MY DEARY

MY DEARY
Mati Lampu



Entah apa yg di pikirkan dafa saat itu, dafa menyingkap rambut hanna yg menutupi setengah wajahnya, dafa merasakan getaran yg berbeda saat berdekatan dengan hanna, hanna menggeliat merasakan sentuhan seseorang di wajahnya.


"Dafa..." terkejut melihat dafa yg menyentuh wajahnya.


"Sorry,, aku cuma mnyingkap rambut kamu yg menutupi wajah kamu," ucap dafa memalingkan wajahnya tak ingin hanna tau dia mempeehatikannya selama perjalanan.


,Dafa melanjutkan kan perjalanan dan 10menit pun berlalu mereka sampai di rumah hanna, dafa membukakan pintu mobil dan mengantar hanna sampai depan rumahnya.


"Terima kasih hanna kamu sudah meluangkan waktunya untukku" tersenyum. hanna pun membalas senyumannya dan menawarkan dafa untuk makan malam di rumahnya yg dia ingat mereka pergi tanpa memakan sesuatu di caffe tadi.


"Dafa .." panggil hanna saat dafa sudah membalikan tubuhnya untuk pergi. "iya hanna?" menoleh ke arah hanna.


"Mau kah kamu makan malam di sini, kamu belum makan bukan?" menaikan dahinya sedikit ragu untuk bertanya.


Seketika dafa menganggukan kepalanya dan mengiyakan permintaan hanna tanpa berkata menolak.


"Baiklah,, ayo masuk" ajak hanna.


Dafa mengikutinya dari belakang dan melepas jas nya, "aku ingin ke kamar mandi dulu "ucap hanna pada dafa. "iya silahkah" memejamkan matanya dan menganggukan kepalanya.


Dafa begitu senang dengan perhatian hanna kepadanya meski pertama kalinya dia bersikap hangat pada seorang gadis.


Tak lama kemudian hanna keluar dari kamarnya dan menghampiri daffa yg masih terdiam di ruang tengah "dafa ayokk " menggelengkan kepala terlihat memberi kode padanya untuk pergi mengikutinya. "oh ya." berdiri mendekati meja makan.


"Hanna, apa benar aku tidak masalah makan malam disini?" tanya dafa. "Ahh tidak aku senang ko kalo kamu mau makan di sini lagian aku juga sangat berterima kasih kamu udah mau mengajak ku jalan jalan, " mengembangkan senyumannya.


"Kamu sangat berbeda dengan yg lain han" bisik dalam hatinya.


Mereka melanjutkan makan malam nya meski dengan lauk yg sederhana dafa tak memperdulikannya dia tetap menyantapnya.


...----------------...


Jesika yg asik mendengarkan musik di handphone-nya. tak sadar mami nya datang ke kamarnya.


jesika sangatlah manja dia pun gadis yg tak kenal kata kalah apapun yg di ingin kannya dia harus mendapatkannya dia memiliki watak yg keras hingga membuat papinya tuan haris hatta diatmadja menyekolahkannya di luar negri berharap putrinya dapat merubah sikapnya.


"Sayang ayo kita makan malam" mengusap pucuk kepala jesika. "eh mami " menoleh kearah wanita parubaya itu yg di sebut mami olehnya.


"Ada apa mam?" tanya jesika melepas haedset dari telinganya. "Ayok kita makan malam semua nya udah nungguin kamu ayok cepat mami tunggu " seru wanita parubaya itu sembari meninggalkan kamar jesika.


"Semua ... maksud mami kan papi kenapa bilang semua, ada yg gue gak tau nihh" gumam sendiri memikirkan perkataan maminya.


Jesika keluar dari kamarnya dan penasaran siapa yg di maksud wanita parubaya itu. jesika berjalan pelan saat ruang makan sudah terlihat dari kejauhan dan mengedarkan pandangannya mencari orang yg di maksud maminya.


"Papi bangga padamu nak tak sia-sia kamu ku sekolahkan di luar negri dan kamu audah siap untuk jabatan ini" terdengar seorang pria parubaya di ruang makan. " papiii......?" teriak jesika memeluk pria parubaya itu dari pundaknya.


"Jesika... kamu sudah pulang nak?" tanya pria parubaya itu. "kenapa papi gak suka aku pulang?" ujar jesika mengerucutkan bibirnya.


.. "Tidak sayang papi seneng ko liat kamu pulang, ayo kita makan malam bersama" ajak pria parubaya itu.


