
Hanna berdiri didepan cermin berlenggak lenggok memperhatikan perutnya yg rata mencoba semua pakaian seisi lemari miliknya namun, tidak ada yg membuatnya berselera untuk ia pakai, Dimas yg memperhatikan sedari tadi dibuat senyum-senyum sendiri melihat tingkah Hanna.
Hanna melihat Dimas di belakang tubuh nya tengah memperhatikan dirinya di depan cermin membuat moodnya berubah seketika "Apakah ada yg lucu sehingga kamu tersenyum seperti itu?" kesal.
Dimas mendekati Hanna dan memeluk perut kecilnya dari belakang "Tidak aku hanya sedang tersenyum senang melihatmu sayang, apapun yg kamu pakai akan indah karna kamu yg memperindah pakaian nya" goda Dimas.
"Dimas .. ayolah aku ingin kamu pilihkan pakaian untukku semua yg aku pakai serasa aneh apa mungkin karena tubuhku mulai gemukan ya??" lirih nya.
"Ehh ... kata siapa kamu gemuk kamu tetep cantik kok, ya wajar kan sekarang kehamilan mu sudah menginjak 3 bulan" tutur Dimas memeluk erat Hanna.
"Jadi maksudmu aku benar-benar gemuk begitu kamu sungguh jahat Dimas "
Heran "Apa aku salah bicara ya???"
Hanna yg geram melihat raut wajah Dimas semakin merusak moodnya "Jangan tunjukan muka konyolmu itu Dimas,, cepatlah temani aku, aku ingin belanja pakaian lagi semua pakaian ini sudah tidak cocok untukku cepat......" menarik tangan Dimas.
"Apa lagi????"konyol.
"Kenapa? kamu tidak mau temani aku" rengek Hanna seperti anak kecil.
"Bukan begitu sayang tapi, Minggu ini kamu sudah belanja pakaian 3 kali sayang bahkan masih banyak yg belum terpakai" jelas.
"Apa aku harus membeli pakaian seisi toko??" menepuk dahinya pelan.
"Kenapa tidak?? itu ide yg bagus sayang kita akan beli pakaian seisi toko!!!" wajah sumringah Hanna membuat Dimas membatu.
"Aku salah bicara lagi"gumam menepuk jidat.
Dimas yg sudah siap untuk berangkat bekerja dengan penuh sesal harus menyuruh istrinya pergi bersama bodyguard yg ia perintahkan untuk menemaninya kemanapun Hanna pergi sekaligus menjaganya dari sesuatu yg tidak di harapkan."Sorry sayang aku harus kerja hari ini ada metting penting!!"
"Apa,, bersama bodyguard lagi ??!" kejut Hanna mendengar suaminya harus pergi ke bekerja dan menyuruh nya pergi belanja di temani bodyguard.
Raut wajah Hanna berubah menjadi kesal, walaupun begitu ia tidak mungkin membiarkan karir suaminya rusak hanya karna mementing kan dirinya sendiri. "Ya sudah aku pergi ditemani bodyguard tapi, jangan sebanyak hari lalu aku merasa kaya tahanan dikawal banyak orang" keluh Hanna.
"Okeh,, tapi, aku lakuin itu biar bisa jagain kamu!!"
"Dimas....."
"Oke .. oke .. oke .. buat kamu apa sih yg nggak aku turutin tapi, biarin mereka jaga dari kejauhan oke aku gak mau ambil resiko jika sesuatu terjadi sama kamu!!" jelas dari Dimas yg tak ingin negosiasi lagi dengan Hanna. Meskipun Hanna keras kepala tapi, dengan memikirkan kondisi nya yg tengah berbadan dua membuatnya mengiyakan perintah suaminya.
"Lagian kamu ngapain sih sewa ajudan segala kan aku juga bisa sendiri!!"
"No .. nggak ada alasan apapun!!"tegas Dimas memutuskan perbincangan.
Hanna pun pergi bersama ajudan kepercayaan Dimas yg di perintah kan untuk siap siaga menemani istri juga calon baby yg tengah berada di dalam perut Hanna.
......................
Tiba sore menyingsing Dimas sesampainya dikejutkan oleh sang istri tercinta dengan dipenuhi paper bag belanjaan nya memenuhi atas ranjang big size miliknya.
"Sayang ,,
"Hmmm..."
"Apa semua ini ?"
