
Keesokan pagi harinya, mereka yg masih tertidur dengan mengenakan pakaian yg sama sisa semalam di pesta, cahaya mentari memasuki cela-cela kamar mereka hembusan angin pagi terasa sejuk menghembus wajah hanna.
Hanna menggeliat dan melihat dirinya telah berada di kamarnya dengan suaminya yg tengah terlelap di sampingnya. Hanna menyadari dirinya yg terlelap saat dimas mengajaknya pulang dan tertidur di dalam mobil.
"Mmmmm.... Uwwoookkkk..." hanna mencium bau yg membuatnya mual. "Bau apaan yah,,? Uwooo...uwoo...." berlari seketika ke kamar mandi hingga membangunkan dimas yg sedang tertidur pulas. "Hanna...." mencoba membuka matanya.
Dimas turun dari ranjangnya dan mendekati hanna ke kamar mandi terlihat hanna yg sedang mual disana dimas seketika terkejut dan spontan mengusap-usap punggung hanna." Kamu kenapa sayang, kamu sakit?" tanya dimas.
"Uhhh... hruhh... ya ampun bau nya tidak sedap sekali,," keluhnya hanna.
"Bau....???"
"Bau apa sayang?" heran.
Dimas membawanya duduk di ranjang "Ntahlah dimas aku merasa mual tadi bangun tidur tiba-tiba aku mencium bau yg buat aku mual banget," ucap hanna menjelaskan. Dimas mengerutkan dahinya mendengar ucapan hanna sedangkan dimas yg tak menciun bau apapun di ruangan itu hanya mencium aroma pewangi ruangan yg segar.
*Tiba-tiba...
Uwwoooo.....uwooo......" pergi ke kamar mandi.
Hanna .." panggil dimas mengikutinya dari belakang. Dimas bingung harus berbuat apa saat melihat kondisi hanna yg melemah "Aku akan panggilkan dokter untukmu ,," kata dimas.
"Tidak dimas aku baik-baik saja sungguh , mungkin aku hanya masuk angin .." ucapnya hanna mengambil handuk kecil. "Baiklah tapi, aku khawatir dengan kondisimu aku...-" terhenti.
"Dimas...." menelengkan bola matanya.
"Baiklah,, tapi sungguh?"
Hanna menatap dimas seolah tak percaya dan dimas pun mengiyakan permintaan istrinya itu. Suara ponsel berdering perhatian dimas pun teralihkan dan menuju benda pipihnya di atas lakas. "Hallo.." ucap dimas.
"Hallo .. dimas selamat sobatku ... kau terpilih menjadi CEO terbaik dan penghargaanmu juga ucapan selamat untukmu tengah menunggumu disini maka segeralah datang kekantor ok.." Seru seseorang di sebrang telepon.
"Kau serius apa ini cuma mimpi?" raut wajah dimas berubah menjadi berseri-seri, hanna melihat dimas yg begitu bahagia terheran-heran dengan kabar yg sudah di sampaikan kepada suaminya.
"Tentu kau bisa segera datang kemari,," Suara di sebrang telepon.
"Baiklah..
"Tutt .... tuttt...." ponselpun dimatikannya. Dimas berlari dan menggendong hanna seketika memberitahu kabar baik yg sudah ia menangkan menjadi CEO terbaik. "Heii dimas .... kau bisa menjatuhkanku dengan berputar-putar seperti ini kamu membuatkuku bertambah pusing..." gerutunya hanna pada dimas.
"Sayangg ... aku memenangkan penghargaan itu suamimu ini sudah menjadi CEO terbaik .." teriak dengan gembira. Namun, kebahagiaan itu malah di sambut dengan mual nya hanna. "Uwoook.... turunkan aku dimas.. uwooo... tubuhmu bau sekali,,,,!!!" keluh hanna menepuk pundak dimas.
Dimas menurunkannya dengan lembut dan heran dengan ucapan hanna yg menyebut tubuhnya bau. Hanna menutup pintu kamar mandinya "Sayang kau baik-baik saja, aku cemas melihatmu seperti ini"berteriak di balik pintu.
