MY DEARY

MY DEARY
Dafa dan Dimas



Satiawan sudah bersiap sarapan di meja makan menunggu kakak juga kakak iparnya yg tak kunjung datang juga, tak lama hanna datang menuruni anak tangga dengan masih memakai piyama tidurnya,


"Baru bangun kamu han?" tanya satiawan.


"Heemmm.... sendirian aja kak sarapannya" hanna mengambil segelas susu disana.


"Sendiri aja, entah kemana penghuni rumah hari ini sepertinya semua orang sedang malas bangun pagi" mengoles selai pada roti. "Mungkin, paling kakak kita lelah habis ena-enakan semalam" ujar hanna dengan santai.


"Husssst... gak bisa di sensor banget kalo ngomong" menatap wajah hanna.


"Emang bener ko, semalam kan hari annyversery mereka yg ke 5tahun ka, noh dhea aja tidur di kamarku" menaikan dagunya. "Ouhhh gituh, ehh kamu belum mandi maen makan-makan aja roti kakak tuhh" menatap kesal hanna yg telah mengambil roti miliknya.


"Aku sudah lapar kakak biarkan aku makan" saling menarik roti dari tangan kakaknya. "Kamu jorok banget dek, kamu belom mandi udah mau makan aja ih, ntar pacar mu geli liat kamu makan sebelum mandi" ledeknya satiawan pada hanna dan membiarkan roti nya di makan hanna.


"Kakak, apaan sih pacar segala aku belum punya pacar tau gak usah bahas-bahas pacar" mengerutkan dahinya sambil melahap roti di tangannya. "Iya dehh iyaa,, terus gimana dimas sama dafa?" menggoda hanna. hanna tidak menjawab ucapan kakaknya namun menatap kesal pada satiawan.


Hayy,, ko cemberut sih ?" goda satiawan. "Kau ahh kakak ngebahas mereka kita cuma temen ka" jawab hanna dengan mulut penuh makanan.


Satiawan hanya menggelengkan kepalanya melihat kepolosan adiknya itu, mereka melanjutkan sarapan nya berdua tanpa di temani dema dan resta.


...****************...


Dimas begitu tampan dengan kemeja berbalutkan dasi dan setelan jas hitam menambah daya tarik nya yg begitu menawan. kini dimas di jabatkan sebagai direktur di salah satu perusahaan pak haris di jakarta tak jauh dari perusahaan dema kakak hanna.


Hayy dim,, " dimas yg terlihat terkejut dengan kehadiran jesika mengunjungi kantor tanpa sepengetahuannya.


"Tumben lho, ngapain kesini?" tanya dafa dengan ketus. "jutek amat sih lho" ujar jesika kesal.


Gue cuma mau liat bos baru aja, siapa tau kerjanya gak bener?" menelengkan matanya meledek dimas. "gue mau keluar lho mau ikut?" ajak dimas sembari memakai jasnya.


Kemana, boleh gue ikut?" mengembangkan senyumannya pada dimas kembarannya. "Ya udah kalo lho mau ikut, tapi ada syaratnya" menatap jesika dengan tajam. jesika menatap dimas dengan ekor mata nya "Kenapa harus ada syarat nya sih ngikut doank, ribet amat ?" gerutunya jesika.


"Nau ikut gak nih?" pergi meninggalkan jesika di ruangan itu, jesika yg kesal melihat dimas mengikutinya dari belakang dan segera masuk kedalam mobil sport dimas yg mewah. "Mau kemana sih lho,?" tanya jesika kesal. "Liat aja nanti banyak omong lho, ehh gue ingetin ya jangan lho cari masalah disana" dimas memperingati jesika agar tak berulah. heeemmmmm..... " jesika hanya mendehem tanpa berkata lagi.


Mobil dimas mengarah pada rumah hanna, dan berniat ingin bertemu dengan nya jesika tidak mengetahui bahwa saudaranya itu ingin bertemu seseorang yg mungkin menurutnya istimewa.


...****************...


Hanna yg sudah terlihat rapi mengenakan jeans dan kaos tangan pendek di balut cardigan kesuakaan nya berwarna krem, hanna bersama dhea menghampiri dema di belakang rumahnya bersama resta sedang menikmati udara pagi.


"Mama... " suara khas yg begitu menggemas kan. "Heyy sayang sudah bangun kamu putri kecil papa?" dema menggendong dhea ke pangkuannya. "Iya papa dhea udah mandi, dhea mau jalan-jalan sama mama sama papa" ujar dhea menginginkan sesuatu dari orang tua nya.


"Sayang, papa mau kerja dulu bentar lagi papa mau berangkat sama om satiawan dhea sama mama aja ya" bujuk resta pada putrinya. dhea yg begitu manis nan menggemaskan mengamggukan kepalanya.


"Hanna kamu udah rapi mau kemana?" tanya dema menatap hanna yg begitu rapi dengan tas kecil di melingkar di tubuhnya. "Iya kak aku mau pergi sebentar ko, gak papa kan?" menaikan pandangan nya ke arah dema.


"Kak, ayo kita berangkat kita punya jadwal padat hari ini" seru satiawan dari belakang hanna. "Oke,, ya udahh nanti kamu jangan sampe pulang malam sekarang udah musim hujan, hujan bisa turun kapan aja" menatap hanna dengan senyuman. "Oke " menaikan jempol tangannya.


"Paling dia ama si dafa tuh, dia udahh.... Auwwwwwww....." teriak kesakitan saat hanna sengaja menginjak kaki satiawan.


Kenapa?" dema terheran-heran dengan sikap adiknya itu. "Akhhh tidak kak aku gak sengaja nginjek kaki kak satiawan" nyengir menunjukan gigi rapih nya. "Oke kalo kamu mau pergi sama dafa tapi, kamu harus tetep jaga diri oke." dema mencubit hidung hanna.


