MY DEARY

MY DEARY
#Kembalinya masa lalu



Daffa teringat akan wanita yg telah ia temui bagai tersambar petir di siang hari wanita yg begitu melekat didalam hatinya hingga sekarang meski ia tahu bahwa perasaan yang ia pendam itu salah, ia tak menyangka bahwa Hanna tak bisa melihat betapa iba hatinya ingin sekali memeluknya.


"Apa yg sudah terjadi kepadamu Han,?"


".. Kenapa aku harus bertemu denganmu dikeadaan seperti ini?!!" keluh Daffa memecah keramaian kota menyusul kekasihnya Calista.


Calista tersentak kesal melihat Daffa yg begitu lama memperhatikan wanita lain begitu tak biasa, tatapan yg seolah tak pernah dia rasakan sebelumnya selama menjalin hubungan dengan pria tinggi putih dan tampan itu.


"Bahkan Dafa tak menyusulku, apakah aku tidak penting lagi baginya .. KETERLALUAN,,!!!" celoteh nya sendiri meluapkan kekesalannya.


Calista pergi menuju apartemen miliknya, dan membanting kan pintu kamar itu, membaring kan tubuhnya diatas ranjang big size yg bulat.


"Andai dia datang aku akan memarahinya tanpa henti karna sudah membiarkanku di meja itu sendirian dan lebih memilih menatap wanita lain, awas saja !!" gerutu nya.


Tiba-tiba...


"Semarah itukah ,, Tega sekali kamu!!?" seru Dafa tiba-tiba sudah berada di sampingnya.


"Da-dafa ...


"Apa??"


".. Ayo marahilah aku !!" celetuknya.


"A-aku ...eu...-" Calista gelagapan merasa malu setelah Dafa telah mendengar keluhannya.


"Kenapa diam?" tanya Dafa.


"Nggak" ketusnya.


"Ihh ... kok gituh .."


".. Baik aku mengeluhkan dirimu karna kamu membuatku duduk sendirian di - ...eummm"


Cup


seketika Calista terkejut ciuman Dafa mendarat tepat di bibirnya.


"Da-..fa.." mencoba bicara.


"Mengeluhnya nanti saja sayang biarkan keluhanmu hilang tenggelam bersama ku" desah dafa sembari manja.


"Nakal kamu daf.."


Dafa ******* penuh bibir Calista yg merona, Calista terhanyut didalamnya bersama Dafa, saling melengkapi Dafa tak membiarkan Calista bergerak sedikit pun.


Begitu lihai Dafa melepas blouse milik Calista, Calista menyeringai saat dafa tengah bermain dilekukan lehernya, begitu mendominasi saat bisikan Dafa di tepi telinganya.


"Biarkan keluhanmu tenggelam dibawah sana .."pelan menggelitik membuat Calista semakin larut dalam buaian Dafa.


"Jhhh... da-fa..''


Dafa mulai bermain dibawah sana memaju mundur kan pinggangnya saling menyatukan mr.p kepada Calista.


"Hhh...


Calista semakin ber-sensasi hingga Dafa semakin bergairah "Jangan di tahan sayang ..."


Dafa dibuat menggila saat ******* Calista keluar begitu saja, dengan cepat Dafa ******* Habis bibir Calista.


Seketika basah dibawah sana bersamaan.


Dafapun menjatuhkan tubuhnya disamping tubuh Calista yg mulus sangat jelas tanpa sehelai benang.


Sebagai kekasih Calista sangat pencemburu sekali terhadap Dafa apalagi terbilang hubungan mereka masih seumur jagung, setelah hubungan nya merenggang bersama Elsa.


Dafa akhirnya menemukan sosok yg membuat dirinya merasakan jatuh cinta lagi meskipun nama Hanna masih memiliki tempat teristimewa di hati Dafa.


**********


#Kembalinya Masa Lalu


Seorang gadis cantik tengah berdiri di depan meja kebesaran Dimas "Dim, se-enggak nya kamu bisa pikiran kembali hubungan kita??!"


"Apa yg harus aku pikirkan Shyren??"sahut Dimas.


"Iya hubungan kita, !!"


"Nggak salah kamu,?? bukankah kamu sendiri yg udah memutuskan segalanya?!!" ujar Dimas.


"Dimas i love you aku nggak bisa tanpa kamu dim,!!"peluk Dimas dari belakang.


.....................


