
#:(KONFLIK)
Hanna begitu shok akan ucapan dema, seketika hanna berjalan menuju dema untuk menanyakan kebenaran atas ucapannya.
"Akuuu,,, dafa,,, ber,,saudara..." terbata-bata.
Hanna,, hanna,, biar kakak jelasin semua,,," mendekati hanna.
"Nggak kak,, kakak udah bicara buruk tentang ayah,," ujung matanya pun mulai berlinang air mata. hanna pergi begitu saja meninggalkan dema dan berlari kekamarnya. "Hanna....." teriak dema.
Mas,, aku kira hanna takkan bisa menerima semua kenyataan ini, dia begitu menyayangi ayahnya,," ucap resta.
Aku tau istriku,, dia yg paling terpukul akan hal ini.." sahut dema.
Dema menyusul adik kesayangannya itu, berlari dengan terisak-isak mengingat apa yg telah dilakukan ayahnya terhadap ibu juga adik-adikny.
*T*ok...
Tok...
Tok...
Dema mengetuk pintu kamar hanna. berusaha menjelaskan semuanya.
Ha..hanna,,,," panggil dema.
Hanna tolong dengarkan kakak sebentar,,"pintanya.
Hanna tidak mau mendengar apapun, tentang ayahnya, dia mengurung dirinya di kamar sambil menangis. Kenapa kakak tega sekali menjelek-jelekan ayah,,-
Kak,, dema tidak suka pada dafa aku terima dan aku tidak akan memaksakan kehendakku tapi, dengan bicara seperti itu tidak membuatnya benar" kesal.
Hanna terus menangis dengan apa yg terjadi. bel pintu pun berbunyi dema meninggalkan hanna dan membiarkannya sendirian dulu untuk sementara.
Resta membukakan pintu setelah mengusap airmatanya. Begitu terkejutnya satiawan melihat dafa dan kedua orang tuanya, dema turun dari tangga dan melihat tamu di ruangannya dema pun membeku melihat sosok ayahnya di samping dafa.
T****uan armansyah wardoyo putra terdiam melihat kedua putranya dari mama metty berdiri di hadapannya. "Pagi kak,, "sapa dafa.
Putra-putraku" gumamnya tuan wardoyo.
"Pagi,," ucap resta.
Satiawan hanya terdiam begitu juga dema."masuklah ..." resta mempersilahkan mereka untuk masuk.
Tuan armansyah wardoyo putra mendekati satiawan. Putraku .." ucapnya.
"Berhenti ..." amarah satiawan mulai memuncak. Satiawan mwnghentikan langkah ayah nya itu. Anda bukan ayahku,,"seru satiawan dengan berkaca-kaca.
Dafa terdiam begitu juga ibunya nyonya armansya wardoyo. Apa ini maksudnya" seru dafa.
Kedatangan kami kemari ....-" terhenti.
Aku sudah tahu,,," dema meangkis ucapan dafa. Kau ingin melamar adikku" sambung dema. I..iya... apa hanna sudah memberitahumu" tanya dafa.
"Tak perlu hanna yg memberi tahukanku aku sudah paham kedatanganmu,,," sentak dema.
Apaaa ......"
Hanna ......"
Dimana dia dema ,, satiawan aku ingin bertemu dengannya." tanya tuan armansyah.
Dema tak sedikit pun menggubris pertanyaannya, satiawan yg sudah menahan amarah nya akhirnya pun keluarlah perkataan yg pahit darinya.
"Kau bukan siapa-siapa kami,,,"
"Enyah kau dari rumahku ,,, kau tak pantas di panggil ayah,," tegas satiawan dengan nada tinggi. Apa yg sebenarnya terjadi apa ada yg bisa menjelaskan kepadaku?" tanya dafa dengan kepanikan melihat amarah satiawan.
"Kau ingin tahu? Tanyakan lah pada tuan armansyah wardoyo putra yg terhormat ini.." menunjukan jarinya.
"heiiii.............. jagaa bicara mu pada orang tuaku ,,," teriak.
