MY DEARY

MY DEARY
#I: PENYESALAN SATIAWAN



:PENYESALA SATIAWAN


setelah aghisya menceritakan semuanya apa yg membuat dirinya menjauh dari kekasihnya itu. satiawan tak bisa menghentikan air mata nya yg kian terus mengalir.


penyesalannya membuat dirinya paham akan perkataan kakaknya dema tempo hari satiawan sangat menyesali perbuatannya terhadap aghisya dan putranya sudah tiada.


"maafkan aku aghisya.. maafkan aku aku bersalah aku memang brengsek" berteriak menyalahkan dirinya.


dema yg tidak sengaja mendengar suara satiawan segera berlari menghampiri ruangannya, tampak satiawan sedang melempar lemparkan barang di atas mejanya dan memukul dinding di sana.


"satiawan.. ada apa ini tolong tenang kan dirimu beritahu kakak ada apa denganmu ...?" tebelalak kebingungan melihat satiawan yg tengah menyakiti dirinya. "aku ******** kak, aku cowok brengsek aku udah nyakitin orang yg aku sayang kak." berlutut dan terus menyakiti dirinya.


"tenangkan dirimu satiawan.. kita bicarakan jangan kamu merusak dirimu sendiri" menatap tajam mata satiawan yg sembab karna terus menangis menyalahkan dirinya.


satiawan memandangi wajah kakaknya yg tengah berada di hadapan nya. dema yg sudah merasa lega melihat satiawan mulai tenang dan mengajak nya duduk di sofa.


"duduklah,," ajak dema pada satiawan.


"kak dema kenapa?" masih terdiam dan tertunduk. dema seolah sudah mengerti apa yg akan di sampaikan satiawan padanya. "kakak tau kamu akan bertanya tentang aghisya, beberapa hari yg lalu orang tua aghisya dan aku tak sengaja berpapasan " dema menceritakan kejadian hati itu.


...----------------...


BACK TO A FEW DAYS AGO


2#: KEHAMILAN AGHISYA.


saat itu dema berjalan-jalan dengan dhea putrinya juga resta saat itu dema sehabis pulang dari kantornya saat tempo hari mengajak satiawan untuk pulang bersama, mereka mengajak putri nya bermain.


"papa mama dhea mau makan eskrim" pinta gadis kecil itu. "sayang apa kamu sudah lelah bermainnya?" resta menatap wajah polos putrinya.


"iya mam, dhea sekarang mau makan eskrim yg banyak," dengan suara khas menggemaskan.


resta maupun dema tersenyum gemas mendengar rengekan sang buah hatinya, dema pun membawa nya membeli eskrim dan pergi ke restoran terdekat untuk makan mereka tak sengaja berpapasan dengan dua orang paruhbaya.


"bukannya dia dema pih?" ujar seorang wanita paruhbaya pada suaminya.


"dema..? dema kakak satiawan?" melebarkan tatapannya saat melihat dema dan istrinya "


dia tuan suherman pratama ayah dari aghisya kekasih adiknya. dia begitu emosi setelah melihat dema dan menghamprinya seketika.


brughhhh.....


"maaf, bapa ini siapa kenapa sangat tidak sopan seperti itu " ucap dema terbawa emosi. "kamu dema bukan, mana si ******** itu" menarik kerah baju dema


"apa maksud bapak dan siapa yg bapak maksud" mencoba membela dirinya.


"aku ayah dari aghisya pacar adikmu, dia sudah menghamili putriku hingga dia kehilangan bayinya karna ai ******** itu" makin tersulut emosi tuan suherman tak memperdulikan bahwa mereka menjadi tontonan orang banyak.


"sayang bawa dhea pergi pulang" dema mengankatkan dagu nya meminta resta agar pergi dari sana. resta pun pergi dan mengiyakan titah suaminya.


dua orang security pun menghampiri mereka dan meminta mereka tak membuat kerusuhan disana, karna ayah aghisya yg terus tersulut emosi mengingat perlakuan satiawan terhadap putrinya.


akhinya kedua security itu meminta mereka untuk ikut ke pos keamanan.


"mohon kalian selesaikan masalah kalian berdua tanpa emosi, kalian bisa saja membuat kegaduhan dan membuat orang lain terganggu " ujar seorang satpam.


"mohon maafkan kami pak, kami akan segera pergi" ucap dema.


kemudian mereka pun pergi dan akhirnya tuan suherman dapat tenang dan menceritakan segalanya yg terjadi pada aghisya.


dema terkejut mendengar pernyataannya bahwa adiknya telah berbuat salah pada putri mereka dema yg sangat bersalah karna saat itu dema menyuruhnya untuk pergi selama 3 tahun lamanya.


dema pun menjanjikan satu hal dan akan di lakukan adiknya agar dia menyadari kesalahan yg telah diperbuatnya.


...----------------...


satiawan begitu sangat bersalah pada aghisya, mendengar cerita dari kakak nya satiawan berencana untuk menemui keluarga aghisya untuk meminta maaf.


"kak kenapa kakak gak ngomong dari awal, ?" sentak satiawan mengusap wajahnya yg bersimbuh air mata. "aku sengaja tidak memberitahukan mu dan aku ingin kamu mendengarnya sendiri dari mulut aghisya bukan dari orang lain, karna aku tau sifatmu takkan mudah mempercayai perkataan orang apalagi mengenai aghisya." ucapan dema membuat satiawan termenung dan tersimpuh di hadapan nya.


"aku harus pergi ke rumah aghisya sekarang kak, " berdiri dan mengusap air mata nya." dema hanya terdiam membiarkan adiknya pergi begitu saja meninggalkan dema.


"pergilah satiawan, memang seharusnya kamu menebus kesalahanmu tanpa campur tangan orang lain termasuk kakak mu sendiri" gumam dema melihat kepergian satiawan yg tergesa gesa.


satiawan pun pergi mengendarai mobil nya secepat mungkin memecah keramaian jalanan kota, sehingga hampir menabrak kendaraan lain di depan nya.


dema pergi pulang ke rumah nya meninggalkan kantor yg sudah sepi, kantornya pun sudah terlihat kosong hanya beberap pegawai yg masih terlihat lembur.


...****************...


#jangan lupa vote and like nya.