Jesika mengalihkan pandangannya pada seorang pria tampan di sebrang mejanya dengan sedikit sinis tanpa menyapanya. "Kenapa lho kaget liat gue makin ganteng" seru dimas tanpa menatap jesika. " Huhh kecakepan luh" mengerutkan dahinya sedikit kesal. "Gak kangen lho ama abang lho" ujar dimas masih berfokus pada makanan nya


"Nggakk.... mana ada orang yg kangen sama cowok nyeselin kaya lho " gerutunya membuat orang tua nya menggelengkan kepala melihat sikap kedua anaknya.


"Ehh anak manja masih inget pulang lho? kirain lho udah gak mau tinggal disini" ucap dimas tanpa memandang jesika. "Ngeselin lho lama-lama" melempar jeruk pada dimas, namun tak mengenainya. "Pih, aku dah kenyang aku ke kamar dulu males lama-lama disini" pergi meninggalkan meja makan.


"Tuhh bocah makin tengil aja, nyebelin banget bikin gak nafsu makan aja" gerutu jesika. tuan haris menyaksikan kedua anaknya hanya memperhatikannya tanpa berkomentar. " Sayank kenapa sih kalian gak bisa rukun slalu aja ribut tiap ketemu udah kaya kucing ama tikus aja" ujar nyonya mariska mengeluhkan sikap putrinya.


"Tanya aja putra kesayangan kalian" pergi bergegas menuju kamarnya.


Kedua orang parubaya di meja makan itu hanya menghela nafas panjang melihat sikap mereka, yg sedari dulu tak pernah rukun meskipun mereka terlahir kembar namun sifat mereka sangat jauh berbeda.


...****************...


Dafa juga hanna telah menyelesaikan makan malam nya hanna pun mengambil piring kotor dari dafa, dia langsung mencucinya karna memang kebiasaan hanna selepas makan.


"Hanna, terima kasih makan malam nya aku harus segera pulang ini sudah malam mungkin kamu juga harus beristirahat." ucap dafa di belakangi hanna yg tengah mencuci piring.


"Andai saja kamu menjadi kekasihku ingin sekali aku memelukmu hanna dan mengatakan bahwa aku sudah jatuh ci**nta padamu"


....


Hanna pun selesai mencuci piringnya dan membalikan tubuh nya seketika ia terkejut melihat dafa sudah berada di belakangnya.


"Dafa mengagetkanku saja" menyentuh dada nya. "Sorry dari tadi bukannya aku sudah disini dan kamu tidak menghiraukannya." ledek dafa pada hanna. hanna menaikan sebelah alisnya mendengar dafa tengah menggodanya.


Duarttttt..... suara petir menggelegar.


Akhhhh......." teriak hanna spontan memeluk tubuh kekar dafa dengan kancing kemeja setengah terbuka di bagian dada.


Hanna sangat ketakutan mendengar suara petir yg tidak di sadari mereka bahwa kondisi di luar sedang hujan deras.


Dafa membiarkan hanna memeluknya tubuhnya hingga hanna tersadar bahwa dia tak sengaja memeluk dafa " maaf a.. aku tidak sengaja" ujar hanna terbata-bata. "Tidak apa-apa hanna" tersenyum.


"Bagai mana ini diluar kondisinya hujan begitu lebat tidak mungkin kan aku menyuruh nya pulang dalam derasnya hujan," gema hanna dalam hatinya.


Mereka saling terdiam di ruang tengah menunggu hujan reda namun, hanna mulai mengantuk dan terus menguap terlihat dafa seolah telah mengganggu istirahatnya hanna.


"Sebaiknya aku pulang mungkin sebentar lagi di jalan akan reda" dafa seketika berdiri membuat hanna tercengang. "tapi, di luar hujan masih sangat deras dafa tidak mungkin kamu mengendarai mobil di tengah hujan begini, apalgi suara gemuruh petir masih terdengar" seru hanna.


"Aku tidak enak mengganggu mu iatirahat han, kamu pasti sudah mengantuk" dafa mengerut kan dahinya dengan mata menuju hanna.


"Baiklah kamu tidur di ruang tamu setidak nya sampai hujan reda" ucap hanna membuat dafa terpaku. " kamu serius?" tanya dafa yg masih menohok pada hanna.


"Iya .. ya kalo kamu gak mau juga gak apa apa aku gak maksa ko, " goda hanna dengan ketus.


Baiklah kalo mau kamu gitu" dafa mengiyakan tawaran hanna, diapun di hantarkan hanna di kamar tamu tepat terhalang satu ruangan dengan kamar hanna.


Hanna kembali ke kamarnya dan melepas cardigan nya serasa hari ini begitu lelah, hanna termenung merasa aneh akan sifat mantan bosnya itu yg tidak biasanya kini berubah menjadi lebih lembut dan ramah.


