MY DEARY

MY DEARY
PESTA PENGHARGAAN



Tamu-tamu telah berdatangan di pesta penguman CEO terbaik, terlihat banyak para pejabat petinggi dan orang penting begitu pun dengan para istri-istri mereka, dimas memperkenalkan istrinya kepada semua orang.


Hanna banyak disukai dengan sikap sopannya hingga tak butuh waktu lama untuk memiliki teman disana, salah seorang terlihat dengan sudut mata hanna tengah memperhatikannya membuat rasa tak nyaman yg sama dimana hari pernikahannya berlangsung.


"Ada apa nyonya dimas ,,?" salah seorang istri pejabat. "Ah tidak ada apa-apa" jawabnya.


Kegelisahan di raut wajah hanna sangat terlihat membuat sebagian para istri petinggi keheranan. "Maaf saya mau ke toilet dulu,," pinta hanna beranjak dari duduknya. "Baiklah,, silahkan" balas beberapa orang semeja dgn nya.


Hanna pergi sendiri k toilet tanpa di temani siapapun, saat keluar dari toilet tiba-tiba seseorang telah berada di depannya "Kenapa terburu-buru nyonya dimas,,?" seru seorang pria kekar tampan dgn hidung mancung dengan wajah yg tak asing bagi hanna. "Alonso,,,???-:"


"Apa yg anda mau tuan alonso? kenapa anda repot-repot mengikutiku kemari ??" tegas hanna menatap tajam alonso.


"Tenanglah nona hanzella, aku takkan menyakitimu aku hanya ingin menyapamu saja apa aku salah?" ucap alonso penuh percaya diri. "Tidak,,, anda tidak salah untuk menyapa seseorang tapi, dengan cara anda mengikuti seorang wanita bersuami ke toilet itu tidak benar,,-" tegas hanna .


Dan saya peringat kan anda jangan ganggu saya apalagi melewati batasan anda.."sambung hanna menaikan tatapannya.Hanna pergi meninggalkan alonso disana, "Uhhhh...... menarik sekali, sikapmu ini yg membuatku tak bisa berhenti mengejarmu bukan hanya cantik, tapi kau cerdik dan membuatku semakin tertarik aku tak mungkin membiarkan barang langka sepertimu pergi begitu sajja,," gumam alonso.


Hanna kembali dengan raut wajah sedikit kesal, dengan banyak pertanyaan dari istri-istri petinggi yg terduduk dimejanya hanna tak menjawab satu pun dia hanya memberikan senyuman kecil dengan tatapan kesal menuju alonso.


"Haii sayang, kamu bersenang-senang disini ku harap tak ada yg mengganggu mu karna kecantikanmu," goda dimas yg sudah berdiri di belakang hanna. "Dim, aku merasa tidak nyaman disini bisakah kita pulang lebih cepat?" tampak gelisah.


"Haii, kenapa?"


Acara ini belum selesai .."ucap dimas membungkukkan tubuhnya menjadi sejajar dengan hanna. Dimas heran dengan sikap hanna yg tak biasanya "Apa ada yg mengganggu mu?"tanya dimas dengan tatapan yg khawatir.


Hanna khawatir jika dia memberitahukan pada dimas alonso mengikutinya dan merasa tak nyaman karna sedari tadi alonso terus memperhatikannya akan menimbulkan masalah"Ahh.... tidak sayang aku hanya tidak nyaman saja.. mungkin aku lelah,," sahutnya memegangi kepalanya.


Penuh cemah raut wajah dimas berubah menjadi cemas "Apa kamu sakit sayang? ayok kita pergi ke dokter,,?" beraba-raba dahi hingga leher hanna membuatnya sangat takut dengan kondisi hanna yg sekilas hanya alasan semata.


"Tidak dimas aku baik-baik saja ..."tersenyum.


"Kamu yakin sayang, jangan bohongi aku..!!"mengerutkan dahinya.