Lamunan seorang gadis terberai dengan sebuah klakson mobil yg terhalang olehnya, dengan mata berkaca-kaca ia begitu bersemangat untuk segera masuk ke kantor Dimas "I' come back ..honey !!" berjalan menuju ruangan Dimas.


Semua karyawan kantor terpaku menatap arah gadis manis itu dan tersenyum.


"Di-a..." pikir Jeremy.


"Hai .. Jemy?"


"Eh .. hai kam..mu?" seru jeremy.


"Hayoh siapa ?? lupa lagi yak?!" candanya.


"Ahh.. ntahlah lupa aku!!"sahut jeremy.


"Shyren...-sambungnya Jeremy.


Rupanya Jeremy begitu mengenal Shyren, tentu !! karena Shyren salah satu gadis yg membuat sahabat nya Dimas jatuh hati pada pertama kalinya, dari masa kuliah.


Semasa itu Shyren menjalin hubungan dengan Dimas namun, tanpa alasan Shyren memutuskan untuk pergi dan menghilang begitu saja tanpa kabar hingga akhirnya Dimas memutuskan untuk kembali ke tanah airnya saat itu pula Shyren muncul kembali dengan membawa kata maaf .


Setelah sekian lama Shyren kembali muncul lagi dan membuat semua orang terperangah.


"Bentar-bentar deh .. aku nggak salah liatkan?!" tanya terheran-heran Jeremy.


"Jemy iyak ini aku Shyren masa bukan sih?!"


"Emmm.. ka-mu ..-!!" belum sempat menyelesaikan kan bicaranya Shyren pamit begitu saja menuju ruangan Dimas "Ehh .. nanti aja kita sambung lagi aku kangen banget sama Dimas".pergi meninggalkan Jeremy yg masih kebingungan dengan kedatangan Shyren yg tiba-tiba.


Shyren masuk ke ruangan Dimas tanpa mengetuk pintu yg tadinya ingin membuat kejutan untuk Dimas dan berharap membuat Dimas dapat kembali lagi kepada nya.


Ctrek...


"Kalo masuk ketuk dulu bisa nggak?!" berbalik.


"SURPRISE ....!!!" seru keras Shyren.


Dimas terdiam melihat seseorang tengah tepat berdiri di depannya juga dengan wajah tak asing lagi baginya.


"Shy-ren .. !!"pelan.


"Kaget yak?!-.."


"Syukurlah kamu masih ingat aku Dimas.."memeluk manja.


"Lepaskan Shyren .." sontak Dimas segera melepaskan pelukan Shyren.


"Kok, gitu kamu masih marah yak sama aku, tolong maafin aku, !! aku cinta sama kamu aku yakin kamu pasti juga sama kan?!" menggandeng tangan dimas yg tengah membelakangi nya.


"Ngapain kamu kesini?" datar.


"Yaaa ... aku mau ketemu kamu!!" memeluk dari belakang.


"Pliss ... jangan bertingkah seperti anak kecil ini tempat kerja Shyren!!!"tegas.


"Aku cuma kangen kamu dim, apa nggak boleh??" rengek manja berkesan.


"Kangen ... heuh!!" pekik nya.


Dimas tak menyangka akan kedatangan tamu yg jauh diluar dugaannya, masa lalu yg telah ia lupakan bertahun tahun tiba-tiba kembali muncul di hadapan nya.


Kekhawatiran pun muncul didalam benaknya bukan karna takut perasaan lama muncul kembali namun, ia takut jika kehadiran Shyren dapat mempengaruhi pernikahan nya dengan Hanna yg kini sedang sedikit bermasalah.


"To the poin aja apa maksud kamu datang kemari?"ujar dimas.


"Aku sudah bilang aku kangen sama kamu!!" duduk di sofa tepat di sebrang Dimas berdiri.


"Aku sedang banyak pekerjaan sebaiknya kamu pulang,,!!" pinta Dimas yg masih terpaku pada arsip yg di pegang nya. "Dim, kok kamu gitu sih ?!"


Telepon berdering.


Dimas segera pergi dari ruangan nya dan meninggalkan Shyren disana "Aku harus pergi metting kalo kamu mau disini silahkan, tapi aku sarankan untuk kamu kembali pulang karna masih banyak pekerjaan yg harus aku selesaikan" pergi menutup pintu.


"Dim.. Dimas.."panggilnya namun tak ada jawaban.


"Ihh .... Dimas dingin banget sama aku ..!!" pergi meninggalkan ruangan.