MY DEARY

MY DEARY
Dirumah Sendirian



Pria tampan dengan janggut tipis berbadan kekar nan menawan tak lain suami dari hanna pergi mengendarai mobilnya meninggalkan halaman rumahnya untuk memenuhi tugasnya sebagai pimpinan perusahaan ternama.


Gadis cantik yg masih berdiri disana dgn bibir lancip, pipinya yg merah rambutnya yg tergerai di terpaan angin melambaikan tangan nya pada dimas.


"Dimas pergi bekerja sekarang aku sendiri di rumah sebesar ini apa yg harus aku lakukan,," menggerutu sendiri. Hanna masuk kedalam rumah dan memanggil-manggil seseorang.


Ethan,,,"panggil hanna.


Ethan,,, ethan,,, come here.." hanna meminta seseorang untuk segera menemuinya." Yes, miss hanzel there is something I can help you with" seorang pria bule parubaya menghampiri hanna.


"Are there still supplies in the kitchen? I want to cook something for dimas" tanya hanna pada juru masak bernama ethan.


"Ada nyonya tapi, hanya sebagian ...." ucap nya berbahasa inggris.


,,Oh.. ok .. "


Nggak apa-apa, hari ini aku akan memasak seadanya aja, tolong kamu beli persedian yg sudah habis dan kebutuhan yg lainnya " pinta hanna memberikan sejumlah uang pada ethan. Hanna pergi ke dapur dan menyiapkan bahan-bahan yg akan di masaknya untuk dimas.


Ethan pergi untuk membeli keperluan yg dibutuhkan, hanya tinggalah hanna dan beberapa pelayan disana meski sendiri hanna tidak terlalu kesepian karna ART yg di pekerjakan dimas cukup untuk menemani hanna dirumah dari juru masak hingga pengurus kebun semua sengaja dimas pekerjakan agar hanna tidak perlu repot mengerjakan pekerjaan rumah tangga.


...****************...


Sesampainya dimas dikantor begitu disambut hangat oleh karyawannya serta mengucapkan selamat atas pernikahannya.


"Selamat yak pak, semoga pernikahan bapak terus langgeng yak,,?" ucap karyawan kantor.


"Pagi pak dimas selamat atas pernikahanmu istri sangat cantik disana aku sangat iri padanya mendapatkan pria setampan dirimu,," ucap ruby penuh kekaguman. Jeremy hanya tersenyum disaat dimas di kerumuni para karyawannya.


"Ok... ok... thanks atas ucapannyq terimakasih juga kalian sudah banyak membantu dan hadir disana." jawab dimas yg banyak menerima hadiah dari para karyawannya. "Mmm.... bisakah sekarang aku pergi keruanganku?" kata dimas menaikan alisnya.


Dimas pergi keruangan kerjanya dengan penuh membawa kado dari para pekerjanya, sesampainya diruangan kebesarannya disambut kembali oleh jeremy yg menantinya sedari tadi yg menunggu dimas selesai dengan karyawannya.


"*T*rkkk....." pintu di bukanya.


"Haiii ... sobatku dimas selamat kini kau menjadi seorang suami ,," goda jeremy.


"Oh my good... ok thank you tapi, bisakah aku duduk sebentar barang-barang ini sangatlah membuat tanganku pegal,, " keluh dimas mengekpresikannya pada kado yg tengah di bawanya. Jeremy pun menghampirinya." Baiklah pak bos ,, kemarikan biar aku bantu,,!" Menyanggah beberapa kado yg berada di tangan dimas.


Dimas pun menjatuhkan dirinya di sofa sebrang meja kebesarannya dan menghela nafas panjang,"Mau ku ambilkan minum?" tanya jermy menawarkan sebuah minuman.


Tentu ,," dimas meng-iyakan tawaran jeremy.


"Mmm ... sukses dari pekan depan dia akan kemari jika kita berhasil dalam kerjasama ini yaaa,,, kita akan sama diuntungkan hanya saja ...-" terhenti. Jeremy mangalihkan pandangannya mengarah keluar jendela yg tampak terlihat jalanan juga gedung-gedung tinggi darisana.


"Hanya apa,,," mengerutkan dahinya.


"Alonso.."kata jeremy.


"Apa hubungannya dengan alonso ,," begitu santai dimas mengatakannya sembari melihat beberapa dokumen di atas meja kebesarannya. "Dia masih ingin bersaing denganmu dimas, diapun mengajukan kerja sama pada perusahaan yg sama" lirih jeremy dengan raut wajah yg cemas namun, dimas tak menanggapinya.


"Dimas ,,, Apa kau tak merasa khawatir,," tanya jeremy.


" Apa yg harus aku khawatirkan jeremy,," dimas duduk di kursi kebesarannya, dan menanggapi perkataan jeremy tanpa khawatir. Jeremy terheran dengan cara dimas yg tak merasa khawatir sama sekali.


"Dimas seriuslah,,,"


"Ok .. aku serius dan kenapa kau sangat khawatir tenanglah,,,-"


Dimas masih menanggapi nya dengan tenang. "Lagi pula tuan MBE itu tidak akan bisa menghasut pak wilson ..-"Sambungnya dimas.


Jeremy diam dibuatnya, dan mencoba menanggapi dengan tenang tentang alonso, dimas kembali terpokus pada laptop di depannya, jeremy pun pergi keruangannya untuk kembali mulai bekerja.


...----------------...


Hanna yg disibukan dengan memasak di dapurnya ditemani beberapa pellayan disana hingga ethan juru masak yg di pekerjakan dimas mersa tidak enak karna majikannya memasak sendiri. "Nyonya, biarlah kami yg lakukan aku merasa tidak enak melihatmu memasak sendiri,," ucap ethan meminta hanna tuk meninggalkan pekerjaannya.


"Ethan ,, jangan larang aku hari ini aku ingin menyiapkan yg istimewa untuk tuanmu, jadi bantulah yg harus nya kau bantu ok,," melebarkan senyumannya.


Hanna amat di sukai para pelayannya karna kelembutannya, sikapnya yg membuat mereka tak di anggap pelayannya namun, seolah keluarganya.


"Baiklah nyonya ,," kata ethan.


"Oh.. iya maria bisakah kau siapkan mejanya,," Pinta hanna pada anak dari ethan selisih beberapa tahun lebih tua dari hanna."Tentu nyonya ,," Semabri menganngukan kepalanya.


Hari mulai petang, hanna pun usai melakukan pekerjaannya di dapu, hanna pergi menyiapkan dirinya dan menunggu kepulangan dimas dan beberapa pekerjaan di selesaikan oleh para pelayan.


...****************...


#Jangan lupa like dan komentarnya yak,,?


#Vote dan favoritkan juga yak ..