"Sungguh.. kau ini terlalu khawatir dimas.."kata hanna. "Baiklah, kamu ingin sesuatu? biar kuambilkan?" tanya dimas menawarkan sesuatu untuk menyegarkan suasana.


"Aku hanya ingin jus,," sahut hanna sembari tersenyum. Dimas kemudian pergi mengambilkan sesuatu yg diinginkan istrinya saat dimas tengah membawakan jus untuk hanna, alonso memanfaatkan keadaan dan menghampiri hanna yg sedang duduk sedirian disana. "Jus?" sebuah tangan mengulurkan segelas jus.


"Thanks dim,,,-" terdiam kemudian.


"Kau ..." kejut hanna mengerutkan dahinya. Alonso yg mengulurkan tangannya dengan sebuah gelas di tangannya di tepis hanna. "Pergilah .. atau ...-" terhenti.


"Aku hanya berniat baik menawarkan jus padamu nona hanzell, kenapa kau slalu prasangka buruk padaku ?" kata alonso yg sudah membuat kesal hanna.


"Cukup,, aku tak ingin niat baikmu dan aku mohon padamu jangan ganggu aku" hanna pergi dengan kesal meninggalkan peata tanpa di ketahui dimas yg sedang mengambil minuman."Heyyy.... nona......"teriak alonso.


"Angkuh ,, sombong ,, ummmchh aku suka itu ,,," tersenyum licik.


Dimas kembali dengan dua gelas jus di tangannya dan melihat bahwa bangku yg tengah di duduki istrinya sudah kosong. "Hanna,,,, kemana dia?" celingukan mencari keberadaan hanna.


Mencoba menghubungi hanna melalui ponsel namun, tak dapat di hubungi. Dimas mulai khawatir dengan sikap nya saat ini membuatnya sangat cemas dimas akhirnya menghubungi jeremy dan menyerahkan semua nya dipesta sementara dirinya mencari keberadaan hanna.


Dimas melajukan kendaraannya dan cemas dengan keberadaan hanna, sesaat kemudian dimas terhenti dan melihat sosok gadis bergaun putih tengah duduk di kursi taman, "Hanna ...." gumamnya.


Hanna... "panggilnya.


Gadis itu pun menoleh dan benar itu hanna, "Dimas,," gumamnya hanna gugup.


Hanna...." memeluk erat istrinya yg sudah membuatnya khawatir, hanna terheran yg di sudah ditakuti nya akan dimarahi oleh suaminya karna pergi tanpa pamit malah memeluknya dengan erat."Darimana saja kamu? apa kamu tidak tau begitu khawatirnya aku." ngedumel.


"Maafkan aku dimas,, " menyesal.


"Aku mohon jangan lakukan ini lagi, aku sangat takut" menciumi keningnya dengan mata yg berkaca-kaca. Hanna begitu terharu dengan prilaku dimas yg sangat mencemaskannya "Kamu begitu mencintaiku dimas?" tanya hanna saat ujung mata ya sudah berkubang air.


"Tentu saja, kamu istriku, duniaku, jiwaku, dan segalanya bagiku dasar gadis konyol,," mencubit hidung mancung hanna yg me-merah, hanna hanya tersenyum haru saat dimas mengucapkannya.


"Kamu ingin pulang?" tanya nya.


Hanna menganggukan kepalanya, dan peegi kearah mobil yg di bawa dimas. Dimas melajukan kembali kendaraannya memecah jalanan kota london, dimas melajukannya dengan kecepatan sedang dan melihat dengan ujung matanya terlihat istrinya tertidur di sampingnya.


Sesampainya di kediaman dimas, ia membawa hanna kedalam rumah dengan menggendongnya, dimas yg begitu lembut meletakan hanna di atas ranjang big sizenya itu tak ingin dia terbangun, dimas pun tertidur dengan pakaian yg sama sembari memeluk tubuh hanna yg tengah meringkuk di sudut ranjang, mereka tertidur dan sampai esok hari.


...----------------...


#jangan lupa like komentarnya


#jangan lupa juga vote nya.