Hanna mendekati lakas nya dan menghampiri meja rias di dekat ranjangnya dia membersih kan wajah nya dengan pembersih wajah yg tampak membuat wajah nya putih alami dengan bibir kecil tipis pink merona.


Guarrrrr........ "suara petir menyambar beberapa kali hingga saat itu listrik pun padam.


"Mati lampu nih" gumam dafa menyalakan senter ponselny.


Akhhhhhhhh......." jerit hanna terdengar dafa.


"Hanna" bergegas menghampiri kamar hanna.


Selepas sampai di depan kamar hanna dafa mengetuk pintu kamarnya.


"masuk gak ya masuk aja deh" dafa yg tengah kebingungan akhirnya masuk kedalam kamar hanna.


"Hanna ... hanna... dimana kamu" dafa mencari keberadaan hanna dengan menggunakan senter ponselnya.


"Dafa ... dafa ... aku takut daf aku takut" histeris hanna memanggil dafa.


Dimana kamu han" seru dafa mengarah kan senter ponselnya ke setiap sudut. terlihat hanna yg tengah menutupi wajah nya dengan kedua tangannya di salah satu sudut ranjang nya dafa pun mendakati nya segera dan mencoba menenang kannya.


"Hanna ..hanna ini aku dafa kamu tenang ya?" memeluk hanna. "dafa.. dafa tolong nyalakan lampunya aku takut .. " pinta hanna sambil terisak isak menangis ketakutan.


"Hanna .. hanna .. tenang aku disini ko kamu gak akan apa-apa, apa kamu punya lilin biar aku nyalain" memeluk erat hanna. "Aku gak tau .." masih terisak isak.


Hanna yg masih merasakan takut tak melepaskan tangannya dari tubuh dafa. dafa pun membalas pelukannya dan menyimpan ponsel nya di atas lakas di sebelah nya.


Hanya terlihat cahaya dari atas sorotan senter dari ponsel dafa yg di taruh nya,hanna yg sudah mulai tenang, di selimuti dafa sembari memeluknya, sorotan senter dari ponsel dafa serasa membawa nuansa romantis.


Satu jam kemudian lampu menyala lagi dafa menggeliatkan tubuhnya yg tak sengaja tertidur, tangannya terasa begitu berat tak sadar bahwa hanna yg tengah tertidur di atas lengannya.


dafa menatap wajah hanna yg begitu menawan hati dengan bibir kecil pink merona. "Hanna kamu sungguh terlihat cantik meski tertidur seperti ini," ucap dafa.


Dafa menyentuh menyingkap helaian rambutnya yg mengahalgi wajahnya. hanna menggeliat dan menaruh tangannya di atas dada kekar milik dafa, wajah hanna dan dafa kini hanya berjarak sentian dafa begitu jelas menatap gadis manis yg tertidur di lengannya.


Perasaannya pun tak karuaan dan dafa terhanyut dalam perasaannya. dia seketika mengecup bibir kecil hanna dengan lembut beberapa kali hingga hanna terbangun di pelukan dafa


"Hah dafa. "mata nya terbelalak tatapannya menangkap dafa di depan wajah nya yg tengah menciumnya.


"Ka... kamu ngapain disini daf?" bangun dari pelukan dafa. "hanna maaf a..aku lancang se..semalam kamu ... '' terhenti.


"Seharusnya kamu di kamar tamu bukan, kenapa kamu disini'' tanya hanna membelakangi dafa. "Samalan kamu berteriak makanya aku kesini" desusnya dafa terdengar hanna.


"Benarkah aku samalam meminta dia datang kesini?" gumam nya.


"Lalu kenapa kamu ..." terdiam merasakan tangan dafa memeluk tubuhnya dari belakang.


''Hanna maafin aku, a.. a..ku telah jatuh cinta kepadamu " memeluk erat punggung hanna.


Hanna pun membalikan tubuh nya dan mendorong dafa hingga terjatuh di atas ranjang. menatap tajam dafa tanpa mengatakan sepatah kata pun


"Hanna, perasaan ini muncul begitu saja sejak kejadian malam itu aku mulai merasakan cinta buat kamu" memegabg kedua tangan hanna.


"Sebaiknya kamu pulang hujan sudah reda ini juga sudah larut malam sekali orang tua mu pasti mencemaskan mu" melepas genggaman tangan dafa darinya.


Hanna membelakangi dafa tanpa menoleh, dafa mengerti atas sikapnya yg mungkin terkejut akan pernyataan nya bila dia jatuh hati padanya.


dafa pergi meninggalkan rumah hanna dan pulang mengendarai mobil mewah nya.


Hanna yg masih berdiam diri saat itu tidak mempercayai bahwa selama ini mantan bos nya memiliki perasaan kepadanya.


...----------------...


#jangan lupa vote and likenya.