Semua bersitegang dengan pertemuan ini hingga membuat semua orang tersulut emosi.
'Nak ... dengarkan aku dulu aku bisa jelaskan semuanya,," mencoba menenang kan semua.
Aku bukan putramu ..."
Apaaaa ..." kaget.
"Heuhh..."satiawan tersenyum licik. kau terkejut? dafa asal kau tau dia,,, dia,, yg kau sebut ayah dia adalah ayahh Hanna..."
"Kita punya ayah yg sama,,"
Iya kan tuan armansyah ,,?"..
Begitu bergema di telinganya dafa terjatuh shok, tak percaya apa yg dia dengar. "Lho pasti bohong satiawan,, lho pasti bohong,,, lho cuma nggak mau kalo gue dan adek lho punya hubungan." sentak dafa yg tersulut emosi.
"Kalo begitu tanya sendiri sama orang yg lo panggil ayah ini,, " keras satiawan tak bisa terkendali lagi.
"Cukup ..." sontak dafa.
"Ayahh,, apa benar mereka putra ayah?" tanya dafa penuh kekecewaan.
Tuan armansyah hanya terdiam dan mengangguk, matanya menetes kan air mata penyesalan saat dirinya sudah tak bisa berkata apapun lagi.
"Nggak mungkin ,,, Hanna dan gue ?"
Iya ,, "teriak satiawan.
Hubungan lho berdua "Terlarang"...- " tegas.
Nggak gue mau ketemu hanna..." mendesak untuk menemui hanna. Lepasin gue ,,"
satiawan menahannya "Lho nggak bisa ketemu lagi sama hanna ngerti,," kesal.
Nggak... hanna....hann...hanna... Lho pasti denger gue han,,, hannn....." berteriak.
Hanna ,, nggak akan turun ,,, lo harus paham ..." menarik kerah baju dafa.
Hanna hanya terdiam melihat dari atas kejdian yg tengah terjadi di bawah membuat nya semakin shok saat melihat sosok ayahnya disana.
Gue yakin hanna bakal turun gue cinta lo hanna,, gue nggak akan pernah percya kebohongan ini" teriak.
Satiawan semakin emosi dan memukul dafa yg tak henti-henti memanggil hanna. dema berusaha menenangkan satiawan namun dema pun tak bisa karna satiawan sudah sangat marah.
Sini loh,, "memukulnya kembali.
Satiawan tenang lah,," ucap dema.
Jangan halangi aku kali ini kak, " menatap tajam dafa.
Dafa yg sudah tidak berdaya karna pukulan dari satiawan maaih tak menyerah ingin menemui hanna, tuan armasyah juga ibunya dafa hanya terdiam memohon untuk berhenti memukuli dafa.
Hanna.. " terdiam melihat keberadaan hanna dari atas tangga.
Hanna .. sayang ini ayah kemari lah nak ayah kangen sekali padamu nak" tun armansyah. Tidak kau bukan ayahku ,, kau hanya seorang penghianat." pergi menuju kamarnya.
Ini gara-gara lho yahh,,," menunjuk ayahnya. " jaga sikap kamu dafa dia ayahmu"nyonya armansyah.
"Ayahh....
"Pria ini ?? dia bukan ayahku tapi, pria ini penyebab hancurnya hubungan aku sama hanna.." teriak dan pergi.
Maafkan ayah nak,," pinta tuan armasyah.
Ayok pah,,, kita susul dafa.." menarik tangan tuan armansyah. "tapi,hanna putriku?? "
Pergilah disini tidak ada yg menginginkanmu tuan..." satiawan membuat tuan armansyah sangat menyesali perbuatannya.
Mereka pergi menyusul dafa, sedang hanna yg terpuruk dengan keadaan membuat nya sangat terpukul dema dan satiawan membiarkannya sementara sampai hanna bisa menerima kenyataan.
Satiawan tidak menyesal sama sekali atas perbuatan nya, di pergi kekamarnya melampiaskan semua amarahnya disana.
...----------------...
#jangan lupa like and coment nya ..