MY DEARY

MY DEARY
Lamaran untuk hanna II:# (TERUNGKAP)



:LAMARAN HANNA (KERIBUTAN)


PAGI HARI KEMUDIAN.


Yg begitu dinantikan dafa, telah tiba dafa yg bersiap dikamarnya, begitu bersemangat untuk menemui dambaan hatinya yg belum lama di kenalnya namun telah merubah segala dunianya.


Ayah dafa yg mendukung keputusan daffa untuk menikah akhirnya di sambut kebahagian oleh kedua orang tuanya. sudah lama ketidak akuran diantara ayahnya juga dafa membuat jarak yg begitu jauh diantara mereka.


1jam kemudian


Dikediaman hanna, dema memutus kan untuk tidak berangkat bekerja hari ini setelah tau dafa akan datang dengan lamaran,


Sayang ,,, "sapa seorang wanita dari belakang tubuhnya. yg tak lain rezta istri dema yg tengah memperhatikan kekalutan dari raut wajah dema. eh,,, kamu sayang ada apa?" sahut dema penuh cinta.


Mengapa wajahmu muram ,," tanya resta sembari memeluknya dari belakang. "Tidak .. aku hanya mrmikirkan hanna,, "ucapnya


*P*apaaaa...."suara kecil memanggilnya.


Tidak lain dhea putri dari dema dan resta.


,Ehhh anak papa .. dari mana sayangku ini " menggendongnya. "om.. tadi ajak dhea jalan-jalan,,, om juga beliin dhe balon besar-.."suara yg gemas dan mempratekannya dengan tangan.


Ohh....yaaa ....-"


"Iya papa ... balonnya besar kaya boneka milik dhe ... " sambunya nya.


Papa mau liat .. dhea tunjukin yuk ...-"ajak bicah kecil itu dengan menarik tangan dema.


Baiklah ,, papa juga mau liat ..."


Dema pun pergi menuruti dhea, putri kesayanganya. diluar tampak satiawam memegangi seseutu yg terbang.


.Omm ..... "


Iya sayang..


Coba om.. tunjukin sama papa balon yg tadi om beliin buat dhea .." dengan suara khas nya yg membuat semua orang gemas padanya.


Ini ...


Om sedang pegang ..." sambungnya.


Satiawan sedang memegangi balon yg berbetuk boneka berry persis dengan boneka kesanyangan dhea.


Wahhh,,, besar nya balon ini .." ujar rezta.


"Iya mama,, om tau aja kesukaan dhea..." tersenyum manis menatap rezta.


Semua tertawa mendengar dhea bicara, semua sangat senang dengan tingkah lucu dhea yg begitu menggemaskan.


...----------------...


Dema kembali terlamun hingga resta harus menyuruh putrinya untuk bermain dulu di kamar sendiri.


"Sayang .. main dulu sendiri ya dikamar,,"pinta resta pada si kecil.


Iya mama "


Anak pintar " mencubit dagunya.


Satiawan lihatlah kakakmu setelah kejadian semalam dia selalu melamun ,,"goda resta.


Tidak ..."


Kak, Apa yg sedang kamu fikirkan ..." tanya satiawan.


"Untuk sementara kamu jangan pergi dulu keluar kota sat,,,-" perintah dema.


Satiawan hanya terdiam mendengar ucapan dema penuh keluh. 'Baiklah aku pun sudah mengundur kepergianku,, Ada apa kak ?? apa yg membuatmu sangat terganggu ?" satiawan mencoba mencoba mencerna perkataannya.


"Masuk lah aku ingin membicarakan sesuatu ..."


Baik.


Mereka duduk di ruang tengah, dan dema yg masih terdiam membuat istri dan adik nya bingung akan sifatnya yg slalu termenung setelah kejadian semalam.


'Kenapa kak??" tanya satiawan penuh kecemasan.


"Setelah kamu mendengarnya apa kamu akan menerima kenyataan ,,-"terus tertuju pada satu pandangan.


Satiawan tidak bisa menerka akan pertanyaan yg di ajukan dema padanya begitu pun resta yg penuh dengan pertanyaan akan tingkah suaminya yg terbilang berlebihan terhadap hanna.


"Kenapa berteka-teki sayang,,-"


Mengcungkan setengah tangannya menandakan untuk tidak bicara.


'Apa makaud kakak,, aku tidak mengerti,," sahut satiawan.


Bicara lah kak ...


Apa yg tidak aku ketahui ??" desak satiawan.


Dema menghela nafas, dan mulai menatap istri dan adiknya yg sedang menunggu jawaban dari mulutnya.


,Sayang .. Istriku??"


Iya ,,


"Kamu pasti mengira aku berlebihan terhadap hanna ,, " terdiam kembali.


Tapi, sesungguhnya hubungan mereka terlarang ..." ucapnya dema begitu saja.


Apaaa.... apaaa maksudmu ??" seru resta dan satiawan terkejut.


Satiawam masih mencoba mencerna setiap kata yg di ucap dema. "Apa maksud kak dema?" tanya satiawan penuh penasaran.


Dema mencuhcurkan air matta dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. dema terisak-isak seolah tak sanggup untuk bicara lagi.


