MY DEARY

MY DEARY
PENIKAHAN HANZELLA & DIMAS



Waktupun menunjukan pukul 08.30 tepat, dimas sudah pergi berangkat ke kantornya dengan meninggalkan sebuah bucket bunga dengan sepucuk catatan kecil disamping tempat tidur hanna, hanna tidak mengetahuinya karna hanna masih terlelap.


Terdengar suara keramaian di ruang tengah hingga hanna terbangun dari tidur lelapnya, keramaian yg di buat keluarganya saat ini untuk mempersiapkan pernikahan hanna dan dimas semua orang membagi pekerjaannya masing-masing tanpa menunggu kedua calon pengantin.


"Apa yg mereka bicarakan kenapa ribut sekali?"menggeliatkan tubuhnya. Tangannya menggerisik sebuah benda disampingnya terlihat sebuah bucket bunga dengan catatan kecil didalamnya. Siapa yg meletakan bunga yg cantik ini disini,?"bertanya-tanya heran dengan senyum kecil di wajahnya.


" Good morning my dear, I can't bear to wake your sleep, don't go to the office today because there's something special waiting for you as well as myself." Isi pesan dimas untuk hanna.


"Istimewa,,,?....-"


Apa yg istimewa dengan hari ini, ??" berbicara sendiri penuh penasaran.


Hanna kemudian bergegas mengambil handuk dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya. Dema dan keluarga lainnya sudah bersiap untuk mempersiapkan kebutuhannya di hari pernikahan mereka nanti.


"Dema pergilah bersamaku nanti untuk melihat gedung yg akan kita gunakan pernikahan dimas dan hanna."ucap pak haris. "Nanti akan menjadi hari yg paling istimewa kita harus sangat benar-benar matang menyiapkannya"ujar nyonya kalina memotong perbincangan.


"Tentu bu, .." senyum resta menyiapkan sarapan.


Dimana hannaa apa dia masih tidur,," Dema mengedarkan matanya mencari keberadaan hanna yg masih belum terlihat. Hanna....hanna...." Panggil dema.


Iyak kak,,,"sahutnya sembari berteriak.


"Hanna apa kamu akan terus dikamarmu??"balas dema.


"iya sebentar lagi ,, hanna sedang bersiap dulu kak,," jawab hanna.


Dema kembali duduk bersama pak haris melihat lokasi gedung yg akan mereka lihat hari ini di sebuah brosur. Hanna dengan cepat menyiapkan dirinya dan berlari kecil menuju ruang tengah menghampiri keluarganya yg tenfah menantinya.


"Morning aunty?" sapa dhea.


"Morning dhea sayang,,"sahut hanna.


"Mari sayang kita sarapan, ?" Ajak nyonya kalina. Hanna mengangguk dan mengambil tempat nya di sebelah dhea keponakan kesayangannya. "Maaf mam, hanna telat,," lirih hanna.


"Tentu sayang tidak masalah,,-"


Hari ini kita akan pergi bersiaplah,, " perintah nyonya kalina semabari melahap sarapannya. "kita... apa kita akan pergi?" tanya nya penuh penasaran.


"Kita akan pergi untuk fitting baju pengantin,," sambung jesika menyela pembicaraan.


Hanna terheran karna tak sangka penikahannya di percepat oleh keluarganya yg sudah tak sabar menginginkan mereka untuk segera menikah.


Seusai mereka sarapan hanna dan yg lainnya bersiap dan pergi seperti tujuan awal mereka, hanna bersama nyonya kalina, jesika, resta menuju butique langganan keluarga diatmadhja.


Sedangkan dema dan pak haris juga dimas melihat tempat yg sesuai keinginannya di sebuah gedung yg mewah.


...----------------...


1 Pekan telah berlalu.


Hari yg sudah di nantikan pun tiba, para tamu undangan sudah berdatangan begitu pun salah satu pesaing dimas yg menginginkan dimas terjatuh tak lain alonso di undangnya, patner kerja juga kolega-kolega pal haris dan dema ikut menghadiri penikahan hanna.


Dim,, "


hemmm...." dimas..


Dimas mengerutkan dahinya heran dengan pertanyaan yg di ajukan jesika. "Kenapa? tanya dimas sinis. Kali aja lu lom tau" ketusnya.


"Hanzela Natwiliea van dirk siliena.." begitu lantang pengucapanya.


