring di atas ranjang tanpa busana, menyadari pria yg sering melakukannya bersama dirinya hanya menjadi pelampiasan semata tanpa adanya rasa cinta, Elsa tak henti mengisap rokok air mata pun terus membasahi kedua pipi mulusnya merah merona, sebotol minuman pun di genggaman Elsa membuatnya sangat depresi.
"Gue udah beri yg slalu Lo inginkan, gue berikan semuanya hingga harga diri gue, gue serahkan semua nya buat Lo tapi, kenapa sedikit aja Lo nggak pernah hargain cinta gue,,,
..." Apa gue hanya jadi tempat pelampiasan Lo aja heuhh... Apa gue bener-bener gak pantas ada di hati Lo Daf??"memandangi wajah Dafa yg tengah tidur di samping nya. Waktu bergulir kini menjadi pagi begitu jelas Mata Elsa menjadi sembab terus menangisi perasaan nya Elsa pergi ke kamar mandi membersihkan kan dirinya dan bersiap pergi keluar dan membiarkan Dafa yg masih tertidur disana.
Suara pintu pun terdengar saat langkah Elsa pergi, meninggalkan apartemen nya meninggalkan Dafa sendiri, kepergiannya keluar dari apartemen membuat Dafa membuka kedua matanya yg ternyata ia pun tak tidur semalaman selama itu pula ia masih tersadar apa yg ia perbuat terhadap Elsa.
mata yg tajam seolah bagaikan mata elang pemangsa, tubuh kekar nya terbangun dan merenungi perkataan Elsa "Sorry El, gue terlalu banyak nyakitin Lo,, iya gue akui gue butuh cara untuk lupain masa lalu gue yg menyedihkan dengan melampiaskan kekesalan gue dan kebetulan Lo ada disaat-saat gue butuh pelampiasan,," ucap pria tampan dengan dada bidang setengah telanjang itu tepat berdiri menatap arah jendela mengawasi kepergian elsa menumpang sebuah taxi.
"Gue masih sadar eL, disaat Lo masukin obat gue tau tapi, sayangnya obat yg Lo khususkan buat gue, masih bisa gue kendalikan gue nggak berhalusinasi eL, gue sengaja supaya Lo pergi dari gue, agar Lo benci sama gue karna sampai saat ini gue masih belum bisa cinta sama siapapun, gue nggak mau Lo terus-terusan gue manfaatin hanya untuk mengumbar nafsu gue."tutur Dafa penuh sesal masih dengan cool berdiam disana menatap mobil taxi yg Elsa tumpangi hingga hilang dari pandangannya .
...****************...