MY DEARY

MY DEARY
Kabar baik II (Calon Daddy)



Dimas berlari kepanikan mulai mempengaruhi pikirannya, meninggalkan Jeremy diluar.


Segera mencari sang istri tercinta Dimas langsung menuju kamarnya melihat Hanna terbaring di atas ranjang."Sayang,, kamu gak apa kan?"tanya Dimas panik.


"Hanna .. sayang bangun aku disini.."Dimas semakin tak karuan.


Suara langkah kaki dari belakang punggungnya mencoba menenangkan sang teman "Dim, tenang lah aku sudah memanggil dokter dan... sekarang menuju kemari" ucap jeremy.


"Thank you... jem"


"Tenanglah, Hanna tidak akan kenapa-kenapa kok, dim jangan panik harusnya kamu bahagia,,"ujar jeremy meyakinkan Dimas akan kondisi Hanna.


Dimas yg tak mengerti akan perkataan Jeremy malah hampir menyulut emosi Dimas yg sedang panik melihat kondisi Hanna yg masih belum tersadar dari pingsannya "Bahagia gimana sih jem, istriku terbaring kamu gila yak?"kesal.


"Isss.... santai dong dim, nanti kamu juga tau untuk membuktikan kita tunggu dokter datang aja dulu ok,,"menenangkan Dimas dan berniat pergi kebawah menunggu dokter datang namun, sebelum melangkah salah satu asisten rumah tangga mengantar dokter memasuki kamar mereka.


"Permisi tuan,, dokter yg tuan panggil sudah datang silahkan dok,"pelayan Dimas menghantarkannya sampai kamar.


"O..okey .. ini pasien nya dok.."


"Dok, tolong istri saya.."Dimas.


"Istri anda sangat lemah, sebaiknya kita bawa istri anda ke rumah sakit,," unjuk dokter memberikan saran mengenai kondisi Hanna.


Dimas tak panjang lebar segera menyuruh seseorang menyiapkan mobil, dan mengangkat tubuh istrinya segera di dampingi dokter dan Jeremy dari belakang.


Sesampainya di rumah sakit Hanna dibawa ke UGD untuk mendapatkan perawatan, dengan melihat kondisi nya dokter memasang infus di salah satu tangan Hanna.


"Bagaimana aku bisa tenang melihat istriku sakit seperti ini, ?!"


"Aku memahami kekhawatiran mu Dimas, tapi setidaknya berpikir lah positif aku yakin semuanya akan baik-baik saja percaya deh" mencoba meyakinkan Dimas bahwa Hanna akan baik-baik saja.


Tak lama kemudian, seorang dokter keluar "Tuan Dimas?" panggil dokter.


"Iyak dokter bagaimana kondisi istri saya dia tidak kenapa-kenapa kan?"


"Tidak tuan dia hanya kurang cairan, atau dehidrasi ini wajar bisa terjadi disaat hamil trimester pertama"ucap dokter membuat Dimas terdiam dan Jeremy yg mulai tersenyum sendiri.


"Aku sudah bilang kabar bahagia sedang menantimu kawan" sontak jeremy memberikan komentar. Dimas yg masih terdiam senang bercapur haru membuat nya tak bisa berkata-kata "Hamil??" berkaca-kaca.


"Iya tuan, selamat ya? sebentar lagi Anda menjadi seorang ayah?!" sambung dokter.


"Jem, apa telingaku bermasalah? apa yg aku dengar ini benar?" terharu. Jeremy hanya menganggukkan kepalanya dan memeluk temannya sebagai ucapan selamat. Dimas yg bahagia langsung berlari kecil menuju ruangan Hanna.


Hanna yg masih terbaring, hanya bisa menatap suaminya di kejauhan dan memberikan isyarat dengan mengarahkan tangannya ke atas perut kecilnya yg masih datar "Daddy..."gumam terbentuk dari bibir kecil Hanna.


Dimas berlari dan seketika memeluk Hanna. "Selamat sayang kamu akan menjadi ayah" ucapan manis dan lembut terlontar dari bibir hanna.


"Terimakasih sayang kamu sudah memberikan kado terindah mimpiku akan segera menjadi kenyataan keluarga kecil kita akan segera lengkap"seru Dimas mengutarakan kebahagiaan nya.


Kebahagiaan yg tak terhingga, membuatnya lebih berhati-hati menjaga Hanna hingga rela membayar beberapa orang menjadi bodyguard khusus menjaga Hanna selagi dirinya sedang bekerja, kesiagaan Dimas yg berlebihan membuat Hanna tidak enak hingga kemanapun Hanna pergi tak lepas dari penjagaan bodyguard yg membuat Hanna tidak nyaman.


...****************...