Jesika hanya tertegun mendengar dimas mengucap nama hanna yg begitu lantang tanpa canggung sesikitpun. "Gue aja yg baru tau sulit banget ngucapinnya kenapa nih orang lancar banget" bisiknya ..


"Gue denger loh..." kejutnya memecah terdiamnya jesika.


"Mmm..... sukur deh,, buruan deh udah di tunggu,," kata jesi.


Dimas tak bicara lagi cukup mengangkat jempolnya dan merapihkan pakaoannya. Hanna masih di bantu para perias disana dengan paras anggun dengan hiasan indah di rambutnya mengenakan pakaian gaun putih yg sangat panjang sesikit terbuka di bagian dada membuat dirinya sangat menawan.


"Apa mempelai kita sudah siap?" tanya dema memasuki ruangan hanna.


Sebentar lagi tuan,,"ucap desainer yg tengah membantu hanna. Dema sangat terharu melihat hanna mengenakan pakaian pengantin begitu anggun dan begitu cantik, binar mata dema membuat hanna teralihkan.


'Kak,, kamu baik-baik aja?- " tanya hanna melihat mata dema berkaca-kaca. Tentu kakak baik-baik aja.." mengembangkan senyumannya seolah baik saja.


Dema begitu terharu melihat adik kecilnya yg dulu begitu manja sekarang dia telah tumbuh dewasa juga akan segera berumah tangga, Waktu sungguh tak terasa masa-masa kecilnya yg sangat dirindukan dema.


Penghulu pun telah memanggil para mempelai untuk melangsungkan ikrar sumpah pernikahan, banyak khalayak yg sangat terpukau dengan kecantikan sang istri dimas hatta diatmadhja itu.


Ikrar sumpah pun trlah di ucapkannya dimas akhirnya dimas SAH menjadi suami dari hanna wanita yg tepat berdiri di sampingnya, semua orang mengucapkan selamat pada mereka secara bergiliran.


"Haii dimas,, selamat atas pernikahanmu semoga kalian bahagia selalu" Ucap alonso dengan tatapan yg membuat hanna tak nyaman. "Thanks alonso,, silahkan nikmati hidangan yg sudah kami siapkan untukmu,," balas dimas.


"Oke.. ohh ya selamat juga untukmu juga nyonya dimas ,," mengulurkan tangannya pada hanna.


"Terima kasih tuan alonso ,, dan terima kasih juga sudah meluangkan waktu untuk hadir diacara pernikahan kami" Terbata-bata dan berusaha melepaskan salamannya dari alonso.


Alonso,,,"panggil emiro.


Alonso melepas tangan hanna dan menghampiri emiro dengan tatapan tak lepas dari hanna. Hanna semakin tak nyaman saat alonso terus memandangnya seperti yg haus akan sesuatu.


'Dia sangat cantik emiro,, dia lebih pantas denganku bukankah begitu,,," kata alonso dengan bangga.


"Dia memang sangat cantik alonso tapi, dengan caramu menatapnya sangat berbeda dengan tatapanmu terhadap jenifer,," ucap emiro membuat pandangan alonso teralihkan. Jenifer gadis cantik berdarah australia yg terjebak cinta alonso.


"Jenifer??" tertawa.


"Dia itu membosankan, dia tidak istimewa dia hanya gadis murahan siap melayaniku kapan saja." sebuah senyuman licik terlukis di wajah alonso. Alonso tak pernah mencintai satu wanitapun dia hanya memanfaat setiap gadis yg di inginkannya untuk bersenang-senang saja seperti mereka menginginkan nama dan uang nya dia pun menginginkan segala hasratnya terpenuhi.


"Kau memang sangat berbahaya alonso,," senyum licik itu pun terlihat lagi di wajah emiro.


"Kini ketertarikanku hanya pada hanzella dia terlihat berbeda ,,-" terhenti.


"Jangan gila kau alonso dia istri dimas,," menyela ucapan alonso. "Emiro,, ayolah dia pasti akan memilihku ketimang dimas, dan aku akan pastikan itu" ucapan nya yyg sangat berbobot membuat alonso sangat percaya diri akan niat tidak baiknya itu terhadap hanna alias hanzella.


Alonso pergi meninggalkan pesta dengan sejuta senyuman yg licik disana meninggakan emiro disana, pesta pun berlalu waktu yg menunjukan tepat pukul 02.00 pagi.


Semua para tamu sudah tak terlihat lagi meninggalkan gedung xxx, berserta anggota pengantin pun sudah tak terlihat disana lelah untuk hari ini membuat semua keluarga ingin segera beristirahat.