
Penerbangan dema masih belum sampai, dhea yg terus merengek ingin segera sampai akhirnya tertidur lelap di dalam pesawat.
Pak haris dan istrinya pun mulai tak sabar ingin menemui dimas dan hanna untuk mengejutkan mereka penuh gembira, senang, haru bercampur aduk.
...----------------...
Kembali di tempat dimas yg masih menatap hanna tak bergeming sedikitpun, membuat hanna salah tingkah di buatnya. "Berhentilah menatapku, aku malu,,," memalingkan pandangannya.
Dimas mempererat pegangannya pada punggang hanna yg ramping itu wajah hanna dan dimas pun kini hanya berjarak sentian saja. "Aku tak bisa berpaling darimu mataku hanya ingin memandangmu sepuasnya" membelai wajah hanna yg mulus.
"kamu sangat cantik hanna,," puji dimas terpukau melihat paras hanna.
"Sudahlah dimas ,, Mari kita makan malam aku sudah siapkan semuanya,," ajak hanna dengan senyun manis di bibirnya.
Hanna mencoba melepas pelukan dimas yg begitu erat namun dimas tak mengijinkannya untuk pergi. "Aku sudah kenyang karna menatap bidadari di depanku" ucapnya.
"Dim,,,-
Cuppp... " seketika bibir dimas menyentuh bibir tipis hanna.
Seketika hanna terhanyut dengan kehangatan dimas, dia membalas kecupan dimas dengan lembut dan mempererat tangannya di leher dimas.
Mereka terhanyut hingga dimas sangat bergairah ******* habis bibir hanna, tangan hanna yg replek memegang erat rambut dimas beraroma khas pria begitu tecium oleh hanna.
"Emmmzzt... dimas "melepaskan dirinya dari dimas."Ayok kita makan dulu,," menaikan dahinya.
"Baiklah ...
Cup.."mencium pipi hanna.
Aku akan membersihkan diriku dulu .."pergi kearah kamarnya. meski satu atap dimas tidur dengan kamar yg berbeda dengan hanna, walau begitu dimas tak pernah berani melakukan hal yg menurutnya berlebihan sebelum hanna mengijinkannya dia sangat menghormati calon istrinya itu.
Hanna pergi menyiapkan makan malam yg sudah dia siapkan untuk dimas, tak lama kemudian dimas pun kembali dan terlihat hanna menantinya disana. "Maaf sayang,, apa aku membuatmu menunggu cukup lama" tanya dimas.
"Tidak dimas ."sahut hanna.
Merekapun makan malam sangat romantis sikap dimas terhadap hanna membuat hanna sangat nyaman berada disampingnya.
Malam semakin larut setelah makan malam yg romantis hanna pergi ke kamarnya dan mengganti pakainya dengan piyama. Dimas tengah berdiri di depan pintu kamar hanna yg tak disadari hanna bahwa dimas sedang memperhatikannya.
"Kenapa kamu mengganti pakaianmu?" ujar dimas.
"Hah... dimas sejak kapan kamu disana ??" melebarkan bola matanya.
"Cukup lama,,," jawab dimas menghampiri hanna. Dengan menutupi belahan dadanya hanna merasa malu karna sedang berganti pakaian mungkin saja dimas melihat dirinya saat itu.
"Kamu tidak perlu merasa malu srperti itu .." ucap dimas memeluknya dari belakang.
"Apa kamu melihat semuanya??" canggung.
"Tentu .."menaruh dagunya di pundak hanna.
Dimas begitu bermanja kepada hanna, hañna membiarkan dimas memainkan pundaknya itu, "Ntah ada apa hari ini aku sangat ingin terus bermanja padamu,,-" dimas memeluk nya dengan erat.
Hanna tersenyum kecil melihat perlakuan dimas nampak seorang bocah menginginkan kasih sayang ibunya. Dim, ini sudah larut malam tidur lah kamu pasti lelah hari ini" kata hanna membalikan tubuhnya berhadapan dengan dimas.
"Biarkan aku tidur disini honey,, -" pintanya.
Tapi,," hanna.
"Hari ini begitu indah dan aku ingin bersamamu. " menatap manik mata hanna yg indah. Dimas tak ingin menjauh sedikitpun dari hanna membuat hanna sangat yakin bahwa dimas begitu mencintainya.
Dimas menaruh kepaalanya di pangkuan hanna "Hanna ..." panggilnya.
"Iya,," Jawab hanna.
Apa kamu bahagia bersamaku ??" tanya dimas mmsembati menatap wajah hanna.
Hanna terdiam keheranan dengan pertanyaan dimas.'Pertanyaanmu sangat konyol dimas," mengerutkan dahinya. "Aku serius sayang," bangun dari pangkuan hanna.