"Kak bisakah,, jelaskan padaku dengan jelas,,? apa yg terjadi sebenarnya jang buat ku bertanya-tanya.


Dema masih terdiam, tanpa berkata dema mencoba menenangkan dirinya agar bisa menjelaskan pada resta dan satiawan tentang dafa.


Begini .......


...****************...


Beberapa jam kebelakang.


#:Siang hari sesudah kepergian hanna dan dafa.


Dema pergi menuju kantor dengan mengenakan mobil dimas, sesangkan satiawan bersama jesika adik dari dimas.


Setelah sampai dimas dan dema juga satiawan rapat di kantor milik dema, tak sangka kakak dari dafa Randy pun turut serta rapat hari ini.


Diruangan rapat.


Haii,,,"sapa rendy.


Tak sangka kita berjumpa disini." ujar dema.


Saling bersapa satu sama lain dema pun melanjutkan rapatnya, di tempat lain jesika mencari ruangan satiawan.


Akhirnya rapat pun selesai dan sangat lancar tanpa kendala dimas pun pergi menuju kantor nya, sedangkan rendy masih berbincang-bincang dengan dema


"Cukup lama kita tak bertemu dem ,,"


,Tersenyum kecil "Tentu ren,, " sahut dema.


Dimana sekarang lho ren ,, kenapa baru hari ini mau menemui gue? Apa mentang-mentang sekarang jadi orang sibuk,,?


Ah lho, masih aja belum tau gue ,," ketusnya.


Mereka berbincang-bincang sampai begitu lama tak di sadari langit bergemuruh untuk hujan.


Rendy meminta ijin untuk pergi ke toilet dan meninggalkan jas nya ruangan dema.tak sengaja dompet randy terjatuh dema yg melihatnya berniat untuk menyimpannya kembali dari jas di di kenakan randy namun saat dompetnya terbuka dema begitu terkejut.


"Apa ,,,


Kenapa photo ayah ada di dompet rendy?


Shokkk.....


Dema terduduk di sofa ruangannya bertanya-tanya kenapa rendy menyimpan photo ayahnya.


tak lama rendy pun kembali dari toilet terheran melihat dema memegang dompet miliknya.


"Mmmmm..... dema .."


"Terkejut"


..Ehhh ren, sorry...


Lho melamun ?,tapi,kenapa lho kayanya nangis,," bertanya-tanya.


Ahh,,, tidak Gue cuma ke inget orang tua gue ,,,- mengusap air di ujung matanya.


Rendy tidak mengerti apa yg terjadi pada dema kawan lamanya. "itu dompet gue ,," tegur randy. Ahhh iya ,,, tadi terjatuh gue bawa deh,,- sahutnya.


"Mmm.... ngomong-ngomong itu photo siapa?" tanya dema.


Rendy mengambil dompet dari tangan dema dan duduk di sebelahnya. "Ini nyokap gue .." menunjuk pada seorang wanita cantik parubaya di photonya. Lalu yg Ini bokap Gue ,,,!!!!" sambung rendy.


Perkataan rendy seolah pukulan keras bagi dema, dema begitu terkejut dengan ucapan rendy jika photo pria di dalam dompetnya adalah kedua orang tua nya.


Ucapan itu terasa begitu bergema-gema di telinga dema, Hingga akhirnya dema pergi keruangan satiawan dan mengajak nya untuk pulang.


...----------------...


#:KEMBALI KE AWAL.


Satiawan mencuhcurkan airmata nya tak percaya akan cerita dema jika ayahnya telah nerkhianat pada ibunya.


Nggak kak,, Ini nggak mungkin" gelisah.


Sayang,, Apa kamu yakin? Bisa saja kamu salah lihat,, .seru resta.


Nggak.... Nggak mungkin Ayah tega sama mama ..." satiawan histeris dan terus berteriak hingga memancing perhatian hanna.


Satiawan ,, ini kenyataan maka dari itu kakak bersikeras tegas terhadap hanna karna hal ini ,,," ucap dema mencoba menenangkan satiawan. kak, bilang kalo ini bohong bilang..... kalo ini bohong...." Teriak.


Dema hanya terdiam melihat kesedihan satiawan yg sudah tak terbendung lagi. Aku pun tidak percaya namun ini kenyataan yg pahit yg harus kita terima,..- ujarnya


"Nggak kak,, Nggak ...."Teriak.


Satiawan sangat terpukul dengan kenyataan bahwa ayahnya sudah menghianatinyadan keluarganya. hanna yg melihat dari atas tangga keributan yg terjadi membuatnya penasaran dan turun kebawah.


"Ada apa yahh,, kenapa kak, satiawan berteriak" bertanya-tanya sembari berjalan menulusuri anak tangga.


Dengar satiawan kita harus sembunyika dari hanna hal ini,,,-


Satiawan menatap wajah kakaknya. Hnna nggak boleh tau kalo dia dan dafa bersaudara...-sambung dema.


*Prakkk......


brughhh*.......


Hanna pun mendengar ucapan dema. perhatian dema juga satiawan teralihkan dengan benda yg terjatuh dari tangan hanna. "Hanna .... " resta,dema satiawan bersamaan.