Trekkk...
Pintu terbuka hanna memegangi kepalanya yg pusing dan tubuhnya yg sudah lemas terlihat dimas didepannya yg tengah berdiri mengkhawatirkan dirinya "sayang,,,"panggil dimas mendekati hanna.
"Kenapa?" tanya dimas.
"Aku mual karna mencium aroma tubuhmu yang,,,"
"Untuk saat ini jangan mendekatiku ,," sambungnya. Dimas hanya tercengang mendengar ucapan hanna yg dianggapnya hanya sekedar bercanda "Sayang kau bercanda hahahaha...."tertawa.
Hanna menutup hidungnya dan menjauh dari dimas yg menghampirinya "Aku serius tubuhmu sangat bau yang..." ujar hanna. Dimas yg masih binging dengan ucapan hanna menciumi aroma tubuhnya yg masih beraroma maskullin. "Tidak .. aku tidak bau malah aku wangi .." kata dimas.
"Pokoknya kamu harus mandi dulu yg bersih kemudian baru bisa deket-deket aku" ucap hanna tegas. "Sayang ..."rengeknya dimas mencoba mendekati hanna. Hanna terus menjauh saat dimas mendekatinya dan menutup hidungnya. "Baiklah aku akan mandi, tapi jangan lupa beri aku ciuman di pagi hari "pintanya dimas melangkah ke kamar mandi.
Hanna tak menjawab namun, terkekeh menutup hidungnyaa. Dimas segera mandi dan membersihkan dirinya. Hanna tetap merasa mual dan membuat nya lemas, dimas yg usai mandi dengan setengah badan tertutupi handuk terlihat dada kekar putih dan sispek.
Hanna,,, Sayangg,,???"panggil dimas mengedarkan matanya mencari sosok istrinya itu.
"Kemana yak?" bisiknya.
Hanna tak menyahut meski dia mendengar panggilan suaminya, hanna berada di meja makan dengan santai dengan sebuah gelas di tangannya berisi air putih.
pk..pk..pk...
Suara langkah kaki yg menuruni anak tangga." Kamu disini sayang?" dimas dengan memakai kemeja biru dan balutan jas beludru. "Sudah selesai?" tanya hanna. Belum sempat mendekati hanna aroma maskullin dimas sudah tercium hanna dan seketika menutup hidungnya itu.
"Udah donk,,, masa belum coba aja kamu cium.." memeluk hanna dari belakang. "Nggak... uwooo ... jangan deket-deket aku yank kamu masih bau tau..." ucap hanna melepas pelukan dimas dan seketika berlari kecil menjauh dari dimas.
"Hah,, sayang aku sudah mandi masa masih bau sih harum ginih,,!" menciumi pakaiannya kanan kiri dimas yg heran sangat dibuat aneh oleh hanna. "Kamu itu bau ketek sayang aku nggak mau deket kamu sebelum bau kamu hilang ,," tegas dan meninggalkan dimas yg di buat heran oleh hanna di meja makan.
what ...."
"Apa dia benar-benar serius ? ya ampun ada apa dengannya hari ini dia sangat aneh sekali dia bilang aku bau ,,-"
Dimas terus dibuat penasaran oleh hanna "Yang benar saja tubuhku wangi aku juga mandi memakai sabun dia paling suka dengan parfum yg ku pakai kenapa sekarang dia ..." terhenti
"maaf tuan mobil anda sudah siap ,," seorang pria bule memberitahukan dimas. Dimas rmtak menjawab hanya menganggukan kepalanya dan bergegas pergi membawa tasnya.
Seperti biasa dimas yg telah mendapatkan penghargaan sangat di sambut hangat para karyawannya, begitu juga dengan jeremy turut berbahagia dengan pencapaian yg luar biasa oleh sahabatnya itu.
...----------------...
#jangan lupa dukunganmu yak ???
#Vote
#Like
#Komentarnya juga ....