"Tentu dimas aku bahagia ,, Aku sangat bahagia karna pria yg aku cinta sangat mencintaiku,menyayangiku dan bersedia menerima kekurangan yg aku miliki,," ucap hanna seketika membuat dimas terdiam dan bahagia dengan perkataannya.
"Ah kamu ini selalu saja ....-"terhenti.
Cupp....." seketika hanna mencium pipi dimas.
Dimas tersenyum kemudian setelah hanna memberikan Night Kiss. Mereka pun tidur saling berpelukan dimas manaruh dagu nya dipucuk kepala hanna. hanna pun tertidur begitu lelap di pelukan dimas.
...----------------...
Tepat pukul 2 pagi.
Hanna terbangun oleh seseorang yg menekan bel pintu, melihat dimas disampingnya tengah tertidur pulas hanna melepas pelukannya dengan sangat pelan agar dimas tidak terganggu olehnya. Hanna melihat jam welker di atas lakas yg menunjukan pukul 2 pagi.
"Yang benar saja ,," melebarkan matanya.
"Siapa di jam segini yang bertamu ke tempat orang ,," ucapnya.
Hanna turun dari tempat tidur dan pergi untuk membukakan pintu itu, meski bangun tidur keanggunannya masih terpancar dan tidak membuatnya kehilangan daya tariknya.
N**ing....Nong....
Ninh....Nong....
'Iya sebentar, ," teriak hanna di balik pintu.
Siapa..."membuka pintu.
Betapa terkejutnya hanna melihat seseorang di balik pintu itu. "Kejutan" teriak jesika. Keluarga dimas dan hanna datang memberi kejutan untuk hanna dan dimas. "heyy kenapa kamu bengong tidak bahagia kah kedatangan kami" sambung jesika.
"Hah,, tidak mungkin aku gak bahagia aku sangat senanh dengan kedatangan kalian" balas hanna.
"Apa lo gak akan suruh kita masuk,," celetuknya jesika.
"Tentu ... silahkan" mempersilahkan masuk.
Jesika terkejut melihat keadaan dalaman rumahnya."dimana yg lainnya?" tanya hanna. "Mereka di bawah ,, kayanya kita datang di waktu yg tidak tepat,,"goda jesika.
Hanna lupa untuk membereskan ruangan sisa kejutan untuk dimas semalam wajahnya pun sedikit me-merah karna malu tampak jesika melihat seisi ruangan yg di penuhi lilin dan bunga.
Hanna segera membereskan semua lilin dan bunga yg sudah dia pajangnya, tak lama dimas terbangun melihat keberadaan hanna tak lagi disampingnya. dimas turun dari ranjang berukuran big size itu dan menghampiri jesika dan hanna di ruang tengah.
Tampak masih setengah sadar dimas mengerutkan dahinya dan berusaha memperjelas pandangannya. Jesika?" Ucap dimas.
"Apa aku sedang bermimpi?" gumamnya.
"Hello dimas.. lo nggak mimpi gue ada di depan lo,," seru jesika melambaikan tangannya di depan dimas. Dimas serasa aneh dengan keberadaan jesika di tempatnya tanpa memberitahukan kedatangannya terlebih dahulu.
Hanna terdiam seusai membereskan semua benda yg berserakan, tak lama kemudian hentakan kaki seseorang yg ramai terdengar disana. Dimas terbelalak melihay semua anggota keluarganya datang mengejutkan mereka. "Kejutan..." teriak semua orang.
"Kakak,,,," segera mendekap kakaknya. Hanna melepas rindu setelah sekian tak berjumpa dengan keluarganya."Kamu baik-baik saja disini hanna?"Tanya dema dan rezta. Hanna menganggukan kepalanya setelah melepas pelukannya.
"Kalian tak perlu khawatir dimas menjagaku sangat baik disini,," sambung hanna. Syukurlah sayang aku sangat merindukan kalian,," Nyonya kalina ibu dari dimas seketika memeluk hanna dan dimas.
Dimas membalas pelukan ibunya yg sangat ia rindukan selama ini. Setelah saling melepas rindu mereka pergi beristirahat dikamar yg sudah di sediakan hanna tentunya rapih dan bersih.
Penuh haru bercampur bahagia dimas sudah menebak maksud akan kedatangan keluarganya, terlihat raut wajah yg begitu bahagia dengan senyum lebar disana.
...----------------...
#**Jangan lupa favoritkan
#Tinggalkan komentar
#like
#Dan vote nya ya,,,!!!
Mari kita saling dukung sesama. sebelumnya mohon maaf jika masih banyak kosa kata yg masih berantakan dan di beberapa bab mungkin adanya terjadi kesalahan juga terdapat unsur dewasa.
Mohon untuk kalian bacalah dengan bijak**. :-) :-)