Hanna menganggukan kepalanya. mereka pun pergi menuju halaman depan bersiap untuk pergi, tak di duga sebuah mobil sport silver dan di ikuti mobil hitam mewah di belakangnya, mereka terdiam kehadiran tamu mereka.


"Han, ko kamu gak bilang-bilang ngundang dimas ke rumah" ledek satiawan dari belakang punggungnya.


"Diem deh ka .." raut wajah hanna menjadi pucat seketika.


Hay hanna..." seru dafa dan dimas berbarengan memanggil hanna. dafa dan dimas saling menatap satu sama lain. satiawan juga dema hanya saling memandang, melihat kedua pria tampan juga kekar saling menaruh perhatian kepada adik satu-satunya itu hanna.


Hanna terdiam dan terkejut kedatangan dimas yg kebetulan di ikuti dafa dari belakang datang bersamanya.


...****************...


SEBELUMNYA.


Selesai sarapan hanna kembali ke kamarnya dan memainkan ponselnya, sebuah pesan menunjukan beratas namakan DAFA.


"*H**an, tolong hubungi aku kem**bali*"


Panggilan dari dafa pun beberapa kali tidak terjawab oleh hanna, karna handphone-nya hanna tersilent.


Tutt...tuttt...tuttt.....


Hanna memanggil kembali dafa, dan masih belum di angkatnya.


"Maaf aku sedang sarapan, a..aku tidak mendengar ponselku berbunyi, ada apa sepagi ini kamu menelponku?" tanya hanna pada pada pria yg sedang di ajaknya bicara.


Aku ingin mengajakmu pergi, untuk berjalan-jalan sambil mengobrolkan soal pekerjaan " seru dafa.


Pekerjaan apa, aku juga belum mandi belum bersiap apa sepagi ini kita harus pergi" hanna mengerutkan dahi nya.


"Aku akan jemput kamu setelah kamu selesai bersiap, ya mungkin sebentar lagi soalnya aku juga belum bersiap hehhee..." tersenyum kecil.


Dasar kirain kamu udah siap, y udah aku mau pergi" melebarkan senyumannya.


"Oke ntar aku jemput dahh ... tuttt ..tuttt.." dafa menutup ponselnya.


"Dasar big bos nyebelin" gumam hanna menggelengkan kepalanya sembari tersenyum..


...----------------...


Hanna yg sudah janji akan pergi bersama dafa kebingungan saar dimas tiba-tiba datang tanpa sepengetahuan nya.


"Dek melamun terus tuh cowok dua mau kamu apain ?" memecah lamunan hanna, "Ihh apaan sih kakak berisik deh" mengerutkan dahinya.


"Han, kayanya aku datang di waktu yg salah ya" ucap dimas membuat hanna terdiam. "Hahh,, emmm gak juga " gugup.


Seorang gadis cantik keluar dari mobil dimas, hanna terbelalak di buatnya merasa tak asing dengan gadis yg datang bersama dimas.


"Jesika..." desus hanna.


"Elo... ternyata lho yg di maksud dimas han," jesika melebarkan mata nya sedikit terkejut orang yg sangat ingin di temui kakaknya itu ternyata hanna teman sekampusnya dahulu.


"Kalian udah saling kenal " ujar dimas memandang hanna dan jesika.


"Dia... kita pernah sekampus " ucap hanna.


"Syukur deh kalo kalian udah saling kenal" ucap dimas.


Seketika pandangan jesika teralihkan saat melihat seorang pria tampan yg di lihatnya membuat dirinya seketika terpaut, tak lain satiawan tepat berdiri di samping hanna.


Hanna yg memperhatikan tatapan jesika terus tertuju pada satiawan.


Ekhemm.... maaf jika kalian selesai aku mau pergi dulu sebentar, boleh?" ucap hanna memandangi semua orang.


Dimas yg tidak sengaja melihat adiknya memperhatikan satiawan kakak hanna, dia pun menegurnya.


Jaga pandanganmu jes." bisik dimas.


Ohh kalo gitu silahkan han, kebetulan aku juga mau ke kantor kak, dema menyelesaikan proyek yg tertunda" seru dimas.


"Dim gue mau semobil sama cowok itu donk," bisik jesika pada dimas. "jaga kelakuan lho jangan bikin malu gue deh" mencubit kecil tangan jesika.


"Emmm, kakak gue nih jangan macem-macem lho" hanna tak sengaja mendengar perkataan jesika pada dimas.


Apaan sih han," gerutu jesika.


Hanna pergi menuju mobil dafa dan melanjutkan rencananya untuk pergi bersama dafa.


"Kak, satiawan gue pinjem adek lho bentar" masuk kedalam mobil dan pergi.


"Woii,,, jaga baik-baik adek gue." teriak stiiawan. sambil melihat mobil dafa yg sudah pergi bersama hanna.


Satiawan dan dema pun pergi menuju mobilnya.


"Kak dema " ujar jesika.


Iya, "


Boleh tukeran tempat gak, kak dema bareng dimas aku ikut di mobil itu." pinta jesika pada dema. "jes jangan bikin malu deh" cubit dimas menatap tajam jesika.


"Udah gak apa ko," dema melempar kunci mobilnya pada satiawan.


Jesika tersenyum, karna dema mengijinkannya untuk pergi bersama satiawan, dimas terlihat memerah malu atas sikap jesika, dema memahami jesika yg tertarik pada adik laki-lakinya itu hanya tersenyum kecil kedua adiknya begitu banyak mendapati perhatian dari lawan jenisnya.


...****************...


#jangan lupa vote and likenya.