"Apa aku menghabiskan uangmu sayang i'm sorry
"No .. aku nggak bermasalah sayang tapi, harus kah sebanyak ini?"pucat pasak jelas diraut wajah Dimas.
"Be happy .. aku begitu senang nya hingga aku membeli semua yg menurut ku menarik..-"
"Aduhh ,,, sayang ada-ada aja .."dengan cepat mencium pundak Hanna yg sedikit terbuka dengan gaun dress indahnya.
Hanna menggeliat geli dengan sentuhan Dimas, "Dimas ...
"Apa sayang?" Dimas mempererat pelukannya hingga Hanna tak bisa berkutik lagi. Cukup lama mereka bermesraan Dimas memanggil ART nya untuk membereskan pakaian sang istri yg berserakan di kamarnya.
...----------------...
Pria kekar tampak lihai memainkan nya diatas ranjang bersama seorang wanita cantik namun, bukan kekasihnya. Setelah kedua nya usai dengan acara nya pria tersebut melempar segepok uang kearah wanitanya "Ini bayaranmu ,, dan jangan tunjukan lagi wajahmu padaku kecuali aku yang minta,,!!"jelas suara pria itu begitu bergema.
"Allonzo,,, aku suka caramu itu...-"
"... Ok, aku pergi jangan lupa untuk hubungi aku, aku siap terus ada buat kamu" Pergi dan meninggalkan Alonso disana sendiri.
"Heuh,, pelacur" ketus.
Alonso yg sering bermain perempuan tak membuatnya puas dengan banyak wanita yang menemani nya namun, obsesi nya untuk memiliki Hanna dan merampasnya dari Dimas semakin kuat.
"Hazella,,, alias nyonya Hanna sudah lama banget kita tidak jumpa kamu pasti sangat merindukan ku bukan, sebentar lagi kita pasti bertemu dan bersama" ujar Alonso.
Senyum licik dari wajah Alonso menunjukkan ia akan melakukan 1000 cara untuk mendapatkan apa yg ia inginkan.
3Hari berlalu.
Hari konsultasi Hanna untuk pergi ke dokter memeriksa kandungannya di temani sang ajudan Hanna pergi sendiri tanpa di temani Dimas.
"Sayang,, sebentar lagi aku selesai meeting kamu tunggu aku yak jangan kemana-mana? nanti aku yang jemput kamu aku nggak sabar mau lihat hasil USG anak kita!!"pesan singkat Dimas kirimkan pada hanna.
"Aku benar-benar nggak sabar sayang ,,,"gumam Dimas segera menyelesaikan pekerjaan nya dan bergegas pergi menjemput Hanna.
Hanna sudah temu janji dengan seorang dokter spesialis kandungan dan hanya tinggal menunggu panggilan. Hanna begitu rileks diruang tunggu namun, tak disangka begitu kebetulan Alonso melihat Hanna yg berada di ruang tunggu dokter kandungan yg usai menemui seseorang di salah satu ruangan pasien.
"Ini kebetulan atau kah takdir sedang berpihak kepadaku?"menatap Hanna dengan senyuman. Langkah demi langkah Alonso mendekati Hanna yg tengah fokus ke ponselnya seperti tak melewatkan kesempatan yg selalu ia nantikan.
"Hai,, nyonya Hanna?"- sapa Alonso.
"Mmm... kebetulan sekali kita ketemu disini bukankah ini pertanda kita berjodoh"tuturnya.
Hanna begitu trauma melihat Alonso tiba-tiba ada di hadapannya mengingat terakhir kali alonso menemui nya. "Ka..ka..Kamu !!" panik.
"Tidak usah terkejut begitu juga sayang, aku hanya ingin menyapamu saja" ujar Alonso. Tangan nya yg lihai mencoba meraih wajah Hanna.
"Jangan coba-coba kurang ajar Alonso, kapanpun aku bisa teriakin kamu sebagai orang jahat dan kamu akan dibawa kekantor polisi"tegas Hanna memperingati nya.
Hanna mencoba menghindari nya dengan pergi meninggalkan rumah sakit tetapi, Alonso tak menyerah dan berusaha mengejar Hanna.
"Hanna ...."panggil Alonso.
Hanna semakin cemas dan panik tindakan Alonso yg terus mengejar dirinya membuat Hanna kram.
Dimas berusaha menghubungi Hanna namun, Hanna tak sengaja menjatuhkan ponselnya saat menghindari Alonso. Dimas bergegas pergi mengkhawatirkan kan istrinya yg tidak membalas panggilannya.