MY DEARY

MY DEARY
Kembali pulang



Sembari menunggu dema sangat mengkhawatirkan adiknya itu meski bersama dafa kecemasannya karna dia seorang gadis menjadi adik perempuan satu-satunya. ya namanya juga punya adek gadis wajar ya say.


Resta yg memperhatikan suaminya sesari tadi hanya mondar-mandir kesana-kemari sesekali memandangi arah jendela, resta sangat mengerti ke khawatirannya.


"Sayank, sebentar lagi dia pasti datang tunggu lah jangan terlalu mengkhawatirkannya" seru resta seketika membuatnya terkejut, dema tak merespon perkataannya dema hanya terdiam dan dudul di sofa.


"Kak, lagi pada ngapain nih?" satiawan tiba-tiba menghampiri kakak dan kakak iparnya." ehh satiawan ini kakak mu begitu cemas adik kamu belum pulang coba kamu hubungi dafa" ujar resta menyuruhnya untuk menghubungi dafa menanyakan hanna yg belum juga pulang.


"Bentar aku coba hubungi mereka dulu" merogoh kantung celananya mengambil sebuah benda pipih milik nya. satiawan mengusap layar ponsel dan menghubungi nomer bernamakan dafa.


*Maaf nomor yang anda tuju berada di luar jangkauan*


"Gak bisa di hubungin kak" lirih satiawan matikan ponselnya.


"Kak, ?" panggil satiawan pada dema.


Iya satiawan kenapa?" menatap adiknya yg terlihat ragu-ragu." boleh aku pergi untuk beberapa waktu kebetulan aku ada kerjaan di luar kota sekalian aku cari aghisya" matanya yg tertunduk tanpa menatap wajah kakaknya.


"Berapa hari kamu di sana?" tanya dema pada satiawan. "kurang lebih satu bulan kak?"


"Dimana ko kakak gak tau sih kalo ada kerjaan di luar kota" ujar dema sambil melirik satiawan dengan ekor mata nya


"Di surabaya, perusahaan kita kerja sama bareng kakaknya dafa ren-..." terhenti menatap langit-langit rumah yg bergelantungan lampu-lampu kristal.


"Rendy?" ucap resta.


" Ahhh iya kak itu dia rendy, aku lupa namanya" nyengir kuda.


"Kamu tau sayank, " wajah dema berubah seketika menjadi datar. "karna hanna slalu menceritakan semuanya padaku jangan cemburu gitu" goda resta pada dema yg terlihat cemberut.


" Ohh gituh" mengerucutkan bibirnya.


Satiawan merasa jadi nyamuk disana melihat kedua kakaknya, hingga memutuskan untuk pergi kembali ke kamarnya ."sebaiknya aku pergi ke kamar supaya kalian ...." goda satiawan.


"Satiawan.." pipi resta berubah menjadi pink merona merasa malu. satiawan pun pergi ke kamarnya meninggalkan kakak nya berdua di ruang tamu.


...****************...


Hanna usai berpakaian rapih setelah orang suruhan dafa membawakan pakaian nya ke kamar hotel mereka, dafa yg begitu terlihat tampan menambah pesona nya terhirup aroma maskullin dari tubuh nya.


Hanna yg terdiam hanya memainkan ponselnya begitu terkejut terdapat banyak panggilan dari kakak nya whatsapp, juga mesagge saat kakak nya berusaha menghubunginya.


Ahhh ya ampun .. aku pasti habis di marahin kak dema" seru hanna bergegas merapikan barang-barang nya.


Kak dema berusaha menghubungiku tapi, handphone milikku mati" keluh hanna memegangi benda pipih miliknya dan memasukannya pada tas kecil yg di bawa nya.Tenang lah biar aku yg bicara pada kakak mu mungkin mereka bisa mengerti, toh aku juga gak ngambil apapun dari adeknya kok' Ledek dafa tersenyum kecut melihat wajah cemberut hanna.


Maksudmu?" mengerutkat dahinya menatap wajah dafayg seketika tersenyum. Maksud aku kamu gak aku apa-apain ini ko ntar pulang juga aku pasti antar kamu ke rumah tanpa kekurangan apapun" memeluk hanna dari belakang dan menaruh dagu nya di pundak hanna. Tentu saja kalo kamu berani macam-macam ..." terhenti menelengkan mata nya ke arah dafa di sebelah pundaknya sembari menunjukan kepalan tangannya.


Ouhhh... houwwww.... oke sayangku gak berani dehh, tapi kalo ini boleh donk '' menunjuk pada bibir tipis hanna. "hah.. gak ahh aku udah mau pulang cepet deh jangan ..." terhenti tangan dafa menutup mulut hanna hingga tak bersuara. Jangan ngomel mulu sayang aku makin gemas nanti sama kamu" membalikan tubuh hanna seketika mendorong nya ke sudut tembok.


"Lepasin pengap tau.." melepaskan tangan dafa dari mulutnya. Wajah dafa sedikit demi sedikit mendekati wajah hanna sehingga hembusan nafas dafa dapat di rasakan hanna menerpa pipi mulus nya.


Daf .."


Cupp....


dengan cepat dafa menyentuh bibir tipis hanna dengan lembut, hanna hanya terbelalak dengan sentuhan dafa tanpa membalasnya, dafa tak memperdulikannya dia tetap memainkan bibirnya meski hanna tak membalas kecupannya.


Emmm....dafa" mendorong dafa.


Dibales aja belum kenapa di lepas" menggerutu. Ini udah mau malam ayok kita pulang" sesikit manja mengerutkan dahinya.


Gak..." jawab singkat dafa.


Kenapa?' cemberut.


Dafa tak berkata hanya menunjukkan bibirnya dengan jari telunjuknya seolah memberi isyarat. ya udah kalo gak mau pulang sekarang aku pulang sendiri" sontak hanna mengambil tas kecilnya dan berjalan menuju pintu.


Spontan tangan dafa menahan nya dan menarik hanna kedalam pelukannya, tak banyak membuang waktu dafa ******* bibir tipis hanna dan memeluk erat pinggang ramping hanna.


Tangan hanna yg terus berusaha melepaskan dirinya tak di responnya sama sekali oleh dafa melainkan lebih mempererat pelukannya.


Hanna sadar dafa tak akan melepaskannya sebelum dia membalas kecupan nya itu, dengan kesal hanna membalas kecupan dafa dan seketika menggigit bibir dafa,


Auwwww......" teriak kesakitan.


Tau rasa kamu" senyum kecil terlukis di wajah hanna.


Sakit tau sayang " meringis kesakitan memegangi bibir nya. unchhh.... kasian "tertawa ..


Awas ya kamu " membawa jas nya dan chek out dari sana untuk kembali pulang mengantar kan hanna ke rumah kakaknya yg sudah mencemas kannya.


...----------------...


#jangan lupa vote and likenya ya.